As Long As I Got You

As Long As I Got You
Back to Routine



Rencana awal mereka yang akan berlibur lama setelah transaksipun gagal karna sebuah panggilan telfon dari Dave, ia menuturkan bahwa saat ini beberapa media mulai membicarakan keduanya yang tertangkap kamera sedang berlibur keluar negri itu. Selutuh media eltektronik maupun cetak sedang membahas seorang ceo muda nan sukses yang berhasil tergoda oleh sekertarisnya


Tergoda, menggoda, memanfaatkan kesempatan adalah sebagain dari banyak asumsi buruk yang ditujukan pada Airene. Media mencap nya sebagai pemanfaat situasi karna sikecil melengket padanya, orang orang jadi berpikir bahwa sikecil menjadi alasan untuk Airene mendekati Aldrich. Banyak pula media yang memberitakan Felix sebagai anak haram dan berita berita lain yang tak masuk akal


Saat ini mereka sedang melakukan penerbangan kembali ke Callifornia, Aldrich dan James sedang sibuk membahas sesuatu dibelakang kabin pesawat ini. Riel juga tak jauh berbeda, ia sibuk menerima beberapa panggilan menanyai tentang kebenaran berita ini karna ia tertangkap kamera berjalan bersama kami. Sikecil seperti biasa tertidur di pelukkan Airene yang sedari tadi terus melamun


Apa yang akan terjadi pada hidupnya setelah berita berita ini muncul? apakah orang orang akan memanggil dan mencapnya sebagai penggoda atasan? Bagaimana ia harus bekerja dikantor, pasti karyawan karyawan disana mengetahui berita ini. Apa yang harus ia lakukan? segala pemikiran buruk hinggap dikepalanya, ia tak menyangka bahwa ada yang memberikan foto mereka pada media. Ia kira bahwa mereka memotret karna bertemu seorang pengusaha sukses saja, bukan karna mereka berdua ketahuan jalan bersama


Aldrich melangkah duduk ke sisi kosong disebelah anaknya dan Airene, dia tidak merasa terganggu sama sekali tentang meledaknya berita tentang dirinya bersama Airene. Yang ia tak suka hanya media itu memberitakan hal yang salah dan jauh dari faktanya. Tak ada yang menggoda dan tergoda, Airene bukan tipe wanita yang senang menggoda atasannya sendiri. Bahkan jika ia tak bertanya terlebih dahulu, gadisnya hanya akan diam tanpa melakukan apapun apalagi mendekat padanya. Dia pun selalu menjaga jaraknya kalau tidak Aldrich dekap. Aldrich tak suka pada media media yang membicarakan hal buruk pada gadisnya, oleh karna itu ia memerintahkan james untuk mengatasinya. Membuat ia menaris beberapa saham diperusahaan media itu, menghancurkannya dengan cara biasa hingga cara yang tak pernah mereka bayangkan sebelumnya


" oyy oyy oyy.. Berita kalian ada dimana mana, bahkan media menuju rumah sakit ku" Riel membaca berita sedari tadi melalui tabletnya


Takut, wajah takut Airene terlihat oleh Aldrich yang sedari tadi menatapnya. Namun yang di tatap tak menyadarinya, ia mengulurkan tangannya untuk menggenggam erat tangan Airene


" Tidak akan terjadi apa apa, jangan takut " ia mencoba untuk sedikit menghibur gadisnya


Sebenarnya tak apa bagi Airene jika dicap atau digosip kan yang tidak tidak. Ia hanya takut berita ini akan mempengaruhi sikecil, sikecil ini berbeda dengan kebanyakan anak lainnya yang tak peduli pada sekitar. Sikecil bahkan mendengar orang orang yang membicarakannya dikantor milik ayahnya sendiri. Jadi yang ditakutkan adalah sikecil yang mengetahui hal ini


Airene mengelus wajah anak itu, ia tak mau ada yang menyakiti hati sikecil. Yang harus dilindungi dari pemberitaan ini bukan dirinya, biarlah orang mau bergosip buruk tentangnya. Tapi jangan sampai sikecil mendengar itu


" Aku takut, jika felix melihat beritanya " berujar apa yang sedari tadi ia pikirkan


Riel pun setuju dengan itu, karna tuan mudanya itu bukan anak yang sembarangan " Ya, kita harus membatasi akses felix melihat tv atau bertemu dengan orang lain "


Ternyata gadisnya itu lebih memilih orang orang yang menyerang dirinya dibandingkan sikecil ini, Aldrich semakin membuka mata dan hatinya pada Airene. Ia bahkan tak memanfaatkan situasi, tapi ia malah mengkhawatirkan anaknya itu


" Sementara, kamu diam dirumah dengan Felix dan beberapa bodyguard. Biar aku dan james mengatasinya terlebih dahulu "


Pilihan saat ini adalah dirinya dan sikecil yang diam dirumah terlebih dahulu sampai Aldrich berhasil menghancurkan dan memusnahkan berita berita itu.


