
" Maaf, aku yang salah karena minum terlalu banyak sampai melukaimu "
" Sungguh aku tak bermaksud untuk melakukannya "
Aldrich langsung menemui gadisnya setelah selesai melihat rekaman cctv tadi malam. Terlihat dia yang memasuki rumah dengan keadaan mabuk dan secara tak sengaja bertemu Airene yang sedang mengambil air minum didapur. Gadis itu menyambutnya seperti biasa, bahkan menawarinya secangkir air untuk meredakan efek mabuk yang sedang dia alami. Tapi dengan bodohnya dia malah melempar cangkir air itu kesisi gadisnya dan melukai lengan Airene
Lalu dia pergi begitu saja meninggalkan gadisnya seperti tidak ada yang terjadi
Kau bodoh Aldrich kau sangat sangat bodoh
Makian itu terus dia lontarkan yang ditujukan untuk dirinya sendiri, bagaimana dia bisa dengan tak sadar melukai gadis itu. Menorehkan luka kembali di lengan Airene yang bahkan luka jahitan bekas sebelumnya saja belum pulih dan sekarang malah menambah luka baru. Ini semua berawal dari serangkaian peristiwa yang terus terjadi belakangan beberapa minggu kebelakang sampai membuat kepalanya pusingĀ
Dari masalah para investor yang tiba tiba menarik dananya di tengah proyek yang baru setengah jadi, itu membuat perusahaannya mengalami kerugian sampai jutaan dolar. Lalu salah satu gudang senjata yang ia miliki di Las Vegas mengalami kebakaran, semua barang yang ada diruangan itu habis tak bersisa. Lagi lagi sudah jutaan dolar yang terbuang sia sia begitu saja
Sampai kejadian yang terakhir yaitu di gudang senjata inti, ada beberapa pengkhianat yang dulunya adalah anggota melakukan pencurian besar besaran. James bahkan bisa dikelabui dengan dalil mereka akan melakukan pengiriman yang memang saat itu ada satu pesanan masuk dan James menyetujuinya
Banyak sekali kejadian sampai sampai Aldrich harus lembur untuk menyelesaikan semuanya, tak hanya dia. Dave, Xavier dan James turut membantu pria itu agar masalah cepat selesai dan mereka mendapat solusi untuk mengganti kerugian yang sudah dialami. Dan malam itu, setelah masalah perusahaan terselesaikan dengan Aldrich yang mendapat suntikan dana baru dari investor menerima ajakan teman temannya yaitu Dave dan Xavier untuk minum merayakan keberhasilan mereka
Tapi karena rasa penat yang sudah ditahan pria itu sejak lama, tampa sadar dia minum sampai alkohol berhasil mengambil alih dirinya. Aldrich menghabiskan 6 botol penuh minuman berakohol tinggi seorang diri, Dave sampai kelelahan membujuk temannya agar berhenti minum dan pulang jika saja tak Riel yang tiba tiba datang dan menyeretnya masuk kemobil
" Berhenti kau bodoh, pulanglah! dan jangan pernah berharap aku akan menyeretmu kembali! "
Lalu James dengan sigap mengantarnya pulang kerumah sesuai intruksi dari Riel karena katanya yang lain akan melanjutkan pesta tanpa Aldrich
Sampai semuanya terjadi begitu saja, Aldrich tak bermaksud untuk melukai gadisnya. Dia bahkan tak ingat apa apa tentang kejadian tadi malam kalau saja ia tidak melihat rekaman kamera cctv
Airene melihat pria itu masuk ke kamar tamu, sepertinya kewarasan Aldrich sudah kembali. Terlihat dari wajah paniknya yang bergegas masuk kemari
Gadis itu tak menanggapi keberadaan suaminya, dia diam dan tetap melanjutkan kegiatan seperti biasa. Setelah selesai memandikan keduanya, Airene bergegas memberi parfume dan lotion baru memakaikan mereka berdua baju
" Irene, maaf. Sungguh aku bodoh, maafkan aku " Aldrich duduk di pinggir ranjang menatap gadisnya yang sedari tadi hanya diam tidak menanggapi dirinya
