As Long As I Got You

As Long As I Got You
Addicted



Setelah melakukannya sekali, dan Aldrich tau bahwa dirinya adalah satu satunya pria yang baru menyentuh gadisnya. Membuat dirinya semakin dan semakin jatuh hati pada gadis itu


Aldrich terbangun dipagi harinya dengan pemandangan yang sungguh luar biasa, gadisnya. Yaa gadisnya tengah tertidur karna kelelahan menemaninya bermain semalaman sampai subuh tiba


Tangannya terulur untuk membereskan helaian rambut yang menutupi sebagain wajah lelapnya. Cantik, gadisnya sangat cantik sekali dimatanya


Sejak pertama kali bertemu dengannya, saat Dave memperkenalkan sekertaris baru untuk dirinya. Sosok Airene langsung masuk kedalam pikirannya


Rambut coklat ikal yang panjang, iris kecoklatan cerah yang indah tak lupa kulitnya yang seputih susu ini.


Ia sudah tertarik sejak awal sebenarnya, namun ada beberapa hal yang membuat dirinya terus menyangkal perasaan itu. Ia tak mau jatuh cinta untuk kedua kalinya dengan wanita yang salah, ia juga tak mau jika nanti wanita itu tak menerima anaknya atau bahkan sikecil yang tak menerima dirinya


Namun suatu ketika sikecil dititipkan padanya, pada saat itu juga sikecil menjadi sangat dekat dan lengket padanya. Poin pertama untuk gadisnya karna bisa membuat anaknya yang sangat sulit di dekati itu luluh


Lalu, beberapa kejadian terjadi dan Aldrich yang melihatnya langsung merubah pandangannya pada gadis itu. Pertama dia memberikan blackcard nya untuk gadis itu pakai, terserah mau dipakai apa saja tergantung kemauan gadis itu


Ia ingin melihat bagaimana reaksi gadis itu terhadap uang dan kekayaan yang dia miliki


Dan ternyata


Gadis itu memang memakai kartunya, tapi dia hanya memakainya untuk membeli perlengkapan dirumah atau belanja mainan sikecil. Dia tak pernah menggunakan kartu itu untuk kepentingan dirinya sendiri


Dua poin sudah gadisnya itu dapat, ia menghargai setiap pemberian Aldrich dan memakainya sesuai kebutuhan, dia juga mengurus sikecil dengan tulus tanpa mengeluh dan tanpa dia suruh


Mungkin memang awalnya karna kontrak kerja yang dia berikan


Namun lambat laun seiring berjalannya waktu, tanpa disuruh pun sudah menjadi kebiasaan bahwa gadisnya mengurus semua keperluan sikecil, mulai dari bangun tidur dan memandikannya, memakainya pakaian, memasak sarapan makan siang dan makan malam, membuat berbagai snack agar di kecil tidak jajan sembarangan diluar bahkan mulai mengajari sikecil pelajaran pelajaran yang seharusnya diajarkan oleh orang tua kepada anaknya


Gadisnya itu bisa melakukan semuanya


Hingga saat, mulai dari sikecil sakit, dan kesibukan dirinya sebagai sekertaris. Aldrich yang melihat itu terkagum kagum dan mulai menyadari perasaannya pada gadis itu


Terlalu dini memang untuk disebut cinta


Tapi


Dia ingin bertaruh, bertaruh pada hidupnya bertaruh pada Airene bahwa gadis itu adalah orang yang selama ini dia cari


Seseorang yang akan mendampingi dirinya tanpa meminta balasan


Seseorang yang akan selalu ada untuk dirinya


Seseorang yang sejak awal seharusnya hidup bersama dirinya


" Mhhh " Airene menggeliat dan mulai terbangun


Badannya sungguh sakit sekali seperti baru selesai perang. Memang perang sih yah semalam dengan Aldrich


Semalam, menjadi malam yang sangat panjang untuk dirinya. Karna untuk pertama kalinya dia mempercayakan hal ini pada seorang pria, pria itu adalah Aldrich


Dia ingin Aldrich menjaga kepercayaannya, pria itu harus ingat dan awas saja kalau berani berani melirik wanita lain setelah ini


Setelah apa yang mereka lakukan tadi malam


" Apa aku membangunkan mu? " Suara serak khas bangun tidur terdengar oleh Airene


Gadis itu mulai membuka matanya perlahan lahan, sinar matahari sudah masuk lewat celah celah gorden yang ada di kamar ini


Pandangannya jatuh pada seorang pria yang tengah memandang dirinya dengan menjadikan telapak tangannya sebagai sandaran dari kepalanya, lalu tangannya yang sedang memainkan helaian helaian rambut di wajah gadis itu


Tanpa pakaian atasnya


blusshhh


Airene bersemu malu mengingat kejadian semalam, bagaimana ia bisa tenang kalau dilihat seperti ini oleh pria yang baru saja mengklaim dirinya tadi malam


hahaha


Terdengar suara tawa pelan dari pria itu, Aldrich tertawa karna melibat kelucuan gadisnya


Hingga


Rasanya


Ingin ia lahap lagi


" Apa ada yang sakit? " Aldrich mau mengecek keadaan gadisnya namun gadis itu masih tetap bergelung dibalik selimut


Airene menarik selimut sampai dagunya, dia merasa sangat malu saat ini. Namun pria itu malah seperti tidak terjadi apa apa " Ahh ituu "


Ya sakit


Pinggangnya sakit, bagian bawahnya sakit juga kakinya yang mendadak lemas


Tapi dia tak mau pria itu tau


Terlalu memalukan bagi dirinya


" Aku sudah melihat semuanya, untuk apa ditutupi? " ujarnya tertawa kecil


" Ayo, sebelum monster kecil itu memaksa masuk dan melihat mu seperti ini "


kyaaa


Aldrich menggendong nya ala bridal style berjalan melangkah memasuki kamar mandi.


