As Long As I Got You

As Long As I Got You
Home?



Riel berkata bahwa kedua calon bayi nya sudah membaik dan cukup kuat sekarang. Berat nya memang belum bertambah banyak, walau begitu ada sedikit kemajuan karna bobotnya sedikit mendekati normal. Wajar jika bayi kembar memiliki berat yang berbeda, terkadang ada yang besar dan kecil. Perawatan akan dilakukan secara berkala, Airene sudah boleh pulang dan kembali 1 minggu lagi atau jika rasa nyerinya kembali datang.


Mengetahui dirinya sudah bisa pulang tentu saja gadis itu merasa senang. Ruangan khusus di rumah sakit ini mempunyai semua fasilitas yang dibutuhkan. Bahkan mungkin bisa di custom sesuai dengan kebutuhan para pasien dan penunggunya


Seperti kemarin, saat gadis itu baru memasuki rumah sakit ini. Aldrich sudah meminta agar ranjangnya diganti dengan ranjang baru yang besar dan lebih nyaman untuk gadisnya. Pria itu juga meminta sebuah meja beserta kursinya berada di dalam ruangan ini dengan posisi menghadap ke depan dari ranjang Airene berada. Aldrich ingin mengerjakan tugasnya sembari tetap mengawasi gadisnya


Ntah memang semua pasien bisa mendapatkanya atau tidak, atau mungkin hanya Aldrich saja yang bisa karna Airene baru tau pria itu mempunyai hampir seluruh saham di rumah sakit besar ini. Itu kenapa pria itu bisa menyiapkan ruangan sebesar ini beserta semua fasilitas yang ada


Dirinya sudah boleh pulang sore ini katanya, tapi gadis itu bingung akan satu hal. Apakah ia harus keluar dari sini masih menggunakan pakaian khusus pasien? Airene memang tak membawa apa apa bukan, lebih tepatnya dia tak sadar jadi tak ada barang yang bisa dia bawa


klekkk


Aldrich memasuki ruangan, pria itu bahkan sudah rapih dengan stelan kerja yang biasa dikenakan. Berbeda dengan Airene yang merasa kucel dan acak acakan karna hanya memakai pakaian pasien ini.


" Ini bajumu, aku bantu gantikan ya " tak disangka ternyata pria itu sudah memikirkan tentang hal ini, dia meminta james untuk membawakan pakaian untuk gadisnya


Pria itu membuka sebuah bungkusan pakaian didalam paperbag, dia menyiapkan pakaian yang nyaman dan aman dimusim dingin ini.


Memang tak ada yang spesial, tapi perlakuan ini cukup membuat hati gadis itu berdebar. Ia sungguh tak menyangka pria itu akan menyiapkan kepulangannya dengan sungguh sungguh seperti ini


Aldrich mengeluarkan gaun panjang berwarna kecoklatan dan menaruhnya di sisi ranjang, ia juga mengambil sebuah mantel bulu panjang dengan warna senada khusus untuk gadisnya. Dia tak mau ketika gadis itu pulang malah kembali sakit karna cuaca yang sedang dingin seperti ini


Gadis itu hanya menatap setiap gerak gerik yang diperlihatkan pria didepannya, dia tak mau mengganggu


" Mau kubantu? Jika kamu tak mau, aku bisa panggilkan seorang perawat untuk membantumu berpakaian? " belum sempat pria itu keluar dari ruangan, suara gadis nya terdengar


Sedikit merasa malu memang, gadis itu malu ketika pria itu menawari untuk membantunya. Tapi lebih baik jika pria itu yang membantunya dibandingkan dengan perawat yang tidak dia kenal. Airene masih waspada dengan sekitar, jadi lebih baik Aldrich saja yang membantunya. Toh pria itu juga sudah melihat semuanya


" Tolong.. tolong bantu aku " dengan wajah bersemu dan dada yang berdebar debar


Bukan hanya gadis itu saja yang merasa debaran itu, Aldrich pun merasa debaran yang sama. Apapun yang menyangkut gadisnya pasti membuat pria itu berdebar


