As Long As I Got You

As Long As I Got You
Fight Back



arghhhhh ahhh


Jerit Airene karna tergantung diatas sana akibat cengkraman pria besar dibelakangnya, pistol dan pria satunya pun terlepas. Gadis itu berpindah fokus mencoba melepaskan cengkraman dilehernya


buhahha hahahaha


Suara tawa nyaring terdengar dari seorang pria yang duduk ditengah tengah ruangan ini, pria bersurai putih sedang duduk dikelilingi oleh para penjaga dan seorang wanita yang duduk dipangkuannya? Wanita itu tak terasa asing, seperti Airene pernah melihatnya. Karna cengkraman kuat ini jadi dia tak bisa melihatnya dengan jelas


" Kau pikir bisa kabur dari sini? " Suara tawa pria itu kembali terdengar, ia tertawa karna melihat pemandangan yang sangat seru didepannya


" Dia berpikir bisa kabur darimu honey, bukankah dia bodoh berani melakukannya? hahaha " bella menertawakan usaha sia sia yang dilakukan gadis itu


Tak mungkin ada yang bisa melarikan diri jika sudah tertangkap oleh prianya, jika iya. Mungkin luca akan menembaknya secara membabi buta dan memberikan tubuhnya pada anjing anjing peliharaannya


" Tak kusangka pria itu juga menghamilimu, wahh kalau begitu kita bisa menjadi dekat karna sama sama memiliki anak dari dia bukan? " Airene tak senang mendengar ucapan wanita tak tau diri itu, dia tak mau disamakan dengannya yang meninggalkan felix sedari kecil dan bahkan berani untuk meracuni anaknya sendiri


Airene tak akan pernah melakukannya


Dan tak akan pernah menjadi ibu seperti itu


Gadis itu berharap dia masih bisa menahan rasa lelahnya untuk kembali melawan orang orang ini, jangan sampai fokusnya terbagi karena mendengar ucapan yang tidak penting seperti saat ini


Luca menikmati setiap aksi yang dilakukan Airene


Dimana dia melihat wanita pria itu sudah kehabisan nafas akibat cengkraman anak buahnya


bukkk bugg.....


Airene mencoba untuk memukul tangan pria besar yang ada dilehernya ini, tapi itu sia sia. Tidak ada rekasi dari pria itu, seperti pukulannya tak berarti apa apa baginya. Sampai hanya ada cara terakhir yaitu menendang ke ************ pria itu


Dan


Berhasil


uhukkk... uhukkkk


Airene berhasil meloloskan diri setelah pria itu mengaduh kesakitan akibat tendangan kerasnya. Gadis itu mencoba menghirup udara sebanyak banyaknya, mengisi udara kembali ke paru parunya yang tadi tercekat


" Wah kau sungguh luar biasa, aku tak menyangka pria itu mempunya wanita kuat seperti ini " Nada menyindir di sertai tepukan tangan yang berarti dia berterimakasih karna melihat pertontonan ini


Gadis itu cepat cepat mengambil kembali pistol yang tadi tanpa sengaja ia jatuhnya, tatapan benci mengiri dirinya ketika melihat pria itu. Airene mencoba menemak beberapa orang yang menjaga di sekitaran pria itu


Dia sadar dan ingat sekarang, pria yang sedang duduk memandang remeh padanya adalah pria bernama Luca yang selama ini menjadi incaran Aldrich. Wanita yang berada di sebelahnya pun adalah ibu kandung dari si kecil Felix, Bella juga memandang remeh Airene yang sedang berjuang sendirian. Apalagi memakai pakaian yang terbuka memperlihatkan kepada semua orang bahwa dia sedang mengandung


banggg... banggg


Suara tembakan nyaring mengisi seluruh penjuru ruangan ini, pria itu tak bergerak sama sekali dari tempatnya. Malah orang orang disekitarnya menjaga pria itu dengan mengelilinginya, orang itu mengorbankan anak buatnya sendiri untuk melindungi dirinya


Tamak sekali pikir Airene pada pria itu yang malah berdiam diri bukannya berlindung dari tembakan yang saat ini ia lepaskan


Berarti memang pria itu menganggap Airene bukan sebuah ancaman


banggg.... tasssstttt....


