As Long As I Got You

As Long As I Got You
Trust You



Sorot sinar matahari menyengat diwajah gadis cantik yang tertidur itu, perlahan matanya terbuka dan memandang sekitar. Airene mengucek ngucek kedua matanya, disisinya ada Felix dan Aldrich yang belum bangun dari tidurnya. Pikiran tentang percakapan tadi malam masih ada dibenaknya dan tak hilang begitu saja. Di rasa percakapan sudah usai, dia memilih untuk undur diri dan bergabung dengan sikecil


Menenangkan pikirannya dengan sikecil cukup membantu


Ntah kapan Aldrich memasuki kamar, ia tak sadar dan tak mendengar langkah kakinya


Airene sudah rapih dengan gaun santai sebatas atas lutut yang dipilihnya berwarna kecoklatan, gaun santai itu sedikit menunjukan lekuk tubuhnya yang indah. Namun sangat nyaman dipakai karna kainnya yang tidak tebal nan tipis


Rutinitas nya seperti biasa, membangun kan kedua ayah dan anak itu terlebih dahulu lalu berjalan menuju dapur dan menyiapkan sarapan


Ada Dave dan Riel yang sedang menikmati kopi paginya di meja bar tak jauh dari dapur


" Pagi Airene " sapa mereka berdua ketika melihat calon nyonya pemilik rumah datang


" Selamat pagi juga, apa kalian mau cookies? "


Kedua orang itu mengangguk antusias, sedari tadi memang mereka menunggu Airene ingin meminta beberapa potong cookies agar menemani kopi pagi harinya. Airene mengambil satu toples sedang dari lemari penyimpanan dan memberikannya pada kedua orang itu


" Silahkan "


Ujarnya yang melanjutkan dengan membuat sarapan


Sikecil dan ayahnya pun ikut bergabung di meja makan, tinggal Xavier yang masih berjalan menuju mereka dengan tatapan malas. Ya semalaman dia memantau semua camera cctv dikawasan ini, takut takut terjadi seperti hal kemarin


Setelah sarapan Dave meninggalkan meja terlebih dahulu karna harus meneruskan pekerjaanya yang dia kerjakan dikamarnya, Riel dan sikecil pergi ketaman belakang untuk menanam tanaman obat katanya dan Xavier yang kembali kekamarnya juga untuk segera membuka laptopnya dan memantau sekitar


Tersisa Airene dan Aldrich yang masih bertahan memakan cookies dan pudding di meja makan


" Ingin pergi melihat ruang baca? " Aldrich berinisiatif untuk mengajak gadisnya menghabiskan waktu berdua


Airene pun mengiyakannya karna tak ada pekerjaan yang harus ia lakukan sekarang, sikecil pun sedang asik dengan pamannya jadi dia pikir menghabiskan waktunya di ruang baca terdengar menyenangkan


Aldrich menggenggam erat lengan gadisnya, membawa dirinya dan gadis itu memasuki ruangan yang penuh dengan  koleksi buku buku yang sudah jarang dijual bahkan mungkin sudah tidak dijual lagi. Aldrich dan Airene memiliki kesukaan yang sama yaitu membaca buku


Mereka berdua menghabiskan banyak waktu hanya untuk membaca buku dan itu kegiatan mengasikan katanya.


Terdapat jendela yang dihias dengan sebagaimana rupanya, mereka bisa duduk di tempat yang sudah disiapkan dengan melihat pemandangan langsung dari jendela tersebut


" Kau bebas memilih buku mana saja, kalau sudah kembalilah dan duduk disini bersamaku "


Ucapan Aldrich sedikit membuatnya malu dan bersemu semu,


Aldrich sudah mulai membaca buku yang dipegangnya, giliran Airene yang sedang berjalan perlahan lahan di setiap rak yang ada mencari cari buku yang ia ingin baca


Even If It Hurts


Membaca judulnya tanpa sengaja disalah satu rak yang barusan ia lewati, namun judul buku itu membuatnya penasaran dan ingin membacanya, dia ingin mengetahui isi buku tersebut


Setelah yakin dan mengambil buku yang mau dibacanya. Airene melangkahkan kakinya kembali mendekati pria itu, pria yang sedang membaca bukunya ditemani oleh terpaan angin dipinggir jendela


Greepp!!


