As Long As I Got You

As Long As I Got You
Bring You With Me



Setelah menghubungi Riel untuk segera menyiapkan ruangan dan para dokter sesuai yang dia perintahkan, Aldrich memutuskan untuk melihat gadisnya yang saat ini masih tak sadarkan diri diatas ranjang igd itu. Dokter memberikan suntikan terakhir untuk gadisnya sebelum mereka pergi kerumah sakit Riel yang berada di California itu. Dokter juga mengecek keadaannya sekali lagi dan baru mengijinkan mereka untuk membawa Airene pergi


Perjalanan kembali memakan waktu cukup lama, Aldrich takut jika nanti gadisnya bangun saat mereka berada di atas jet dan merasa sakit kembali jadi dia meminta dokter untuk memberikan sebuah obat tidur yang dosisnya aman untuk keduanya.


Aldrich juga menyewa sebuah mobil ambulance karna jika membawa gadisnya didalam mobil dan ditaruh dibelakang begitu saja pasti sangat tak nyaman untuk Irene, jadi dia memutuskan untuk membawa gadis itu didalam mobil ambulance ke landasan jet pribadinya yang sudah dia siapkan di pusat kota terdekat. Gadisnya masih tertidur dengan pulas seperti yang sudah direncanakan olehnya, Aldrich juga meminta seorang perawat untuk ikut bersamanya karna sesuai ketentuan dokter obat disuntikan sebanyak 2 kali sampai mereka sampai dan melandas di rumah sakit Riel


Airene terbaring dikamar yang berada di dalam jet pribadi itu, Aldrich terus menemani gadis itu tak pernah dia meninggalkannya dari saat mereka menaiki jet itu sampai mereka tiba dilandasan yang berada diatas rumah sakit Riel. Mereka tiba setelah menghabiskan waktu perjalanan yang panjang


Terlihat beberapa orang sudah menunggu mereka dilandasan itu, sebuah ranjang tandu pun sudah tersedia disana. Deretan dokter terbaik sesuai keinginan Aldrich sudah berjejer disana, tak lupa juga perawat perawat yang sudah berpengalaman ikut berjejer sesuai intruksi kepala rumah sakit yaitu Riel. Jet melandas dengan aman dan lancar, Aldrich terlebih dahulu meminta Xavier untuk menyuruh Riel menemui dirinya didalam jet itu


Riel yang dipintapun langsung menaiki anak tangga jet dan segera melangkah menuju tempat dimana temannya berada. Riel memasuki sebuah kamar yang tak asing untuk dirinya, hal pertama yang ada dipandangannya adalah Aldrich yang sedang memegang tangan gadis yang beberapa minggu ini menjadi konteks utama mereka. Yang lebih aneh lagi, Riel melihat kondisi gadis itu yang sedang terbaring seperti tak akan membuka matanya karna mata gadis itu tertutup dengan rapat


" Apa yang terjadi?! " Riel langsung mendekati gadis itu dan memeriksanya dengan seksama, reflek karna melihat kondisi gadis itu yang sangat mengkhawatirkan


Aldrich membiarkan temannya itu untuk memeriksa gadisnya, sekalian pikirnya karna ia dan gadisnya sudah melewati perjalanan panjang menuju kesini


" Kau memberikannya obat tidur? kau gila? " Aldrich sudah menebak reaksi yang akan diberikan oleh temannya itu


Sebelum mendapat omelan dan pertanyaan yang membuat kepalanya pusing, Aldrich segera memberikan case file yang diberikan dokter sebelum nya kepada Riel


" Baca dan pahami, bicarakan dengan dokter lain dan tentukan pengobatan yang paling bagus untuk nya " Aldrich masih menggenggam lengan gadis nya


Riel menerima case file itu dan langsung membacanya dengan cepat, saat memeriksa gadis itu tadi dia mendiagnosis bahwa saat ini gadis itu sedang tidak baik baik saja jadi riwayat Airene yang tertulis didalam


Benar ternyata diagnosanya tak salah jika riwayat gadis itu seperti ini, Riel berpikir harus segera mendiskusikannya dengan bagian kandungan.


" Untuk sekarang ayo bawa dia "


Aldrich menyiyakan saran dari temannya itu, segera dia mengangkat gadisnya perlahan dengan selimut yang masih berada diatasnya. Dia takut gadisnya akan kedinginan jadi selimutnya sengaja dibiarkan membalut tubuh gadisnya. Pria itu membawa Airene melangkah turun dari jet pribadi dan menidurkannya ketika perawat mendekatkan bangkar kasur khusus pasien kehadapannya. Setelah itu semua dokter bergegas mengikuti arah bangkar itu pergi


Riel memutuskan untuk memeriksakannya diruang khusus seperti icu, dia hanya ingin memastika dengan pasti dulu baru membawa gadis itu keruangan yang sebenarnya. Dokter spesialis kandungan sudah hadir diantara mereka dan memeriksa Airene bersama beberapa perawat. Untuk berjaga jaga, Riel juga menyiapkan dokter spesialis penyakikt lain


" Keadaannya tidak terlalu bagus " Seorang wanita yang sudah berumur mendekati keduanya, wanita itu adalah dokter yang Aldrich pilih


