As Long As I Got You

As Long As I Got You
Hurts a lot



Pipi gadis itu sudah berubah warna menjadi kebiruan karna tak langsung diobati, bibirnya yang terluka pun dia biarkan begitu saja. Gadis itu hanya terlalu terkejut dengan apa yang baru saja terjadi, pria itu langsung menyalahkannya tanpa memberi kesempatan untuk menjelaskan


Saat ini mereka semua sedang berada di rumah sakit Riel, Dave langsung menelfonnya ketika melihat tanda tanda alergi muncul pada anak itu. Aldrich pergi sendiri sembari membawa sikecil dimobilnya meninggalkan gadis itu sendiran. Sampai Dave yang mengajaknya untuk ikut bersama di dalam mobilnya


Riel keluar bersama beberapa dokter dan perawat lainnya " Alerginya sudah ditangani, pasti tenggorokan anak itu terasa seperti terbakar saat dia terbangun. Kita bisa memberikannya susu untuk menetralkan hal itu " Riel tak percaya jika Airene yang melakukan hal itu, dia tau bagaimana gadis itu selama ini


Mereka sudah boleh mengunjungi sikecil didalam, tapi Riel berpesan untuk tak membangunkan anak itu dulu. Biar anak itu istirahat lebih lama, sampai ruam ruam dikulitnya membaik.


Aldrich memasuki ruangan itu terlebih dahulu, Dave melihat Airene yang diam saja mencoba untuk berbicara " Obati dulu lukamu bersama Riel " pria itu prihatin melihat luka dipipi gadis itu, tamparan itu pasti sangat keras. Dia tau kekuatan temannya itu, terlihat dari lukannya yang meninggalkan bekas kebiruan bengkak


Gadis itu menolaknya, dia tidak berpikir untuk mengobati lukanya sekarang. Luka ini tidak sakit sama sekali dibanding dengan hatinya, sempat berpikir untuk langsung pergi dari tempat itu jika dia tak mengingat kondisi sikecil saat ini. Dia ingin tau dulu kondisi sikecil,


Ragu ragu gadis itu melangkah memasuki ruangan dikecil, dia takut karna ada pria itu didalam sana. Tapi priotas utamanya adalah melihat keadaan sikecil, anak itu. Anak yang selama ini dia urus dengan baik baik tak pernah terpikirkan dibenaknya untuk meracuni anak tampan itu, kenapa dia harus meracuni anak yang sudah ia urus susah susah agar tetap sehat


Dia ingin berkata dengan lantang bahwa bukan dirinya yang melakukan itu, bukan dirinya yang memberikan kotak bekal berisikan udang yang membuat sikecil alergi. Dia tak mempunya kotak dengan warna sama seperti itu, bekal yang dia buat masih ada di sisi meja kerjanya jika mereka ingin tau. Tapi untuk apa menjelaskannya sekarang?


Apa yang akan berubah jika dia menjelaskannya?


Sikecil kembali sehat seperti pagi hari ini?


Pria itu yang tak menamparnya


Lalu hatinya yang berdenyut denyut menahan sakit?


Apa yang akan berubah?


Tidak


Tidak akan ada yang berubah, semuanya sudah terjadi. Tanpa penjelasan dan tanpa kejelasan, semua itu terjadi begitu saja di depan mata Airene. Apa yang bisa dia lakukan jika sudah seperti ini? tak ada. Gadis itu tak berniat melakukan apapun, dia membungkam semua penjelasan yang seharusnya dia katakan


Gadis itu melihat sikecil tengah terbaring diatas ranjang rumah sakit dengan infus yang menancap dilengan kirinya. Pasti anak itu akan menangis jika dia tau tangannya kembali tertusuk jarum infus. Wajah tampannya dihiasi oleh ruam ruam merah yang menutupi ketampanan anak itu. Rautnya terlihat sudah lebih tenang dibandingkan tadi, felix yang tertidur tenang membuatnya senang. Setidaknya anak itu tidak merasakan sakit seperti tadi


Pria itu ada disudut ruangan, duduk dengan teman temannya. Airene tak menghiraukannya, dia tak mau mengganggu pria itu. Tidak berniat juga mendekati pria itu, Xavier menatap terkejut pada lukanya. Ya ada luka sobekan kecil di ujung bibirnya. Lelaki itu tak tau apa yang sudah terjadi sepertinya


Airene melangkah mendekati sisi ranjang anak itu, tangannya terulur membereskan beberapa anakan rambut yang menghalangi wajah tampan anak itu. Dia berusaha untuk menahan air mata yang bisa saja sewaktu waktu jatuh karna tak terbendung lagi


Sakit


Dia kesakitan bukan karna luka dipipinya, bukan karna perutnya yang sedari tadi sakit, bukan juga hatinya karna pria itu, tapi dia kesakitan karna melihat anak itu terbaring disini. Diatas ranjang rumah sakit yang pasti dibenci anak itu


