As Long As I Got You

As Long As I Got You
Is that You Airene?



Keempatnya saling memandang terkejut, mereka tak menyangka dengan reaksi yang diberikan oleh Airene. Bukankah seharusnya gadis itu menangis histeris ketakutan lalu meminta untuk pergi dari sini? Seharusnya gadis itu memberikan reaksi seperti itu bukan?


Bagi Airene yang hidup dipanti hingga saat waktunya cukup mau tak mau menjalani hidupnya sendiri, hal pertama yang dia pikirkan adalah pertahanan. Bagaimana caranya ia bisa bertahan sendirian dikota sebesar ini, karna alasan itu. Sejak kecil Airene mengambil kelas taekwondo dan karate. Bagi seorang gadis muda yang ingin memulai hidupnya sendiri, bisa membela dirinya sendiri adalah sebuah keharusan


Airene terus mengikuti kelas bela diri itu hingga masuk universitas dan juga meneruskan pelatihannya disana hingga sekarang dia mempunyai gelar sabuk hitam


Walaupun ia tak mengerti tentang pertansaksian yang tadi sebut, secara garis besar ia mengerti kalau Aldrich dan teman temannya melakukan sesuatu yang berbahaya, begitu?


Dia bisa menjaga dirinya sendiri


Malam terlewati dengan begitu saja, satu persatu dari mereka meninggalkan ruang keluarga menuju kamar masing masing. Biar saja Aldrich yang menyelesaikannya, tugas mereka hanya menjaga satu sama lain bukan? tidak dengan membujuk gadis orang


Airene kembali kekamar dimana terdapat sikecil yang sedang tertidur dengan lelapnya, Josh bangkit dari duduknya karna melihat pemilik kamar sudah kembali


" Tuan muda tidak terbangun sama sekali miss " Jelasnya pada Airene dan baru saja Aldrich ikut memasuki kamar


" Terima kasih "


Karna tugas nya sudah selesai, Josh pun undur diri untuk kembali bergabung dengan bodyguard lainnya


Aldrich ingin menjelaskan lebih banyak pada gadisnya, namun untuk pertama kali ada orang yang berani memarahinya selain ibunya Martha membuatnya sedikit berhati hati kali ini.


Bukan takut terkena amukan dari gadisnya itu


Dia hanya tak mau menambah list kecewa gadisnya setelah percakapan tadi


Tak ada yang berbicara, mereka sibuk dengan pemikirannya masing masing. Airene pun tak ambil pusing, untuk malam ini biarlah berlalu


Biar esok hari dia melanjutkannya


Sikecil seperti biasa berada ditengah tengah mereka, Airene menempati sisi kiri sembari memeluknya dan Aldrich menempati sisi lain dari ranjang itu. Rasa malunya ntah sudah hilang kemana, dia hanya ingin tertidur nyenyak tanpa memikirkan hal apapun


Sejak pagi Airene sudah sibuk didapur untuk menyiapkan sarapan, karna jumlah mereka bertambah maka waktu yang diperlukan untuk mempersiapkannya pun ikut bertambah


Sesaat dia bangun dan akan membersihkan diri dengan mandi, Aldrich sudah terlihat rapih dan juga sudah mengganti pakaian tidurnya. Ia menggantinya dengan pakaian santai tidak stelan yang biasanya dia pakai untuk bekerja


" Hari ini kita dirumah saja, biar James yang mengurus perusahaan " Aldrich memberitahunya sambil membangunkan sikecil


Tidak biasanya memang Aldrich terlihat malas seperti ini, biasanya mau pagi siang sore malam waktunya akan dihabiskan dikantor mengurus semua pekerjaan yang ada


Airene memandangnya aneh namun tak mengatakan apa apa, dia menahan untuk berbicara dengan Aldrich


Sarapan sudah siap dengan sisa sisa bahan yang ada dikulkas, ingat mereka belum lagi mengisinya sejak kembali dari dubai. Wajar saja jika bahan bahan itu habis karna selalu dipakai tapi tidak diisi kembali


Ketiga pria yaitu Dave, Riel dan Xavier ikut bergabung sarapan pagi hari ini. Semuanya memakai pakaian santai sama seperti Aldrich


" Mommyy " Sikecil menatap ibunya sembari memakan pancake


" Yaa? "


" Kita ga kekantor daddy? " Anak itu pun aneh karna biasanya jadwal libur ayahnya hanya hari minggu


Airene menggeleng, memberikan susu kotak kehadapan Felix " Tidak, tanya saja daddy " karna ia pun tak tau alasannya mengapa mereka semua tidak pergi bekerja


" Dadddy "


Kali ini sikecil melihat ayahnya yang sedang meminum kopi itu


" Kita ga pergi kekantor daddy? "