" Aku juga menduganya seperti itu " Riel sedikit paham, karna sebelumnya dia sudah memeriksa gadis ini terlebih dahulu walaupun hanya sebentar


" Jadi bagaimana? " Aldrich tak paham dengan arah pembicaraan ini, dia hanya tau bahwa gadisnya sedang tak baik baik saja tapi dia tak tau penyebab pastinya


Dokter wanita yang diketahui bernama risa pun memperlihatkan hasil pemeriksaannya kepada kedua orang itu, dia bahkan sudah mengambil beberapa gambar usg dan menjelaskan


" Janin janin? " Aldrich langsung bertanya ketika mendengar itu, ekspresi terkejut menghiasi wajahnya. Karna dokter diklinik tak menjelaskan apapun selain keadaan gadisnya dan soal kehamilannya


Risa memperlihatkan sebuah gambar usg yang baru dia ambil tadi, gambar itu memperlihatkan background hitam dengan dua buntalan ditengah tengahnya, dan Risa menunjuk kedua bulatan itu " Ya, lihatlah ada dua janin. Artinya gadis itu sedang mengandung bayi kembar, didalam case file yang diberikan sir Riel tadi tak terlihat karna mereka sedang bergelung satu sama lain "


Aldrich fokus melihat kedua gambar ugs didepannya, ekspresinya kali ini tak bisa digambarkan. Perasaan bersalah semakin menghinggapinya, disatu sisi juga dia sangat senang karna akan mempunyai dua bayi sekaligus


" Tapi " Belum selesai ternyata ucapan dokter wanita itu


" Janinnya sangat lemah, berat nya bahkan kurang dari normal karna tak mendapat asupan yang cukup. Ibunya juga memiliki imun yang rendah, jadi aku tak bisa menjanjikan apapun selain berusaha untuk mengobatinya "


" Apakah sangat lemah? " Riel bertanya sebagai sesama seorang dokter


Risa mengangguk, diagnosisnya sekarang sama dengan apa yang sedang dia jelasnya


" Pertama tama kita harus membuat si ibu mengkonsumsi nutrisi dan karbo yang cukup, dilihat dari berat badannya pasti si ibu tak bisa makan banyak karna mualnya. Kita juga harus terus memantau kedua janinnya itu, karna bisa saja sewaktu waktu syok terjadi dan yah aku berharap itu tak akan terjadi "


Jika seorang ibu yang sedang hamil kekurangan nutrisi dan protein, itu akan berpengaruh besar pada janin yang sedang mereka kandung. Apa yang dimakan sang ibu juga diserap oleh janinnya jadi jika sang ibu tak bisa makan apapun, janin didalam perutnya juga tak mendapat apapun untuk diserap. Sama hal nya dengan kondisi sang ibu, jika siibu memiliki daya tahan imun yang lemah dan tidak diperiksakan dengan benar apalagi tidak juga mendapat pengobatan. Itu akan berpengaruh banyak pada janin yang ada didalam kandungan


Sama hal nya dengan saat ini, janin yang dikandungan Airene tak mendapat nutrisi yang cukup bahkan ukurannya sangat kecil dari janin pada normalnya diakibatkan dirinya yang memang tak bisa memakan sesuatu. Dia sudah mencoba untuk memakan makanan ringan, makanan manis, buah buahan dan sayur tapi semua itu ia muntah kan kembali ketika baru saja menelannya. Airene akan memuntahkan semua makanan yang masuk kedalam mulutnya, kecuali susu ibu hamilnya dan puding dari salah satu merk yang ia beli di minimarket


" Aku salut padanya karna sudah bertahan selama ini, mungkin dia hanya meminum susunya saja "


Aldrich mencerna kata kata itu di dalam pikirannya, memang gadisnya terlihat sangat berbeda dari terakhir kali mereka bertemu. Airene memiliki tubuh ideal yang berisi, pipinya sedikit chubby dan sorot matanya yang begitu hidup. Berbeda dengan sosok Airene yang ia temukan tengah tak sadarkan diri di desa itu, tubuhnya kurus ringkih seperti memang sudah kehilangan banyak berat badannya. Pipi chubbya sudah hilang digantikan dengan pipi kurus nan cekung ditambah lingkaran hitam yang menghiasi area bawah mata gadis itu


" Lalu? kita akan merawatnya disini atau? " Menurut Riel jika ingin mengobatinya secara intens, mereka harus memutuskan Airene yang dirawat diruang icu


" Menurutku lebih baik kita merawatnya dikamar biasanya, jika nanti dia terbangun dan terkejut melihat ruang icu. Itu akan berakibat lagi untuknya "


" Berikanlah ruangan dengan jendela besar dan menghadap kesebuah pohon, itu akan membantunya untuk tenang dan jangan lupa menempatkan air purifiyer untuk menjernihkan udara disekitarnya. Aku akan mendiskusikan makanan yang bisa dia konsumi dengan bagian gizi terlebih dahulu "


Riel menatap Aldrich disampingnya " Bagimana menurutmu? "


Pria yang ditanya sedang menatap lurus kearah seorang gadis yang tengah tertidur lemah diatas ranjang rumah sakit, akibat kebodohan dirinya


 " lakukan, lakukan semua yang bisa membuat dia kembali seperti gadisku yang dulu "