As Long As I Got You

As Long As I Got You
Live alone



Gadis itu berjalan sendirian sepanjang jalan, dia memutuskan untuk menyewa rumah disebuah desa kecil namun indah. Hujan deras mengguyurnya sebelum dirinya sampai ke rumah yang dia tuju. Pikirannya kalut akan kejadian hari ini, wanita yang berkata ibu dari sikecil, prianya yang tidak menjelaskan apapun lalu tamparan. Tamparan pria itu masih terasa berdenyut di pipinya, dia juga belum sempat menggobatinya.


Rumah yang ia tuju sudah terlihat, rumah kecil sederhana namun indah cukup untuk dirinya yang akan tinggal sendiri. Bagus, sangat malah. Dia mencari rumah untuk di sewa secara mendadak, syukur pemilik rumah ini mengerti dan membiarkan rumah itu untuk di sewanya. Hanya pemiliknya berkata tak sempat untuk membereskan rumah itu karna waktu yang terbatas dan Airene yang mendadak menyewanya


Tak masalah, dia bisa membersihkan rumah itu nanti setelah menaruhs semua barangnya. Rumah itu berlantai 2, tak semegah kediaman Aldrich memang tapi bukan berarti buruk juga. Terdapat 2 kamar tidur, 2 kamar mandi, ruang makan dan dapur menyatu juga ada ruang tamu khas rumah london.


Airene berpikir jika rumah itu akan sangat kotor karna pemiliknya berkata sudah lama tak menempatinya, tapi dia melihat tak seperti itu. Rumah ini tak kotor sama sekali, mungkin tinggal menyapu beberapa debu dan membeli barang barang untuk mengisi rumah barunya


Pemilik meninggalkan beberapa barang untuknya, seperti sofa kecil diruang tamu, lalu meja makan, beberapa piring dan gelas lalu sebuah ranjang besar disalah satu kamar tidur. Ranjang itu terlihat masih bersih jadi Airene tak perlu menggantinya, dia bisa menempati ranjang untuk sementara sampai membeli bedcover


Pandangannya menerawang, memikirkan apa yang harus dia lakukan setelah ini. Tabungannya mungkin cukup jika dia bisa berhemat, gaji yang diberikan pria itu lumayan besar jadi dia bisa memakainya secara hemat. Tapi dia juga harus mencari sebuah pekerjaan, tak bisa jika harus terus menerus mengandalkan tabungannya yang bisa habis kapan saja


Tubuhnya terasa lemas karna seharian belum makan, dia juga kehujanan tadi dan belum mengganti pakaiannya. Lukanya di pipi mulai terasa sakit, lalu perutnya. Perutnya terasa sakit sedari tadi, rasanya seperti dililit dan sangat sakit sekali.


Gadis itu tak membawa obat apapun, mungkin esok hari dia akan menyempatkan untuk membeli obat sakit perut ke apotek


Airene memutuskan untuk mengganti pakaiannya dulu, dia belum membeli bahan masakan apapun jadi tidak ada yang bisa dimakannya. Tidur adalah pilihan terbaik baginya, dia bisa mengistirahatkan tubuhnya, meredam rasa sakit pada perutnya dan melupakan semuanya.


Gadis itu tertidur tanpa dia sadari, mencoba melupakan semuanya yang telah terjadi hari ini


Sampai


Setelah beberapa jam tertidur, gadis itu terbangun secara tiba tiba


Airene terbangun dengan rasa sakit yang menghentak perutnya tiba tiba, kepalanya juga terasa seperti berputar putar. Perutnya bergejolak tak enak dan rasa mual yang muncul membuat gadis itu ingin segera memuntahkan apapun yang ada didalam perutnya. Gadis itu bangkit dari atas ranjang dan dengan sedikit berlari segera menuju kamar mandi yang ada didalam kamar tidurnya.


Gadis itu memuntahkan seluruh isi perutnya yang hanya berupa cairan putih hingga ia terduduk lemas di lantai toilet. Seketika tubuhnya terasa sangat lemas, kaki nya gemetar ketika dia mencoba bangun ingin kembali keranjangnya karna kepalanya terasa pusing dan dia tak mau jika harus tertidur dilantai kamar mandi yang dingin


Dengan susah payah dia melangkah kembali kearah ranjang dengan bertumpu pada dinding dinding kamar pelan tertatih


Ah rumah yang dia sewa berada di sebuah desa kecil di pinggir london bernama . Desa ini memang kecil, tapi cukup terkenal di kalangan wisatawan karna keindahan dan keasrian wilayah ini. Rumahnya memang berada paling ujung dari sebuah gang yang menyambung dengan jalan utama, aga jauh memang tapi itu sepadan dengan keindahan rumahnya.


