
Jadi bagaimana mengurus tiga anak sendirian? tidak sendirian lebih tepatnya ada seseorang yang membantunya tapi untuk keseluruhan Airene lah yang melakukannya. Kepala maid hanya akan datang jika dia benar benar sudah kesulitan dalam menangani sikembar, karena tentu wanita itu mempunyai tugas lain selain membantunya menjaga sikembar
Lalu bagaimana Aldrich? apakah dia membantu Airene untuk menjaga ketiga anaknya?
Jawabannya tidak
Setelah pria itu mengungkapkan kalau terjadi masalah di perusahaan dan usaha lainnya. Aldrich seakan menghilang dari dunia gadis itu dan anak anaknya, pria itu lebih sering pulang malam ketika semuanya sudah tidur dan kembali menghilang di esok harinya ketika gadis itu terbangun
Airene hanya melihat suaminya saat mau tidur saja
Gadis itu ingin bertanya apa yang terjadi sebenarnya, kenapa Aldrich begitu sangat sibuk sampai pernah Felix menangis karena rindu pada ayahnya yang tak kunjung ia lihat. Dan dia juga butuh sosok pria itu, dia butuh support dan penopang dirinya yang sekarang sudah sedikit lelah dengan semua rutinitas ini
Kata orang orang, seorang ibu bisa terkena baby blues dan banyak alasan untuk hal itu terjadi
Ketika siibu terlalu lelah dengan rutinitasnya sebagai seorang ibu baru, belum lagi Airene memiliki dua bayi sekaligus yang berarti gadis itu harus melakukan semuanya sebanyak 2x
Mulai dari menyusui kedua bayinya secara bergantian sampai dua duanya merasa kenyang dan tertidur kembali, lalu memandikan mereka dan menidurkan kembali. Berganti pada Felix, dia harus menyiapkan semua keperluan anak itu lalu menyiapkan bekal untuk dia bawa kesekolah nanti. Untung ada Josh yang selalu mengantar anak itu setelah Aldrich berhenti mengantarnya
Apa yang akan terjadi setelah ini?
Ntahlah Airene tak ingin tau, dia sudah terlalu lelah dengan rutinitasnya
Dan
Suatu malam, gadis itu bertemu dengan suaminya yang pulang larut malam dan bau alkhol tercium kuat dari tubuhnya. Airene yang sedang mengambil minum karna tiba tiba merasa haus di tidurnya pun terkejut. Setelah beberapa minggu tak bertemu dengan pria itu secara langsung, sekarang gadis itu melihat suaminya dalam keadaan yang kacau
Bajunya sudah tak rapih lagi dimana pria itu sangat membenci jika jasnya kusut atau tak rapih
" Kau baik baik saja Al? " Airene membawa segelas air putih untuk pria itu
Namun
prankkkk
Gelas yang baru saja dibawa gadis itu terlempar pecah dan pecahan kacanya melukai lengan gadis itu
aww
" Tutup mulutmu dan jangan ganggu aku " Aldrich langsung pergi dengan raut marah meninggalkan gadisnya yang tengah terluka sendirian
Darah mengucur dari pecahan gelas yang masih menancap di lengannya, Airene terdiam membeku. Apa salahnya? apa dia membuat pria itu kesal sampai sampai dengan berani pria itu melemparkan gelas kearahnya?
" Ya ampun miss, apa yang terjadi? kenapa lengan anda terluka seperti ini " kepala pelayan terbangun karna mendengar suara pecahan, dia takut jika ada seseorang yang menyelinap kedalam rumah
Tapi yang dilihat malah nyonyanya terdiam di tengah gelapnya ruangan dengan pecahan gelas berserakan di bawah kakinya
" Biarkan saya mengobati anda miss " dengan cekatan kepala pelayan membawa kotak p3k yang berada di daerah dapur, biasanya tuan Riel yang akan mengobati orang orang jika sedang terluka. Berhubung pria itu tak ada, jadi kepala pelayan berinisiatif mengobatinya sendiri
Lukanya tidak besar tidak juga kecil
Namun cukup membuat gadis itu kesakitan
" Terimakasih sudah mengobatiku " ujarnya sedikit tersenyum melihat lengannya yang baru selesai di perban oleh wanita di hadapannya
" Apa yang terjadi miss? kenapa tangan anda bisa terluka seperti ini? " kepala pelayan muncul ketika Aldrich sudah pergi ke lantai atas, jadi dia tak melihatnya
Airene menggelengkan kepala " Tak apa, tanganku sedikit gemetar jadi gelasnya jatuh. Maaf membuat mu terbangun yaa "
" Biar saya yang bereskan saja, miss silahkan kembali ke kamar dan istirahat"
Gadis itu menurut dan kembali ke kamarnya setelah meminta maaf karna membuat kepala pelayan membereskan kekacauannya. Didalam kamar itu, sudah ada Aldrich yang sedang tertidur tanpa mengganti bajunya dan membuka sepatu
