
" Felix bisa sendiri mommy "
" Miss biar saya bawakan ke kamar saja sarapannya "
" Sayang, ingat jangan terlalu banyak melakukan aktivitas oke? "
Dan hal hal lainnya yang membuat gadis itu kesal, dia cuma hamil bukan lumpuh. Dia bisa makan bersama dibawah seperti biasanya, dia juga bisa menyiapkan sarapan untuk sikecil sebelum ikut pergi bersama neneknya. Menyiapkan pakaian prianya juga sangat mudah, itu semua tidak membebaninya sama sekali
Dokter Risa berkata untuk sedikit berhati hati di umur kehamilan 7 bulan seperti saat ini, dokter wanita itu berkata karna beban di perut sebarnya agar sebaiknya berjalan jalan disekitaran rumah saja tak pergi jauh. Lalu juga jika merasa nyeri nyeri diperutnya agar langsung diperiksa oleh dokter
Ya mengandung bayi kembar memiliki resikonya tersendiri, terkadang mereka dilahirkan sebelum waktunya. Terkadang juga siibu merasakan kontraksi kontraksi palsu yang jauh lebih sakit dari pada yang seharusnya, itu kenapa Dokter Risa berkata agar berhati hati
Airene tak merasa ada yang berbeda dari tubuhnya setelah menginjak 7 bulan kehamilannya, gadis itu hanya merasa lebih sering mengantuk dan tertidur lalu moodnya juga tak separah saat awal hamil muda. Berbeda pokoknya sekarang jauh lebih baik sepetinya
Aldrich sudah pergi bekerja bersama yang lainnya, sikecil juga dijemput oleh neneknya karna akan membawanya kesuatu acara. Tersisa Airene saja, tidak sendiri lebih tepatnya ada bodyguard dan maid yang menemaninya
Tapi tetap saja bosan rasanya
Dia terus menerus didalam rumah, tidak boleh melakukan apapun selain tidur. Manusia mana yang tidak merasa bosan jika kegiatannya itu dan itu saja? ketika gadis itu ingin membuat sesuatu didapur, pasti kepala maid mencegahnya dan mengajukan diri untuk membuatnya. Lalu ketika berjalan jalan disekitaran taman di belakang rumah, John dan maid akan memintanya masuk kedalam dan beristirahat
huftttt
Rasanya sangat bosan, dia ingin pergi jalan jalan kemanapun itu. Seperti pantai mungkin? atau pegunungan seperti tempatnya kabur waktu itu? kemana saja asal tak berdiam diri dirumah
Aldrich masih takut untuk mengijinkan gadisnya keluar rumah seperti waktu itu, dia mencoba memberi pengertian pada gadis nya bahwa diluar tidak aman tidak baik baik saja dan lebih baik untuk berdiam diri dirumah. Segala fasilitas yang diperlukan gadis nya sudah ia siapkan, semua hal
" Tetap diam dirumah sampai aku kembali oke? " ujarnya sebelum pergi bekerja, sebenarnya keadaan sudah baik baik saja sejak peristiwa berdarah kemarin
Pria dan wanita itu sudah tewas, sebagian besar anak buahnya pun ikut tewas atau yang masih hidup sudah diamankan pihak kepolisian. Seharusnya tak ada lagi yang membuatnya khawatir, semua sudah selesai. Gadis nya bisa pergi dengan bebas karna semuanya sudah berakhir
Pikirnya
Jauh di satu sisi, Luke sedang menyiapkan sebuah strategi untuk menyerang keluarga Callisthenes. Dia berencana untuk membalaskan dendam karena tewasnya kakak kembar dan kakak iparnya. Pria muda itu menabur kebencian disana dan disini, membuat rumor tidak benar tentang keluarga itu
Dari si anak tunggal sukses yang mempunyai anak haram, lalu sekarang pria itu juga mempunyai gadis yang sedang mengandung di luar pernikahan. Money laundry, atau menyabotase pasokan senjata kepada organisasi organisasi langganan pria itu
Luke juga membujuk mereka untuk memesan ke sebuah organisasi kenalannya dengan harga lebih murah dan lebih cepat sampai tak perlu bernegosiasi. Dia juga mengiming imingi sebuah bonus besar seperti obat obatan, wanita atau apa saja yang bisa merebut pelanggan pria itu. Luke akan melakukan apa saja sampai dendamnya terbalaskan
James berkata bahwa mereka mengalami penurunan pesanan senjata dari pada klient kepada atasannya, dia juga menjelaskan hanya ada sedikit pesanan dari klien di luar negri
Sebenarnya bisnis ini hanya bisnis sampingan dari sekian banyak bisnis yang dijalanin oleh keluarga Callisthenes. Apalagi bisnis senjata ke organisasi organisasi bawah seperti ini, Aldrich yang mengetahuinya nampak acuh tak acuh. Dia merasa biasa saja dengan penurunan itu, wajar jika ada penurunan karna ekonomi saat ini sedang tak begitu baik
