
Sudah 2 minggu lamanya berlalu, dan masih tak ada kabar dimana keberadaan Airene sekarang. Mereka bahkan sudah menyebar kesetiap kota danĀ beberapa desa, tapi masih belum bisa menemukan gadis itu
Frustasi, Aldrich merasa frustasi sekarang. Dia sudah mengerahkan semuanya, semua orang dia kerahkan untuk mencari gadis itu tapi kenapa tak ada satupun dari orang orangnya bisa menemukan dia? kemana sebenarnya gadis itu? dia sudah mencari keseluruh london tapi, belum juga bisa menemukannya
Xavier juga sudah berusaha untuk meretas semua kamera yang ada hampir disemua daerah yang ada dilondon, Hanya ada beberapa kamera saja yang aktif dan berfungsi hal itu juga yang membuat pencarian semakin lama untuk menemukan keberadaan sosok yang mereka cari. Padahal sudah seluruh kota satu persatu di cari olehnya namun belum ada tanda akan keberadaan gadis itu. Ada sebenarnya, itupun hanya rekaman ketika gadis itu tiba di bandara dan menaiki sebuah taxi ntah kemana sisanya mereka tak menemukan apapun. Orang yang dikirim Alan pun sedang berusaha dan menggunakan jaringannya yang ada di negri ini untuk membantu menemukan sosok itu
Keadaan sikecil juga semakin lama semakin memburuk karna dia masih menolak untuk makan tapi untungnya dia masih mau menerima suapan dari neneknya. Dia hanya makan puding selama seminggu ini, itupun hanya satu wadah kecil sisanya dia sudah tak mau lagi memakannya dan kembali diam menatap langit langit kamarnya
Aldrich dan Xavier sudah berada dilondon sejak seminggu lalu, jika Aldrich masih bisa bolak balik untuk melihat keadaan anaknya tapi Xavier menetap disini sampai menemukan sebuah petunjuk. Tujuan mereka tinggal disini agar saat mendapat kabar bisa langsung pergi tanpa haru susah susah memakai jet pribadi kemari
" Sudah dapat kabar baik? " Aldrich melihat temannya yang sudah sedari 3 minggu lalu berkutat dengan laptop dipangkuannya, tak pernah dia lihat laptop itu berpindah barang sedetik saja. Xavier bahkan hanya tidur beberapa jam saja bersama laptop yang selalu ada disisinya,dan kembali terbangun untuk mengecek apakah ada petunjuk yang masuk atau tidak
Jika boleh jujur, ini pekerjaan pertama terlama dan terpanjang untuk Xavier. Wajar jika dia sudah merasa lelah karna beberapa minggu ini terus menerus menatap layar laptopnya, biasanya hanya butuh waktu seharian atau bahkan beberapa menit saja namun berbeda saat dia mencari gadis itu
" Aku sudah berusaha, tapi belum terlihat keberadaanya. Mungkin kita harus berpindah dan fokus mencari didaerah pedesaan " Selama ini mereka hanya berfokus mencari dikota kota besar yang ada banyak kamera pengawasnya saja, jika didesa mungkin ada tapi tak banyak maka dari itu mereka harus mengerahkan banyak orang untuk menyebar di setiap desa
Aldrich mempertimbangkan itu, dia juga harus mengambil semua kemungkinan yang ada dan mencoba semua cara. Tidak ada waktu untuk egois " baiklah, kita pindahkan semua anggota ke desa desa kecil dipinggiran sana "
Pencarian dimulai kembali dengan semua anggota yang menyebar diseluruh desa desa kecil sesuai prediksi Xavier dan desa desa yang belum mereka kunjungi. Aldrich hanya berharap untuk segera menemukan gadis itu, secepatnya
Kandungannya sudah berumur lebih dari satu bulan sekarang, Airene semakin sering mengunjungi klinik karna perutnya selalu kram dan terasa sakit. Dia juga beberapa kali mendapat suntikan vitamin dan infus untuk menambah cairan dan protein yang dibutuhkan calon bayi nya karna asupan selama ini kurang akibat tak semua makanan bisa diterima oleh perutnya
Berat badannya kembali menyusut, terlihat seperti tulang yang dibalut oleh kulit saja saking kurusnya tubuh gadis itu. Baru saja berjalan satu bulan lamanya namun ternyata efek dari kehamilannya luar biasa. Dia mengalami awal trisemester yang terburuk, jika terus berlanjut ntah bagaimana tubuhnya akan bertahan. Airene baru menyadari jika mau menjadi seorang ibu itu tak mudah, dia merasakannya sekarang