Rumah satu lantai dengan dinding yang di hiasi batu batu alam dan tanaman rambat liar membuatnya sangat indah. Dikatakan kecil juga tidak tapi cukup untuk dirinya yang akan tinggal seorang diri. Udaranya sedikit dingin dari negara negara lain, namun Airene menyukainya untuk sekarang


Mungkin ada satu kekurangan di desa ini, bukan para tetangga yang tak ramah, minimarket juga terlihat banyak disekitaran, beberapa toko buku cafe juga ada. Menurut infonya, desa ini sering sekali di serang badai. Jika curah hujan tinggi, pasti desa ini di serang badai


Airene harus memastikan perapiannya berfungsi dan mudah untuk dinyalakan, kata pemilik rumah sudah ada penghangat di beberapa ruangan tapi dia berpesan untuk mengeceknya terlebih dahulu karna sudah lama tidak dipakai. Jendela dan fentilasi pun terlihat aman jika akan ada badai nanti


Berkata makanan, perutnya kembali bergejolak seperti tadi. Terasa sakit namun gadis itu menahannya, dia pikir ini akibatnya jika tak makan sedari pagi.


Sudah beberapa kali dia merasa ada hal aneh pada tubuhnya, tiba tiba kehilangan selera makan, juga dia tak bisa mencium aroma makanan berbahan daging atau semacamnya perutnya akan langsung sakit dan mual kembali datang.


Mual


Ya, dia juga merasakannya beberapa hari ini, saat bangun tidur atau bahkan saat sedang makan dia merasa mual. Saat terakhir sarapan dengan pria itu juga dia merasakan mual yang sama namun ia tahan karna tak ingin membuat semuanya kehilangan selera makan akibat dirinya yang tiba tiba muntah.


Lemas dan pusing juga menjadi sekian dari banyaknya hal aneh yang terasa di tubuhnya. Dia mengalami pusing yang hebat hingga harus berhenti beberapa saat jika sedang melakukan kegiatan. Pusing itu sangat mengganggu tentu saja, dia tak bisa melakukan hal hal yang biasa dilakukan dengan cepat karna pusing dikepalanya sangat mengganggu fokusnya. Jika lemas mungkin dia masih bisa menahannya beberapa hari kebelakang


Dia lemas ketika sudah melakukan hal hal kecil, tubuhnya terasa lelah seperti baru berlari keliling lapangan bola yang sebenarnya dia hanya memasak seperti biasa didapur. Ketika menggendong sikecik felix yang biasa dilakukan pun tak bisa, lengannya tak kuat menahan beban berat anak itu walau beratnya bahkan biasa saja. Seperti anak anak pada umumnya


Apa yang terjadi sebenarnya? apa dia terserang penyakit aneh atau berbahaya? tubuhnya memang mempunyai imun yang lemah namun biasanya tak seperti ini. Tidak sampai untuk berjalan pun kakinya terasa lemas dan tak sanggup melangkah


Kakinya bergetar, bulir bulir peluh menghiasi dahinya, dia bahkan harus bertumpu pada dinding jika ingin berpindah tempat. Apa yang terjadi sebenarnya? dia takut jika itu penyakit berbahaya. Setidaknya jika itu penyakit langka, dia ingin bertemu dengan sikecil untuk terakhir kalinya


Aku ingin melihat Felix


Sedang apa kiranya anak itu sekarang? apa dia sudah terbangun? bagaimana dengan alerginya, apa membaik atau tidak? Tenggorokan anak itu pasti sedang sakit sekali sekarang, ia ingin melihatnya. Apa anak itu mencarinya?


hikss hiksss


Suara tangisan mengiringi malam itu, berbaur dengan suara hujan deras diluar sana. Airene menangis mengingat semua, dia ingin mendekap anak itu sekarang. Biasanya jika hujan deras seperti ini, mereka sedang berada diatas ranjang saling mendekap satu sama lain mencari kehangatan


Dia rindu


Belum genap sehari dia meninggalkannya tapi rasanya tak enak sendirian seperti ini, dia tak suka sekarang dengan kesendirian ini. Tapi mungkin kesendirian ini akan berlangsung lama atau mungkin selamanya? dia tak bisa bertemu dengan sikecil lagi, pria itu juga tidak mungkin mencarinya


Ini keinginan pria itu


Pria itu menginginkan dia untuk pergi dari kehidupannya kan? bahkan setelah kejadian itu tak ada satupun kata yang terucap dari bibirnya.


Semuanya sudah jelas, pria itu tidak menginginkannya lagi. Semua sudah selesai, baik antara dirinya dan sikecil atau dirinya dan pria itu


Perutnya kembali bergejolak seperti ingin mengeluarkan sesuatu yang hanya cairan bening itu. Dia terbaring dengan lemah diatas ranjang, dengan perutnya yang menahan sakit dan juga hatinya yang terluka