
Pagi menjelang, hujan pun sudah reda. Udara sangat dingin sekarang karna sisa hujan semalam, pepohonan diluar sanapun masih menyimpan bulir bulir air hujan yang jatuh.
Walaupun malam sudah terlewati, perasaan gadis itu masih sama. Perutnya masih terasa sakit, semalaman juga dirinya terus bolak balik ke kamar mandi untuk memuntah kan sesuatu tapi tidak ada yang keluar masih sama hanya cairan bening yang ia muntahkan
Kepalanya terasa pusing tapi dia bisa menahannya, hari ini dia harus keluar untuk membeli bahan makanan dan mungkin ke klinik jika memungkinkan
Airene memaksa tubuhnya untuk bangun, tidurnya tak nyenyak karna harus bolak balik kekamar mandi. Cuaca sangat dingin diluar sana jadi dirinya memutuskan untuk mencuci muka saja dan segera memakai sweater dan mantel. Dia juga harus menghubungi orang yang bisa membetulkan pemanasan ruangan, pemanas ruangan di ruang tamu sepertinya rusak.
Rumah ini sudah memakai teknologi terbaru untuk kunci pintunya. Jadi dia hanya harus menempelkan jari telunjuk dan kunci rumahnya akan mendeteksi sidik jari yang sudah dia setting dengan sidik jari miliknya kemarin.
Di ingat ingat lagi kemarin dia belum sempat melihat lihat sekitaran desa ini karna hujan yang lebat dan kedatangannya pada malam hari. Sekarang dia baru melihat jika desa ini tak buruk juga untuk dirinya walaupun terpencil tapi cukup banyak orang yang menempatinya. Toko toko juga berjejer sepanjang jalan utama, gang menuju rumah Airene aga sedikit menanjak jadi jika dia mau menuju jalan utama. Dia harus berjalan turun kebawah mengikuti gang itu
Tujuan pertamanya ke minimarket untuk memenuhi lemari pendinginnya, tapi disini juga tersedia toko toko khusus aneka sayuran, daging segar bahkan bunga bunga indah pun menghiasi toko sepanjang jalan. Dilihat minimarket hanya menyediakan beberapa makanan instan dan tak ada bahan segar didalamnya, jadi Airene memutuskan untuk membeli mie instan, susu kotak, air mineral dan makanan kaleng
" Orang baru disini yah? " Seorang bibi penjual daging bertanya pada gadis itu sesaat dia menghampiri tokonya
Gadis itu tersenyum " Ya, aku baru saja tinggal di ujung gang sebelah sana " Airene menunjukan gang rumahnya yang memang terlihat dari toko bibi itu
Bibi itu memotong daging segar sesuai dengan permintaan pembeli, Airene meminta untuk dipotong menjadi slice slice kecil saja " Sedang berlibur? bukankah ini desa yang indah? " bertanya ramah pada Airene
Memang benar ini desa yang indah, hanya udara dan badainya saja yang gadis itu tak suka " Ya ini desa yang indah "
" Ini daging mu, sering sering lah kemari dan aku akan memberikan diskon untuk gadis secantik dirimu "
Ucapan bibi itu membuat Airene tertawa, bagaimana bisa bibi itu berkata dirinya cantik dengan keadaan yang seperti ini? wajahnya terlihat seperti mayat hidup saat mencuci muka pagi tadi
" Terimakasih mau memberi ku diskon bi " Airene mengulurkan lengannya menerima bungkusan daging itu dan memasukannya ke kantung kain yang dia beli tadi di minimarket
" Wajahmu sedikit pucat, udara disini sangat dingin bukan? selalu nyalakan perapian mu menjelang malam. Jika butuh seorang dokter, kau bisa berjalan sedikit kedepan jalan ini. Ada sebuah klinik kecil disamping toko buku " bibi itu memprlihatkan wajah khawatirnya, memang desa nya indah tapi tak semua turis yang mengunjungi desa ini kuat dengan udaranya yang dingin
" Baiklah terimakasih sarannya bi, aku akan mengunjungi klinik habis berbelanja "
Gadis itu lalu membeli sayuran disebelah toko daging, hanya sayur sayuran yang dia inginkan saja. Dia tak mau membeli banyak karna sayuran busuk lebih cepat, jadi lebih baik jika sudah habis gadis itu akan kembali kesini dan membeli sayurannya lagi. Tak lupa sebelum kembali kerumah, dia membeli buah mangga manis
Ntah kenapa ketika melewati toko yang menjual itu, dia mengingikannya padahal gadis itu tak terlalu suka dengan mangga tapi sekarang dia malah mau memakan buah itu
Karna belanjaannya yang lumayan banyak, dia juga membeli selimut tebal. Tak mungkin jika membawa semua barangnya ikut ke klinik itu, dia harus menyimpan barangnya dahulu dirumah lalu kembali berjalan ke klinik yang tadi diberitahukan oleh bibi tukang daging.
hahhhh
Baru berjalan sebentar saja nafasnya sudah tercekat, dia kehabisan nafas ketika berjalan menuju rumahnya yang sedikit menanjak. Tak biasanya dia kelelahan seperti ini, jalannya tak begitu menanjak tapi nafasnya sudah habis dan terasa berat ketika mengambil nafas dalam dalam. Beberapa kali langkahnya terhenti, gadis itu beristirahat sebentar ketika dia tak sanggup lagi untuk mengambil nafas dalam
Ada apa dengan ku?
