As Long As I Got You

As Long As I Got You
Propose You



Semua maid dan bodyguard sibuk menyiapkan makanan untuk menyambut kepulangan nyonya mereka setelah peristiwa kemarin. Tersisi luka ditangan gadis itu yang sudah mulai mengering, benang jahitannya juga sudah Riel ambil. Hanya tinggal menunggu lukanya sembuh dan menutup dengan sendirinya


Felix tak henti hentinya menangis karna merasa ditinggalkan lagi, padahal Airene dibawa orang orang itu cuma setengah hari saja. Xavier cepat melacak benda yang diselipkan oleh Josh sebelumnya berupa sebuah chip gps kecil kesalah satu orang yang sedang memukulnya sampai sampai orang itu tak menyadari tindakannya


" mommmyy hiksss hiksss " Airene hanya mendekap sikecil tanpa bisa menggendongnya seperti biasa


Aldrich mengatakan selama masa kehamilan ia dilarang melakukan aktivitas terlalu banyak, mengangkat beban berat termasuk menggendong anak itu. Jadi Airene hanya mendekapnya dengan cara berjongkok menyamakan tinggi badan anak itu


" sttt... kenapa menangis sayangg " ujarnya menepuk nepuk pelan punggung kecilnya, kedua tangannya masih diperban. Jadi dia belum bisa melakukan banyak aktivitas yang memakai kedua tangannya ini


" hiksss.... jangan pergi lagi "


Senyum senangnya ketika menyadari jika saja saat itu sikecil ini berada dimobil bersama dirinya, ntah apa yang akan terjadi pada mereka berdua. Melindungi dirinya sendiri beserta bayi yang ada dalam kandungannyapun dia lakukan mati matian, jika ada si felix?


" Ayah akan menambah jumlah orang untuk berjaga disini " terlihat Alan yang sedang berjalan bersama dengan istrinya kearah mereka berada yaitu di halaman belakang


Acara penyambutan ini juga direncanakan oleh Martha, sekalian dengan acara kandungan Airene yang sudah mencapai minggu ke 19. Dan berarti perutnya yang tumbuh lebih besar dari kebanyakan ibu hamil karna mengandung sekaligus dua bayi


Aldrich ikut bergabung setelah memberitahu suatu hal pada Riel yang juga hadir diacara itu. Pria itu semakin sibuk dan sibuk setiap harinya apalagi dia disuruh merekrut tenaga medis berbakat baru


" Biar aku yang urus saja ayah " Aldrich tak suka jika ayahnya turun tangan seperti ini, harga dirinya seperti tercoreng karna orang pasti menganggap dirinya tak bisa menjaga gadis itu


Pria itu membantu gadisnya untuk kembali bangun, karna perut buncitnya membuat Airene kesusahan untuk bangun " Hati hati, apa kakinya sakit lagi? "


Akibat beban di perut yang beratnya semakin bertambah minggu ke minggu, kaki gadis itu akan mudah bengkak atau terasa sakit jika berjalan sebentar atau jongkok dalam waktu yang lama


" Terimakasih " Saat tubuhnya diangkat pelan oleh pria itu, tangannya masih sakit jadi tak mungkin mengulurkannya


" Ingat untuk meminum dan mengganti perbannya secara berkala, jalan jalan yang cukup jangan berlebihan " dimana saja pasti Riel memberikan wejangan wejangannya


Dave datang dengan membawa sebuket bunga dan eskrim kesukaan sikecil, pria itu lebih memilih memberikan sebuah bunga karna mood makan Airene yang berubah ubah. Takutnya malah membawa makanan yang sedang dihindari oleh gadis itu makannya dia hanya membawa eskrim untuk sikecil saja


" Aku membawa eggtart apa kau mau mencicipinya? " Berbeda dengan Dave, Xavier merasa tak enak jika tak membawa buah tangan. Ya walaupun dia masih tinggal satu rumah dengan gadis itu dan teman temannya, tapi rasanya berbeda karna sedang diadakannya acara


Airene menatap buah tangan yang dibawa oleh Xavier dengan berbinar binar, gadis itu memang sedang menggemari makanan manis atau dessert. Keinginan itu muncul minggu lalu, ketika dia tiba tiba ingin sebuah cake dengan penuh krim di dalamnya


Pada jam 2 pagi


Mau tak mau Aldrich mencari toko yang masih buka, mencari toko yang menjual cake itu


" Duduk dulu yaah "


Acara baru akan dimulai, bukan acara besar besaran seperti yang diinginkan oleh Martha dan Alan sebelumnya. Kedua kakek dan nenek ini ingin menggelar sebuah acara mewah dan megah di salah satu gedung besar milik mereka. Keduanya juga ingin mengundang seluruh kolega yang sudah dengan setia menjalin hubungan dengan perusahaan mereka. Beberapa dari mereka bahkan mengenal Alan dari masa universitas sampai sekarang sudah menjadi seorang kakek


