
" Si kembar sudah boleh keluar dari ruang inkubator, apa kamu tidak mau melihatnya? "
" Berat mereka sekarang sudah normal, dokter Risa memberikan susu formula "
" Felix juga terus mencarimu, dia harus memasuki pra sekolah kau ingat? "
" Aku "
" Aku juga membutuhkanmu "
" Sampai kapan aku harus menunggumu terbaring disini hmmm "
" Apa tidurmu masih kurang? "
Aldrich duduk disisi gadisnya, mau ia memanggil sebanyak 100 kalipun gadis itu tak akan menjawabnya. Hanya ada suara monitor memperlihatkan detak jantung dan sebagainya. Terkadang perawat membawa kedua bayinya agar sedikit membantu memberikan rangsangan pada ibunya, ikatan anak dan ibu tentu sangat kuat. Apalagi Airene yang sudah berjuang melahirkannya sampai jatuh koma seperti ini
Keluarga hanya menatap pria itu iba, mereka sama hancurnya ketika mengetahui gadis itu jatuh koma. Riel juga berusaha membawa dokter dokter hebat untuk mendiskusikan langkah apa yang harus mereka ambil. Dave dan Xavier menggantikan posisi Aldrich sementara, saat ini pria itu tidak bisa memikirkan tentang pekerjaan. Hari hatrinya terlewati untuk menemani gadis itu
Felix mencoba menghibur ayahnya dan mendapat tanggapan biasa saja, dunia pria itu seolah berhenti. Dia hanya fokus memikirkan gadisnya, tak ada orang yang bisa menghiburnya saat ini terkecuali kesembuhan gadis itu. Pria ini ingin gadisnya bangun, mereka masih memiliki acara yaitu menggelar upacara pernikahan dan penyambutan anak kembarnya
" Irene "
" Aku membutuhkan mu "
" Aku "
Aldrich menyembunyikan wajahnya di telapak tangan gadis itu, pikirannya sudah melayang kemana mana. Riel berkata untuk percaya pada gadisnya, dia pasti sedang berusaha untuk bangun. Tak mungkin gadis itu akan meninggalkan kedua bayinya
Dan
" Al " Suara parau lirih terdengar, itu suara gadisnya. Gadisnya sudah terbangun
Pria itu langsung menatap gadisnya yang masih menutup mata, tapi terus menerus memanggil namanya
" irenee,, ireneee.. Kau mendengarku? kau dengar? " Aldrich mengusap pipi pucatnya
" Aldrichh "
" Tunggu.. tunggu sebentar aku akan memanggil Riel "
Dengan berlari kencang keluar ruangan, Aldrich mencari cari keberadaan temannya untuk memeriksa Airene yang baru terbangun. Otak pintarnya tak berguna saat terlalu terkejut mendapati gadisnya terbangun. Riel berada di tempat jaga para perawat pria itu sedang memberikan resep untuk dbeberapa pasien agar diberikan sesuai jadwal yang sudah ia susun
" Cepat, Riel! "
Riel menatap temannya itu dari atas sampai bawah, aneh rasanya melihat Aldrich lari terburu buru sampai kehabisan napas seperti itu
" Ada apa? kenapa berlari? kau membutuhkanku? "
Aldrich kesal karena temannya itu terlihat santai santai saja " Irene "
" Kenapa gadis itu? sudah kukatakan aku akan mencari " belum sempat menyelesaikan kalimatnya. Tubuhnya diseret untuk mengikuti langkah temannya menuju ruang gadis itu
" Dia terbangun!! "
Mereka tiba diruangan khusus milik gadis itu, Riel melangkah masuk terlebih dahulu melihat monitor disekitar lalu memeriksa tanda vital dari gadis itu. Airene ternyata kembali jatuh tak sadarkan diri, sekarang bukan diakibatkan oleh koma. Gadis itu memang sudah benar benar terbangun tetapi tubuhnya belum terbiasa dan oleh karena itu Airene kembali tertidur
" Apa dia baik baik saja? " Aldrich ikut masuk memperhatikan temannya sedang sibuk memeriksa gadisnya
Riel masih fokus dengan stetoskop yang digengamnya, lalu tersenyum. Akhirnya penantian mereka semua selesai, gadis itu sudah kembali bangun
" Gadis ini sudah sadarkan diri, dia berhasil sadar dari komanya " Riel juga memperhatikan monitor yang menunjukkan semuanya terkedali dengan baik
" Lalu kenapa dia menutup mata lagi? tadi dia sempat memanggil namaku " Aldrich mendengar gadisnya memanggil namanya, tapi memang saat itu kedua kelopak mata indahnya masih tertutup
Wajar bagi seseorang yang baru bangun dari komanya kembali tertidur, tubuh mereka memerlukan adaptasi setelah lama tak sadarkan diri. Biasanya mereka akan kembali terbangun jika waktunya sudah tepat, seperti saat ini. Dokter hanya bisa mengecek berkala kondisinya, mereka tak bisa memberikan jangka waktu kapan bisanya gadis itu untuk terbangun. Tapi mereka akan melakukan semua cara agar pasiennya bangun secepatnya
" Dia akan bangun kembali nanti malam, aku akan memberitahukan hal ini pada dokter lainnya"
" Sebaiknya sikembar juga dibawa kesini agar gadis itu melihat dan mendengarnya "
" Untuk ransangan "
Aldrich menatap tak percaya pada gadisnya yang tadi mencoba memanggil namanya walaupun tubuhnya belum kuat untuk merespon seperti itu. Apa gadis itu mendengar sedari tadi semua ucapan yang dia ucapkan? apa gadis itu mendengan pengakuan dirinya?