Gadis itu menanyakan tentang kondisinya didalam hati, sedari kemarin gejala yang dia rasakan terasa sangat menyakitkan. Apa benar dia diserang penyakit yang berbahaya? berjalan sebentar saja peluh sudah memenuhi dahinya, nafasnya juga tercekat. Airene harus segera memeriksakan dirinya ke klinik itu, pasti ada yang salah dengan dirinya
Sesampai dirumah, gadis itu menyimpan belanjaan makan terlebih dahulu kedapur. Dia akan membereskannya nanti jika sudah pulang dari klinik, lalu selimut baru yang dia beli ditinggalkan begitu saja diruang tamu. Airene tak mau menunggu lagi, dia harus segera menuju klinik sebelum keadaannya semakin parah
Jalan menanjak dan menurun tentu saja berbeda, jalan menanjak lebih berefek banyak pada gadis itu dibanding jalan menurun. Jika jalan menurun dia hanya harus berpegangan pada sisi sisi dinding rumah yang ada sepanjang gang ini
Sesuai intruksi yang diberikan, Airene berjalan melewati toko daging itu untuk menuju jalan depan yang diberi tau bibi. Mungkin butuh waktu 5 menit dengan berjalan sudah sampai ditujuannya, klinik itu berada di sisi kanan dari toko buku yang lumayan besar. Ada juga beberapa cafe dan toko toko yang belum gadis itu tau
Terdapat pemberitahuan di depan pintu klinik itu, bahwa jam buka dan jam tutup berubah ubah seiring ketersediaan dokter yang ada. Hanya ada 2 dokter saja diklinik ini karna hanya sebuah klinik kecil
Airene mendorong pintu itu, dan melangkah masuk menuju bagian pendaftaran. Klinik nya lumayan besar juga jika sudah memasukinya
" Ada yang bisa kami bantu miss " Seorang wanita muda menyambutnya ketika sampai dibagian pendaftaran
" Aku ingin daftar untuk pemeriksaan apa bisa? "
Wanita dibagian pendaftaran itu menyodorkan selembar kertas didepannya, " Bisa miss, tapi anda harus mengisi formulir pendaftaran pasien baru terlebih dahulu " Wanita yang diketahui juga seorang perawat membimbingnya mengisi formulir itu
" Tunggu dibangku depan ruangan itu miss, kami akan memanggil anda jika sudah gilirannya "
" Terimakasih " Airene berjalan menuju bangku yang ditunjuk, hanya ada 2 orang yang sedang menunggu didepan ruangan yang sama dengan dirinya. Seorang ibu dan anak kecil dipangkuannya
" Miss Airene, silahkan masuk " akhirnya perawat itu memanggil namanya
Airene bangkit dan mengikuti perawat itu yang memasuki ruangan, bau bau obat menyeruak kedalam hidungnya ketika baru saja masuk keruangan itu. Ada seorang pria yang kelihatannya sudah berumur duduk dengan memakai jas putih khas seorang dokter
" Selamat datang miss Airene, apa keluhan anda? " Dokter itu bertanya ketika dia duduk dihadapannya
Airene mencoba mengingat ingat semua keluhannya belakangan ini " Aku merasa mudah lelah dok, lalu belakangan ini aku juga sering merasa mual hebat hingga memuntahkan sesuatu yang hanya cairan bening saja "
Dokter didepannya menulis dan mempelajari semua keluhan yang sedang dibicarakan pasiennya " Kepalaku terasa berat dan sakit, tapi perutku lebih sakit belakangan ini "
Dokter didepannya berhenti mencatat ketika gadis itu mengatakan kalimat terakhir
" Perut mu terasa sakit? sudah berapa lama? seperti apa rasanya "
" Mungkin seminggu kebelakang, pada awalnya hanya nyeri nyeri biasa namun semakin lama semakin sakit rasanya seperti diterlilit atau terkadang seperti ditusuk sesuatu " Dokter itu mengangguk ngangguk dan berdiri menuju ranjang pemeriksaan
" Silahkan berbaring miss "
Airene menuruti dokter itu dan berbaring diranjang dibantu oleh seorang perawat wanita, dokter mulai memeriksa keadaanya. Dimulai dari memeriksa tekanan darah, denyut nadi dan terakhir perutnya. Dokter itu mengarahkan stetoskopnya ke perut Airene
" Maaf miss "
Stetoskop itu terasa dingin ketika menyentuh perut bagian atasnya, dokter didepannya terlihat memeriksa dengan sangat teliti karna terus menerus berpindah tempat sampai dia yakin dan menemukan jawabannya
" Jika diperbolehkan, sebaiknya miss melakukan usg untuk mendapat hasil yang pasti "
Airene sedikit takut mendengar itu, dia takut mengetahui penyakitnya. Tapi gadis itu harus melakukannya agar dia tau secara pasti tentang penyebab rasa sakit yang dia rasa selama ini
" Bolek dokter, lakukan saja " Setelah mendapat persetujuan dari pasiennya, dokter meminta perawat untuk membawa kan alat usg.
