As Long As I Got You

As Long As I Got You
Are you Crazy?



Nyonya dan Tuan besar Callisthenes datang dengan tergesa gesa. Mereka mendapatkan kabar dari Riel bahwa cucu kesayangan, cucu satu satunya mereka masuk rumah sakit dan tengah dirawat akibat keracunan seafood yang menyebabkan alerginya kambuh.


Siapa yang berani beraninya memberi cucu kesayangan mereka seafood?


" Sayaang " Suara nyonya Callisthenes tercekat ketika baru saja membuka pintu ruangan yang disebutkan Riel


Matanya membelalak karna terlihat cucunya yang sedang menangis kencang dengan jarum infus yang terlepas dari lengan kecilnya. Darah berceceran mengenai sprei kasur bahkan lantai diruangan itu


huaaaaa huaaaa


Cucunya itu berteriak sembari menangis ntah apa sebabnya. Terlihat juga anaknya yang sedang mendekap erat berusaha untuk menenangkan sikecil yang terus mengamuk dan meronta ronta minta dilepaskan


" Mommy... huaaa.. hikss. mo.. hiks mommmyyy !! " teriak anak itu sekencang kencangnya, anak itu sudah terbangun karna efek dari obatnya sudah habis. Seperti sebelumnya, saat baru saja membuka matanya. Hal pertama yang diucapkannya adalah ibu. Dia bertanya dimana ibunya? apakah sudah kembali? ketika mengetahui ibunya tak ada dan tak kembali. Anak itu menangis dan teriak dengan kencang


Infus yang mencap di lengannya pun dia tarik dengan paksa, menimbulkan luka menganga yang cukup dalam.


Aldrich terkejut ketika baru saja anaknya itu bangun tapi langsung menangis dengan kencang karna tak mendapati keberadaan gadis itu. Ya gadis itu tak kembali


Gadis itu sudah pergi akibat kebodohannya


Keadaan sikecil yang seperti ini pun itu karna kesalahannya, kesalahannya yang membiarkan wanita itu mendapat kesempatan untuk meracuni anaknya. Membiarkan emosi mengambil alih dirinya hingga melakukan tindakan yang tak bisa dimaafkan


Sekarang juga kesalahannya karna membiarkan sosok itu pergi hingga anaknya menangis dengan keras mencarinya


Alan bingung dengan situasi ini, dia ingin tau apa yang sebenarnya terjadi. Biasanya gadis itu selalu ada dimanapun cucunya berada, dia juga melihat dengan  mata kepalanya sendiri ketika cucunya mencari cari sosok itu dan melukai kakinya demi bertemu dengan sosok itu


Lalu kemana sosok itu? kemana gadis itu? kenapa dia tak melihatnya dimanapun? apa yang dilakukan gadis itu pada cucunya? Kenapa cucunya menangis dengan keras seperti ini


" Huaaaa... mom... hiksss.. kembalikann.. kembalikan mommy felix.. KEMBALIKAN !! "


Untuk pertama kalinya anak itu bersuara dengan lantang, wajahnya penuh dengan peluh yang bercampur dengan air mata. Lengannya bahkan masih mengeluarkan darah karna dia tak mau disentuh siapapun saat ini selain ibunya, dia ingin bertemu ibunya sekarang, kenapa ibunya tak datang dan kenapa ayahnya hanya diam saja tak mencari ibunya?


Dia ingin ibunya sekarang kenapa orang orang tak mengerti akan hal itu.


Dia hanya mau ibunya


Martha menutup mulutnya dengan lengan syok atas apa yang dilihatnya, dia syok melihat keadaan cucunya yang histeris dan tak mau didekati oleh siapa siapa. Riel yang berusaha mengobati lukanya pun dia tak mau, cucunya tidak mau didekati siapapun baik dirinya sebagai kakek dan nenek atau anaknya sebagai ayah dari cucunya itu


Tak ada jalan lain, jika keadaan terus seperti ini. Bukan kesembuhan yang didapatkan anak itu, tapi malah menambah penyakitnya dengan luka luka yang dia sebabkan sendiri


Anak itu memukul mukul kepalanya, bahkan menarik narik rambutnya hingga beberapa helai, tidak banyak helaian rambut yang tercabut dari kulit kepalanya. Anak itu berusaha melukai dirinya


Dia melampiaskan kekesalannya dengan menyakiti dirinya sendiri


syutttt


Riel sudah menyiapkan obat penenang, walaupun dosisnya rendah untuk anak anak tetap saja jika memakainya terus menerus itu tak baik untuk kesehatan anak itu. Tak ada pilihan lain, jadi dia melakukannya. Biar nanti temannya itu marah padanya, sekarang dia harus menyelamatkan sikecil terlebih dahulu


" Apa yang kau lakukan ha? " Aldrich berteriak ketika melihat Riel menyuntikan sesuatu pada anaknya


Dan seketika


Anak itu melemas, suaranya berangsur hilang dan jatuh tertidur seketika


Riel memandang kesal pada temannya, jika dia punya pilihan lain dia pun tak mau melakukan ini. Dia tak mau menyuntikan obat itu terus menerus pada sikecil


" Lalu apa? apa yang akan kau lakukan? terus melihat anakmu mengamuk dan melukai dirinya sendiri? atau terus berteriak meraung dengan keras? apa yang akan kau lakukan haa?!! Sialan, aku juga tak ingin melakukannya damn " Riel terlihat marah, dia marah karna kebodohan temannya itu. Dia tak memikirkan bagaimana perasaan sikecil jika gadis itu pergi, dia juga sudah melanggar kode etik sebagai dokter yang sedang bertugas di rumah sakit yaitu berkata dan mengumpat kasar.