Aldrich menarik Airene, mereka berdua duduk dengan posisi saling berdekapan. Airene yang menyandarkan tubuhnya pada dada bidang pria dibelakannya. Posisi mereka cukup mhhh cukup membuatnya malu jika ada orang yang melihat mereka berdua


" Ahh buku itu, ibuku dulu sering membacanya " Ketika Aldrich melihat judul dari buku yang dipilih gadisnya


Airene melihat buku yang digenggamnya, ia mulai membuka halaman awal dari buku itu


" Kukira buku romantis seperti ini tidak kau sukai? "


Memang jarang sekali Airene membaca buku romantis atau novel novel romantis seperti ke banyakan wanita, dia lebih suka membaca muku mitiologi, sejarah,action atau tentang ilmu pengetahuan. Hanya pada kali ini saja, matanya jatuh dan tertarik pada judulnya


" Ya.. tidak sering namun kadang kadang aku juga membaca beberapa novel romantis "


Aldrich yang mengalungkan lengannya mengelilingi gadisnya itu semakin erat mendekapnya, ia taruh buku yang dibacanya sebelum gadis itu, namun sekarang rasanya ingin sekali membaca buku berduaan dengan gadisnya


Buku itu menceritakan perjalanan pahit yang dialami oleh protagonis wanita, protagonis wanita menjalani hubungan asmaranya dengan seorang pria yang dikenalnya dibangku universitas. Mereka menjalani hubungan yang sangat lama hingga suatu ketika, protagonis wanita itu merasakan ada hal aneh yang terjadi pada tubuhnya. Dia sering mengalami muntah muntah hebat dan perutnya seakan akan diinjak injak terasa sakit sekali


Dia memutuskan untuk memeriksakannya sendiri kesebuah klinik, karna tadinya dia mau mengajak pasangannya namun pria itu sibuk dengan kegiatan di kampusnya jadi dia mengurungkan niat tersebut. Dokter memberitahu bahwa dirinya sudah hamil dan usianya memasuki 12 minggu. Wanita itu tak menyadarinya, dia senang karna mengandung anak dari pria yang dicintainya. Dengan tak sabar dia menghubungi prianya untuk pulang karna ada kabar penting yang harus pria itu tau


Pria itupun datang setelah beberapa jam kemudian, wanita itu berjalan memeluknya dengan gembira. Dia berpikir bahwa pria itu sama senangnya seperti dirinya, lalu ketika dia memberitahukan hal ini.  Sipria marah besar dan menyalahkannya yang tak meminum pil kontrasepsi, pria itu marah dan berkata bahwa siwanita harus menyingkirkan anak yang dikandungnya atau dia akan meninggalkannya sekarang juga


Hatinya sangat sakit mendengar pria yang dicintainya malah tak menerima anaknya sendiri, anak ini tak mempunyai dosa apa apa. Mereka juga mungkin tak berharap untuk menjadi anaknya namun, sebelum mereka lahir di dunia ini saja ayahnya bahkan tak menerimanya dan malah meninggalka ia dan ibunya


Airene masuk kebagian akhir buku itu, dikatakan bahwa ini adalah kisah nyata dari seseorang yang mengirimkan ceritanya pada media. Sampai buku ini terbitpun dikatakan bahwa kedua orang itu tidak pernah bertemu lagi dan menjalani kehidupannya masing masing


Selesai


Airene menutup buku itu dengan hembusan nafas berat, ia takut bahwa apa yang dialami wanita dibuku itu akan terjadi juga padanya. Namun ia langsung mengusir pikiran pikiran itu


" Tak pernah sekalipun aku menyesal memiliki felix " Aldrich mulai bersuara sejak tadi terdiam


Kisah itu hampir mirip dengan kisahnya


Airene menoleh untuk menatap mata pria itu " Tentang pria dibuku itu? "


