As Long As I Got You

As Long As I Got You
You Want to know?



Beberapa hari terlewati tengan tenang, berita berita yang bertebaran dimana mana pun sudah hilang semuanya. Aldrich sudah mengijinkan gadisnya dan sikecil ikut kekantor, melihat beberapa hari ini mereka yang hanya diam saja dirumah dan melakukan hal yang sama setiap harinya. Al pun mempertimbangkan hal itu


Keadaan masih terkendali, temannya Dave dan Xavier selalu memantau keadaan sekitar dan memberi laporan secara berkala. Keadaan bisa dikatakan aman tak aman, aman jika keduanya terus berada disisinya, dan kemungkinan tak aman jika keduanya pergi tanpa dirinya


Sebagian karyawan sudah meneriman Airene sebagai pasangan dari atasan mereka, ketika melihat Airene berjalan memasuki perusahaan setelah sekian lama. Dengan reflek semuanya memberi salam dan hormat, yang membuat Airene sedikit tak nyaman


Posisinya masih sama sekarang, masih menjadi sekertaris dari atasannya yang sama dengan mereka. Yang berbeda hanya kali ini James banyak membantunya


James melakukan hampir semua pekerjaan lapangan yang seharusnya Airene kerjakan, mengecek gedung, tempat pertemuan, lahan yang akan dibangun. Kegiatan yang biasanya Airene lakukan dulu, sekarang James lah yang melakukannya


Aldrich tidak membiarkan Airene pergi kemanapun untuk alasan apapun walaupun tentang pekerjaan, juga meja sekertaris yang seharusnya berada di depan pintu masuk ruang Ceo sekarang berpindah


Menyatu di satu ruangan yang sama dengan si Ceo


Banyak hal sebenarnya yang mulai berubah, hanya sebagian saja yang ia sebutkan tadi. Pelakunya bahkan tak merasa bersalah, ia melakukannya untuk menghindari hal hal buruk terjadi


Lalu apa salahnya memang berada di satu ruangan yang sama dengan gadisnya itu? Bukannya ini hal yang bagus untuk mereka berdua? mengingat mereka harus mendekatkan diri satu sama lain


Airene tak mengatakan apa apa, ia tak bertanya mengapa mejanya berpindah, mengapa ia bahkan tak boleh membeli minuma di kafetaria dia tak bertanya. Sesuai apa yang dia kataka sebelumnya, biar Aldrich yang duluan menjelaskan


" Nyaman dengan ruangan barumu? " Aldrich bertanya pada Airene yang terlihat sibuk dengan komputernya


Sikecil ada diantaran mereka sedang sibuk dengan buku mewarnai yang baru saja ayahnya beli


Berada diruangan seluas ini dengan segala fasilitasnya, memang ada orang yang akan menolak? " Ya, lebih leluasa karna ruangannya besar "


" Jika butuh sesuatu beri tahu saja aku "


Jika seperti ini Aldrich bisa mengerjakan semua dokumen ini dengan tenang sembari menjaga keduanya, tak akan ada masalah jika seperti ini bukan ?


Setelah menimbang nimbang, ada satu hal yang kurang diruangan ini. Yaitu kulkas khusus untuk menampung minuman dan makanan, memang terdapat satu diujung ruangan. Tapi kulkas itu hanya berisikan alkohol yang biasa Aldrich minum bersama teman temannya jika sedang mendiskusikan sesuatu


Berhubung Airene tak boleh ke kafetaria untuk membeli kebutuhannya, tak apa kan meminta kulkas itu?


" mhhh sebenarnya ada "


Aldrich menyudahi sebentar membaca sebuah dokumen yang berada ditangannya, memang apa yang kurang dari ruangannya " Apa, apa yang kau butuhkan? " menatap gadisnya lurus dengan kacamata yang bertengger dipangkal hidungnya


" Kulkas, aku mau ngisi kulkasnya sama minuman yang wajar. Yang bisa aku dan felix minum juga tempat cemilan felix "


Ahhh benar juga, pasti gadisnya dan sikecil kehausan karna kulkas yang ia punya hanya menyimpan minuman kesukaannya


" Biar nanti Josh yang siapkan, beritahu apa saja yang mau kau beli "


Senang sekali mendapat perhatian seperti ini, dipikir pikir sejauh ini apapun yang dia inginkan terpenuhi oleh Aldrich


takkk


Pintu terbuka, menampilkan seorang pria bersurai kecoklatan yang menjabat sebagai wakil Ceo di perusahaan ini


" Wahh.. pantas saja aku bertanya kemana perginya meja dan pemiliknya, ternyata disini " Dave melangkahkan kakinya masuk setelah melirik tempat baru Airene


" Pamaaaaan "


Sikecil menyambut Dave dengan pelukan kecilnya " Sedang apa keponakan paman mhh? "


" Mewarnaiiii... paman mau ikut? "


Dave menurunkan sikecil dan mengusap kepalanya " Tidak, nanti aja. Felix lanjutin lagi aja mewarnainya " tanpa disuruhpun sikecil sudah kembali dengan kegiatannya


