
" Anak itu bahkan menyeret beberapa dokter untuk menetap disini, dia sudah hampir gila sepertinya karna tak mendapatimu terbangun dikeesokkan harinya "
Seperti yang sudah dipikirkan gadis itu, pasti Aldrich juga memarahi Riel dan dokter Risa karena dirinya koma
" Seperti Aldrich memang "
Martha juga menyetujui menantunya " Ya anak itu bisa melakukan kegilaan lainnya jika kamu tidak terbangun "
Airene malah merasa takut, dia merinding. Pria itu bisa melakukan hal hal yang tak terpikirkan sebelumnya " Aku malah takut dia melakukannya bu "
" Bisa saja sepertinya, pikiran dan hatinya tak berjalan beriringan karena semua tekanan yang diterima oleh anak itu. Melihat gadisnya mengalami pendarahaan lalu jatuh koma didepan matanya, apa yang lebih buruk dari itu? "
Benar juga apa yang dikatakan ibu mertuanya, Airene hanya merasa seolah melayang ketika selesai melahirkan kedua anaknya. Dia tak merasakan sakit sedikitpun malah sebaliknya, matanya memberat seperti akan tertidur lalu tak berapa lama ia jatuh tertidur. Airene tidak merasakan apapun selain lemas sekujur tubuhnya
" Ya, aku hanya merasa mataku memberat dan aku tertidur. Tapi setelah beberapa lama, aku mendengar suara orang orang disekitarku. Tetapi tidak bisa membuka mata ini "
Orang yang jatuh koma biasanya memang merasa mereka seperti jatuh tertidur, yang berbeda hanya ketika mereka mendengar orang orang berbicara tetapi tidak bisa membuka matanya
" Setelah dinyatakan koma, anak itu terus menjagamu selama seminggu penuh tanpa tertidur"
Gadis itu terkejut ketika mendengar pernyataan ibu mertuanya, cangkir yang dia pegang bahkan ia kembalikan ke meja. Airene tak menyangka pria itu benar benar melakukan hal gila, dia tak menyangka sampai sejauh ini
" Anak itu bahkan harus mendapat beberapa kantung infus, dia menolak untuk tidur dan makan. Suamiku memaksa Riel untuk memasang infus saja, kami takut sesuatu malah terjadi padanya "
" Dia menolak untuk tidur? apa alasannya bu? "
Martha mengingat kembali kejadian sebulan kebelakang, dimana mereka sama sama panik mendapati Airene yang koma dan anaknya yang seakan akan menyusul seperti gadis itu. Aldrich menolak makan dengan alasan gadis nya pun tak makan jadi ia tak mau jika dirinya makan enak tapi malah gadisnya tidak. Pria itu juga tak tidur karena berharap gadisnya akan bangun dan takut ketika dirinya tidur tak mendapati pergerakan pasti tentang gadisnya
Sampai ketika sudah selama seminggu berjalan, Alan sebagai ayah tak bisa menahan dirinya. Pria dewasa itu memukul anaknya sekali untuk menyadarkannya, bagaimana seorang ayah bisa melakukan hal ini. Aldrich harusnya berdiri kokoh melindungi ketiga anaknya sekarang, dia harus ingat selain gadisnya ada sikembar yang baru lahir dan sikecil Felix yang membutuhkan perhatian dari dirinya juga
Mengutamakan gadisnya memang tak salah, tapi alangkah lebih baiknya jika ia juga memperhatikan anak anaknya. Belum lagi kondisinya yang sangat memburuk, Aldrich menolak untuk makan dan tidur. Dia hanya makan pudding yang diberikan sikecil felix saat mengunjungi ibunya, selebihnya tak ada makanan yang masuk keperut pria itu
Alan memaksa Riel untuk memasang alat infus pada anaknya itu setelah mendapati Aldrich yang terjatuh bersimpuh tak kuat menahan tubuhnya akibat kelelahan. Alan memapah anaknya duduk di pinggir ranjang gadis yang sedang tertidur itu, walau umurnya sudah tak lagi muda. Dia masih kuat untuk mengangkat anaknya seperti ini
" Dia berpikir jika nanti tertidur, kalau kalau kamu terbangun. Anak itu tak bisa dengan cepat menyadarinya, alasan konyol memang tapi kami semua mengerti akan itu "
" Jika kamu terbangun dan membutuhkan sesuatu lalu anak itu sedang tertidur, apa jadinya nanti bukan? "
Airene mengangguk paham, saat dirinya terbangunpun rasanya sangat sulit sekali untuk membuka mata. Tenggorokannya sangat kering sampai hanya mengatakan beberapa kata saja lalu kembali tertidur. Mungkin ini yang di takutkan pria itu
