
Setelah melakukannya sekali, dan Aldrich tau bahwa dirinya adalah satu satunya pria yang baru menyentuh gadisnya. Membuat dirinya semakin dan semakin jatuh hati pada gadis itu
Aldrich terbangun dipagi harinya dengan pemandangan yang sungguh luar biasa, gadisnya. Yaa gadisnya tengah tertidur karna kelelahan menemaninya bermain semalaman sampai subuh tiba
Tangannya terulur untuk membereskan helaian rambut yang menutupi sebagain wajah lelapnya. Cantik, gadisnya sangat cantik sekali dimatanya
Sejak pertama kali bertemu dengannya, saat Dave memperkenalkan sekertaris baru untuk dirinya. Sosok Airene langsung masuk kedalam pikirannya
Rambut coklat ikal yang panjang, iris kecoklatan cerah yang indah tak lupa kulitnya yang seputih susu ini.
Ia sudah tertarik sejak awal sebenarnya, namun ada beberapa hal yang membuat dirinya terus menyangkal perasaan itu. Ia tak mau jatuh cinta untuk kedua kalinya dengan wanita yang salah, ia juga tak mau jika nanti wanita itu tak menerima anaknya atau bahkan sikecil yang tak menerima dirinya
Namun suatu ketika sikecil dititipkan padanya, pada saat itu juga sikecil menjadi sangat dekat dan lengket padanya. Poin pertama untuk gadisnya karna bisa membuat anaknya yang sangat sulit di dekati itu luluh
Lalu, beberapa kejadian terjadi dan Aldrich yang melihatnya langsung merubah pandangannya pada gadis itu. Pertama dia memberikan blackcard nya untuk gadis itu pakai, terserah mau dipakai apa saja tergantung kemauan gadis itu
Ia ingin melihat bagaimana reaksi gadis itu terhadap uang dan kekayaan yang dia miliki
Dan ternyata
Gadis itu memang memakai kartunya, tapi dia hanya memakainya untuk membeli perlengkapan dirumah atau belanja mainan sikecil. Dia tak pernah menggunakan kartu itu untuk kepentingan dirinya sendiri
Dua poin sudah gadisnya itu dapat, ia menghargai setiap pemberian Aldrich dan memakainya sesuai kebutuhan, dia juga mengurus sikecil dengan tulus tanpa mengeluh dan tanpa dia suruh
Mungkin memang awalnya karna kontrak kerja yang dia berikan
Namun lambat laun seiring berjalannya waktu, tanpa disuruh pun sudah menjadi kebiasaan bahwa gadisnya mengurus semua keperluan sikecil, mulai dari bangun tidur dan memandikannya, memakainya pakaian, memasak sarapan makan siang dan makan malam, membuat berbagai snack agar di kecil tidak jajan sembarangan diluar bahkan mulai mengajari sikecil pelajaran pelajaran yang seharusnya diajarkan oleh orang tua kepada anaknya
Gadisnya itu bisa melakukan semuanya
Hingga saat, mulai dari sikecil sakit, dan kesibukan dirinya sebagai sekertaris. Aldrich yang melihat itu terkagum kagum dan mulai menyadari perasaannya pada gadis itu
Terlalu dini memang untuk disebut cinta
Tapi
Dia ingin bertaruh, bertaruh pada hidupnya bertaruh pada Airene bahwa gadis itu adalah orang yang selama ini dia cari
Seseorang yang akan mendampingi dirinya tanpa meminta balasan
Seseorang yang akan selalu ada untuk dirinya
Seseorang yang sejak awal seharusnya hidup bersama dirinya
" Mhhh " Airene menggeliat dan mulai terbangun
Badannya sungguh sakit sekali seperti baru selesai perang. Memang perang sih yah semalam dengan Aldrich
Semalam, menjadi malam yang sangat panjang untuk dirinya. Karna untuk pertama kalinya dia mempercayakan hal ini pada seorang pria, pria itu adalah Aldrich
Dia ingin Aldrich menjaga kepercayaannya, pria itu harus ingat dan awas saja kalau berani berani melirik wanita lain setelah ini
Setelah apa yang mereka lakukan tadi malam
" Apa aku membangunkan mu? " Suara serak khas bangun tidur terdengar oleh Airene
Gadis itu mulai membuka matanya perlahan lahan, sinar matahari sudah masuk lewat celah celah gorden yang ada di kamar ini
Pandangannya jatuh pada seorang pria yang tengah memandang dirinya dengan menjadikan telapak tangannya sebagai sandaran dari kepalanya, lalu tangannya yang sedang memainkan helaian helaian rambut di wajah gadis itu
Tanpa pakaian atasnya
blusshhh
Airene bersemu malu mengingat kejadian semalam, bagaimana ia bisa tenang kalau dilihat seperti ini oleh pria yang baru saja mengklaim dirinya tadi malam
hahaha
Terdengar suara tawa pelan dari pria itu, Aldrich tertawa karna melibat kelucuan gadisnya
Hingga
Rasanya
Ingin ia lahap lagi
" Apa ada yang sakit? " Aldrich mau mengecek keadaan gadisnya namun gadis itu masih tetap bergelung dibalik selimut
Airene menarik selimut sampai dagunya, dia merasa sangat malu saat ini. Namun pria itu malah seperti tidak terjadi apa apa " Ahh ituu "
Ya sakit
Pinggangnya sakit, bagian bawahnya sakit juga kakinya yang mendadak lemas
Tapi dia tak mau pria itu tau
Terlalu memalukan bagi dirinya
" Aku sudah melihat semuanya, untuk apa ditutupi? " ujarnya tertawa kecil
" Ayo, sebelum monster kecil itu memaksa masuk dan melihat mu seperti ini "
kyaaa
Aldrich menggendong nya ala bridal style berjalan melangkah memasuki kamar mandi.