Benar juga untung sikecil felix tak ada, bagaimana jika dia melihat keadaanya yang seperti sekarang bersama ayahnya?


Hari ini Airene tidak memasak, karna masih merasa lelah akibat semalam meladeni monster yang kerasukan melahapnya terus menerus tanpa henti


Ketiganya yaitu Dave, Riel dan Xavier tau apa yang sudah terjadi diantara mereka. Mereka paham sekali ketika melihat bercak bercak kemerahan yang ada dileher gadis itu. Walaupun sudah ditutupi oleh sweater turtleneck, tetap saja mereka bisa melihatnya


Untung saja tadi malam keputusan yang tepat membawa sikecil tidur bersama Riel, kalau tidak. Ntah bagaimana jadinya mereka berdua


Sikecil sudah bersamangat sedari bangun tidur, dia berkata akan menanam beberapa tumbuhan obat bersama pamannya dan malam ini juga dia ingin menginap kembali bersama pamanya itu


Felix sangat tertarik dengan berbagai buku yang ada di kamar pamanya Riel


" Jadi mommy, nanti felix menginap sama paman lagi yaah " sikecil berujar ketika sedang disuapi ibunyaa


" Menginap lagi? "


Felix mengangguk antusias " Iya, felix harus baca semua buku yang ada dikamar paman Riel biar bisa pinter kaya paman. Iya kan paman? "


Riel menyombongkan dirinya karna sekarang ada orang yang mau menerusi kesukaannya yang Felix " Ya yaa benar. Felix harus baca semua bukunya biar pinta seperti paman hahahhaha "


Dave mendelik tak suka, baru saja dipuji oleh anak kecil temannya itu sudah besar kepala seperti ini. Memang bukan hal baik memuji apapun tentang dirinya


" Jadi, daddyy felix nitip mommy yah. Sampai felix selesai baca buku, daddy temani mommy terus "


Siapa yang akan menolak permintaan itu? tentu Aldrich akan menerimannya dengan senang hati. Dia memiliki waktu berduaan lebih banyak dengan gadisnya


Bahkan ia tak perlu susah susah untuk membujuk anaknya tidur sendiri


Berbeda dengan Airene yang terlihat bingung menghadapi situasi saat ini, di satu sisi dia senang karna bisa mendapat waktu lebih banyak untuk mengenal lebih dalam seorang  Aldrich, namun disatu sisi dia juga sedikit sedih karna tak bisa memeluk sikecil dalam tidurnya


Tapi dia juga senang karna sikecil mulai mau untuk membuka dirinya perlahan, ingin mengetahui banyak hal. Itu sebuah hal yang bagus untuk perkembangan sikecil. Lagi pula Riel bukan orang asing untuknya, sikecil mengenal pamannya lebih dulu daripada dirinya


Dia hanya merasa sedikit iri


Namun tak apa


Dia akan mengerti untuk hal ini


" Nanti kalau daddy nakal bilang aja ke felix ya mommy, biar felix marahi daddy " ucap bocah itu yang mengundang tawa dari orang orang bahkan para maid dan bodyguard ikut tertawa mendengarnya


Airene pun ikut tertawa mendengar ucapan anak kecil itu, kalau dia memberitahukan hal semalam. Kira kira bagaimana reaksi anak itu yah? apakah dia akan memarahi ayahnya atau bahkan malah mendukung ayahnya?


Selepas acara makan malam seperti biasa, Dave dan Xavier undur diri karna masih harus melanjutkan sisa sisa dokumen yang belum diperiksa, sikecil juga sudah berada di dalam gendongan Riel karna katanya ingin membaca buku itu sekarang karna penasaran


Lalu apa yang Aldrich dan Airene lakukan


Seperti yang kalian pikirkan


Ya seperti itu


Memang benar jika mereka melakukan itu


Aldrich tanpa malu malu lagi meminta jatahnya pada gadis itu, pertama kali merasakan tubuh gadis yang hanya untuknya membuat dirinya sangat kecanduan akan hal itu


Ia akan melakukan nya sebanyak dan sesering yang dia bisa


Bahkan saat ini pun, saat saat mereka hanya berdua. Dia tak malu memintanya pada gadis itu


Berbeda dengan Airene yang masih tabu dengan hal hal seperti ini karna baru pertama kali untuk dirinya. Jadi dia masih merasa malu ketika pria itu secara terang terangan memintanya. Dia tak menolak, dia sudah percayakan seluruhnya pada pria itu. Dia hanya, merasa malu ketika tiba tiba dipintai hal ini


Namun


Dia menyukainya


Bagaimanapun pria ini sudah mendapatkan hatinya


Aldrich dengan santai berbicara akan hal itu, jujur lebih baik bukan? dari pada dirinya yang menyerang secara tiba tiba


Kenapa?


Bukannya sudah?


Wajar bukan setelah wanita ular itu pergi, dirinya tak pernah melahap siapapun sampai kemarin ketika gadisnya juga setuju untuk itu


Dia tak akan memaksa gadisnya


Jika gadisnya tak mau atau masih merasakan sakit dia tak akan memaksanya


Tapi sekarang?


Ekspresi yang diberikan gadis itu sudah lebih dari cukup untuk dirinya