As Long As I Got You

As Long As I Got You
Sorry



Airene tak mendengarkan ucapan pria itu lebih lanjut, mungkin karna efek obat yang diterimanya sehingga mata gadis itu memberat dan berakhir gelap tertidur kembali


Sikecil sudah berpindah tidur disamping gadisnya dengan catatan di halangi oleh sebuah bantal ditengah tengah mereka karna Aldrich takut jika sikecil melakukan pergerakan yang akan mengenai perut gadis itu atau selang infus yang tergantung diatas sana


Berbicara tentang perut gadis itu yang sedang mengandung anaknya, mungkin jika dilihat dari reaksi yang diperlihatkannya. Orang orang akan salah mengira kalau dirinya tak menerima kehadiran calon kedua buah hatinya itu, wajahnya memang sudah terlihat datar dan dingin dari sananya. Ia juga sudah mencoba beberapa kali untuk lebih bhisa mengekspresikan dirinya tapi hal itu sulit dilakukan dan tak berhasil jika baru mencobanya beberapa kali


Jauh didalam lubuk pria itu dia senang, senang sekali karna akhirnya ia bisa mempunyai anak banyak terlebih lagi anak itu dikandung oleh gadis nya yang ia cintai. Dia melakukannya dengan sengaja, memang saat melakukan hal itu dengan gadisnya ia tak memakai pengaman sejak awal. Aldrich memang ingin mempunyai anak dari gadisnya, dia sudah merencanakan semua nya dari pertama kali dirinya menyatakan gadis itu miliknya


Dan tentang kejadian bersama wanita itu, awalnya Aldrich tak mau jika gadisnya mengetahui apalagi melihat rupa wanita ular itu. Aldrich tau pasti wanita itu sedang merencanakan sesuatu, tak mungkin jika wanita itu tiba tiba muncul dan datang begitu saja dihadapannya tanpa perencanaan apapun. Bahkan wanita itu bisa melewati pengaman ketat dari bodyguardnya pasti ada sesuatu yang sudah terjadi, pengamanannya tak main main


Pria pria besar bersenjata mengelilingi seluruh gedung perusahaan tapi wanita itu dengan mudah masuk bahkan sampai keruangan dirinya yang berada paling atas. Bagaimana dia melakukannya? James dan Dave sedang ditugaskan untuk menyelesaikan masalah ini. Ada tikus tikus busuk ternyata diantara mereka, ada seseorang di perusahaan yang membantu jalan mulusnya wanita itu


Dia harus menemukan tikus busuk itu diantara mereka


Lalu tentang dirinya yang memukul gadisnya, itu sungguh tak disengaja. Pria itu tak berniat melakukannya sejak awal, tapi sifatnya yang sangat tempramen ketika melihat kejadian itu secara reflek mencari orang untuk bahan pelampiasannya dan yang ada dipikirannya saat itu adalah gadis nya. Aldrich tau tak mungkin jika gadis itu melakukannya tapi sifatnya yang sudah mengalahkan logikanya membuat dirinya secara reflek memukul keras gadis itu


Sebenarnya yang membuatnya tersulut adalah kotak bekal makanan yang sudah tercecer dilantai, dia hanya tau jika yang biasanya buat kotak bekal untuk sikecil hanya gadis itu. Aldrich juga tak begitu memperhatikan dan membedakan antara kotak bekal yang suka dibawa oleh gadisnya dan diberikan oleh wanita itu. Dave baru menjelaskan setelah kejadian itu terjadi, kalau gadisnya selalu menggunakan kotak bekal yang sama untuk sikecil karna permintaan felix sendiri. Sikecil itu selalu meminta Airene untuk membawa kotak bekal makanan berwarna biru muda dengan stiker mister kwekk kwekk didepannya. Selain itu, jika Airene membawa kotak bekal lain felix tak akan menerimanya. Itu mengapa Airene selalu memakai kotak bekal yang sama


Dan


Aldrich tak tau akan hal itu


Dia merasa malu ketika temannya yang bahkan jarang jarang bertemu dengan mereka malah lebih mengetahui detail seperti itu dibanding dirinya yang bahkan setiap pagi dan malam selalu bersama. Karna itu dia menyebut semua ini adalah kesalahannya, dia ingin meminta maaf pada gadis itu karna membuatnya terluka tanpa sempat memberikan gadis itu waktu untuk menjelaskan. Ia juga sangat menyesal karna membiarkan gadis itu dan keduanya dalam bahaya


Jika sedari awal ini tak terjadi, mungkin gadisnya sedang menjalani masa kehamilan dengan penuh suka cita tanpa harus merasa kesakitan seperti saat ini


Bajingan


Aldrich menggenggam lengan gadis itu yang tak ter infus dengan erat, dia duduk dikursi disamping gadisnya yang sedang tertidur. Pria itu membawa lengan gadis itu dan membawanya ke dahi sembari mengecup lengan kurus itu.