" Tidak, daddy mau temani felix saja dirumah "


" Ha? " Sianak menatap aneh pada ayahnya, bahkan anaknya sendiri pun tak percaya pada apa yang dikatakan ayahnya itu


Sebenarnya Aldrich mendapat laporan dari James pagi ini, bahwa ada beberapa karyawannya yang menjadi suruhan dari pria itu. Dan James ingin Aldrich untuk tidak bekerja dan biar James yang menyelesaikan semuanya untuk saat ini sampai orang orang yang dicurigai tertangkap


" Jadi kita diam dirumah aja mommy? " Padahal Felix ingin membeli buku mewarnai yang baru


Dia ingin membelinya ditoko buku yang ada disamping kantor ayahnya


Jika ayahnya tidak pergi bekerja


Maka dia tidak bisa membeli buku itu


" mmhh mungkin, mommy harus keluar beli bahan bahan buat makan siang nanti " Aldrich pernah memberikan salah satu blackcard miliknya pada Airene, agar gadisnya bisa membeli segala kebutuhanya namun Airene hanya memakainya untuk membeli bahan bahan disupermarket atau ketika sikecil membeli mainan saja. Jika untuk keperluannya pribadi, ia memakai kartunya sendiri


Mata sikecil berbinar binar karna ada kesempatan untuk dirinya pergi membeli buku itu " Mommy ke supermarket? Felix boleh ikut boleh? "


Tanpa dipinta pun biasanya Airene memang membawa sikecil felix, namun seperti yang tadi malam sudah dibicarakan mengenai situasi sekarang ini. Lebih baik dia tak membawa sikecil, takut terjadi apa apa pikirnya


" Tidak, Felix dirumah aja sama paman paman yah. Berenang saja berenang "


Anak itu memang suka sekali bereng


Sikecil sedikit kecewa mendengar ucapan ibunya, dia sedikit kecewa namun mendengar kata berenang. Pikirannya langsung teralihkan " Berenangg... asikk... paman paman temani felix berenang yah "


" Ayo kita berlomba nanti yah " Dave ikut menanggapi anak itu


" Tapi felix titip buku mewarnai ya mommy " tanpa mau melupakan niat awalnya


Felix  dan ketiganya sudah mulai bersantai di pinggir kolam setelah menghabiskan sarapan paginya, Aldrich ntah kemana setelah menghabiskan secangkir kopinya dan Airene sedang membantu maid lainnya untuk membereskan sisa sarapan pagi


Airene juga mencatat apa saja yang harus dibeli, bertanya pada para maid jika mereka memerlukan sesuatu untuk dirumah


Niat awal memang ia akan pergi menyetir sendiri


Namun


" Aku akan mengantar mu " ucapnya ketika melihat Airene


" Ya? "


" Aku akan mengantar mu belanja, ayo "  Tentu saja bagaimana bisa dia membiarkan gadisnya itu pergi keluar sendirian disaat situasi seperti ini


Tanpa banyak bertanya Airene hanya mengiyakan dan mengikuti langkah Aldrich memasuki mobil, sikembar josh jan john pun mengikuti mereka dari mobil lain


Supermarket tidak terlalu jauh dari rumah Aldrich, mungkin hanya menghabiskan 15 menit waktu perjalanan kesana.


Membawa bodyguard sebanyak ini mungkin akan menimbulkan sedikit masalah nanti, orang orang akan bertanya tanya siapa orang yang membawa bodyguard sebanyak ini hanya untuk pergi ke supermarket? Namun Aldrich tidak mau mengambil resiko, ia ingin gadisnya terlindungi dan aman. Airene juga senang senang saja karna nanti belanjaannya yang banyak bisa dibawa oleh beberapa bodyguard itu


Tangan Airene dicekal ketika dirinya akan mengambil dan mendorong keranjang itu sendiri, Aldrich mengambil alih troli itu, ia juga memerintahkan bodyguardnya membawa masing masing satu troli karna dia mau memenuhi stok makanan yang ada dirumah


" Biar aku saja " Ujar Airene merasa tak enak melihat Aldrich mendorong sebuah troli belanja, para pengunjung pun melirik kearah mereka berdua


Bagaimana bisa seorang pria tampan yang terkenal sebagai ceo dari perusahaan tersukses saat ini mendorong sebuah troli di supermarket? dan apa apaan para bodyguard yang jumlahnya lumayan banyak itu


" Tidak, aku akan mengikutimu dari belakang. Ayo, banyak yang harus dibeli bukan? "


Benar juga ucapan Aldrich, banyak sekali barang yang harus dibelinya. Ada juga beberapa titipan dari Dave, Xavier dan banyak list yang diberikan oleh Riel