Mereka tiba di Callifornia malam hari, untung saja landasan dikediaman Aldrich sudah beres jadi mereka tak perlu turun di bandara yang pasti sudah di penuhi wartawan dan media itu. Terlihat juga jauh di depan pintu gerbang utama kediaman ini, orang orang yang membawa kamera berlalu lalang menunggu sang pemilik rumah untuk keluar dan memberikan kejelasan pada awak media


Sebenarnya tak ada kejelasan yang harus Aldrich maupun Airene berikan, para media itu tak punya hak untuk mengetahui bahkan mengusik kehidupan keduanya. Mau mereka berlibur bersama, tinggal bersama bahkan mungkin mereka menikah. Aldrich tak mau media mengganggu momen momen yang akan terjadi bersama gadisnya itu


Mungkin ada, ia akan memberikan kejelasan kepada kedua orang tuanya yang sedari tadi terus menerus menghubunginya. Berita itu sudah tersebar kemana mana, wajah Airene pun tersebar di beberapa media massa. Tak aneh bila kedua orang tuanya mengetahui hal ini dari media, mereka meminta kejelasan tentang apa yang sebenarnya terjadi. Tapi Aldrich menahan memberikan kejelasan pada kedua orang tuanya, ia meminta keduanya untuk bersabar karna Aldrich berniat untuk mengajak gadisnya itu mengunjungi kedua orang tuanya


Bodyguard disiapkan 2x lebih banyak dari biasanya, Aldrich tak mau mengambil resiko jika hal hal buruk terjadi pada anaknya dan Airene. Media biasanya melakukan segla cara agar mendapatkan apa yang mereka inginkan, termasuk menyelinap ke properti orang sepertinya sudah biasa. Maka dari itu Aldrich menyuruh james untuk menyiapkan bodyguard sampai 2x lipat


Riel tak bisa pulang atau kembali ke rumah sakitnya, karna menurut orang orang yang ada dirumah sakitnya. Para media sedang berkumpul diluar rumah sakit dan takutnya jika Riel memaksa untuk kesana, para media juga akan memaksa untuk masuk kerumah sakit mengejar Riel. Ia tak mau mengganggu para pasien yang sedang berobat di rumah sakitnya


Sikecil sudah ditidurkan dikamar ayahnya, Airene dan yang lain nya hanya diam duduk diruang keluarga menunggu sang pemilik rumah datang.


" are you ok, airene? " akhirnya Riel membuka pembicaraan, mau bagaimana pun memang gadis itu pasti kena resikonya jika berdampingan dengan Aldrich


Airene mengangguk senyum " ya baik baik saja " mungkin ia harus diam dulu dirumah sementara sampai berita berita itu mereda


" Dave dan Aldrich akan mengurusnya, mereka akan mengurus orang orang yang berkata buruk tentang mu " sebagai teman, Riel tak suka jika gadis temannya itu mendapat perlakuan seperti ini


" Aku hanya takut Felix mendengarnya "


" Tidak akan, kupastikan itu " Aldrich melangkah menghampiri semua orang yang sedang berada di ruang keluarga itu


Ia meyakinkan pada gadisnya bahwa tak akan terjadi sesuatu pada dirinya dan sikecil, mungkin berita berita itu akan hilang beberapa hari. James dan Dave yang diperintahkan sedang mengerjakannya, lalu perlu waktu untuk menghapus berita yang sangat banyak itu. Kedua orang tuanya pun tidak diam dan ikut membantu, mereka tak ingin cucu semata wayangnya terluka karna melihat pemberitaan ini.