Memikirkan bagaimana caranya gadis itu bertahan dengan kondisinya yang seperti sekarang membuat rasa bersalahnya semakin dalam. Pria itu juga terluka melihat gadisnya seperti ini, apalagi ketika menemukannya pertama kali. Ia tidak mau kejadian itu terulang kembali


Tidak boleh terjadi lagi


Aldrich jatuh tertidur dengan posisi pria itu yang masih terduduk sembari menggenggam erat lengan gadis itu. Dia jatuh tertidur sembari terus memikirkan kesalahan kesalahan pada gadis itu, jam dinding tepat menunjukan pukul 02.00 dini hari saat pria itu tertidur


nghh


huekkk


Airene terbangun dari tidurnya karna tiba tiba merasa mual dan ingin muntah, gadis itu terbangun tak lama dari Aldrich yang baru saja tertidur hingga pria itu kembali terbangun karna mendengar dan merasakan pergerakan dari gadisnya


" Kenapa? apa sakit? "


Gadis itu menutup mulut dengan kedua tangannya. Ia ingin memuntahkan sesuatu dan ingin pergi ke kamar mandi tapi ia tidak bisa memberitahukan hal itu kepada Aldrich karna mulutnya yang ia tutup dengan sengaja


Seakan paham dengan arti pandangan gadisnya, Aldrich segera menggendong gadis itu ke kamar mandi. Tak lupa ia juga membawa tiang infusan gadisnya


" huekkk.. hukekkk " Airene memuntahkan semua yang ada di perutnya, ntah kenapa tiba tiba ia merasa mual yang hebat. Pria itu berada di belakangnya sembari menahan bobot tubuhnya yang belum bisa berdiri dengan benar. Pria itu mengalungkan lengannya diperut gadisnya sembari mengusap usap pelan tengkuk gadis itu


" Aku panggilkan Riel sebentar yah " Aldrich takut jika terjadi sesuatu pada gadisnya, ia juga tak begitu paham tentang cara mengobati seseorang jadi memanggil Riel adalah pilihan terbaiknya


Gadis itu menggelengkan kepala tanda tak usah


Sudah menjadi rutinitas sebenarnya terbangun saat tidur karna rasa mual yang tiba tiba datang, Airene sudah terbiasa akan hal itu jadi lebih baik untuk tak mengganggu waktu istirahat Riel dan membiarkan rasa mualnya hilang dengan sendirinya


Beberapa menit terlewati dengan gadis itu yang masih mencoba memuntahkan sesuatu yang hanya berupa cairan bening saja dari mulutnya. Setelah dirasa cukup dan rasa mualnya tak begitu hebat seperti tadi. Airene menyeka mulutnya dengan air mengalir dan membasuh wajahnya dengan satu tangan. Aldrich membantu mengeringkan wajahnya dengan handuk di samping nakas


Pria itu juga kembali membawanya ke atas ranjang dan menidurkannya kembali, tubuh Airene terasa sangat lemas. Tenaganya seperti terkuras banyak padahal yang ia lakukan hanya muntah itupun dibantu oleh pria itu. Jika tidak mungkin ia akan terjatuh lagi karna tak mampu menopang berat tubuhya sendiri


Aldrich membawa nampan berisikan dua gelas yang berbeda, yang satu berisikan segelas air putih dan yang satu lagi berisikan sebuah susu. Pria itu membantu Airene untuk meminum air putih terlebih dahulu " pelan pelan " ujarnya menopang tengkuk gadisnya dan membawa sedotan itu ke bibir Airene yang diterima dengan baik. Gadis itu meminum air secara perlahan tak banyak tapi lumayan dari pada tidak sama sekali


Kali ini gantian, Aldrich membawa susu khusus ibu hamil dan memberikannya pada Airene. Ia sudah menyiapkan banyak kaleng susu untuk gadisnya agar tak kekurangan, dia juga sudah belajar tentang takaran yang baik dan suhu yang bagus untuk membuat susu itu kepada dokter Risa


" Apa ada yang kamu inginkan? " menurut dokter Risa biasanya ibu yang sedang hamil punya rasa ngidam walau tak semua orang mengalaminya


Sebenarnya perut gadis itu sudah keroncongan, ia tak memakan apapun sejak kemari. Secara teknis ia hanya memakan semangkuk puding tapi itu cukup mengenyangkannya ia juga menginginkannya sekarang


" pu...dingg "


Aldrich membuka kulkas kecil yang berada di ruangan itu, ia mencari cari apakah puding buatan ibunya masih ada atau tidak. Kalau tidak ya dia akan membelinya ke minimarket terdekat, namun sepertinya tidak. Pria itu menemukan beberapa wadah puding buatan ibunya yang seharusnya untuk sikecil, ibunya pasti menyimpan pudding itu untuk sikecil yang masih tak mau makan makanan lain.


Melangkah kembali menuju ranjang gadisnya sembari membuka bungkus pudding, pria itu juga tak lupa membawa sendok untuk menyuapi gadisnya. Ia kembali duduk dikursinya, Airene duduk menyandar ke sandaran ranjang yang sudah ditumpuk dengan beberapa bantal agar punggung dan kepala gadis itu tak sakit


Aldrich mulau menyuapi gadis itu walau Airene sudah menolaknya dan berkata ia bisa makan sendiri tapi pria itu bersikeras " Biar aku saja "


Airene membuka mulutnya dan menerima suapan yang diberikan pria itu " a..ku.. b..isa " suara masih terbata bata karna sakit ditenggorokannya belum hilang


Pria itu terus menerus menyuapi gadisnya tanpa mendengar permintaannya, dia sedang mencoba menebus sedikit kesalahan yang sebenarnya tak termaafkan


" Maaf "


" Maaf sudah melakukan itu padamu, aku bodoh karna tak meminta penjelasan terlebih dahulu dan malah menuruti emosiku "


" Kesalahan ku memang tak termaafkan, tapi walaupun kamu tak akan memaafkannya. Aku tidak akan pernah lagi mengijinkanmu pergi dari sisiku tidak akan pernah, dan kau tau? untuk pertama kalinya kamu membuat jantungku berhenti beberapa detik karna melihat kondisimu kemarin "