Selesai
Keduanya sudah bersih dan tampan, giliran dirinya yang bergegas untuk membersihkan diri lalu menyusui keduanya
" Irene "
Gadis itu melenggang santai melewati Aldrich yang sedari tadi mencoba untuk mendapatkan perhatiannya. Airene seperti tak peduli dengan keberadaan pria itu, dia masih kesal dengan kejadian semalam. Bukan karena tangannya yang terluka akibat pecahan gelas, tapi karena dia tak suka mendapati pria itu mabuk parah sampai sampai tidak bisa mengendalikan dirinya sendiri
Bagaimana jika dia menyakiti anak anak? bisa saja. Pria itu bahkan bisa menyakitinya, bukan tidak mungkin jika ketiga anaknya nanti yang akan terkena akibatnya
Airene tak mau itu terjadi
Dia akan terus marah jika Aldrich masih tetap minum minum seperti kemarin
Mandi sudah selesai, dan gadis itu masih melihat prianya duduk disisi ranjang sembari memperhatikan kedua bayinya. Aldrich menjaga anak anaknya takut terjatuh dari atas ranjang karena di kamar tamu ini tentu saja berbeda dari kamar mereka yang sudah aman untuk anak anak
Airene duduk disebrang tempat pria itu duduk, mereka sama sama berada di pinggir ranjang sekarang. Gadis itu dengan santai membawa Archer untuk dia susui
Ingat mereka sudah menikah
Aldrich melihat kegiatan itu dalam diam, sudah lama rasanya dia tak melihat pemandangan ini. Istrinya yang sedang menyusui kedua anaknya, bukankah ini pemandangan yang sangat indah?
" Maaf, aku tak akan minum lagi "
Ini kata kata yang sedari tadi gadis itu tunggu, bukan tak boleh. Boleh, dia mengejinkan pria itu untuk minum tapi tidak sampai seperti tadi malam
" Apa kamu mengerti sekarang? " Airene akhirnya berucap setelah sekian lama terdiam, dia menaruh Archer yang sudah selesai minum. Bergantian dengan Ardern
" Ya, salah ku. Aku minum terlalu banyak sampai kewarasanku hilang "
Rasa menyesel menggerogoti dirinya
" Aku tak masalah dengan acara minum minummu itu, tapi ingat. Jangan sampai kejadian tadi malam terjadi pada anak anak! aku akan benar benar pergi jika itu terjadi "
Mata Aldrich terbelalak, benar ucapan gadisnya. Bagaimana jika saat malam itu sikecil Felix yang menyambutnya. Apa dia akan melukainya juga? apa dia akan melukai Archer dan Ardern juga jika tadi malam gadisnya tak pindah kamar dan membiarkan keduanya tidur bersama dirinya yang masih tak sadarkan diri?
Pria itu mengerti sekarang
Gadisnya bukan marah karena dirinya terluka, tapi Airene mengkhawatirkan anak anaknya yang bisa saja terluka akibat kebiasan mabuk dirinya yang buruk
" Tidak. Aku, jika aku melakukannya lagi. Tolong pukul atau panggil James saja untuk menyeretku menjauh "
" Jangan pergi. Jangan tinggal kan aku " lengannya terulur untuk menggenggam gadisnya. Dia merasa sangat menyesal
Airene menghembuskan nafas beratnya, dia juga tak bisa marah terlalu lama jika berhadapan dengan pria itu. Awas saja kalau ini terulang lagi, gadis itu akan benar benar pergi sesuai ucapannya
" Tidak aku tidak, tolong bawa Archer. Kita kembali ke kamar "
Senyum cerah menghiasi wajah pria itu, dia sangat senang akhirnya Airene tak marah lagi padanya. Dia juga sudah lama tak menghabiskan waktu dengan anak anaknya
Hari ini Aldrich akan melupakan semua yang sudah terjadi
Baik masalah yang sedang dia alami, kejadian tadi malam yang tak termaafkan sampai kebodohannya karena membiarkan kedua anaknya tidur tanpa pengamanan seperti ini
Aldrich menggendong Archer sesuai dengan keingingan gadis itu, dia menggandeng gadisnya kembali ke kamar
Kamar mereka berdua
.