
Aldrich melakukannya terus menerus, jika mereka sedang berduan tanpa perlu sinyal atau ajakan apapun Aldrich akan langsung melahap gadisnya itu
Dimanapun
Terkecuali jika ada orang tentu saja
Aldrich akan bersikap biasa saja kalau ada orang didekatnya
Paling paling dia hanya mencuri kecupan dari gadisnya itu
Sikecil juga tak mau kalah melihat ayahnya yang semakin dekat dengan ibunya, ia ingin marah karna ibunya sudah disabotase oleh ayahnya selama dirinya asik membaca buku dikamar pamannya Riel. Bahkan sekarang dia melihat ayahnya itu secara terang terangan sedang mencuri kecupan dari ibunya yang terlihat wajahnya sudah berubah menjadi seperti kepiting rebus
" felix ga suka yaah daddy curi curi mommy dari felix " wajahnya tertekuk tak suka melihatnya
Baru saja dia menginap dikamar pamannya selama seminggu, tapi ayahnya itu sudah mengambil Airene dari dirinya
Dave tertawa terbahak bahak, dia tau pasti ada yang terjadi di antara keduanya. ia melihat Airene yang semakin terbuka kepada temannya dan Aldrich yang mulai berani memperlihatkan perhatiannya kepada mereka semua
" Biarin daddy sama mommy berduaan, bukannya felix mau adik kan? "
blussshh
Dave berkata tanpa memikirkan ekspresi yang diberikan oleh Airene ketika mendengar hal itu
Benar juga
Benar apa yang dikatakan Dave
Apa mereka memakai pengaman saat melakukannya?
Apa selama ini Aldrich memakai pengaman?
Airene tak tau apa bedanya menggunakannya atau tidak
Tapi ucapan Dave menyadarkannya
Bagaimana jika ucapan itu menjadi kenyataan? bagaimana kalau benar Aldrich tidak memakainya dan dirinya tengah mengandung saat ini? bukannya hal itu bisa terjadi kapan saja? Aldrich melakukannya dengan intens selama beberapa hari kebelakang ini
Bagaimana jika aku benar benar mengandung
Tanpa sadar, Airene membawa lengannya secara reflek kearah perutnya yang datar. Mengelusnya secara perlahan dan memikirkan bagaimana jika itu terjadi, apa yang harus dilakukannya jika itu terjadi?
" Adik? adik bayi? felix bisa punya adik bayi " tatapan anak itu sangat polos, dia tak berpikir sebelumnya bahwa mommynya akan memberikannya sebuah adik bayi
buahaahhaha
Riel tertawa puas mendengar reaksi anak itu, sepertinya masa menginap sikecil akan diperpanjang mengingat ada sesuatu yang harus dilakukan oleh kedua orangtuanya itu
Xavier tak mau ikut campur dalam urusan percintaan Aldrich, dia hanya akan mendoakan keduanya semoga semuanya berjalan dengan lancar, tanpa ada gangguan apapun, tanpa ada pengganggu siapapun
Sikecil felix juga mengerti akan ucapan pamannya itu, seorang adik? tentu dia sangat mau mempunyai beberapa adik yang bisa menemaninya main nanti, atau dia akan mengajari adiknya itu cara menanam tanaman obat?
" Baiklah, felix mau adik bayinya dua ya momm.. pokonya harus lelaki seperti felix "
blushh
buahahahaha
Ke randoman anak itu semakin bertambah seiring dirinya yang terus bersama Riel yang sama sama randomnya. Riel membawa dampak buruk pada anak itu, lihat lah sekarang. Bagaimana bisa adik bayi dikostum sesuai dengan keinginannya? benar benar sikecil itu sudah terpengaruh banyak Riel
Airene menunduk malu, mencoba menyembunyikan wajahnya. Tidak bukannya dia tidak mau mengandung, tapi mereka belum menikah. Lalu dia juga tak tau tanggapan Aldrich tentang hal ini, dia tak tau apa yang sedang dipikirkan pria disisinya. Dia hanya terdiam seperti tak tertarik ikut dalam pembahasan ini
Terlihat sangat dingin ketika mendengar kata adik yang diucapkan langsung oleh anaknya
Mengapa?
Mengapa ekspresi yang diberikannya dingin seperti itu? apakah salah jika membahas seorang anak lain?