" Apa yang kau inginkan? " temannya itu tak akan seenaknya menginjakan kaki diruangannya tanpa ada sesuatu yang harus ia laporkan


" Kau tahu untuk apa aku kemari kan? " jawab nya santai mengambil beberapa keping cookies yang dibawa Airene dari rumah dan mencicipinya


" Enak sekali, beli dimana ini? " Ujarnya mengambi lebih banyak cookies di toples itu


Airene tertawa senang jika ada yang menyukai hasil kreasinya " Aku yang membuatnya ,sir "


Dave tak menyangka jika wanita itu bisa membuat sesuatu seperti ini " Boleh ku bawa sisanya? "


" Tentu ambil saja sir "


Aldrich ikut bergabung dengan temannya itu duduk berhadapan di sofa " Jadi kau melihatnya? "


Cookies penuh ditangan dan mulutnya, sepertinya Dave memang menyukai cookies " Ya, kemarin ada seseorang yang mengikutiku sebelum Xavier beritahu aku sudah melihatnya "


" Sampai mana? "


" Sampai kediaman Xavier, kupikir target awal bisa saja dia. Yang bisa mengendalikan jaringan hanya dirinya bukan " Dave menjelaskan sembari meminum sekotak susu sikecil


Aldrich menghembuskan nafas beratnya, benar saja dugaannya kemarin. Keadaan yang tenang malah bisa berbalik kapan saja " Bagaimana menurut mu sekarang? "


" Tak mungkin kan mereka berani menyerang kediamanmu? mungkin lebih baik jika kita mengamankan Xavier dulu "


" Jika keadaan semakin buruk, mungkin aku dan Riel ikut bersama "


Aldrich mendelik tak suka, jika mereka ada itu sangat mengganggu waktunya berduan dengan gadisnya itu " Kenapa harus dirumahku? tinggal tambah saja penjagaan kalian "


" Ezz, dude. Aku tau apa yang kau pikirkan tapi. Kediaman Xavier yang sudah banyak penjagapun bisa diketahui dengan mudah "


" Kediaman mu memiliki akses keamanan tinggi yang tak mungkin mereka berani datang tanpa perencanaan apapun kan? "


Airene sebenarnya mendengar percakapan itu sedari tadi, namun ia lebih  memilih diam dan mengerjakan tugasnya dibanding ikut ikutan dalam percakapan yang ia tak ketahui tentang apa


" Dan jangan bawa wanita wanita kalian mengerti? "


Tawa renyah terdengar, berasal dari Dave yang tengah tertawa terbahak bahak


buhahahhaha


Dia mengerti sangat apa yang dimaksud temannya ini, bukan seorang kekasih. Jika seorang kekasih pasti boleh saja mereka membawanya, tapi jika wanita penghibur? Aldrich akan langsung menacungkan revolver nya


Ia tak suka wanita tidak jelas memasuki rumahnya


" Baiklah, aku akan membawa yang lainnya nanti malam "


Dave berdiri sembari membawa sebuah toples dilengan kirinya, tak lupa mengucapkan terima kasih untuk cookies enak itu " Terimaksih sudah memberikan cookies enak ini padaku "


Airene mengangguk senang " Sama sama, sir "


Dari semua teman dekat Aldrich, sepertinya Airene lebih sering bertemu dengan Dave atau Riel. Ia belum pernah bertemu dengan yang satunya lagi, Xavier


Akhirnya semua perkerjaan hari ini selesai, dokumen yang harus Aldrich tanda tangani pun mulai berkurang, Airene menyelesaikan tugasnya mengatur semua jadwal yang ada . James pun sudah kembali, ini saatnya mereka untuk pulang


Aldrich tau pasti gadisnya itu ingin bertanya tentang percakapannya dengan Dave tadi siang, namun melihat gadisnya yang diam tak banyak bertanya membuat dirinya sedikit tenang


Seharusnya baik gadisnya atau sikecil tak perlu tahu masalah ini


Namun untuk menghindari hal hal yang tak diinginnkan, mereka harus tau siapa musuh yang sedang dihadapi saat ini, mereka juga harus tau ini bukanlah permasalahan biasa


Mobil mulai memasuki pekarangan rumah, memang terdapat banyak sekali bodyguard yang berjaga. Airene dan sikecil lebih dulu memasuki kamarnya karna ingin membersihkan diri terlebih dahulu katanya sebelum makan makan


Mobil mobil lainnya pun satu persatu datang, Riel dengan hebohnya membawa 2 koper besar bersamanya. Tinggal dengan Aldrich semakin menyenangkan karna setiap harinya ia bisa memakan makanan lezat dan cemilan enak yang selalu Airene buat


Dave datang mebawa koper juga bersamanya, ia percaya sekarang ketika Riel berkata bahwa tak akan rugi jika dirinya ikut tinggal dirumah Aldrich. Karna masakan Airene sangat enak dan Riel mulai meracuni untuk mengajak Dave mencicipinya


Terakhir, mobil hitam yang memaski rumah Aldrich. Terlihat seorang pria muda dengan surai hitam legam keluar dari mobilnya. Ya xavier, sesuai yang diberitahu oleh temannya Dave yang berkata alangkah lebih baiknya jika dirinya tinggal sementara bersama Aldrich


Aldrich menyambut semua temannya, namun wajahnya memperlihatkan hal sebaliknya. Jika temannya merusuh apalagi ada Dave dan Riel, pasti membuat gadisnya malu dan malah berdiam diri dikamarnya.