Organisasi kecil pun sulit berkembang, jika harus memesan senjatanya yang terbilang mahal dan canggih. Mungkin mereka sedikit kesulitan maka dari itu banyak dari klient yang berhenti memesan. Tak masalah, penurunan ini tak berarti apa apa baginya. Dia masih punya banyak pemasukan dari bisnis lain, seperti perusahaan saat ini, saham dirumah sakit Riel, lalu pusat keamanan yang dipimpin Xavier, properti yang tersebar banyak di berabagi negara
Kehilangan satu sumber uang tak akan membuatnya bangkrut, dia bisa menjual sisa senjata yang ada digudang ke pada perusahaan perusahaan jasa keamanan. Lagipula dia juga bisa memakai itu untuk kebutuhan pribadi para bodyguardnya tak ada yang rugi disini
Namun James merasa tak enak karna semua urusan klient pemesanan adalah urusannya
" Maaf jika sudah mengecewakanmu sir "
Aldrich yang sedang membaca sebuah dokumen melirik kearahnya " Tidak kau tidak mengecewakanku " Aldrich tau betapa keras dan setianya pria itu mengabdi kepadanya
" Aku tidak bisa mengembangkan jumlah pesanan sir "
" Tidak, jangan hiraukan hal itu. Fokus pada pembangunan proyek saat ini saja "
Jam sudah menunjukan pukul 5 sore, waktunya mereka untuk pulang dan beristirahat seperti Aldrich juga yang sedang terburu buru karena baru saja John berkata gadisnya tak ada dan menghilang, para maid sedang berusaha mencarinya tapi sudah satu jam mencari mereka tak menemukan keberadaan Airene
" Irene... Irenee... " Aldrich berteriak mencari keberadaan gadis itu
Baru saja mobil memasuki pekarangan rumah menuju pintu utama, pria itu sudah turun untuk mencari gadisnya di sekitaran pavilluan belakang rumah. Langkahnya tergesa gesa, James mengecek semua sudut camera cctv yang mengarah keluar rumah. Mereka tak menemukan jejak gadis itu yang keluar dari rumah ini, tak ada orang juga yang masuk selain maid dan bodyguard
" Cctv tidak menunjukan apapun sir "
Aldrich melanjutkan pencariannya keseluruh penjuru rumah, dia mencari kesetiap sudut yang memungkinkan didatangi oleh gadisnya. Maid berkata, mereka sudah mengecek setiap ruangan. Baik kamar atau ruangan lain tapi masih tidak menemukannya
" Maafkan kesalahan kami sir " John menunduk merasa bersalah, dia ditugaskan untuk menjaga nyonyanya tapi akibat keteledorannya sekarang nyonya mereka menghilang
Aldrich tidak menanggapi hal itu
Jika James berkata gadisnya tak terlihat keluar dari rumah, berarti dia pasti berada di salah satu ruangan yang ada dirumahnya. Perkiraannya seperti itu
duggkkk dugkkkk
Langkah kaki berat mengitari seluruh ruangan yang ada, pria itu bahkan sampai mengecek kedalam kamar teman temannya guna menemukan keberadaan gadis nya lalu dia mengingat sesuatu
Sedikit berlari dari lantai atas menuju lantai dasar dimana Aldrich melangkah kearah sudut paling belakang setelah ruang keluarga yaitu ruang baca. Dia pernah memberitahukan kepada gadisnya bahwa ada ruang bawah tanah yang bisa dipakai bersantai
Dan benar saja, saat Aldrich melangkah kedalam ruang bawah tanah itu. Dia melihat gadisnya sedang tertidur dengan tumpukan buku buku mengelilinginya. Gadis itu tertidur setelah membaca sebuah novel yang masih berada di gengamannya
Aldrich bernapas lega, ketika tau gadisnya hilang rasanya jantung ini berdetak kencang
Dia takut terjadi sesuatu pada gadisnya
" Sayang " pria itu mendekat Airene yang masih terlelap dengan mengusap usap wajahnya
nghhhnghhh
Gadis itu merasa terganggu dalam tidurnya, ada orang yang sedang mengusap wajahnya jadi dia terbangun. Airene mengedik ngedikkan matanya mencoba melihat siapa yang mengganggu tidurnya
yang ternyata itu prianya
Aldrich sedang memandang dirinya
" Kenapa kamu berada disini mhh? kau tau semua orang sedang mencari dirimu "
Airene merasa bingung, kenapa dicari? diakan tak pergi kemanapun " Aku? aku sedang membaca disini "
" hahhh... lain kali beritahu maid jika kamu mau kemari ya? kakimu tidak sakit menuruni tangga sebanyak itu? " namanya juga ruang bawah tanah, berarti mereka harus menuruni tangga untuk mencapainya
" Sakit, maka dari itu aku malas kembali kekemar dan tidur disini "
" Yasudah, biar aku pijat yah setelah kita dikamar tentunya "
Walau bobot gadis itu sudah banyak bertambah dan berubah, pria itu tetap menggendong gadisnya seperti biasa menuju kamar mereka. Kekhawatirannya hilang begitu saja ketika melihat Airene baik baik saja
.