
Sejak kepulangan mereka dari kediaman kedua orang tua Aldrich, baik Aldrich maupun Airene saling mendekatkan diri satu sama lain. Aldrich mulai menunjukan sifat posesifnya, dia tak memperbolehkan gadisnya itu pergi kemanapun tanpa dirinya. Dia lebih memilih untuk membatalkan semua jadwal dengan para klient dari pada membiarkan Airene pergi sendirian sekalipun itu untuk membeli bahan bahan masakan
Airene mulai sedikit demi sedikit memahami akan perasaannya pada atasannya itu, ia tak menyangkal apa yang tengah dirasakannya saat ini. Walaupun memang sifat posesifnya mulai terlihat dan terasa, Airene hanya menikmati setiap perasaan yang ia bisa rasakan saat ini
Hanya Aldrich dan Riel yang sudah bisa pergi keperusahaan saat ini, bukannya Airene tak mau pergi bekerja dan malah memanfaatkan waktu luang ini. Menurut pendapat Dave, walaupun sebagian berita itu sudah menghilang. Lebih baik untuk sementara Airene dan sikecil tetap berada dirumah
Para wartawan bisa saja mengejar mereka berdua saat diluar nanti, dan yang paling penting lagi karna wajah Airene sudah berada dimana mana. Riel dan Dave khawatir, jika musuh Aldrich semakin mudah untuk bergerak adn menyerang. Menargetkan Airene untuk menjatuhkan Aldrich pasti menjadi pertimbangan untuk mereka lakukan saat ini
" Diam dirumah sampai aku kembali, jangan pergi kemanapun. Cukup temani sikecil bermain didalam rumah, jika kau ingin pergi kehalaman. Minta Josh untuk menemanimu, mengerti? "
Aldrich memberikan penjelasan pada gadisnya itu, seperti yang sudah temannya katakan. Bisa saja saat ini para musuhnya diluar sana sedang menargetkan Airene dan sikecil Felix
" Felix ga ikut daddy? " Sikecil merasa aneh karna biasanya ia akan diajak oleh ayahnya itu
Sikecil berada dalam gendongan gadisnya, ia pun sedikit menunduk dan mengecup dahi bocah itu " Tidak, felix dirumah sama mommy aja yah "
Airene hanya berpikir mungkin ia tinggal dirumah karna para wartawan masih banyak yang menunggu dan memberitakan tentang dirinya, dia tak tahu jika ada ancaman yang akan datang
" okee, felix mau main sama mommy seharian "
Cupp!!!
Kali ini Aldrich memberikan kecupan pada dahi gadisnya, ia berharap apa yang dikhawatirkan tidak benar benar terjadi. Atau mungkin tak akan terjadi
" Ingat apa yang aku katakan? jangan biarkan dirimu sendirian. Tetap diam didalam rumah samapi aku kembali "
Airene mengangguk, ia mengerti. Jadi seharian ini dia harus diam didalam rumah dan tak boleh melangkahkan kakinya keluar dari rumah ini, bukan begitu?
" Baiklah aku mengerti "
" Bagus kaau begitu, aku pergi dulu "
Aldrich melangkahkan kakinya keluar dari rumah menuju perusahaan, ada beberapa hal yang tak bisa di selesaikan oleh Dave, hanya ia yang bisa menyelesaikannya. Tak lupa James yang selalu mengikutinya dan kali ini tambahan dengan si John
Sepertinnya jumlah bodyguard yang ada dirumah ini bertambah, Airene sedikit mengintip dari jendela kearah luar tepatnya di halaman sampai gerbang depan rumah ini. Banyak sekali orang orang yang berpakaian hitam hitam sedang berdiri mengawasi sekitar
Jumlahnya bahkan sangat banyak hingga Airene tak bisa menghitung jumlah keseluruhannya
Setelah kepergian Aldrich, Airene pun membawa sikecil dan dirinya ke ruang keluarga. Mungkin menonton film atau drama sembari menemani sikecil yang mulai gemar mewarnai itu
" mommyy, susu sama cookies felix "
Sikecil mengingatkan ibunya akan makanan favoritnya, ia akan mewarnai sembari memakan cookies
" Okk, kita bawa satu toples dulu yah "
Langkah memabwa dirinya pada bagian depan dapur, yang mana sekarang sudah berisikan makanan makanan dan cemilan yang sudah dia buat
Toples toples berisikan cookies dan kue pun berjajar, beberapa snack pun tersedia. Seperti minimarket jika terlihat oleh orang
Airene membawa satu toples cookies coklat kesukaan dirinya dan sikecil, lalu melangkah lagi mencari susu favorit anaknya ini
Segala kebutuhan cemilan mereka sudah menghiasi meja yang ada diruang keluarga itu
Felix turun dari gendongan ibunya, ia berjalan ke meja kecil miliknya untuk memulai acara mewarnai yang mulai dia sukai
Sang ibupun sudah siap dengan remote yang sudah ada digenggamannya, mungkin menonton film action bukan pilihan buruk
