
Aldrich membawa tubuh dingin gadisnya dengan tergesa gesa keluar dari rumah itu, dia tak lupa membaluti tubuh gadis itu dengan selimut tebal sebelum berjalan tergesa keluar dari rumah. Xavier menatap aneh karna Aldrich keluar seperti tergesa gesa dan terlihat membawa sesuatu yang terlilit dengan selimut tebal di dalam dekapannya
" Apa? apa yang terjadi? dia tak ada didalam sana? lalu apa yang kau bawa itu? " Xavier mengarahkan dagunya pada buntalan selimut yang dibawa temannya
Nafas Aldrich sedikit tercekat " Dimana, dimana rumah sakit terdekat?! "
Xavier yang bingung dengan pertanyaan itu hanya menatap aneh, untuk apa mencari sebuah rumah sakit di desa kecil seperti ini " Rumah sakit? tidak ada rumah sakit di desa ini. Hanya ada sebuah klinik di dekat jalan utama "
Tanpa menunggu, Aldrich sedikit berlari menuju mobilnya yang sudah terparkir rapih di sisi gang. Dia menaruh buntalan berisi gadisnya dulu di bangku belakang, baru dirinya masuk dan pergi meninggalkan Xavier yang bingung dan segera menyusulnya menggunakan mobil lain.
Aldrich menemukan sebuah klinik kecik di samping jalan utama, sepertinya sudah mau tutup tapi ini keadaan darurat jadi dia menerobos masuk. Mobilnya dibiarkan parkir sembarang didepan klinik, pria itu bergegas membawa buntalan gadisnya ke ruang ugd yang memang tersedia diklinik kecil ini
perawat bergegas menyiapkan seluruh peralatan dan terlihat seorang yang memakai jas dokter menghampiri mereka. Diliht dari wajahnya, dokter ini sudah berumur dan mungkin sedang menunggu masa pensiunnya di klinik desa ini.
Xavier datang dengan tergesa, dia terkejut karna Aldrich pergi tanpa memberikan penjelasan terlebih dahulu
" Apa yang kau lakukan?! " Xavier sedikit menaikan nada bicaranya
Aldrich tak menjawab pertanyaan itu dan fokus melihat dokter yang mulai membuka buntalan yang dia bawa.
eukkk
Semuanya terkejut ketika perawat mulai membuka buntalan selimut itu, dokter perawat dan Xavier melihat sosok gadis yang berada didalam buntalan itu. Dokter tentu mengenalinya karna gadis ini adalah pasiennya sejak pertama kali dirinya datang ke klinik ini untuk periksa. Sejak itu gadis ini selalu datang jika merasa ada yang salah dengan tubuhnya atau rasa sakit yang sudah tak tertahan lagi
Jika diingat ingat lagi, si dokter pernah berkata untuk segera mengunjungi sebuah rumah sakit besar kepada pasiennya
Xavier membelalakan matanya, dia melihat gadis itu dalam buntalan selimut yang baru dibuka oleh perawat diklinik dengan kondisi yang sangat memprihatinkan. Wajahnya pucat pasi, bibir gadis itu berubah warna biru keunguan dan yang lebih mengejutkan lagi tubuh gadis itu. Tubuhnya terlihat sangat kurus dari yang terakhir ia lihat, tulang tulang terlihat lebih menonjol dari pada daging di tubuh gadis itu
Sebenarnya apa yang sudah terjadi?
Dokter memeriksa seluruh tubuh gadis itu, dia bahkan sudah memasang infus dan menyuntikan beberapa cairan kedalam tubuh gadis itu. Terlihat dokter itu menghembuskan nafas berat ketika menyelesaikan pemeriksaannya dan melangkah mendekati pria yang membawa pasiennya
" Boleh aku berbicara dengan keluarga pasien? " Dokter itu bertanya kepada keduanya, karna diagnosisnya harus dibicarakan kepada keluarga pasien saja
Aldrich mengangguk, wajahnya teelihat gusar " Saya, suami dari gadis itu " ucapanya lancar menjawab pertanyaan dokter didepannya
Hal ini tentu saja membuat semua anak buah Aldrich dan Xavier terkejut tapi mereka senang karna akhirnya atasan dan teman mereka menyadari perasaan yang sesungguhnya
Dokter membawa mereka kesebuah ruangan miliknya, Aldrich memasuki ruangan itu ketika sudah di persilahkan. Berbeda dengan Xavier yang memilih untuk diam di depan pintu ruangan saja.
" Jadi anda suami gadis itu? " Dokter memulai percakapan setelah memberikan sebuah cangkir berisikan teh ke hadapan pria didepanya
" Ya, boleh ku tau bagaimana keadaannya? "
Dokter mencari sebuah case file di samping brangkas, dan mengambilnya
" Airene Laure Candlle, umur 23 tahun benar? " Aldrich mengangguk mengkonfirmasinya
" Dia menjadi pasien disini lebih dari sebulan yang lalu, lihat ini "
Dokter memperlihatkan hasil usg yang dia lakukan beberapa minggu lalu " Miss Airene sedang mengandung "
Seketika pandangan Aldrich yang semula sedang melihat hasil usg itu menatap tajam ke arah dokter yang sedang menjelaskan " Mengandung? "
" Ya, kandungannya sudah berumur 7 minggu sekarang "
Mengandung? gadisnya itu sedang mengandung? Irene mengandung anaknya? lalu keluhan keluhan yang kadang dia dengar itu karna gadisnya sedang mengandung? bodohnya dia membiarkan gadisnya pergi dan hidup sendiri di sebuah desa kecil ini
Tunggu 7 minggu? anaknya sudah berumur 7 minggu? saat kejadian itu berarti anaknya sudah hadir diantara mereka?