Aldrich langsung menentang ide itu, dia tau jika kedua orang tuanya ingin meresmikan hubungan mereka secepatnya lalu menggelar pesta pernikahan yang mewah. Kedua orang tuanya tak tau bahwa anaknya bahkan belum melamar gadis itu


Pria itu hanya berkata akan bertanggung jawab dengan semua yang sudah terjadi, kedua bayi yang berada dikandungan gadis itupun tak luput dari perhatiannya. Tapi semua itu sia sia saja karna tak ada kata akan menikahi gadis itu langsung dari mulutnya


Airene juga merasa biasa biasa saja, asal kedua calon bayi nya mendapat perhatian dan tanggung jawab dari pria itu. Selebihnya itu tergantung dengan keputusan keduanya, dia tak masalah untuk hidup bersama membesarkan anak anak mereka dengan pria itu


Acara dibuka oleh sambutan Alan sebagai kepala keluarga Callisthenes yang menyatakan rasa syukurnya atas keselamatan menantunya, Juga orang orang yang selama ini bekerja dan membantu keluarganya. Tak lupa dia juga mengucapkan terima kasih terkhusus kepada Airene yang telah memberikan mereka calon cucu baru dan berjuang untuk mengandung kedua cucunya. Dia juga meminta maaf atas apa yang sudah terjadi dan meminta gadis itu untuk mendidik kembali anak tak tau dirinya


Gadis itu tersipu malu mendengar keinginan kedua orang tua Aldrich, dia senang calon bayinya di terima oleh semua orang. Dia juga bersyukur selalu dimanja dan diberikan perhatian lebih layaknya seorang anak oleh orang tuanya


Acara puncak tiba


Aldrich yang sedari tadi berada di sisi gadis itu menggenggam pergelangan tangannya,untuk beberapa saat mereka hanya saling balas memandang hingga


Sebuah kotak berisikan cincin permata indah dibawa oleh sikecil Felix kehadapan mereka


Suara riuh terdengar dari orang orang yang menyaksikan hal itu, mulai dari ketiga teman Aldrich. Yaitu Riel, Dave dan Xavier . Ditambah kedua orang tua pria itu yaitu Alan dan Martha, tak lupa James memotret kejadian itu bahkan Josh hadir dengan duduk dikursi roda bersama saudara kembarnya John


Pria muda itu berkata akan tetap setiap kepada keluarga Callisthenes setelah apa yang terjadi menimpa dirinya, dia akan terus melayani keluarga itu


Felix tersenyum senang, dia diberitahukan ayahnya akan tugas penting ini. Sebagai pembawa cincin bagi ibu dan ayahnya


Aldrich tidak mengambil cincinnya, tapi dia mengambil cincin dan kotaknya. Kenapa? karna dia belum bisa menyematkan cincin itu di jari manis gadisnya yang masih tertutupi oleh perban jadi dia memutuskan untuk membawa sekalian kotaknya


" Aku tau setelah semua yang terjadi, pasti ada keraguan yang muncul dihatimu "


" Namun setelah semua keraguan yang kau rasakan "


" Walau rasanya sedikit egois "


" Aku ingin menjadikanmu sebagai satu satunya wanita yang akan menemaniku "


" Satu satunya wanita yang akan melahirkan anak anak ku kelak "


" Maaf jika selalu membuatmu kecewa, maaf jika selalu menjadi beban masalah bagimu, selalu merepotkamu dan terkadang bersikap egois "


" Aku bukan orang yang baik, kau tau akan hal itu. Tapi aku tak pernah melakukannya ke orang yang tak mempunyai kesalahan seperti kemarin "


" Oleh karna itu "


" Aku melamarmu Airene Laura Candelle sebagai wanita Aldrich Callisthenes "


Aldrich mengecup lengan gadis yang saat ini sedang berusaha untuk menahan air matanya. Airene merasa terharu, dia tak menyangka jika pria itu akan melamarnya dan menikahinya


" Jadi jawabanmu? "


Semua orang menunggu dengan harap harap cemas, memang terlihat tak mungkin ada orang yang menolak lamaran dari seorang Aldrich Callisthenes, tapi sekarang berbeda. Yang dilamar pria itu adalah gadis yang sudah berkali kali ia sakiti. Jadi mereka semua takut untuk mendengar jawaban dari gadis itu


Walau rasa sakitnya masih ada, Airene akan mencoba melangkah kedepan. Kali ini sudah tidak ada lagi masalah diantara mereka, pria itu sudah menjelaskan semuanya. Airene juga sudah menyampaikan perasaannya, lalu wanita yang hadir diantara mereka sudah tak ada


Jadi tak ada alasan bagi gadis itu untuk


" Ya aku menerimanya "


.