As Long As I Got You

As Long As I Got You
A Plan



Berhubung hari ini Aldrich ingin diam dirumah menemani anak anaknya dan menyuruh James menggantikan dirinya mengurus semua urusan di perusahaan. Jadinya Dave, Riel dan Xavier mengutarakan keinginan mereka pada Aldrich dirumahnya. Pembicaraan semalam sepertinya harus di jalankan sekarang, bisa saja itu menjadi umpan atau malah senjata makan tuan. Tapi ketiganya yakin jika mereka nenyusun rencana dengan rapih dan teliti, itu akan menjadi umpan yang mengantarkan mereka kepada pelaku dibalik semua yang sudah terjadi belakangan ini


" Sudah lama sekali rasanya tak pulang kerumah ini " Dave yang menginjakan kaki di pintu depan sedang melihat lihat sekitar, memang selama menangani masalah kemarin dia tinggal di sebuah apartemen yang dekat dengan perusahaan agar memudahkannya jika ada sesuatu yang terjadi


Riel menyusul turun dari mobil mewahnya dengan membawa banyak sekali mainan dan hadiah untuk kedua keponakan barunya, pria itu juga baru kembali kerumah ini setelah mengambil cuti dari rumah sakit " Lihatlah, rumah ini jadi semakin hidup dan hidup saja "


" Kenapa kau membawa banyak sekali barang? " Dave menghampiri temannya Riel untuk membawakan goodiebag karena melihat Riel yang kesusahan


Banyak? ini bahkan belum dari setengah barang yang akan dibawa pria itu. Dia sudah menyiapkan banyak sekali barang untuk ketiga keponakannya


" Jika tak mau membantu biarkan saja, biar nanti Josh yang membawanya " ujarnya ketus


Memang Dave dan Riel selalu bertengkar jika bertemu seperti ini


Akhirnya Xavier, pria pendiam dan penengah diantara mereka sudah sampai dengan juga membawa satu goodiebag di lengan kirinya


" Bisakah kalian tidak bertengkar didepan pintu seperti ini? " ujarnya membuka kacamata hitam dan membawa barang bawaan Riel yang tersisa


" Lihat memangnya dia mau kemana membawa barang sebanyak ini? " Dave pada dasarnya memang tak mau kalah malah menantang temannya itu


Riel mendengus kesal " Sudah kukatakan kalau tak mau ya jangan dibawa saja! " nadanya kesak terdengar dari ucapannya


Mereka semua melangkah masuk kerumah Aldrich bersamaan dengan barang bawaan yang sangat banyak untuk ketiga anak pemilik rumah ini


" Paman!!! " langkah kecil berlarian menghampiri ketiganya sembari tersenyum


Hari ini sikecil Felix mendapat libur karena mendengar ayahnya yang akan diam dirumah setelah sekian lama. Jadi bocah itu meminta kakeknya untuk mengatakan pada guru disekolah kalau dia ingin ambil ijin dan Alan mengiyakannya dengan senang hati. Dia tak bisa menolak permintaan cucu pertamanya bukan?


" Halloo litlle kid, apa kau baik baik saja? tak nakal kan? sekarang sudah menjadi kakak yaah " Dave dengan senang membalas pelukan kecil itu sembari mengusap usap pucuk kepala bocah itu


Riel memberika dua goodiebag besar langsung yang berisikan banyak jenis mainan " Ini, paman bawakan mainan untuk Felix "


Felix menerimanya dengan melompat lonpat kecil kegirangan " Terimakasih paman "


" Ahh Josh, tolong bawakan barang Felix yaah " melihat Josh yang sedang melewati mereka, Dave memintanya untuk membatu bocah itu. Tubuh kecilnya tak bisa jika harus disuruh membawa dua goodiebag besar


" Baik sir "


" Kalian sudah datang " Aldrich yang mendengar sedikit keributan diruang tengah menghampiri sumber suara dengan membawa Archer dalam gendongannya. Pria itu membiarkan anaknya Ardern untuk menyusu pada ibunya


" Wah lihat, keponakanku sudah besar "


Riel langsung menghampiri Aldrich, bukan lebih tepatnya menghampiri Archer. Dia ingin menggendongnya setelah sekian lama tidak bertemu


" Paman membawakan banyak sekali hadiah untuk mu twins "


Aldrich menyerahkan bayinya untuk digendong oleh Riel, dia heran kenapa mereka semua membawa banyak sekali hadian untuk anaknya yang bahkan belum mengerti cara bermain


" Apa kalian membawa semua ini untuk sikembar? " tersisa 5 goodiebag besar yang masing masing dibawa Dave dan Xavier


