As Long As I Got You

As Long As I Got You
Tell me



Malam semakin larut dan semua orang sudah kembali ke kamar mereka masing masing, sesuai ucapan sikecil. Dia memasuki kamarnya tanpa perlawanan apapun, biasanya felix ingin tidur bersama Airene apalagi dia sudah lama tak mendengar dongeng yang selalu ibunya bacakan setiap malam. Tapi karna sang kakek berbicara untuk tidak mengganggu kedua adik bayinya yang sedang tertidur, maka sikecil felix menurut untuk mulai membiasakan diri tidur sendiri


Alan dan Martha memutuskan untuk kembali kerumah mereka karna esok hari ada sesuatu yang harus mereka urus, jadi setelah acara penyambutan usai sebelum tengah malam mereka sudah kembali bersama supir pribadi. Riel, Dave dan Xavier masuk ke kamar masing masing. Menurut penjelasan Aldrich, teman temannya itu memutuskan untuk tinggal disini karna sudah terlanjur malas berkemas kembali kerumah masing masing


" Aku sudah merombak kamarku, tak mungkin meninggalaknnya begitu saja " Dave memang melakukan perubahan besar pada kamarnya, dia merubah kamar itu sesuai keinginan dan kebutuhannya


Xavier juga sudah merubah kamarnya penuh layar layar dan kabel kabel menyambung kesebuah alat yang tidak diketahui untuk apa " Ya, malas jika harus membongkar semua alatku bukan? "


Terakhir Riel, pria itu memang memutuskan untuk tinggal agar lebih mudah memantau perkembangan calon keponakan dan kondisi gadis itu. Riel juga malas jika harus bolak balik dari apartemennya yang aga jauh ke rumah Aldrich yang berada dekat kawasan hutan itu. Dia tak mau mengulangi masa masa saat sikecil felix jatuh sakit dan ia dituntut untuk datang dalam waktu 10 menit saja. " Panggil aku jika terjadi sesuatu "


Setelah semua orang pergi memasuki kamar masing masing, Aldrich membantu gadisnya dengan cara menggendongnya ala bridal style. Kamar mereka terletak dilantai 2, tak mungkin jika memakai kursi roda sampai atas sana. Aldrich juga tak mau jika gadisnya harus berjalan jauh, jadi diputuskan untuk menggendongnya saja


" Pegangan yang erat "


Tanpa ragu, dan tetap dengan gerakan hati hati agar tak terlalu membebani area perut gadisnya. Aldrichpun mulai mengangkat tubuh yang sedikit lebih berat dari apa yang dia rasakan sebelumnya


Airene mengalungkan lengannya erat pada leher, gadis itu juga menyandarkan kepalanya dengan nyaman di dada bidang pria itu


Tak perlu waktu lama, mereka sudah berada dikamar yang cukup lama tak gadis itu singgahi. Aldrich membaringkan sosok dalam gendongannya ke atas ranjang empuk nan besar miliknya dikamar itu dengan gerakan sangat pelan. Dia juga membenarkan posisi tidur gadis itu agar nyaman, meletakkan guling di sisi kasur hanya untuk berjaga jaga saja. Dan tidak lupa menarik seimut tebal sebagai pelindung agar gadisnya tak kedinginan


" Tidurlah, aku akan menjagamu disini " ucapan pria itu bagai lagu pengantar tidur untuk Airene yang sedari tadi sudah mengantuk dan terlelap dengan cepat


Aldrich duduk di tepi kasur setelah memastikan sosok yang ia cintai terlelap pulas nyaman dalam tidurnya


Tersenyum kecil ketika mengingat wajah kantuk gadisnya itu saat mereka baru saja selesai makan


" Aku tidak sabar menantikannya, aku berjanji kejadian kemarin tak akan terjadi lagi "


-


Sinar matahari mulai menyorot dari celah celah tirai yang ada dikamar sepasang mungkin bisa dikatakan kekasih yang masih betah bergumul dengan alam mimpi masing masing hingga salah satu dari mereka yaitu sang pria terbangun lebih dulu


Aldrich melirik jam yang berada dinakas tak jauh dari posisinya, sudah pukul 7 pagi untung saja hari ini ia belum memutuskan untuk pergi bekerja. Dia ingin lebih lama bersama gadisnya, memastikan semuanya aman baru dia akan kembali bekerja. Sementara biarlah Dave, Xavier dan James yang mengatasi semua pekerjaan di perusahaan. Pria itu memutuskan untuk tidur kembali


Tak lama setelah pria itu tertidur, Airene terbangun karna merasakan sebuah pelukan kokoh nan erat diperutnya. Jam menunjukan pukul 7.20, sudah waktunya untuk terbangun dan menyiapkan sarapan untuk anaknya. Dengan hati hati, gadis itu meletakan tangan Aldrich kembali dan secara perlahan mencoba untuk turun dari ranjang menuju arah kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Sebelum itu, Airene melirik dan memastikan pria itu masih tertidur dengan lelap dan nyaman