Benar juga untung sikecil felix tak ada, bagaimana jika dia melihat keadaanya yang seperti sekarang bersama ayahnya?
Hari ini Airene tidak memasak, karna masih merasa lelah akibat semalam meladeni monster yang kerasukan melahapnya terus menerus tanpa henti
Ketiganya yaitu Dave, Riel dan Xavier tau apa yang sudah terjadi diantara mereka. Mereka paham sekali ketika melihat bercak bercak kemerahan yang ada dileher gadis itu. Walaupun sudah ditutupi oleh sweater turtleneck, tetap saja mereka bisa melihatnya
Untung saja tadi malam keputusan yang tepat membawa sikecil tidur bersama Riel, kalau tidak. Ntah bagaimana jadinya mereka berdua
Sikecil sudah bersamangat sedari bangun tidur, dia berkata akan menanam beberapa tumbuhan obat bersama pamannya dan malam ini juga dia ingin menginap kembali bersama pamanya itu
Felix sangat tertarik dengan berbagai buku yang ada di kamar pamanya Riel
" Jadi mommy, nanti felix menginap sama paman lagi yaah " sikecil berujar ketika sedang disuapi ibunyaa
" Menginap lagi? "
Felix mengangguk antusias " Iya, felix harus baca semua buku yang ada dikamar paman Riel biar bisa pinter kaya paman. Iya kan paman? "
Riel menyombongkan dirinya karna sekarang ada orang yang mau menerusi kesukaannya yang Felix " Ya yaa benar. Felix harus baca semua bukunya biar pinta seperti paman hahahhaha "
Dave mendelik tak suka, baru saja dipuji oleh anak kecil temannya itu sudah besar kepala seperti ini. Memang bukan hal baik memuji apapun tentang dirinya
" Jadi, daddyy felix nitip mommy yah. Sampai felix selesai baca buku, daddy temani mommy terus "
Siapa yang akan menolak permintaan itu? tentu Aldrich akan menerimannya dengan senang hati. Dia memiliki waktu berduaan lebih banyak dengan gadisnya
Bahkan ia tak perlu susah susah untuk membujuk anaknya tidur sendiri
Berbeda dengan Airene yang terlihat bingung menghadapi situasi saat ini, di satu sisi dia senang karna bisa mendapat waktu lebih banyak untuk mengenal lebih dalam seorang Aldrich, namun disatu sisi dia juga sedikit sedih karna tak bisa memeluk sikecil dalam tidurnya
Tapi dia juga senang karna sikecil mulai mau untuk membuka dirinya perlahan, ingin mengetahui banyak hal. Itu sebuah hal yang bagus untuk perkembangan sikecil. Lagi pula Riel bukan orang asing untuknya, sikecil mengenal pamannya lebih dulu daripada dirinya
Dia hanya merasa sedikit iri
Namun tak apa
Dia akan mengerti untuk hal ini
" Nanti kalau daddy nakal bilang aja ke felix ya mommy, biar felix marahi daddy " ucap bocah itu yang mengundang tawa dari orang orang bahkan para maid dan bodyguard ikut tertawa mendengarnya
Airene pun ikut tertawa mendengar ucapan anak kecil itu, kalau dia memberitahukan hal semalam. Kira kira bagaimana reaksi anak itu yah? apakah dia akan memarahi ayahnya atau bahkan malah mendukung ayahnya?
Selepas acara makan malam seperti biasa, Dave dan Xavier undur diri karna masih harus melanjutkan sisa sisa dokumen yang belum diperiksa, sikecil juga sudah berada di dalam gendongan Riel karna katanya ingin membaca buku itu sekarang karna penasaran
Lalu apa yang Aldrich dan Airene lakukan
Seperti yang kalian pikirkan
Ya seperti itu
Memang benar jika mereka melakukan itu
Aldrich tanpa malu malu lagi meminta jatahnya pada gadis itu, pertama kali merasakan tubuh gadis yang hanya untuknya membuat dirinya sangat kecanduan akan hal itu
Ia akan melakukan nya sebanyak dan sesering yang dia bisa
Bahkan saat ini pun, saat saat mereka hanya berdua. Dia tak malu memintanya pada gadis itu
Berbeda dengan Airene yang masih tabu dengan hal hal seperti ini karna baru pertama kali untuk dirinya. Jadi dia masih merasa malu ketika pria itu secara terang terangan memintanya. Dia tak menolak, dia sudah percayakan seluruhnya pada pria itu. Dia hanya, merasa malu ketika tiba tiba dipintai hal ini
Namun
Dia menyukainya
Bagaimanapun pria ini sudah mendapatkan hatinya
Aldrich dengan santai berbicara akan hal itu, jujur lebih baik bukan? dari pada dirinya yang menyerang secara tiba tiba
Kenapa?
Bukannya sudah?
Wajar bukan setelah wanita ular itu pergi, dirinya tak pernah melahap siapapun sampai kemarin ketika gadisnya juga setuju untuk itu
Dia tak akan memaksa gadisnya
Jika gadisnya tak mau atau masih merasakan sakit dia tak akan memaksanya
Tapi sekarang?
Ekspresi yang diberikan gadis itu sudah lebih dari cukup untuk dirinya