" Kenapa? kau tak suka? mau duel denganku ha? " Walau memakai jas dokter, dia juga bisa bertarung seperti yang lainnya. Jangan meremehkan tenaga seorang dokter


" Sudah sudah ayo keruang kerjaku, dan berikan Archer pada kepala pelayan "


Setelah semua perdebatan terjadi yang disebabkan oleh Riel tak mau melepaskan sikecil Archer karena masih kangen katanya dan Dave yang segera menyeret lengannya untuk ikut masuk ke ruang kerja Aldrich segera


" Jadi, apa yang ingin kalian bicarakan padaku? " Aldrich duduk di kursi kebesarannya yang kokoh itu


Xavier mulai mengambil laptop kesayangannya dan membukanya, mencari sebuah file yang sudah dia kerjakan semalaman ini


" Aku sudah membuat rancangannya semalam, tinggal kalian lihat saja dan kalau ada revisi katakan saja. Aku akan langsung mengubahnya "


Aldrich mengerutkan dahinya, dia masih tak mengerti apa yang akan dibicarakan oleh mereka " Jelaskan padaku apa ini "


" Malam saat kau mabuk, kita bertiga terpikirkan satu hal yang bisa dilakukan untuk menjebak 'mereka' " Dave membuka pembicaraan awal


Riel mengangguk setuju dan menambahkan " Memang terkesan bodoh, namun rencana ini tak mungkin terpikirkan oleh mereka "


" Apa yang kalian rencanakan? "


" Kami berniat memindahkan semua gudang ke tempat baru, lalu memjadi investor palsu dibeberapa perusahaan yang dicurigai bekerja sama dengan mereka. Kita hancurkan mereka perlahan lahan "


" Gudang baru? " Aldrich bingung mendengarnya, memang sedari jaman ayahnya yang memegang kekusaan. Mereka belum pernah memindahkan markas apalagi gudang utama ketempat lain dengan berbagai alasan. Kalau membuat gudang baru tanpa memindahkan yang lama dia bisa mengerti itu


" Ya, kita berencana untuk membuat sebuah gudang baru yang letaknya tak diketahui oleh siapapun. Dan kita harus meminta James untuk menyeleksi setiap pegawai yang akan ditempatkan disana " Dave menambahkan penjelasannya


" Kenapa kita harus memindahkan gudang? "


Riel mendengus " Karna fokus mereka sedari kemarin adalah menghancurkan gudang dan menarik semua investor. Kita bisa menyisakan sedikit barang di gudang lama sebagai umpan, aku dan Dave akan menjadi investor palsu. Kami berdua akan menyerang perusahaan yang bekerja sama dengannya "


" Aku akan mengendalikan semuanya lewat laptop ini, kalian bisa melakukannya dengan leluasa " Xavier memperlihatkan rancangan yang sudah dia buat sematang mungkin sampai tingkat kegagalannya sedikit


" Kalian yakin semua ini akan berjalan sesuai rencana? kau tau kan mereka itu mengandalkan banyak orang dibaliknya. Jadi musuh kita akan sangat banyak mulai dari sekarang " Aldrich juga melakukan penyelidikan dengan caranya sendiri, sepertinya para klient yang biasa  berinvestasi padanya mendapat sebuah ancaman dari pihak tertentu hingga secara tiba tiba menarik dananya begitu saja


Bukan masalah tentang jumlah uang yang ditarik atau total kerugian yang mereka alami. Aldrich dan ayahnya masih bisa menutupi itu semua dengan tabungan mereka. Tapi yang menjadi masalah bagi keduanya adalah para investor menarik dana di tengah tengah proyek yang sedang berjalan


Banyak sekali dokumen yang harus dibuat ulang, juga berapa yang mereka tarik dan berapa yang sudah terpakai itu semua harus dihitung dengan benar dan sangat menyusahkan. Aldrich benci sekali memulainya dari awal padahal sudah setengah jalan, dia jadi harus mengerjakan proyek ini seorang diri dan mengubah polanya ke semula


" Mereka yang cari gara gara, ingat " Dave mengeluarkan seringainya, dia harus menuntaskan masalah ini sampai ke akar akarnya dan menemukan siapa dalang dibalik semua kejadian ini


" Beritahu saja kapan, aku akan mengambil cuti dari rumah sakit dan fokus disini " tentu saja Riel mempunyai tanggung jawab lain selain membantu teman temannya


Aldrich menaruh lengannya di meja dan tersenyum senang, akhirnya dia bisa melakukan pembalasan sekarang. Bukan ia yang memulai permainan ini


" Sudah diputuskan, kalian kembali kesini agar tak sulit untuk berkomunikasi nanti dan Xavier. Tolong urus sisanya oke? "


.