Sedikit gemetar terasa ketika gadis itu mencoba untuk berjalan dengan perlahan, dia harus membiasakan kakinya agar tak terlalu bergantung pada kursi roda atau pada Aldrich


Tidur lelap seorang pria tampan terganggu karna mendengar suara gemericik air berasal dari kran air yang berada di dalam kamar mandi. Pria itu terbangun seketika, dia mencoba mencari gadisnya kesetiap sudut ruangan dan tak menemukan sosoknya


" Irene... irenee " dengan sedikit berteriak pria itu turun dari ranjang, tempat yang didatangi pertama kali adalah suara air itu berasal


brakkkk


Aldrich membuka pintu kamar mandi dengan keras, suaranya bahkan terdengar sampai lantai bawah tempat orang orang sedang menikmati sarapan mereka. Sama hal nya dengan Airene yang terkejut mendengar suara bantingan pintu yang disebabkan oleh seorang pria. Airene pikir pria itu masih tertidur dan terbangun karna suara gemericik air


" Apa yang kau lakukan Irene! " Nada suaranya sedikit meninggi, dia kaget karna tak menemukan gadisnya saat terbangun dan malah melihatnya sedang berpakaian selesai membersihkan diri


Airene terkejut, saat pintu itu dibanting. Gadis itu tengah memakai gaun selesai mandi " Aku tidak... " belum selesai menjelaskan, Aldrich membawa tubuh itu dalam gendongannya dan menaruhnya di sisi ranjang


Pria itu menunduk mencoba mengontrol emosinya agar tak menakuti gadis dihadapannya, amarahnya muncul karna mengetahui gadis itu berjalan sendiri dengan kaki lemahnya. Dia takut terjadi sesuatu pada Airene


" Apa yang kau lakukan? " kali ini nada bicaranya sudah berubah tak seperti tadi, pria iktu berongkok sembari menatap Airene yang berada diatasnya


Aldrich menggenggam erat tangan gadisnya


Airene bingung dengan sikap pria itu, dia hanya pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya tak merasa melakukan sesuatu yang akan membuat pria itu marah seperti tadi sampai membanting pintu keras " Aku tidak melakukan apapun "


Hembusan nafas berat berganti dengan tatapan Aldrich yang menatap Airene lembut, membuat degup jantung gadis itu semakin berdetak kencang. Telapak tangan hangatnya yang mengantarkan aliran hangat membelai lembut punggung gadis itu. Sentuhan yang membuat dirinya rindu saat tinggal jauh sendirian, Airene memejamkan matanya saat tangan pria itu mengelus perutnya dan kembali membelai wajahnya


" Buka matamu " Suara serak khas pria itu terdengar, dengan pelan Airene menurutinya membuka mata itu dan menatap pria yang berada dibawahnya


" Kau tau, rasanya saat membuka mata dan tak melihat keberadaan mu? " Airene membalasnya dengan menggeleng, dia memang tak tau kenapa


Pria itu tiba tiba terbangun dan membanting pintu lalu membawa dirinya


" Suara sialan air itu menandakan kamu sedang berada didalamnya dan berjalan dengan kedua kaki lemah ini? " sorot mata itu masih lembut namun tersirat nada ketegasan


Aldrich tak suka ketika gadisnya malah memaksakan diri untuk berjalan dan tidak membangunkan dia yang jelas jelas berada di sisi Airene


" Dengarkan aku sayang "


" Jika butuh sesuatu, cukup bangunkan aku terlebih dahulu. Jangan sampai kamu terjatuh karna berjalan dengan kedua kaki lemah ini "


Gadis itu tak suka dengan kata kata yang Aldrich ucapkan, dia hanya tak mau mengganggu tidur lelap pria itu " Aku tidak mau mengganggu tidurmu " suaranya sedikit gemetar, dia takut Aldrich salah mengartikan tindakannya


Aldrich kembali mengelus elus perut gadis itu " Lebih baik aku tak tertidur daripada mengetahui kamu berjalan seperti tadi, lain kali. Aku harap kamu menurutinya, jangan sampai kamu terluka kembali "


" Manfaatkan aku sebanyak dan sesering mungkin, jangan pikirkan bagaimana perasaanku. Jika kamu membutuhkanku bahkan saat aku tengah meeting, aku tertidur atau aku berada jauh darimu. Cukup beritahu aku dan aku akan datang melakukan semuanya, jangan berpikir untuk melakukan hal ini lagi. Beritahu aku jika kamu membutuhkan sesuatu "


" Mengerti? "