Apakah salah jika felix meminta adik?
Atau memang sedari awal pria itu tidak berniat mempunyai anak bersama dirinya? Apakah begitu? sampai harus menunjukan ekspresi dingin seperti itu
Ingin rasanya lari dari sini
Airene semakin menyembunyikan wajahnya, bukan karna malu kali ini. Tapi dia berusaha menyembunyikan wajah sedihnya, mengetahui bahwa pria itu seperti tak tertarik dengan pembahasan ini membuat nya sedikit kecewa.
Mereka melakukannya beberapa kali, bukan beberapa kali bahkan sesering yang diinginkan pria itu. Kalau dia mengandung, kira kira Aldrich akan menerimanya atau tidak?
Airene berdiri dari duduk nya secara tiba tiba, wajahnya tertekuk hingga orang orang yang ada disitu memandangnya aneh. Tidak biasanya Airene meninggalkan meja makan terlebih dahulu, lalu mereka melihat pandangan Airene yang terus tertunduk kebawah
Aldrich yang melihat itu ikut memandang gadisnya
" Ahh.. seperti nya aku akan kembali kekamar terlebih dahulu, silahkan nikmati makan malamnya " Airene melangkahkan kakinya meninggalkan semua orang yang masih berada di meja makan
" mommyy "
Matanya sudah berair, tinggal menunggu waktu saja untuk anak itu mengeluarkan air matanya. Perasaan ditinggalkan kembali memenuhi hatinya, ketakutan menghampiri felix kembali. Bagaimana jika penyebab ibunya seperti itu karna ucapannya? jika itu terjadi apa Airene akan meninggalkannya?
hikss
Benar saja, sikecil sudah mulai menangis dipangkuan Riel. Sikecil menangis sesaat Airene baru meninggalkannya untu pergi kekamar. Hanya kekamar sebenarnya, namun dibenak anak itu seperti Airene akan benar benar meninggalkannya
Berbeda dengan Airene yang baru memasuki kamar dan langsung menuju ranjang besar dihadapannya itu. Dia tak berselera makan ntah kenapa, melihat ekspresi itu selera makannya hilang begitu saja
hahhhh
Airene mencoba memejamkan matanya, dia ingin melupakan sejenak pikiran pikiran buruk yang masih bersemayam dibenaknya. Sepertinya tidur bukan pilihan yang buruk kan?
Memang akhir akhir ini, gadis itu sering tidur lebih lama dari biasanya dan bangun aga siang hari sehingga terkadang dia terlambat untuk menyiapkan sarapan. Selain kelelahan karna harus meladeni pria itu yang melakukannya setiap ada kesempatan, ntah kenapa tubuhnya menjadi mudah lelah dan sakit dibeberapa bagian. Mungkin dia harus kembalu berolahraga agar tubuhnya kembali bugar seperti sedia kala
Baru saja gadis itu terlelap dan memasuki alam mimpi
Ceklekk
hikssss
Terdengar ada suara tangisan yang masuk ke pendengarannya, suara tangisan kecil seperti tertahan atau malah sengaja ditahan? dan seseorang yang membuka pintu kamar dan perlahan berjalan mendekati dirinya
Siapa lagi yang akan masuk kekamar ini jika bukan si pemilik kamar yaitu Aldrich
Suara tangisan itu semakin kencang dan kencang saja
Airene membuka matanya, tangisan itu seperti tangisan milik sikecil yang sudah lama tak didengarnya. Pandangannya sayu, kepalanya sedikit pusing karna baru saja tertidur dan sekarang terbangun tiba tiba
Terlihat sikecil felix menaiki ranjangnya dan perlahan mendekati dirinya, wajahnya sudah penuh dengan bulir bulir air mata. Ntah karna apa anak ini menangis, serasanya tadi waktu dimeja makan anak itu baik baik saja bersama paman pamannya. Lalu kenapa sekarang anak itu menangis
" Mommy.. hikss " Suara parau sikecil yang menahan tangisnya ketika sudah mendekati Airene yang masih terbaring diatas ranjang. Anak itu mendekati ibunya dengan membawa mister kwekk kwekk didekapannya
Airene memang tidak bangun dari atas ranjang itu, kepalanya masih sakit ketika dia mau menggerakkannya. Jadi mungkin sementara akan berbaring terlebih dahulu " Kenapa felix menangis mhh? mommy lupa yah ga kasih susu? "