Beralih pada Aldrich yang sudah tiba diperusahaannya, hanya beberapa wartwan saja yang terlihat menunggunya dipintu masuk itu. Mungkin sebgaian besar dari mereka telah kehilangan pekerjaannya setelah perusahaan itu bakrut oleh Ayahnya. Jalan masuknya bisa dikatakan mulus dan terbuka lebar, karna sudah ada beberapa bodyguard yang berdiri dan membuka jalan
Aldrich melangkah masuk, banyak karyawan yang menatapnya penasaran. Mungkin bertanya tanya mengapa bintang utama dalam berita itu tak hadir? Seharusnya Airene mendampinginya sebagai sekertaris saat ini. Tapi lebih baik jika pekerjaan gadisnya itu diambil alih oleh James untuk sementara
Sampai waktu dan situasi yang aman untuk gadisnya kembali beraktivitas
Dave terlihat sedang menunggu kedatangan temannya itu untuk melaporkan berbagai hal yang sudah terjadi selama Aldrich pergi
Mereka berdua memasuki ruang Ceo utama, Aldrich duduk dikursi kebesarannya. James dan John berada disisi kiri dan kanannya, lalu Dave duduk disofa yang ada diruangan itu
" Kenapa bisa ada wartawan yang mengikutiku? " Al membuka pembicaraan
Sebenarnya bukan wartawan yang sengaja mengikuti mereka sampai kedubai, tapi beberapa orang memotret Aldrich dan Airene karna mereka tau bahwa Aldrich bukan orang sembarangan. dan hasil potrt itupun mereka jual kebeberapa perusahaan sehingga berita keduanya langsung meledak
" Apa yang kau lakukan sebenarnya disana ha? kau tahu betapa kacaunya disini saat kau pergi " Dave menggerutu kesal, ia jadi kena batunya juga
Aldrich yang merasa tak melakukan apapun acuh " Kau kira aku melakukan apa? kau tau sendiri tujuanku pergi bukan? "
" Iya, setelah kau melakukan tugas mu lalu apa? bermesraan dengan sekertarismu? "
Dave menambahkan kekesalannya " Terserah kau ingin bermesraan atau apapun itu dengan dirinya, tapi pastikan tidak ada orang yang memotret dirimu!! "
" Bukan kau, tapi sikecil dan Airene "
Dave menatap temannya serius " Aku senang jika kau menyukainya, tapi aku tak berharap ini terjadi. Kau tau foto gadis itu ada dimana mana? "
Ya memang dan Aldrich sedang berusaha untuk menghapus semuanya " Aku sedang berusaha untuk menghapusnya "
" Lalu setelah berhasil dihapus apa? apa yang terjadi? "
" Kau terlambat "
" Mungkin mereka sudah tau sekarang "
Wartawan dan media bukan target utama yang ditakutkan oleh Dave, ia tahu percis bagaimana cara menangani para wartawan. Yang jadi masalah saat ini adalah musuh musuh Aldrich diluaran sana yang sudah mengetahui titik kelemahan seorang Aldrich Callisthenes
Mereka sudah tau titik kelemahannya, mereka juga tau bahwa anaknya sangat lengket dengan Airene, itu bahkan semakin memudahkan mereka untuk menargetkan keduanya
Jika ada Airene pasti ada disikecil
Dan kalau mereka berhasil memabawa keduanya? Tentu saja target utama mereka semakin mudah untuk diktaklukan
" Aku, Riel dan Xavier akan membantumu untuk mengawasi sekarang. Jika situasi mulai terkendali, kau boleh membawa keduanya. Jika tidak, lebih baik tinggal dengan kedua orang tuamu saja "
" Tak ada seorangpun yang berani mendekati seorang Alan Callisthenes bukan? "
Dave berdiri dari duduknya, masih banyak hal yang harus ia urus selain masalah ini tentunya. Lebih kurangnya dia juga ikut masuk dalam bisnis gelap Aldrich sedari lama, mereka berempat yang membangun kekuasaan itu. Namun Aldrich yang paling banyak berperan
" Aku akan menyuruh Xavier untuk menambah bodyguard dirumah mu "
" Ingat pikirkan langkah yang harus kita ambil sekarang "
" Keadaan yang tenang seperti ini justru patut kita curigai "
Dave meninggalkan ruangan itu, ia membiarkan dan memberi waktu untuk temannya itu
Mau atau tidak, sesuatu pasti akan terjadi. Perasaannya mengatakan itu dan biasanya benar
" james " Setelah sekian lama Aldrich terdiam
James pun mendekat dan berdiri dihadapan Aldrich " Untuk saat ini, kau awasi pergerakan mereka. Aku ingin kalung yang sudah ku beli kau selipkan alat pelacak "
" Baik sir aku mengerti, untuk saat ini tak terlihat pergerakan apapun "
" Aku berharap seperti itu seterusnya, kalung itu harus selesai saat aku pulang, mengerti? "
Aldrich melalakukan apapun yang ia bisa, bahkan sudah sedari lama dirinya menyelipkan berbagai alat penyadap dan menaruhnya disaku baju gadisnya atau di tas yang selalu ia bawa.
Apapun itu untuk menjamin keduanya aman