" Namun ada sedikit masalah "
" Saat pertama kali datang ke klinik kami, miss Airene mengeluh karna gejala kehamilan yang dia alami cukup ekstrem. Miss mengalami muntah berat dan perutnya selalu terasa sakit. Kami memeriksanya dengan seksama dan itu diakibatkan dari kondisi psikis sang ibu dan janin yang lemah "
" Kondisi janin miss Airene sedari awal memang sudah lemah "
" Kami sudah memberi beberapa vitamin secara rutin untuk diminum tapi ketika terakhir kali Miss Airene berkunjung, dia mengeluh perutnya selalu terasa nyeri dan kami menyarankan untuk memeriksakan kondisinya ke rumah sakit besar dipusat kota karna peralatan disini tidak memadai "
Aldrich cukup terkejut ketika mendengan bayinya, anaknya dalam kondisi lemah dan gadisnya mengalami begitu banyaj kesakitan selama dirinya tak berada di sisi gadis itu. Dia menyesal, pria itu menyesal karna dirinya penyebab gadisnya itu pergi dan mengalami semua ini sendirian. Apa jadinya jika dia tak menemukannya? apa ia akan melihat mayat gadisnya seperti kejadian tadi?
" Jadi apa yang harus aku lakukan? "
" Kami memberikan beberapa obat penanganan awal untuk miss sekarang, jika cairan infusnya sudah habis. Anda bisa membawanya ke rumah sakit besar dan memeriksanya disana "
" Saya akan memberikan case file riwayat Miss jadi anda tinggal menunjukannya pada dokter di rumah sakit itu "
Aldrich menerima case file itu dengan tangannya, dia harus menyiapkan sebuah rumah sakit sekarang " Apa bisa aku membawanya kembali ke Callifornia sekarang? "
" Kebanyakan dokter melarang penerbangan untuk kehamilan dini, tapi ini penting bukan sir? Aku akan memastikan miss mendapat obat terlebih dahulu jadi tubuhnya tidak akan terlalu syok "
" Terimakasih " Aldrich menjabat tangan dokter didepannya, dokter ini sudah menyelamatkan gadisnya berkali kali, sudah seharusnya dia mengucapkan banyak banyak terimakasih padanya. Mungkin sebagai gantinya nanti, dia akan mengirimkan beberapa peralatan yang dibutuhkan klinik ini
Setelah dokter menjelaskan semuanya pada Aldrich, dia memutuskan untuk keluar dari ruangan itu dan berniat untuk melihat gadisnya. Tapi Xavier menahannya terlebih dahulu, pasti banyak sekali pertanyaan yang akan diajukannya walaupun tak akan sebanyak Riel dan Dave tentunya
" Jadi? " Xavier memberikan satu kaleng kopi instan yang dia beli dari sebuah mesin otomatis
Aldrich menerima kaleng itu dan membukanya sembari melangkah kesebuah kursi tunggu di depan ruang igd " Seperti yang kau lihat "
Xavier ikut duduk disamping temannya, yang membedakan hanya dirinya saja yang meminum beer tidak kopi seperti Aldrich " Apa yang terjadi? "
" Dia sedang mengandung, dan kandungannya lemah "
blehhh
Siapa yang tak terkejut ketika mendengar itu, Xavier bahkan memuntahkan kembali beer yang belum ditelannya " Gadis itu hamil anakmu? " Aldrich hanya mengangguk dan kembali meminum kopi instannya
" Lalu dia sedang mengandung dan malah melarikan diri? "
Sebenarnya bukan Airene yang melarikan diri " Gadis itu pergi karna kesalahanku, jangan sebut dia yang melarikan diri "
" Ya baiklah kalau begitu, jadi bagaimana kondisinya sekarang? "
Aldrich mengacungkan case file yang sedari tadi digenggamnya " Kita harus segera pergi ke rumah sakit besar " sebenarnya bisa saja pria itu membawa gadisnya ke rumah sakit yang berada di pusat kota, tapi dia belum terlalu percaya dengan rumah sakit lain selain milik Riel
Seakan teringat, Aldrich membuka smartphonenya dan mencoba menghubungi seseorang
" Ya? " Suara yang berasal dari ujung sana
" Siapkan sebuah ruangan khusus, pastikan kau memilih dokter dokter ahli "
" Maksudmu? untuk siapa? kau terluka? "
" Tidak, untuk irene. Aku akan segera membawanya kesana "
" Ha? Airene? kau menemukannya? apa dia terluka? apa yang terjadi? jelakan! halo halo Aldrich"
Sudah dipastikan memang Riel akan menanyainya dengan segudang pertanyaan yang membuatnya terkadang kesal
" Siapkan saja! kau akan tau nanti "