As Long As I Got You

As Long As I Got You
Leave



Sikecil terbangun setelah tertidur beberapa jam, hal pertama yang dicarinya adalah Airene. Dia menanyakan pada semua orang yang ada disitu kenapa ibunya tidak terlihat? Tenggorokannya juga sakit, dia tak bisa menemukan ibunya jadi dia menangis dengan kencang.


huaaaaa


Walaupun tenggorokannya sakit, tapi dia tetap menangis dengan keras. Biasanya Airene akan menghampiri dirinya jika mendengar tangisannya yang keras ini, tapi. Setelah beberapa saat menangis, ibunya masih tak terlihat dipandangannya


Hanya ada ayahnya yang berusaha menenangkannya, paman Riel yang memegang lengannya juga paman Dave yang dudu dipinggi ranjang. Kemana ibunya? kenapa dia tak menghampiri dirinya? Dia ingin digendong oleh sosok itu, tenggorokannya juga sangat sakit pasti jika ada ibunya dia sudah diberikah obat dan lengannya. Dia melihat lengannya yang kembali diinfus dan baru terasa sakitnya


hikss hiksss


" Mommy.. sakitt.. hikss.. mo.. uhukk uhukk " anak itu terus menerus memanggil ibunya sampai tersedak


Aldrich yang melihat itu tak bisa melakukan apapun, dia tak bisa menjawab keinginan anaknya. Yang dia tau sosok yang dicari anak itu sedang kembali untuk membawa beberapa bonekanya tapi sudah sekian jam gadis itu tak kembali. Awalnya dia tak peduli mau kembali atau tidak terserah gadis itu, tapi ketika dia berpikir kembali dengan keadaan tenang. Dan lalu anaknya sudah terbangun mencari sosok itu, dia terpikirkan satu hal


Apa benar gadis itu yang melakukannya?


Dia mengusir gadis itu saat kedatangan wanita yang tak diundang memasuki ruangannya dengan paksa, niatnya dia tak mau gadis itu terpengaruh oleh ucapan ucapan yang dilontarkan wanita itu. Lalu bagaimana bisa felix menerima kotak bekal itu kalau Airene saja berada diluar? Aldrich mengalihkan pandangannya sejenak dan meninggalkan wanita itu sendirian didalam ruangannya untuk berbicara dengan Dave yang berada di daun pintu. Dia hanya meninggalkannya sebentar, hanya sebentar


Apa wanita itu yang memberikannya?


Apa benar dia melakukannya?


Felix masih terus menangis sembari berteriak memanggil Airene yang tak kunjungi kembali mendatanginya, mau tau mau Riel menyuntikan obat tidur dosis rendah kepadanya. Karna anak itu terus berteriak, ternggorokannya juga masih terinfeksi jika terus berteriak. Lukanya akan semakin dalam dan parah


Anak itu sudah kembali tenang berkat obatnya yang sudah bekerja, di sisa sisa kesadarannya dia tetap menyebut nama Airene sebelum jatuh tertidur. Riel tadinya tak mau ikut campur dalam masalah ini, tapi melihat kondisi sikecil yang seperti ini sepertinya mustahil jika dia tak ikut campur. Sikecil menjadi prioritasnya


" Aku tau kau marah karna anakmu seperti ini, tapi apa kau yakin dia yang memberikannya? " Riel membereskan semua alat suntiknya kembali kekotak seperti semula


Aldrich masih dia disisi ranjang anaknya, dia tak berpikir kesana karna panik ketika melihat anak itu muntah dan menangis kencang. Dia hanya berpikir jika biasanya yang membawa bekal makanan adalah gadis itu, jadi dia dengan reflek langsung melampiaskannya pada gadisnya.


" Coba cari tau terlebih dahulu, tindakan mu sudah melebihi batas. Gadis itu juga berhak menolakmu karna hal ini "


Gadis itu belum kembali sedari tadi, mungkin sudah 5 atau 6 jam yang lalu. Rumah sakit ini berada dekat dengan kediamannya, mungkin hanya membutuhkan waktu 15 menit dengan kendaraan atau 25 menit dengan berjalan kaki. Tapi kenapa gadis itu belum kembali? Apa ada sesuatu yang terjadi pada gadis itu?


Aldrich mengambil smartphonenya yang selalu berada disaku celananya, dia harus memastikan sesuatu " Apa Irene kembali kesana? " ujarnya setelah panggilan itu tersambung


" Miss Airene? Sedari tadi kami disini tapi tak melihat miss, sir "


" Kau yakin tak melihatnya? "


" Iya sir, sedari tadi saya berjaga didepan dan tak melihat miss "


" Yasudah "


Ternyata pria itu menelfon Josh yang sedang bertugas dirumah, dia menanyakan keberadaan gadis itu apa benar pulang atau tidak. Tapi bodyguardnya berkata dia tak melihat sama sekali sosok gadis itu. Lalu kemana perginya dia? kemana perginya gadis itu


Bukankah dia mau mengambil mister kwekk kwekk dirumah?


trakk


Blackcard ini adalah kartu yang diberikannya pada gadis itu, lalu surat. Dia membukanya, surat itu berisikan apa apa saja yang harus diberikan pada sikecil. Seperti resep pancake buatan gadis itu, cookies, puding bahkan merk susu kesukaan sikecil


Apa maksudnya ini? mengapa kartu ini ada disini dan kenapa surat itu berisikan resep resep yang biasa dibuat gadis itu. Kenapa gadis itu melakukannya? dia memberikan semua resep itu berarti gadis itu tak mau lagi membuatnya begitu?