Airene menatap lekat pria itu, dia takut untuk bertanya. Dia juga takut jika harus berduaan dengan pria itu didalam kamar ini bersama kedua anaknya. Gadis itu takut jika Aldrich terbangun dan kembali menyakitinya atau sikecil
Setidaknya kedua anaknya Archer dan Ardern baik baik saja
Gadis itu dengan perlahan membawa anaknya satu persatu, pertama si kaka dan terakhir si kecil lalu membawa selimut kesukaan mereka di kamar tamu itu
Semoga esok akan baik baik saja
Lukanya mulai terasa sakit dan gadis itu menahannya sampai jatuh tertidur
hoekkk hokekkkk
Mata gadis itu terbuka kaget mendengar tangisan anaknya, jam sudah menunjukan pukul 7 pagi. Wajar jika anaknya terbangun, sudah waktunya mereka minum susu dan gadis itu yang terlambat untuk bangun. Pasti si kecil Felix sudah pergi kesekolah pikirnya
Dengan terburu buru, gadis itu menyusui kedua anaknya secara bergantian. Dia ingin memandikan keduanya tapi baru teringat jika semua keperluan bayinya ada dikamar itu. Kamar ia dan Aldrich, mau tak mau gadis itu harus mengambilnya
Airene melangkah keluar kamar tamu setelah memastikan guling dan bantal mengelilingi kedua anaknya. Gadis itu berjalan ke arah kamarnya untuk mengambil keperluan Archer dan Ardern
degg
Gadis itu melihat sosok pria yang tengah duduk di sisi ranjang dengan raut wajah yang seakan menahan amarah
" Darimana saja kau? " nada marah terdengar dari ucapannya
Memang Aldrich sedang marah ketika ia terbangun dan tak mendapati istri dan kedua anaknya. Dia takut jika Airene kembali di culik, mencarinya kesana kesini sampai pria itu melihat satu ruangan yang belum dia cek. Ruangan itu adalah kamar bagi tamu, Aldrich membuka pintunya dan benar. Gadis itu ada bersama kedua anaknya
Kenapa dia harus menempati kamar tamu ini? apa yang sudah terjadi? Aldrich akui beberapa minggu lalu waktunya tersita untuk mengurusi perusahaan dan bisnis undergroundnya. Dia jadi tak bisa memperhatikan perkembangan kedua anaknya dan tak bisa membantu mengurus keduanya bersama Airene
Apa gadis itu marah akan hal itu?
Bukan maunya jika semua jadi kacau seperti ini dan hanya dia yang bisa menyelesaikan semua
" Tak bisa menjawabku? kau akan terus diam seperti itu? " Aldrich kembali marah untuk alasan yang tidak jelas. Harusnya Airene yang marah saat ini, tangannya terluka karna pria itu lalu hati nya. Hatinya juga terluka mendapat perlakuan seperti itu
Tanpa memperdulikan ucapan pria itu, Airene dengan santai mengambil baju, alat mandi daj handuk untuk memandikan kedua bayinya. Tak ada waktu untuk meladeni pria yang datang kerumah dengan keadaan mabuk parah dan marah marah tak jelas seperti ini
Pandangan Aldrich jatuh pada lengan gadisnya yang diperban
" Kenapa dengan lenganmu? apa kamu terluka? " sekarang nada pria itu berubah menjadi khawatir
Dia mengkhawatirkan luka yang dibuat oleh dirinya sendiri, aneh memang
" Tanyakan pada dirimu sendiri " setelah mengatakan hal itu Airene berjalan keluar meninggalkan prianya yang terus menerus bertanya apa yang sudah terjadi
Otak pintar suaminya belum kembali normal sepertinya
Airene melangkah keluar dari kamar itu dan segera memandikan kedua anaknya
Tersisa Aldrich yang tengah bertanya tanya apa yang sudah terjadi, apa dia membuat kesalahan? apa yang sudah dia perbuat? kepalanya mendadak sakit
Diambilnya Handphone untuk menghubungi seseorang " Siapkan semua rekaman cctv dirumah " pria itu penasaran apa yang sudah terjadi, diingatannya hanya ia pulang setelah minum dengan Dave lalu langsung tertidur dan bangun di pagi hari tanpa gadis dan anaknya
James mengetuk pintu sekali lalu masuk kedalamnya membawa sebuah tablet yang memperlihatkan semua sudut camera. Aldrich melihatnya satu persatu dari waktu tadi malam dia pulang kerumah ini
Dan
Pandangannya membelalak ketika dia melihat dengan mata kepalanya sendiri, dirinya sedang melemparkan sebuah gelas pada gadisnya dan membuat lengan gadis itu terluka. Disisi bawah tablet terdapat waktu jam itu semua terjadi
Ternyata dia sendiri yang menyebabkan luka itu, bodohnya dia membiarkan minuman laknat menguasai dirinya
.