Jika diingat ingat dengan baik, gadis itu meninggalkan sikecil dimeja makan bahkan sebelum dirinya memberikan lauk untuk anak itu dan sebuah susu kotak favoritnya. Dia lupa meninggalkan anak itu begitu saja
Rasa bersalah mulai menghinggapinya, bagaimana bisa dia melupakan anak kecil tampan ini dan meninggalkannya begitu saja disana? pasti pikiran bodohnya yang melakukan tindakan tak bisa dimaafkan itu. Lihatlah sekarang anaknya tengah menangis karna melihat tindakan bodohnya
Airene menggapai wajah tampan anak kecil dihadapannya, dia menghapus bulir bulir air mata yang masih jatuh dari pelupuk mata anak itu. Dia tak suka jika anaknya menangis, sudah berapa lama sejak sikecil ini menangis? dia sangat senang mengetahui bahwa sikecil sudah jarang menangis akhir akhir ini
Namun sekarang, sikecil kembali menangis karna kebodohan dirinya
" Maaf yah, jangan menangis. Felix mau susu? mommy ambilkan sebentar yah, tunggu disini " Mencoba bangkit menahan denyutan denyutan sakit dikepalanya, dia juga melihat Aldrich yang sedang duduk dipinggir ranjang sembari menatap mereka
Sebelum dirinya berdiri dengan benar, ada tangan kecil yang menarik bajunya. Felix menarik bajunya dan itu menghentikan pergerakannya " Mommy hikss hikss " anak itu mendekap Airene hingga mereka hampir saja terjungkal dari atas ranjang kalau tidak ada Aldrich yang menahannya
" hikss.. maafin felix mommy hikss.. felix gaakan nakal felixx.. " Anak itu menangis kencang didekapan ibunya
Airene dengan reflek membalas dekatapn itu dan memandang aneh pada anaknya, apa yang sebenarnya sudah terjadi? bukan karna anak itu marah padanya yang melupakan susu kotak favoritnya?
" Dia pikir kamu akan pergi meninggalkanya " suara pria yang terdengar diarah belakangnya,
Gadis itu menengok kebelakang untuk meminta penjelasan " Maksud mu? "
Aldrich membenarkan posisi mereka, dengan Airene dan sikecil yang berada dalam dekapannya
" Kamu meninggalkan meja makan tiba tiba, jadi anak itu berpikir kamu akan meninggalkan dirinya karna berkata sembarangan " pria itu mengelus perlahan pucuk kepala anaknya, ternyata trauma yang dia berikan terlalu dalam. Hingga anaknya itu bisa histeris seperti ini
" hiksss mommy maaf "
Airene teringat kembali kata kata anak itu yang membahas seorang adik bayi, namun bukan salah anaknya dia meninggalkan meja itu. Memang dirinya tak berselera untuk makan saja ketika melihat ekspresi yang diberikan oleh Aldrich, tapi alasan utamanya karna kepalanya tiba tiba sakit saja bukan karna anak tampan ini
Dekapannya makin erat, dia merasa bersalah sudah menumbuhkan rasa trauma di benak anak itu. Bukan ini yang dia mau, dia tak bermaksud untuk menumbuhkan rasa trauma di anak itu. Ini salahnya, ini salahnya karna melakukan hal bodoh itu
" Maaf sayang.. maafin mommy, felix ga nakal. Mommy yang nakal mommy "
Anak itu masih terus menangis didalam dekapan ibunya,dia takut jika ibunya akan benar benar meninggalkannya seperti dahulu
Aldrich memegang dagu gadis itu untuk sedikit menoleh dan menatap dirinya, dia tau apa yang ada dibenak gadis itu " Jangan pernah berpikir bahwa aku tidak menginginkanya, tentu aku ingin mempunyai beberapa anak dari mu "
degg
Ucapan itu sedikit membuat Airene terkejut, karna apa yang terlihat berbeda dengan apa yang diucapkan pria itu. Ini sedikit membingungkannya
" Jangan salah paham dengan ekspresi wajahku, memang ekspresi wajahku seperti ini. Kamu tidak perlu salah menafsirkannya, yang harus kamu tau bahwa yang kuingin kan hanya dirimu "
" Dirimu yang kuinginkan selama ini "