Saat menemukan anaknya hampir tak sadarkan diri, Alan memarahinya habis habisan. Dia sudah menahan amarah ini sejak lama, bahkan Martha sebagai istrinyapun tak bisa menahan amarah pria tua itu " Dengar, kalau terjadi sesuatu pada dirimu lalu bagaimana sikembar? bagaimana Felix? apa kau memikirkan mereka? apa dirimu akan membiarkan semua berhenti disini saat ini juga? Tidak, waktu terus berjalan. Kuatkan dirimu, kau bukan lagi anak remaja yang harus selalu aku beritahu. Kau bukan lagi dirimu sendiri, Kau mempunyai tanggung jawab lain Aldrich. Jangan membiarkan masalah ini menghambat semua pikiranmu, bukan berarti aku tak menyayangi menantuku. Biar Riel dan dokter lainnya menangani gadis itu, mereka lebih tau apa yang harus dilakukan dibanding dirimu. Tegakkan tubuhmu, melangkahlah kedepan. Jangan lupakan masih ada kami, sikembar, sikecil dan teman temanmu "
" Setelah ayahnya memarahi anak itu, kondisinya mulai berubah. Dia tetap menjagamu disini, dia juga mulai tidur dan makan bersama sikecil yang terkadang mengunjungimu sepulang sekolah " Martha melanjutkan ucapannya
" Maka dari itu, aku mengucap terimakasih karena sudah terbangun dan kembali bersama kami"
Airene bersyukur pria itu cepat sadar dari keterpurukannya dan kembali menjalani hidupnya seperti biasa. Dia tak mau jika saat terbangun malah mendapati pria itu yang jatuh sakit akibat dirinya, syukurlah ayah mertuanya bertindak cepat dan memberikan arahan bagi pria itu. Gadis ini senang, orang orang disekelilingnya begitu memperhatikan satu sama lain
Dia bersyukur datang ke keluarga ini
Martha membereskan bekas piring makanan menantunya, walau sudah dihentikan oleh Airene. Wanita itu tetap melakukannya dengan senang hati " Salmonnya masih tersisa, biar anak itu nanti yang menghabiskannya "
Diingat ingat juga mereka belum sarapan, Airene dan Aldrich. Karena hal itu, Aldrich sedang membeli beberapa camilan yang sudah habis dan membawa makanan dari kepala maid dirumah
Wanita itu senang ketika masakannya habis seperti ini, semangatnya untuk kembali membuat menu menu barupun bergelora. Dia akan membawa menu berbeda setiap harinya untuk Airene
" Jika ada yang ingin kau makan, jangan sungkan memberitahu ibu yaah "
" Atau bisa beritahu anak itu, jangan sembarangan makan dari luar "
Ya sudah menjadi hal lumrah jika keluarga Callisthenes memilik chef pribadi masing masing untuk menyediakan makanan mereka setiap harinya, hal ini menjadi tradisi yang berawal dari Alan yang terkena racun akibat memakan sesuatu di sebuah restaurant bersama kolega koleganya. Lalu Martha dan Aldrich juga pernah mengalami hal yang sama saat meminum minuman yang disediakan saat menghadiri pesta, apalagi sikecil felix juga mengalaminya walau itu mungkin berbeda cerita dari pada yang lain
Sejak saat itu Alan memutuskan untuk memakai seorang chef pribadi yang sudah lulus seleksi sedemikian rumitnya baru diterima. Dulu dia melarang Martha untuk memasak seorang diri, tapi sekarang dia memperbolehkannya karna sudah ada chef yang membantu
" Iya ibu aku mengerti, sekarang sudah tidak mual lagi jika akan makan "
" Tentu saja, keduanya sudah lahir. Jadi bawaan bayi tidak ada lagi sekarang " Martha mengeluarkan beberapa dessert untuk dicoba menantunya
Pintu terbuka
Terlihat Alan yang masuk beserta Aldrich yang tengah membawa sebuah kantung dikedua tangannya, pria itu senang ketika melihat ibunya tengah menemai gadis itu apalagi dessert yang sudah tersedia rapih diatas meja. Pasti ibunya membawa makanan untuk Airene
" Ibu " Aldrich menaruh kantung belanjaannya lalu berjalan duduk disisi gadisnya
" Apa kau baik baik saja? " hal pertama yang ditanyakan pria itu, dia tidak meninggalkan gadisnya terlalu lama namun perasaannya tak tenang ketika memikirkan Airene yang sendirian
Airene malah menyodorkan cangkir tehnya untuk diminum oleh Aldrich
" Tentu saja aku baik, ibu membawa banyak sekali makanan "
Alan duduk berhadapan dengan kedua anak dan menantunya di sisi istri tercinta tentu saja
" Bagaimana kondisimu? " Alan membuka percakapan, diam diam begini pria tua itu sangat perhatian
Airene tersenyum kecil, hubungannya dengan ayah mertua aga sediki canggung. Wajar memang " Baik baik saja ayah, terimakasih sudah datang kesini "
" Ibu menyisakan ikan salmon untukmu yah, jangan lupa untuk dimakan "
" Baik terimakasih bu "
" Lalu kapan acara pernikahan kalian dilaksanakan? "
uhukkk uhuukkk
Airene tersedat karena mendengar pertanyaan dari ayah mertuanya itu tiba tiba
" Pernikahaan? "
" Ya, kapan kalian akan melakukannya? sekalian acara penyambutan sikembar "
Airene menatap Aldrich meminta penjelasan, mereka berdua bingung untuk memberikan jawaban yang akan membuat Alan merasa puas ketika mendengarnya
.