As Long As I Got You

As Long As I Got You
A Lot Of Problems



" Jadi, mereka berdua sudah menikah? "


" Iya boss, mereka menggelar sebuah acara mewah disalah satu properti milik Alan "


Luke tersenyum geli mendengarnya, dia sudah membiarkan kedua manusia terkutuk yang sudah melenyapkan kakaknya bersenang senang seperti saat ini. Kenapa dia membiarkan itu terjadi jika memang merasa ingin segera menghabisinya? itu karena permainan yang dibuat pemuda itu sudah hampir selesai dan dia ingin Callisthenes memainkan permainan itu


" Wowww.. bukankah seharusnya aku mengirimkan mereka hadiah? kudengar juga ada pesta penyambutan yah? "


Seorang pria menunduk dibawah kursi kebesaran Luke, itu adalah mata mata pemuda itu yang sudah mengawasi keluarga Callisthenes sejak lama


" Kami akan menyiapkannya jika boss ingin "


Kira kira hadiah apa yang harus diberikan pemuda itu untuk anggota keluarga baru Callisthenes? apa dia harus mengerimkan sebuah hadiah yang berbeda dari tamu lainnya?


" Siapkan semua, aku akan memberitahu jika akan mengirimnya "


" Baik boss "


Luke menarik sudut bibirnya keatas, pria itu tersenyum membayangkan bagaimana nanti permainan yang sudah dia buat menghancurkan keluarga itu. Dia harus bersabar, sampai waktunya tiba dan melenyapkan semua


\=


hoekkk hoekkkk


Setelah acara pernikahan dan penyambutan kedua bayinya selesai, rutinitas Airene saat ini adalah menjadi seorang ibu muda. Gadis itu mengurus kedua bayi kembarnya dibantu oleh kepala maid yang sudah berpengalaman saat felix baru lahir dialah yang mengurusnya. Aldrich berkata kalau Riel masih belum menemukan kandidat yang cocok yang menjadi pengurus kedua bayi kembar mereka


Dave juga sudah ikut membantu dan tinggal menunggu kabar dari keduanya saja


Sampai pengasuh yang cocok ditemukan, gadis itu akan mengurus kedua bayinya dibantu kepala maid saja. Ternyata mengurus bayi tidak semudah yang dia bayangkan sebelumnya, apalagi saat dirinya tak sadar efek dari pendarahan saat melahirkan. Tidak terasa bayinya sudah berumur satu bulan waktu itu, dan sekarang mereka sudah berumur tiga bulan jalan


Semua berlalu begitu saja


Pernikahaan sudah selesai dan penyambutan sesuai keinginan kakeknya Alan pun sudah terlaksana, Airene langsung meminta pulang kerumah karena sudah tak betah jika harus berdiam diri dirumah sakit. Gadis itu sudah bisa menggendong bayinya dengan erat, kakinya juga sudah sedikit kuat untuk berjalan seorang diri dan lepas dari kursi roda yang selama ini ia kenakan. Selalu ada kepala maid dan Josh yang mengikuti dirinya kemanapu didalam rumah ini


Pria muda itu sudah sembuh dari segala luka yang dialaminya dan berkata akan terus mengabdi pada keluarga ini jadi Aldrich menerimanya kembali


" Miss, sudah waktunya untuk menyusui sikecil " kepala maid berkata pada Airene yang baru selesai makan itu


Nafsu makan gadis itu kembali seperti semula, bahkan menambah dari biasanya. Riel berkata itu hal wajar bagi ibu yang sedang menyusui, mereka butuh tenaga untuk menyusui dan mengeluarkan asi. Semakin banyak makanan yang di konsumsi sang ibu, semakin banyak juga asi yang dihasilkan. Katanya begitu, terjadi di sebagian ibu


Airene juga menyetok asinya di kulkas khusus yang berada di dalam kamar ia dan Aldrich, gadis itu langsung memintanya ketika mereka baru saja sampai dirumah setelah acara. Airene ingin menyetok asinya sampai tidak mungkin kedua anaknya akan kekurangan


" Jika anda memerlukan saya, tekan bell saja miss. Saya pamit akan menyiapkan makan malam terlebih dahulu "


"  Ya, terimakasih sudah membantuku " Airene masih sibuk menyusui kedua anaknya


Waktunya terkuras habis untuk keduanya, dia bahkan jadi sering tak bertemu dengan sikecil Felix karena terlalu lelah habis menyusui. Felix sudah dimasukan ke praschool milik Alan sang kakek, dia baru mengetahui hal itu saat masih berada dirumah sakit dan Martha memberitahukannya


Jadi dia hanya bertemu sikecil saat sore hari dan malam, itu juga kalau sikembar tak menangis rewel. Felix sangat diam dan menerima kondisi ibunya yang tak lagi bisa memperhatikannya seperti dulu, anak itu sudah mengerti bahwa sekarang giliran kedua adiknya yang menerima hal itu. Dia sudah besar, dia bisa menahan semuanya karena sudah menjadi seorang kakak


Lagi pula mommynya masih ada disini bersama dirinya, dia tak pergi


Kemana mereka? apa baik baik saja?