" Apa.. apa yang terjadi pada cucuku? " Martha melangkah mendekati cucunya yang sudah terlelap tenang diatas ranjang, pertama kalinya dia melihat felix seperti itu


Felix bukan anak yang selalu menangis jika tak mendapatkan apa yang dia mau, dia bukan anak seperti itu. Anak ini terkadang ceria lalu seketika diam sama seperti anaknya Aldrich dulu. Felix anak periang ceria, dia bukan anak yang akan menyakiti dirinya sendiri seperti tadi. Umurnya bahkan masih kecil, kenapa cucunya itu bisa menyakiti dirinya sendiri?


Aldrich terdiam, dia tak bisa mengatakan apapun untuk membalas Riel. Dia juga tak bisa menjelaskan situasi ini pada kedua orang tuanya


" Wanita itu datang dan memberikan kotak bekal berisikan udang dan cumi " Dave yang sedari tadi diam di sofa berdiri dan mendekat kepada kedua orangtua temannya. Dia ada disaat kejadian itu


Martha dan Alan melihat kearah Dave yang sedang mendekati mereka " Wanita itu memberikannya saat Aldrich lengah, lalu ketika felix memakannya dan keracunan. Aldrich menyalahkan Airene yang jelas jelas berada diluar ruangan dan baru mendekat ketika mendengar tangisan sikecil "


Alan memandang tak suka pada anaknya, sejak kapan dia punya anak sebodoh ini " Apa benar yang dikatakannya? Aldrich? " Auranya semakin mencekam ketika kepala keluarga Callisthenes yang bertanya


" Ya " Aldrich mengakui kesalahan itu tanpa memperdulikan aura intimidasi dari ayahnya


" Lalu kemana gadis itu? kenapa dia tak disini? "


Dave tak berani berucap, kejadian itu hanya boleh diucapkan oleh si pelaku langsung. Dia tak mau mengucapkannya duluan sebelum Aldrich yang berkata


" Dia pergi " ujar Aldrich tak mau melihat tatapan ayahnya


Alan menaikan satu alisnya tak mengerti " Pergi? kenapa gadis itu pergi disaat felix seperti ini? " pikiran buruk tentang gadis itu menghinggapi benak Alan, apa gadis itu sama seperti wanita itu? apa dia  hanya mengingin kan harta dan kekuasaan anaknya? Apa dia gadis yang sama?


Martha juga berpikiran sama seperti suaminya, dia mengira gadis itu pergi karna sudah mendapatkan apa yang dia mau dan tak ingin repot repot lagi mengurus sikecil yang apalagi sedang sakit seperti ini


" Aku menamparnya "


" Apa? "


" Aku menamparnya dan menyalahkannya "


Aldrich berkata jujur pada kedua orang tuanya, dia tak mau menyembunyikan fakta akibat kebodohannyaa


Martha memandang tak percaya pada anaknya, bagaimana bisa anaknya itu melukai seorang gadis yang tak tau apa apa? " Kau melakukannya? " dengan suara gemetar martha bertanya, dia kecewa dengan anaknya


Bukan gadis itu yang meninggalkan sikecil, tapi anaknya lah yang dengan cerobohnya membuat gadis itu pergi


plakkk


Alan menampar anaknya dengan keras, mau bagaimanapun seorang wanita. Dia tak pernah mengajari anaknya untuk bertindak cerobah tanpa bertanya terlebih dahulu tentang fakta yang sebenarnya terjadi. Anaknya itu sudah melebihi batas


" Apa kau sudah gila? kau kehilangan akal sehat mu? "


" Kau tau apa kesalahan mu? pernah aku mengajarimu untuk melakukan tindakan bodoh seperti itu? "


" Tidak " Aldrich menerimanya, dia pantas mendapatkan tamparan itu


" Menamparnya tanpa bertanya lebih dahulu? mengapa kau masih menerima wanita itu? kau tau jika wanita itu tak benar dan sedang merencanakan sesuatu. Dengan bodohnya kau membiarkan wanita itu masuk dan menyalahkan gadis yang tak tau apa apa? "


Martha menangis, dia sangat kecewa. Gadis itu, gadis baik dia tau karna feelingnya yang kuat terhadapnya " Ibu kecewa padamu "


Aldrich diam karna memang ini keselahannya, dia yang bersalah


" Lalu apa sekarang? kau ingin felix terus terusan di suntik oleh obat itu? kau ingin felix pergi secara perlahan? kau yang lebih tau bagaimana jika gadis itu tak ada tapi malah kau sendiri yang mengusirnya dari sini "


" Bodoh, aku tak ingat jika anakku bodoh " cemoohan terus terlontar dari bibir Alan, dia harus mendidik anaknya sekali lagi


Martha menggenggam lengan kecil cucunya, Riel sudah mengobati lukanya dan kembali memasang infus karna anak itu menolak untuk makan ataupun minum " Apa yang akan terjadi padanya jika Airene tak kembali? "


Apa cucunya akan terus menolak makan dan terus menerima suntikan penenang itu?


" Aku akan mencarinya "


" Aku akan mencarinya dan membawanya kembali kesini "