" Lihatlah, kau pasti terkejut melihat ini " Xavier menghadapkan laptonya kearah Aldrich yang masih berada di sisi ranjang


Sedari tadi dia berusaha untuk menemukan beberapa bukti, dia juga tak percaya jika gadis itu yang melakukannya. Hampir mustahil sepertinya, jadi dia mulai mengumpulkan bukti secepat yang dia bisa. Saat ruangan sikecil dibuat, dia meminta pada James untuk menaruh kamera tersembunyi disalah satu boneka yang terpajang di lemari. Sebenarnya tidak hanya satu kamera, dia meminta beberapa kamera yang tersebar diruangan itu. Aldrich juga tau akan hal itu


Tapi teman bodohnya yang malah mengandalkan emosi dibanding rasional membuatnya mengambil langkah fatal, video itu menampilkan dari sejak awal wanita itu datang dan masuk. Bagaimana bisa wanita itu masuk, hingga Aldrich yang membentak Airene, gadis itu yang terduduk dilantai bawah. Lalu terlihat wanita itu yang masuk keruangan felix sembari membawa sebuah kotak, kejadiannya memang cepat sampai Aldrich tak menyadari dan tak melihatnya


degg!!


Sudah terlihat sekarang, siapa yang bersalah dan siapa dalang dibalik semua ini. Dia yang bodoh karna tak mempercayai gadisnya, dia bodoh karna tak menjelaskan hal ini sedari awal hingga gadisnya berpikir macam macam. Dia juga tak menyadari wanita itu memasuki ruangan anaknya dan memberikan kotak bekal itu, dia yang bodoh


Apa yang harus dia lakukan sekarang? dia sudah menyakiti gadisnya tanpa meminta penjelasan terlebih dahulu. Pasti gadis itu kecewa dan tak mau menemui dirinya, dia tau dia tak termaafkan


" Sekarang kau tau bukan? lalu apa yang akan kau lakukan? " Dave yang sedari tadi diam ikut berbicara, bagaimana tidak. Kejadian itu terjadi tepat di depan matanya, dia melihat gadis itu tertampar dan lukanya bahkan belum diobati


Xavier kembali mengotak atik laptopnya, dia mencari semua informasi yang bisa dia dapatkan tentang gadis itu " Aku menemukannya, dia tak kembali kerumah seperti yang disebutkan. Dia pergi kepusat perbelanjaan menggunakan taxi, dia juga terlihat masuk ke dalam sebuah bank lalu memasuki mall dan keluar dengan koper dan sebuah tas besar "


Selama ada camera cctv di wilayah itu, Xavier dipastikan akan bisa mencarinya.


Riel juga penasaran, dia takut ada hal buruk yang terjadi " Lalu kemana perginya gadis itu? " ikut duduk bersama teman temannya di sofa dalam ruangan itu


" Bandara, dia pergi ke bandara dan "


" Dan apa? " kali ini Aldrich baru bersuara, dia tak menyangka jika gadis itu akan meninggalkannya. Gadis itu pergi sebentar lalu kembali lagi dengan membawa perlengkapan sikecil, dia kira gadis itu juga akan kembali lagi kesini tanpa dipintanya tapi dia salah besar. Gadis itu tak kembali, gadis itu benar benar meninggalkan dirinya dan Felix


Ini salahnya


salahnya karna bertindak gegabah dan malah menyakiti gadis itu


Dia menyakiti fisik dan batin gadis itu


" London, gadis itu pergi ke london. Dan aku tak bisa melacaknya lagi "


Semuanya terdiam, gadis itu benar benar pergi sepertinya. Bahkan dia sampai pindah negara berarti keputusan gadis itu sudah bulat, Xavier tak bisa menjangkaunya karna hanya ada beberapa camera saja disana. Yang dilihatnya hanya saat gadis itu baru turun dan tiba di bandara london, selebihnya dia tak menemukan apapun lagi. Gadis itu menghilang entah kemana, setidaknya dia meninggalkan jejak bahwa dirinya ada di sekitaran london


Tinggal bagaimana mereka saja akan mencarinya, Airene tak berharap ada siapapun yang mencarinya. Dia hanya ingin tinggal sendiri tanpa harus menahan rasa sakit lagi


Dia hanya ingin sendiri


Tanpa sikecil


Tanpa Aldrich