Peluru terakhir yang gadis itu punya habis, dia sudah menghabisi kurang lebih 9 orang penjaga. Namun masih tersisa banyak pria pria berpakaian hitam yang menjaga Luca, tak mungkin jika gadis itu melawan mereka semua sekarang. Mungkin jika itu dulu saat keadaannya masih baik dan tak sedang mengandung


Kalau sekarang bertarung dengan keadaan dirinya yang membawa kedua calon bayinya


Luca kembali tertawa melihat perlawanan gadis itu yang sudah usai, peluru di pistol gadis itu tak bersisa lagi. Giliran dirinya yang melakukan perlawanan pada gadis itu


Pria itu bangkit dari duduknya, tertawa melihat gadis didepannya yang memandang waspada pada dirinya yang melangkah mendekati Airene. Sepertinya juga tenaga gadis itu sudah habis


duhggg....


Luca memukul keras kearah gadis itu yang dibalas balik olehnya, sampai gadis itu kehabisan tenaga dan Luca berhasil menendang perutnya dengan keras


ahhhh


Airene akhirnya tersungkur ke lantai dengan perut yang merasakan sakit, tendangan pria itu tak main main sepertinya. Dia sudah berusaha untuk menghindar dari pukulan pria itu ke daerah perutnya, namun sepertinya itu sia sia sekarang


" haaaa.. uhhhhuukk .. haaaa "


Luca menarik satu tangan Airene untuk kembali duduk di kursi nya tadi, tak lupa pria itu juga mengikat kedua tangan gadis itu. Pukulan Airene memang tak begitu keras seperti dirinya, namun tetap saja jika memukul daerah vital gadis ini bisa melakukannya jadi lebih baik untuk mengamankan tangannya dulu


Pria itu menyentuh perut buncit gadis dihadapannya, mencoba memastikan apa benar Airene sedang mengandung anak dari pria itu. Luca menyentuhkan karna perut gadis itu yang tidak terlindungi baju bawanya sudah rusak


Airene merasa pusing dikepalanya sekarang, dia benar benar merasa sial karena pusingnya datang di waktu yang tidak tepat. Mata gadis itu juga sedikit buram, mungkin efek kelelahan dan pukulan pukulan yang diterimanya


" Jadi kau benar benar sedang mengandung yah? " pria itu menusuk menusuk permukaan perut buncit Airene


" Aku penasaran dengan isi perutmu! apa benar benar ada bayi didalamnya? "


" Harus kah aku memeriksanya sendiri? "


Luca mengeluarkan sebuah pisau yang mempunyai panjang 30cm dan terlihat sangat tajam. Pria itu bersiap mengarahkannya pada perut Airene


Pandangannya masih buram, namun wanita itu tau apa yang sedang terjadi


" Apa yang kau lakukan!! " pekiknya takut melihat kearah pisau tajam didepannya


" Menurutmu apa yang akan aku lakukan? " raut pria itu membuat Airene takut, sepertinya memang pria dihadapannya adalah seorang sikopat


Tanya balik Luca sembari tersenyum senang " Tentu saja melihat isi dalam perutmu "


nghhh


Luca mulai menggores sedikit demi sedikit permukaan kulit gadis itu, Airene menyerngit merasakan sakit akibat goresan pisau itu. Darah mulai menetas, Airene mencoba menghalangi pisau yang sedang menggoresnya dengan tangan yang terikat


Semakin lama semakin dalam juga tusukan yang diberikan pria itu, darah juga sudah menetes kemana mana. Yang lain hanya menatap kearah mereka tanpa mau mencoba untuk mengganggunya, mereka tidak mau menjadi sasaran dari bossnya yang seram itu. Biarkan bossnya bermain main bersama gadis itu adalah pilihan terbaik


Goresan pisau itu kini mengenai kedua lengannya, Luca terlihat senang melihat perlawanan dari gadis ini. Ia tak menyangka jika gadis itu akan mengorbankan tangannya untuk melindungi perutnya


" Lumayan juga kau, mau merasakan yang lebih lagi? "


Luca menekan pisau tersebut semakin kuat, Airene juga tidak mau kalah. Dengan sekuat tenaga ia menahan pisau tersebut menancap semakin dalam dalam. Lebih baik mengorbakan kedua lengannya dari pada bayinya sendiri, gadis itu tak akan menyerah untuk bayi bayinya. Dia sudah susah payah mengandungnya, melewati berbagai perawatan dalam jangka waktu yang cukup panjang. Tak mungkin menyerahkan bayi nya begitu saja pada pria ini


Airene berharap agar Aldrich cepat cepat menjemput dirinya dan menyelamatkan kedua bayinya. Pisau itu sudah hampir menembus perutnya, itu berarti kedua tangannya sudah tidak bisa lagi menahan tusukan dalam pria ini


" Aldrichh.... aldrichhhh! ALDRICH!!! "


banggg.. bangggg....