Aldrich menenggelamkan wajahnya dilekukan leher gadisnya, menghirup sebanyak banyaknya wangi tubuh gadisnya yang sangat candu itu " Bahkan ketika wanita itu tidak ingin melahirkan felix, aku mengusahakannya agar anak ku lahir dengan selamat kedunia ini "


Ternyata permasalahaan yang dialami pria itu tak mudah, dia kira bahwa Aldrich tak sengaja menghamili salah satu wanita onsnya dan wanita itu meminta pertanggung jawaban


" Aku hanya menyesal karna anak itu lahir dari ibu yang bahkan tak menginginkannya "


" Boleh aku bertanya? " Airene takut jika pertanyaannya akan membuat luka lama kembali terbuka


Aldrich mengangguk namun tak melepaskan dekapannya " Boleh "


" Apa felix pernah bertemu ibunya? "


Dekapannya semakin erat, Airene bahkan sedikit susah bernapas " Pernah, dia pernah melihat ibunya namun dia berkata bahwa wanita itu bukan ibunya "


" Maksudmu? "


" Saat bertemu dan saling pandang, felix langsung berkata bahwa itu bukan ibunya dan dia tak mau wanita itu jadi ibunya. Pada saat pertama kalinya dia menyebutmu ibu, aku langsung terkejut "


Felix memanggilnya mommy pada saat anak itu sakit mendadak


" Karna sulit sekali membuatnya berkata seperti itu pada oranglain, namun aku senang yang dia sebut adalah dirimu "


Mengetahui fakta bahwa anaknya menyukai sosok Airene, membuatnya juga penasaran dan malah jatuh hati pada gadis ini


" Kau tak keberatan dengan itu? " walaupun Airene tau Aldrich tidak pernah berkata apapun


" Tentu saja, mengetahui anakku menyukai sosok ibu yang aku juga suka dengannya "


Degg


Pipinya kembali memanas, ia tak bisa mendengar hal hal seperti ini secara mendadak. Itu tak baik untuk kesehatan jantunya karna selalu terkejut sepertinya


"Untuk mu yang masih berumur muda dan mungkin tak membayangkan ada pria yang sudah beranak satu menyukaimu, bagaimana perasaanmu? Yah walaupun kau tak mungkin bisa pergi dari ku "


Sifat posesif seorang Aldrich ternyata menurun dari ayahnya dan kini menurun pada sikecil Felix


Airene menatap pemandangan melalui jendela diluar sana, angin mulai terasa dingin namun sejuk mendekati musim dingin yang sebentar lagi akan menyapa. Sedari awal dia tak menyangka akan terjadi hal seperti ini, anak dari atasannya yang pertama menyukainya lalu sang ayah yang ikut ikutan menyatakan perasaannya


Dia senang, tentu saja. Tidak masalah pria itu sudah memiliki anak atau tidak, asalkan bukan suami orang. Dia akan menerimanya dengan senang hati, perlakuan Aldrich selama ini sudah lebih dari cukup meyakinkan dirinya


Dan sekarang, giliranya untuk mempercayakan semuanya pada pria itu. Ia akan mempercayakan hati dan semua yang dia miliki pada pria itu


" Mungkin memang ya aku tidak berpikir akan sejauh ini tapi, melihat perkembangan dikecil membuatku senang, mendapatkan banyak perlakuan manis darimu pun aku sangat senang mendapatkannya "


" Jadi "


Airene membalikkan tubuhnya untuk berhadapan langsung dengan pria itu, dia menangkup wajah prianya dengan jari jari kecilnya


Cupp


Kecupan kecil dia berikan pada pria itu


" Ku harap kau tidak akan mengingkari kepercayaanku "


Melihat reaksi itu Aldrich tersenyum senang, setelah sekian lama menunggu akhirnya. Akhirnya gadisnya itu menerima dirinya seutuhnya


" Tidak akan, aku tidak akan mengecewakanmu "


Kedua insan itupun saling berbagi kecupan yang melambangkan kebahagian mereka saat ini