
hoekk hoekkkk
Airene berhasil melahirkan anak kedua mereka, semua berbahagia ketika mendengar tangisan keduanya. Kedua bayi itu lahir sempurna tanpa kekurangan apapun, beratnya mungkin sedikit kecil dari bayi normal pada umumnya. Tapi Dokter Risa berkata asal dapat perawatan semuanya akan baik baik saja
Sampai
tetttttttttt
Suara alat detak jantung membuyarkan mereka semua, salah satu perawat sedang berusaha untuk mengganti kantung darah yang sudah habis. Dokter Risa pun menyuruh Aldrich untuk menunggu diluar, karna sekarang keadaan sedang genting
" Detak jantung pasien melemah dok "
" Siapkan banyak kantung darah! "
" Dokter tekanan jantung pasien hampir 50 "
Pria itu hanya terdiam mendengar perkataan panik dari orang orang didalam ruangan ini, Aldrich terus menggenggam tangan gadis itu yang sekarang sudah dingin, kulitnya bahkan berubah lebih pucat daripada tadi
" Sir, sebaiknya anda tunggu diluar. Biar kami yang menanganinya "
" Tidak, aku akan " Belum selesai dengan ucapannya, terlihat Riel yang masuk menaruh beberapa kantung darah lalu berjalan menujunya
" Serahkan semua pada dokter, kau menunggu diluar denganku " Riel membawa Aldrich untuk menunggu diluar, terlihat kedua orangtuanya dan sikecil ada disini, semua temannyapun sedang menunggu
Tak ada yang berani bertanya tentang keadaan didalam, sikecil Felix juga terdiam digendong oleh kakeknya. Pada saat pria itu keluar dari ruangan tempat Airene melahirkan, semuanya terkejut melihat Aldrich yang dipenuhi oleh bercak darah. Kemeja putih yang dikenakan pria itu bahkan sudah berubah warna menjadi kemerahan
Saat ini dokter Risa tengah berjuang mengatasi pendarahan hebat dari gadis itu, detak jantung gadis itu semakin lama semakin terkurang, mereka sudah menambahkan banyak darah tetapi darah yang saat ini keluar dari gadis itu pun tak bisa dikatakan sedikit
tetttt...tettttt
Suara komputer disebelah gadis itu membuat dokter dan perawat semakin panik
\=
Pintu terbuka, memperlihatkan dokter Risa yang dipenuhi dengan peluh melangkah ke arah keluarga pasien. Dia harus memberitahukan suatu hal
" Pendarahan yang dialami Miss Airene sudah berhasil kami atasi " smua bernapas lega, mengetahui gadis itu sudah baik baik saja
" Tapi "
Dokter Risa menunjukan raut menyesal " Karna pendarahan hebat yang dialami pasien, dan syok paska melahirkan. Saat ini keadaan pasien dinyatakan koma "
deggg
Semua nya tak menyangka akan terjadi hal seperti ini, mereka baru saja bernapas lega tetapi tidak berapa lama mengetahui gadis itu dalam keadaan koma.
Aldrich sama terkejutnya seperti yang lain, dia tak berpikir gadisnya akan jatuh koma akibat melahirkan kedua anaknya " Koma? "
" Ya, kami akan melakukan pengecekan berkala kepada pasien sampai kondisinya membaik. Kami juga tidak bisa menjanjikan kapan pastinya pasien akan terbangun, mohon keluarga memberinya support agar semangat untuk kembali terbangun "
" Kedua bayi sehat namun berat badannya kurang jadi untuk sementara akan dimasukan kedalam inkubator sampai beratnya sesuai. Selamat bayi anda berjenis kelamin laki laki, sir"
Pria itu menatap kosong kearah depan tempat gadisnya berada saat ini, ntah dia harus merasa senang atau sedih mengenai hal ini. Dia senang mendapat bayi laki laki sehat, dia juga sedih mengetahui kondisi gadisnya yang tak baik baik saja. Perasaan campur aduk menghinggapi pria itu, pikiran pikiran buruk tentang gadisnya tak akan bangun lagi tidak bisa dihindarkan dari kepalanya
Dia ingin menangis
Ingin berteriak
Ingin menyalahkan seseorang atas kejadian ini
Mungkin gadisnya bisa bertahan jika tidak mengalami pendarahaan sebelum
Mungkin
Mungkin
Kepalanya sampai sakit memikirkan ini semua sampai
pukkk....