" Nanti.. nanti mommy bawakan kwekk kwekk yah biar temani anak baik disini " suaranya parau serak dan lebih seperti berbisik dari pada berbicara


Riel ingin berbicara dengan keduanya, dia tau letak masalahnya. Dave memberitahunya tadi diluar ruangan bahwa temannya itu melakukan tindakan bodoh menyakiti gadis itu. Tapi waktunya belum tepat sekarang, keduanya masih butuh waktu


Gadis itu melangkahkan kaki keluar dari ruangan, suara Dave tercekat ketika melihat gadis itu sudah keluar dari ruangan. Dia berpikir pasti gadis itu akan pergi meninggalkan semuanya, tapi setelah beberapa saat. Gadis itu kembali dengan sekantung besar belanjaan berada dilengannya, dia membeli beberapa kotak susu, cemilan kesukaan sikecil dan beberapa makanan. Gadis itu menaruhnya di nakas rumah sakit


Setelah melakukan itu, Airene mendekati kembali ranjang rumah sakit. Keputusannya sudah bulat, sedari tadi dia memilih cemilan untuk sikecil ada pemikiran yang terbesit dibenaknya. Dia juga memikirkan hal itu sejenak sampai tekadnya sudah bulat


Digenggamnya lengan kecil itu " Mommy ambilkan kwekk kwekk dulu yah, felix tunggu disini saja. Jika mau susu, mommy udah taruh di atas nakas itu. Minta tolong pada paman untuk mengambilnya yah, mommy pergi dulu " gadis itu mengecup dahi felix dalam selama beberapa detik


Dia berharap waktu bisa berhenti sekarang


Airene pergi dari ruangan itu tanpa mengucapkan apapun, tak ada yang harus diucapkan pikirnya. Dia juga tak perlu meminta ijin lagi, untuk apa? kepada siapa?


Air matanya tak terbendung lagi ketika dia baru menaiki taxi


Lukanya mulai terasa sekarang


Ya itu terasa sangat menyakitkan sekarang, sangat


hiksss.. hikksss


Untuk pertama kalinya dia menangis karna seorang pria, untuk pertama kalinya juga dia terluka sedalam ini oleh oranglain. Kata kata pria itu kembali diingatnya, mencintainya, ingin menjadikannya wanita satu satunya. Haa.. Sepertinya semua itu hanya kepalsuan, Airene saja yang terlalu bodoh karna mempercayainya begitu saja, dia begitu terlena dengan kata kata pria itu hingga melupakan bisa saja pria itu menghianatinya


Keputusan sudah dibuatnya, dia akan meninggalkan semuanya. Meninggalkan pekerjaanya, meningglkan pria itu, meninggalkan anak tampan itu dan meninggalkan semuanya. Airene akan meninggalkan semuanya dan kembali ke kehidupan biasanya


Taxi itu membawanya ke sebuah pusat perbelanjaan, dia tak mungkin membawa barang barangnya yang berada di rumah pria itu. Biar dia membelinya saja, tabungannya lebih dari cukup untuk kembali menyewa sebuah apartement. Taxi itu berhenti disebuah pusat perbelanjaan besar


Hal pertama yang dilakukannya adalah memindahkan semua tabungan atas namanya ke tabungan milik ibu panti. Dia diberi sebuah tabungan dan kartunya saat keluar dari panti, dan itu atas nama ibu panti. Dia akan kembali menggunakan kartu itu, mengambil beberapa uang cash untuk dibawanya nanti. Setelah selesai mengurusnya dibank terdekat daerah situ, gadis itu memasuki pusat perbelanjaan


Orang orang menatapnya, ntah memang benar benar menatap kearahnya atau luka yang ada dipipinya. Tapi sepertinya mereka melihat ke arah lukanya


Airene membutuhkan sebuah koper dan tas besar, dia juga membutuhkan beberapa baju ganti, sepatu dan hal lain lainnya yang dia tinggalkan dikediaman Aldrich. Dia juga membeli beberapa mantel dan menyusunnya kedalam koper saat itu juga, setelah selesai tujuan sekarang adalah kebandara. Untung saja dia selalu membawa dokumen dokumen penting di dalam tas nya


Jadi dia bisa pergi kemanapun kapanpun


Gadis itu membeli penerbangan ke Londong, penerbangan yang dia beli akan berangkat kurang lebih 10 menit dari sekarang jadi dia sudah berada dalam pesawat dibangku sesuai pesanannya.


Akhirnya keputusannya terlaksana


Dia duduk disamping jendela yang menarah keluar, gadis itu berpikir bahwa kali ini dia benar benar meninggalkan negara ini. Dia akan menempati sebuah desa yang jauh dari perkotaan di london, gadis itu akan menenangkan dirinya disana. Dia akan memikirkan hal lain nanti, untuk sekarang gadis itu hanya tak mau berada disini


Semoga sikecil tak menangis dan mencari dirinya, dia berharap kesembuhan untuk anak itu


Dan maaf karna tak bisa mengucapkan perpisahaan dengan benar