Mendengar atau tidak, mengetahui bahwa gadisnya kembali terbangun membuatnya sangat senang. Mungkin juga karena gadis itu mendengar ucapannya atau tuhan mengabulkan doanya apapun itu akhirnya. Semua penantiannya selesai
" Terimakasih sudah terbangun "
cuppp
Pria itu mengecup sayang dahi gadisnya, dia bersyukur doanya selama ini terkabul. Doa anak anaknta juga terkabul, Aldrich berterimakasih pada semua orang yang sudah dengan sabar menghadapi hal ini. Bagaimanapun baik kedua orang tuanya, teman temannya bahkan para bodyguar dan maid. Mereka terdampak dari kejadian ini
Alan dan Martha dengan sabar mengurus sikecil ditengah kesibukan mereka, Dave dan Xavier yang dengan sukarela membantu mengisi kekosongan dirinya di perusahan. Xavier yang terkenal malas dengan semua ini pun menerima perannya agar membantu Aldrich. Riel yang tanpa lelah mengurus gadisnya bersama dokter lain, bahkan mungkin pria itu lebih banyak bergadang untuk sekedar mengecek keadaan gadisnya dari pada dia
James, John dan Josh yang baru sembuhpun membantu mengelola bisnis underground yang sempat terbengkalai karna fokusnya hanya tertuju pada gadisnya
Semua orang di sisi Aldrich membantu pria itu tanpa dia sadari,dia bersyukur semuanya bisa bertahan dikala keadaan genting seperti ini. Aldrich percaya mereka adalah orang orang yang paling loyal dan setia
Karena gadis sudah terbangun, pria itu berjanji untuk melindungi dan menjaganya. Dia berdoa agar tak ada kejadian mengerikan seperti ini dimasa depan, dia berdoa untuk hidup bahagia bersama gadisnya dan ketiga anaknya
Semoga
Hal itu terjadi
Aldrich memberitahukan kepada keluarga dan temannya atas kabar gembira ini, yang paling tak sabaran untuk bertemu gadisnya adalah sikecil. Karna sering menangis saat bercerita untuk ibunya Airene, Martha membawa anak itu untuk pulang bersamanya dan hanya datang mengunjungi Airene beberapa kali saja
Martha takut jika menantunya mendengar tangisa pilu dari Felix malah membuat kondisinya menurun dan memperburuk keadaan, maka dari itu selama sebulan ini sikecil felix berada didalam asuhan dirinya. Dia akan membawa sikecil seminggu sekali pada hari minggu dimana suaminya Alan libur, sekalian membawa baju kotor dan makanan untuk anaknya
Sebagai orangtua, mendengar anaknya sudah sadar tentu merasa senang. Alan sudah melihat bagaimana perjuangan gadis itu selama ini, mempertahankan anaknya Aldrich walau bahaya pasti akan selalu mengintainya tapi gadis itu tetap bertahan. Juga saat dokter berkata keadaannya tak bagus untuk mengandung dan hanya memiliki sedikit harapan, gadis itu tetap bertahan walau tubuhnya sendiri yang rusak. Gadis itu mempertahankan kedua cucunya yang karena hal itu mereka terlahir dengan sehat dan sempurna
Alan berterima kasih kepada gadis yang sudah membawa kebahagian untuk anaknya
Semoga kebahagian selalu menyertai mereka
'