Sikecil Felix berlari memeluk kaki ayahnya, sikecil itu tau saat ini keadaan ibu dan adiknya sedang tak baik baik saja. Begitu juga dengan ayahnya, Felix tau seperti apa ayahnya
" daddyy "
" hikksss hikss.... momyyy "
Aldrich melihat kebawah kakinya dimana sikecil sedang mendekap kedua kakinya, menyembunyikan wajah sedih dan suara tangisannya
" Mommy baik baik saja, kita akan menunggunya sampai bangun kembali " dengan percaya diri pria itu berkata sembari meyakinkan dirinya sendiri. Kalau dia tumbang disini, lalu siapa yang akan menjaga gadisnya dan ketiga anaknya? dia harus kuat
Keajaiban pasti datang, Aldrich percaya bahwa gadis itu kuat. Dia akan bangun dan kembali kedekapannya bersama anak anak mereka, dia percaya gadis itu tak mungkin meninggalkan dirinya
Hari demi hari, minggu demi minggu terlewati dengan hampa begitu saja. Sudah hampir sebulan lamanya gadis itu koma, dokter berkata lukanya sudah membaik. Kondisi gadis itupun setiap hari berangsur angsur membaik, ketika Aldrich bertanya kenapa gadisnya belum bangun juga. Riel yang memberikan penjelasan kepada temannya yang sedang sensitif itu
Bisa bisa Aldrich menghancurkan rumah sakitnya jika ia yang tak menggantikan untuk menjelaskan
Riel berkata, ada banyak fakto yang bisa membuat seseorang dalam keadaan koma terbangun. Diluar perawatan yang sudah diberikan, jauh didalam lubuk hati pasien. Mereka harus melawan dan bersemangat untuk hidup, beberapa kasus juga menunjukan support keluarga sangat penting dalam situasi ini. Pasien koma masih mendengar siapa saja yang mencoba berbicara padanya, hanya saja yang berbeda pasien tidak bisa membuka matanya
Jadi dia menyarankan untuk terus menerus mengajak gadis itu mendengar cerita dari orang orang sekitar agar merangsang otaknya
Karna mendapat saran seperti itu
Mulai dari Airene dipindahkan keruangan khusus sampai sekarang sudah sebulan lamanya Aldrich tak pernah beranjak dari sisi gadis itu. Dia masih bekerja, membawa pekerjaannya kedalam ruangan khusus itu sembari menemani gadisnya. Kedua anak kembarnya pun sudah membaik, tetapi masih dalam perawatan dokter ahli
Sikecil Felix dititipkan bersama dengan neneknya, setiap hari juga Felix mengunjungi ibunya untuk sekedar bercerita tentang apa yang dilakukannya hari ini. Apa yang dimakan anak itu, sampai berkata bahwa kedua adiknya mirip sekali dengan dirinya dan hal hal lain yang bisa diceritakan olehnya
Tentu ibunya tak memberikan reaksi apapun
Hingga suatu ketika anak itu menangis karena ibunya terus terusan tertidur dan tak menimpali ceritanya
Rasanya menangispun tak akan mengubah keadaan, Aldrich melangkah mendekati ranjang gadisnya yang tengah terbaring damai
" Bangunlan sayang, bukan kah aku berkata bahwa dirimu adalah gadis yang kuat "
" Anak kembar kita berhasil kau lahirkan, keduanya sehat dan dalam perawatan Riel. Kau tak perlu khawatir aku akan menjaganya, aku belum memberikan mereka nama. Biar kau saja nanti yang memberikannya, maka dari itu ayo bangun sayang " Aldrich mengusap kedua pipi pucat gadis itu, mata, hidung lalu mengecup dahinya
Sudah lama rasanya dia tak memandang iri coklat indah milik gadis itu, usapan yang sering diberikan gadisnya ketika akan membangunkan dirinya, kecupan yang selalu diberikan gadis itu saat iya pergi dan pulang bekerja. Lalu melewatkan malam dengan bercerita panjang lebar tentang nama apa yang bagus untuk kedua bayinya kelak
Mereka juga merencanakan untuk mendekor kamar kedua anaknya, berkata ingin membeli ini dan itu sampai rasanya udara sesak membelenggu Aldrich
Berusaha berkata semuanya akan baik baik saja malah membuat dirinya semakin hancur ketika melewati hari hari sepi tanpa ada tanda tanda gadisnya akan terbangun. Mencoba semua cara untuk membangunkannya, menyewa dokter terbaik dinegri ini dan semua hasil sama. Gadis itu masih betah dalam tidurnya
" Aku akan terus menunggumi disini "
" Jangan terlalu lama tidur dan cepat kembali kepada kami "
.