Dokter berkata jika terus menerus seperti ini, dia harus mendapat perawatan disebuah rumah sakit besar diluar desa ini. Karna jika perutnya terasa sakit terus menerus pasti ada yang salah dengan dirinya, dia juga tak bisa terus bergantung dengan obat obatan yang diberikan dokter diklinik karna bisa saja itu berefek pada janinnya. Airene ingin mendengar kan saran itu, dia ingin mengunjungi rumah sakit besar dan mendapat pengebotan. Namun untuk saat ini, dengan kondisi yang seperti ini terasa tak memungkinkan untuk pergi kesana seorang diri
Tadinya juga, dia ingin sekali mengelilingi desa indah ini. Namun jangankan mengeliling desa yang lumayan luas dan jalannya sedikit menanjak ini, ingin mengunjungi rumah sakit saja dia tak kuat berjalan. Atau untuk berjalan ke kamar mandi saja dia perlu bersandar pada dinding dinding kamar agar menopang berat tubuhnya. Kakinya gemetar lemas seperti susah untuk digerakan, padahal sebelumnya dia masih kuat untuk berjalan membeli kebutuhannya dipusat kota. Tapi sekarang, yang bisa dia lakukan hanya berbaring di atas ranjang dan menunggu keadaan membaik
Pernah suatu waktu, dia jatuh dan pingsan saat berada dikamar mandi karna kepalanya berdengung sakit dan Airene tak bisa mengembalikan keseimbangannya hingga dirinya terjatuh di kamar mandi dan terbangun keesokan harinya masih di tempat yang sama dengan seluruh tubuhnya yang terasa dingin sampai bibirnya sedikit membiru. Airene belum mengenal tetangga yang tinggal disekitar rumahnya, jadi jika sesuatu terjadi seperti yang sudah dia alami mungkin para tetangga tak akan menyadarinya terkecuali pemilik rumah yang dia sewa
Hujan deras masih menyirami daerah ini, sejak kedatangan Airene dia belum pernah merasakan cuaca cerah di daerah ini. Atau memang gadis itu datang dimusim yang salah hingga sehari hari yang dilihatnya hanya butiran hujan turun dan udara sekita yang berubah sangat dingin. Seperti saat ini, keadaan diluar hujan deras namun perutnya kembali terasa sakit. Dia ingin mengunjungi klinik lagi tapi kakinya terasa sangat lemas, tak mungkin dia berjalan dengan kedua kaki lemasnya ini
Tak mungkin juga menyewa kendaraan, karna jarak dari rumahnya keklinik itu tak terlalu jauh. Lalu gang menuju rumahnya juga tak bisa dimasuki oleh kendaraan seperti mobil, atau kendaraan lain selaian sepeda mungkin. Memang jalan menanjak seperti ini ada orang yang mau mengendarai sepeda?
Keadaannya sunyi, hening
Hanya ada suara rintik diluar rumah, Airene belum sempat membeli sebuah televisi karna yah keadaannya yang memburuk jadi dia tidak bisa membeli benda yang akan menemani kesunyiannya itu. Laptop? Airene meninggalkan semua itu di kantor dan tak membawa apapun selain tas dan smartphonenya, itupun masih dia matikan dan belum berani untuk membuka atau sekedar mengecek pesan yang masuk
Gadis itu takut jika yang masuk adalah pesan dengan kata kata makian atau mungkin pria itu masih mencarinya untuk bertanggung jawab atas sikecil yang keracunan? Airene takut membuka smartphonenya, dia belum siap untuk disalahkan kembali
Lagi pula belum tentu pria itu mencarinya, untuk apa juga pria itu mencarinya? masalah sudah selesai ketika Airene memutuskan untuk pergi dari sisinya. Tak ada alasan untuk Airene atau Aldrich untuk bertemu lagi suatu saat nanti. Gadis itu sudah menyelesaikan semuanya, biar nanti dia akan menjelaskan soal siapa ayah dari calon bayi yang dikandungnya jika sudah besar
Aku tak ingin bertemu dengannya
Airene bergelung didalam selimut tebalnya sembari terus menahan sakit dibagian perutnya, mungkin malam ini dia tak bisa tidur dengan tenang lagi jika seperti ini. Obatnya sudah diminum, dia juga sudah memakan puding satu wadah sedang. Apalagi hal yang bisa dia lakukan selain tidur? waktunya hanya dihabiskan untuk tidur dan makan saja, namun calon bayi yang ada dikandungannya tak mengijinkan ia untuk tertidur sekarang