Kedua orang tua Aldrich memang bukan orang biasa, jika seorang pemilik perusahaan sedang mengalami masalah. Mereka pasti menemui ayahnya, ya Alan Callisthenes. Sebelum Aldrich menjadi pembisnis tersukses, sebelumnya ada ayahnya yang terlebih dahulu menempati puncak. Tak ada orang yang tak mengenal dirinya dimasa jayanya itu, hingga saat ia turun dan mewariskan pada anak satu satunya. Dia masih dikenal sebagai investor terbesar didunia bisnis


Riel tersenyum puas, tak ada seorangpun yang bisa kabur dari genggaman seorang Alan Callisthenes " Aku malah kasian pada orang orang itu "


Aldrich menggenggam tangan Airene yang sedari tadi diam " ya.. jika ayah ku yang mengurusnya"


" Mereka saja yang bodoh mengusikmu, mungkin paman akan menghancurkan perusahaan mereka satu persatu "


" Sebanyak 3 perusahaan yang memberitakan hal ini mengalami penurunan saham hingga ke titik 0 sir " James yang sedari tadi berkutat dengan tabletnya ikut menimpali


Tentu saja, tak aneh jika ayahnya itu mampu menghancurkan sebuah perusahaan " Biar saja pak tua itu melakukan hal yang ia sukai "


Buhahahhaha


" Benar, ini pasti karna paman. Lihat beberapa perusahaan selanjutnya pun mengalami kebangkrutan "


" Hebat sekali jika bisa menjadi seperti paman, hahaha " Riel yang awalnya serius berubah menjadi santai karna mengetahui ayah dari temannya itu ikut membantu


" Apa yang terjadi ,sir? " Airene merasa penasaran, bukankah ini mesalah besar? mengapa mereka terlihat santai seperti ini


Aldrich menatapnya, ia tak suka gadisnya itu masih memangilnya dengan panggilan formal


" Panggil namaku, aku tak suka panggilan formal mu itu "


Siapa juga orang yang bisa memanggil atasannya itu dengan nama, bahkan ia yang setiap hari bertemu bersamanya pun tak berani " taa.. tapi sir "


" Kubilang panggil namaku, Irene " Aldrich mengucapkan namanya dengan nada yang sangat dalam sampai sampai ia merinding mendengarnya


Riel mendelik tak suka, lama lama berdekatan dengan kedua pasangan itu membuat tekanan darahnya naik " Iya,, iyaa kami tidak ada memang lanjutkan saja acara bermesraan kalian " ujarnya mengejek


" Kenapa kau semakin hari semakin mirip saja dengan dave "


Karna dari ketiga temanya, dave memiliki sifat yang paling tidak ia sukai. Temannya itu suka sekali megggodanya, mengejeknya bahkan terang terangan menyindirnya dan kali ini Riel memiliki sifat yang sama dengan Dave


" Menurutmu? " bangkin menuju kamarnya, Riel tak tahan berlama lama dengan pasangan itu


kringgg!!


Suara ponsel berdering mengalihka pembicaraan mereka, ponsel yang berdering itu milik Aldrich dan terlihat bahwa ayahnya yang sedang menelfon


" ya " Al menjawab telfon itu tanpa melepaskan genggaman tangannya


" kau tau apa yang sudah kau lakukan? " Terdengar suara pria di sebrang telfon sana


" memang apa yang aku lakukan? " Aldrich tak merasa melakukan sesuatu yang salah


" Anak ini benar benar, aku tak mau tahu. Besok kau ajak gadismu itu kemari "


Aldrich menatap seseorang yang sedang dibicarakan itu " Untuk apa ayah? "


" Masih bertanya untuk apa?! bawa kemari atau aku akan mengambil cucuku!! "


" Aku akan membawanya jika ia mau, ayah tak bisa memaksa " Aldrich tak mau memaksa Airene untuk menemui orang tuanya. Lagipula Airene belum memberikan jawaban atas pernyataan malam itu. Ia takut Airene merasa tak nyaman


" Aku tak mau tau!! setelah membereskan kekacauan yang kau buat!! besok sebelum makan siang "


Panggilan terputus, ayahnya bahkan tak menerima alasan apapun yang akan Aldrich ucapkan. Memang sifat keras kepalanya itu sangat menurun padanya. Airene sedari tadi mendengar percakapan ayah dan anak itu, ia takut untuk mengikuti keingin ayah dari atasannya itu. Tetapi ia juga tak ingin sikecil dibawa oleh yang notabenenya adalah kakek dan nenenya. Ia tak mau terpisah dari sikecil


" Jadi, kau mau atau tidak? " Aldrich tak akan memaksa jika gadisnya tak mau, ia akan memberikan berbagai alsan pada kedua orang tuanya seperti biasa


Airene menatap iris abu abu didepannya, walaupun ia takut. Ia tak tau apa yang akan dilakukan kedua orang tua atasannya itu. Tetapi ia harus bersama sikecil jadi " Aku mau sir "


Aldrich tersenyum bangga pada gadisnya itu, walaupun dia takut. Tapi dia menerima suruhan itu dan menanggung resikonya


" Tapi sebelum itu, kau harus memanggil namaku "