Alat nya sudah datang, dokter mengoleskan sebuah gel keatas perut gadis itu dan mulai memeriksanya secara seksama. Airene tak mengerti karna yang terlihat di layar alat itu hanya gambar gambar kehitaman tak jelas, setelah beberapa lama mencari sesuatu. Dokter itu berhenti diobjek yang terlihat seperti sebuah benjolan bulat hitam
" Saya akan menjelaskannya, silahkan miss lihat dilayar " Airene mengikuti intruksi dokter itu dan melihat layar tepat diobjek yang bergerak gerak itu
" Miss lihat, gumpalan bulat dua buah ini adalah sebuah janin. Anda sedang mengandung selamat miss "
degg
Mengandung? dirinya sedang mengandung? lalu dua buah, maksudnya dia akan mempunyai anak kembar?
" Dua buah janin ini berarti anda sedang mengandung anak kembar miss, mereka baik baik saja namun sedikit kecil dan lemah. Keadaan anda tidak begitu bagus karna mengalami gejala awal kehamilan yang cukup parah "
" Saya akan menjelaskannya kembali setelah mencetak ini ini miss "
Dokter itu mencetak beberapa bagian dari janinnya dan menjelaskannya kembali setelah mereka duduk dimeja kerjanya " Seperti yang tadi saya katakan, gejala awal kehamilan memang berbeda beda tergantung orangnya. Ada yang mengalami muntah hebat di trisemster awal, tapi membaik ketika di bulan selanjutnya. Ada juga yang tak mengalami apapun, sebagian bahkan hanya mengidam dan tak mengalami gejala awal kehamilan seperti yang anda rasakan "
" Mual, sesak, kepala terasa sakit dan lemas adalah gejala awal yang sedang anda alami, itu terbilang wajar jika gejalanya tak parah. Tapi ketika memeriksa tekanan darah, anda mempunyai tekanan darah yang sangat rendah. Itu tak baik untuk janin anda. "
Airene masih tak percaya jika dirinya mengandung, terakhir kali dirinya melakukan dengan pria itu adalah 6 hari lalu. Dia tak menyadari jika sedang mengalami gejala awal kehamilan
" Lalu apa yang harus aku lakukan dok? "
Dokter menulis beberapa obat yang harus dikonsumsinya " Mengingat gejalanya cukup parah dan mungkin anda akan kesulitan dengan hal itu. Saya akan meresepkan beberapa obat dan vitamin yang harus anda minum, kandungan anda pun sedikit lemah. Sebaiknya hindari pekerjaan berat dan lebih banyak beristirahat, anda juga bisa memilih susu ibu hamil sesuai dengan yang bisa anda konsumsi "
" Jika gejala yang anda alami semakin parah, saya sarankan untuk mengunjungi rumah sakit di kota "
Pemeriksaan pun selesai dengan Airene yang mengucapkan terimakasih pada dokter itu dan segera menebus resepnya ke bagian farmasi. Dokter itu berkata dia harus meminum susu dan memilih susu yang bisa dia konsumsi. Rata rata ibu hamil sangat pemilih karna bawaan janin dikandungan katanya
Gadis itu menuruti saran dari dokter dan membeli beberapa kotak susu ibu hamil berbagai rasa ketika berjalan kembali pulang kerumahnya. Sepanjang jalan yang ada dipikirannya adalah janin ini, Airene senang karna diberikan anugrah yang indah bahkan sekaligus dua bayi. Namun bagaimana dia bisa mengurus kedua bayi itu nanti seorang diri, dia yang tak mempunyai orang tua dan tidak tau bagaimana caranya membesarkan anak
Apalagi ayah dari bayi yang dikandungnya tak ada, ada memang namun kemungkinan mereka tak akan melihat dan menemuinya. Airene tak berniat memberi tahukan hal ini pada pria itu, biar dia sendiri yang mengurus mereka nanti. Biar dirinya saja yang menjadi ibu sekaligus ayah untuk kedua bayinya