Sampai tak lama, suara deru mobil terdengar memasuki pekarangan rumah. Airene segera berjalan kepintu utama untuk melihat siapa yang datang, apakah prianya atau bukan


Aldrich terlihat keluar dari dalam mobil dengan menggendong Felix yang tertidur, anak itu tertidur karena kelelahan habis sekolah. Dia juga telat untuk pulang dan makan malam bersama, penyebanya karena Aldrich mengalami sedikit masalah di kantor dan di base miliknya


Beberapa investor tiba tiba memberhentikan pembiayaan mega proyek yang sedang dia lakukan dan beralih ke perusahaan baru yang asing didengarnya. Ada sebuah perusahaan yang baru muncul kepermukaan, tidak jelas apa atau perusahaan itu bergerak dibidang apa. Yang jelas saat perusahaan itu muncul, satu persatu investor yang dimiliki Callisthenes Corp tiba tiba berpindah ke perusahaan itu


Para investor tidak menyetujui proposal kerja sama yang sudah dia buat dan malah memilih sebuah perusahaan baru yang tidak jelas bergerak dibidang apa


Belum lagi James berkata jika banyak barang di base mereka hilang dicuri oleh seseorang, senjata seharga ratusan juta dolar hilang begitu saja akibat orang yang sudah menjebol gudang miliknya. James berkata seseorang itu adalah anggota lama yang tiba tiba mencuri dan menjual senjata itu ke organisasi lain


Anggota itu sudah mengabdi selama 10 tahun padanya, sudah ada saat Alan yang masih memimpin dan secara tiba tiba berhianat


Semua permasalahan yang terjadi membuat pria itu harus menyelesaikannya terlebih dahulu di kantor, Aldrich juga telat untuk menjemput anaknya felix sampai anak itu tertidur karena menunggu terlalu lama dirumah kedua orang tuanya. Ya Felix menghubungi kakeknya dengan smartphone pemberian Alan, anak itu berkata untuk menjemput dirinya karena hari sudah sore dan sekolah akan tutup. Guru guru juga akan pulang dan dia belum dijemput oleh Aldrich


Alan segera menjemput cucunya dan memarahi Aldrich yang dengan teledor membiarkan bocah itu menunggu lama


" Kau harusnya menyuruh seseorang untuk menjemput dia, kenapa kau malah melupakannya dan membiarkan anak itu sendirian disana? " dan berbagai amarah yang dilontarkan Alan untuk anaknya itu


huhhhhh


Hari ini terasa berat untuknya, dia lelah jika banyak kejadian yang terjadi seperti ini. Belum lagi Aldrich yang baru kembali ke posisinya setelah lama hanya fokus pada kesembuhan istrinya


" Al... " gadis yang sedari tadi membuatnya rindu sudah berdiri dipintu dengan maksud untuk menyambut dirinya


Dilihat lihat, gadis itu semakin berisi karena nafsu makannya yang terus bertambah


" Sayang " Aldrich menghampiri gadisnya dan memberikan sebuah kecupan selamat datang


Rasanya semua lelah ini hilang ketika melihat gadisnya dalam keadaan baik baik saja


" Apa ada yang terjadi? kenapa Felix tertidur seperti itu? "  Airene melihat anaknya ada di gendongan pria itu dan sedang tertidur


Aldrich menggandeng lengan gadisnya untuk masuk, udara malam tak baik untuk kondisinya yang belum stabil " Tidak ada, tadi ayah menjemputnya "


" Bukan kamu yang menjemputnya? "


" Anak ini menghubungi ayah untuk menjemputnya karena aku sedikit terlambat. Ada sesuatu hal yang harus diurus terlebih dahulu, jangan khawatir "


" Benar tidak ada yang terjadi? "


" Ya tidak akan ada yang terjadi "


Aldrich berusaha untuk menutup semua hal yang baru saja terjadi pada gadisnya, pria itu tak mau membebani gadisnya yang baru saja pulih. Biar masalah ini dia hadapi sendiri


.