Ia pasti malu jika teman teman Aldrich tahu kalau selama ini iya tidur dikamar yang sama


Airene baru selesai mengganti bajunya dan sikecil, pikirnya sebelum masak ia ingin mandi terlebih dahulu biar segar. Terdengar banyak deru mobil yang masuk kedalam pekarangan rumah


Dia bertanya tanya siapa yang mengunjungi mereka, Tak mungkin dua orang tua Aldrich


Airene pun melangkahkan kakinya menuruni tangga, terdengar suara riuh yang berasal dari ruang keluarga. Sekelebat terdengar mereka memperebutkan cookies?


" Kau kan sudah sering memakannya, kali ini gantian dengan ku " Dave memegang toples cookies yang tersisa beberapa potong saja


Riel moncoba merebut topless itu " Tidak, aku tidak akan berbagi cookies ini dengan mu! berikan padaku "


" Tidak kau sudah sering memakannya!! "


" Tapi aku menginginkannya, cepat berikan atau ku tendang kakimu!! "


Aldrich sudah tahu, inilah yang terjadi jika mempertemukan keduanya


" Wahhh.. paman paman felix datang "


Dari arah belakang terdengar sikecil Felix yang berlari kearah mereka semua, Airene masih terdiam karna melihat sosok yang asing yang baru dilihatnya. Ia takut itu tamu Aldrich dan tak seharusnya ia ada disana


" Kemarilah " Aldrich meminta gadisnya mendekat, ia belum mengenalkan temannya yang satu ini dan memberitahu padanya kalau untuk sementara teman temannya itu akan tinggal disini


Airene melangkah perlahan mendekati Aldrich, dia takut malah menjadi penganggu


" Kau belum mengenalnya, kenalkan dia Xavier. Xavier Scott , sama seperti perusuh disana. Dia salah satu teman ku "


Airene sedikit menduduk menyambutnya " Ahh.. Airene, Airene Laura Candelle "


Xavier menatap gadis depannya dari atas kepala hingga bawah, tak buruk juga selera temannya itu. Tidak seperti yang dulu " Panggil saja namaku Xavier, Maaf mengganggu waktu kalian "


Berbeda dengan kedua orang temannya yang lain, pembawaan Xavier hampir sama seperti Aldrich yang membedakan hanya jika Aldrich terlihat sangat tak bersahabat dan tak mudah berbaur. Xavier lebih bisa berbaur dengan orang orang dan terlihat bersahabat


" Sementara ini mereka akan tinggal disini, tak apa kan? " Aldrich bertanya pada gadisnya yang mungkin saja merasa tak nyaman


" Tentu saja, biar aku siapkan makan malam dulu. Ahh Riel, masih ada beberapa toples cookies dibelakang jika kau menginginkannya " Sangat tak enak dilihat mereka memperebutkan sebuah toples berisikan beberapa potong cookies saja, sikecil juga terlihat menikmati pertengakaran itu


Airene segera menyiapkan makan malam, terlihat seperti mereka belum makan apapun selama perjalan kesini. Semua bahan yang ada dikulkas ia pakai, mengingat banyaknya orang yang akan ikut makan malam. Salah satunya porsi makan Riel yang sangat banyak


Butuh waktu kurang lebih 50 menit dibantu oleh para maid menyiapkan makan malam kali ini, Airene senang karna kursi di ruang makanh akan sedikit terpenuhi. Biasanya hanya mereka bertiga saja yang mengisi kursi itu


Makanan sudah siap, masing masing sudah menduduki kursi yang mereka pilih. Riel seperti biasa langsung mengambil porsi yang banyak, Dave dan Xavier terlihat hanya mengambil beberapa lauk


" Silahkan, aku tak tahu selera kalian. Ku harap sesuai " Airene melanjutkan menyuapi sikecil


Jam menunjukan pukul 9 malam, Aldrich mengajaknya untuk ikut bergabung diruang tamu. Sikecil sudah tidur dikamarnya, ada josh yang ditugaskan menjaganya


Xavier sedang memegang laptopnya, Riel dan Dave terlihat sangat serius. Ntah apa yang akan mengereka bicarakan, apa Airene harus berada disini dan mendengarkan itu semua?


" Kau ingin tau bukan? " Aldrich menatap gadis disisinya


Sudah waktunya gadis itu tau, tentang apa yang mereka bicarakan, tentang apa yang sedang terjadi, dan juga tentang dirinya yang sesungguhnya