" Baiklah, maaf merepotkan mu " Airene melangkah memasuki pintu masuk supermarket itu


Hal pertama yang dia datangi adalah bagian makanan segar seperti ikan, ayam dan lain sebagainya. Airene memilih mana saja ikan yang bisa dimakan anaknya, lalu memberikannya pada troli yang didorong oleh Aldrich. Ia juga mengambil banyak ayam dan beberapa pack slice beef kesukaan anak dan ayah itu


Setelah selesai dibagian segar, Airene melangkah kebagian sayur dan buah buahan. Sebenarnya sikecil tidak terlalu suka sayuran dan si ayah yang tak begitu suka buah namun dia membiasakan keduanya. Hidup sehat adalah hal yang susah dilakukan namun sangat berguna nantinya bukan?


Aldrich terlihat sedang memberi intruksi pada sikembar john dan josh, sebenarnya. Sejak mereka baru memasuki supermarket, ntah Aldrich dan lainnya sadar atau tidak. Airene merasa ada seorang pria mencurigakan yang mengikuti mereka


Namun bukan berarti orang itu benar benar mengikutinya kan? bisa saja rasa waspadanya yang terlalu berlebihan


Tapi, saat memilih daging tadi pun dia melihat sekilan pria itu. Pria yang memakai topi hitam dan sebuah masker yang menutupi sebagian dari wajahnya. Pria itu berdiri disebuah rak yang memajang bumbu bumbu


Airene tetap melanjutkan acara belanjanya hingga sudah memenuhi 6 troli saat ini, dia juga masih menatap sekitar mencari apakah pria itu mengikutinya atau tidak


Mereka memasuki deretan susu yang ada di sebuah kulkas besar sepanjang dinding supermarket itu, Aldrich sedang memilih dereta kopi instan yang sudah jadi. Disepanjang kulkas besar itu, terdapat cermin yang memantulkan deretan produk yang dipajang dan memperlihatkan pantulan orang orang yang berada didekatnya


Hinggaa


Degg


Airene melihat pria itu


Dia melihat pria itu dari pantulan cermin yang ada di hadapannya


Pria memakai topi hitam itu meluai sedikit demi sedikit mendekatinya


Ntah pria itu tau atau tidak sosoknya yang terlihat di pantulan cermin itu


Tapi


Tunggu sebentar


Pisau? pria itu membawa pisau yang disembunyikan dibalik jaket yang dia kenakan dan mendekati Airene dengan tergesa


degg


trakkkk


Pria itu menodongkan pisau kearah Airene, Aldrich terkejut karna ia tidak menyadari sedari tadi ada orang yang mengikuti mereka


" Kau harus mati " Pria itu berkata sembari mengacungkan pisaunya tinggi tinggi, masker yang dipakainya terlepas memperlihatkan wajahnya yang kusam penuh dengan air mata yang mengucur


Kyaaaaa


Para pengunjung panik melihat penyerangan secara tiba tiba itu, mereka berlarian menyelamatkan diri masing masing


Aldrich berada di belakang pria itu, dia sedang menunggu celah untuk melepaskan pisau yang di todongkan itu


" Kauu... kau harus mati !!! "


Pria itu berlari kencang mendekati Airene yang ada didepannya


" John cepat " Aldrich berteriak memerintahnkan semua nya untuk mengepung pria itu


Aldrich juga berlari mencoba mencegah pria itu


Namun


Takkk!!


Airene menendang tepat pergelangan tangan pria itu dengan kakinya, hingga pisau yang sedari tadi diacungkannya terlepas. Lalu dia menendang keras perut dan belakang kepala pria itu hingga pria tersebut terjatuh tak sadarkan diri


Aldrich, sikembar dan para bodyguard yang melihat kejadian itupun terkejut melihatnya. Terutama Aldrich yang terkejut melihat gadisnya itu menendang pria tersebut hingga tak sadarkan diri


" Cih.. baru ku tendang segitu saja kau sudah pingsan. Bangun " Airene kembali mencoba untuk mendekati pria yang sedang diamankan oleh bodyguard Al


Hingga Al mencekal tangannya dan menariknya kedalam dekapan, ia takut terjadi sesuatu pada gadisnya karna kesalahannya yang tidak memperhatikan sekitar dengan benar " Tidak hentikan"


" John bawa dia ke markas dan Josh bayar semua belanjaan ini "


Aldrich menarik Airene untuk meninggalkan tempat kejadian itu, untuk saat ini dia tak mau menanyakan hal yang baru saja terjadi. Menanyakan tentang apa yang di lakukan Airene . Biar nanti jika mereka berdua sudah sampai dirumah Aldrich akan meminta penjelasannya