Aldrich kembali melangkahkan kakinya mendekati ranjang itu, dia perlu membantu gadisnya untuk bangun dari ranjang terlebih dahulu. Agar mudah menggantinya jika Airene duduk di sisi ranjang


Dengan telaten dan penuh kelembutan pria itu mengganti satu persatu pakaian khusus pasien menjadi sebuah gaun hangat yang panjang. Dia juga memakaikan sebuah kaos kaki agar gadis itu tak merasa kedinginan


" Apa nyaman? mau ku lepas? " Aldrich berkata ketika sudah selesai memakaian sepasang kaos kaki


Airene menggeleng tanda tak usah, dia menunduk untuk menatap pria itu yang berada di bawahnya " Tidak, terimakasih ini hangat " dengan sedikit senyum


Pria itu menghembuskan nafas leganya, dia senang ketika gadis itu tak merasa risih dengab pakaian tebal yang sudah dipilihnya


" Felix dan ibuku sudah menunggu dirumah, apa kau siap? "


Aldrich mengulurkan tangannya kehadapan gadis itu, dia meminta kesiapan Airene. James sudah menyiapkan sebuah kursi roda karna menurut penuturan dokter Risa, gadis itu belum boleh melakukan banyak aktivitas bahkan untuk sekedar berjalan. Jika hanya jalan jalan disekitaran ruangan ini saja boleh, namun jika berjalan jauh seperti ke lantai bawah itu tidak diperbolehkan


" Momyyyy " teriakan sikecil sudah terdengar sampai gerbang depan rumah ini, suaranya bahkan mengalahkan teriakan Riel yang tak kalah menggelegar


Pertama James turun untuk menyiapkan sebuah kursi roda, karna rumah ini terdapat banyak sekali tangga di setiap sudut ruangannya. Aldrich memutuskan untuk menggendong gadisnya sampai keruang keluarga dan membiarkan kursi roda itu berada di dekat Airene agar jika gadis itu ingin memakainya, ia tinggal duduk disana tak perlu mencari alat itu


Ruang keluarga berisikan banyak orang yang hadir untuk menyambut kepulangan Airene dari rumah sakit dan juga menyambut calon keluarga baru Callisthenes, ayah dan ibu Aldrich juga datang. Mereka tak mungkin melewatkan acara penting ini, Dave juga pulang lebih cepat dari seharusnya. Riel sedang berebut pudding yang dibawa Martha dengan Xavier dan beberapa maid juga bodyguard yang berjejer menyambut dirinya


" Selamat datang kembali miss "


" Selamat atas kepulanganmu "


" Kami senang akan menyambut tuan dan nyonya kecil "


Dan ucapan ucapan syukur lainnya


Airene merasa senang karna kehamilan dirinya yang diterima semua orang, mereka juga tak membahas tentang kepergiannya selama ini dan malah menanyakan apa kondisinya sudah baik atau tidak. Jika ada sesuatu yang diinginkan jangan sungkan untuk memberitahu para maid


" Ingat, kau sudah pulang bukan berarti sudah boleh melakukan banyak aktivitas "


" Aku akan terus memantau disini, jika rasa nyerinya kembali terasa segera beritahukan aku atau pria itu " mengacungkan jarinya tepat didepan Aldrich yang menatapnya dengan tatapan tidak bersahabat


Airene terkikik melihat suasana yang sudah kembali seperti semula, pertengkaran kecil antara pria itu dan Riel atau Dave bersama Riel. Hari hari lamanya kembali seperti semula, dia berharap hari hari ini terus terjadi tidak seperti kemarin saat gadis itu sendirian


" Mommyy... felix kangen tau " sikecil mendekati dirinya sembari memeluknya erat


" Felix ga nakal kan? nurut sama granny? "


" Tanya saja granny, felix ini baik ko mommy " dengan percaya dirinya anak itu menunjuk nunjuk diri sendiri


Aldrich berjalan membawa sebuah nampan berisikan dua gelas, yang satu berisikan susu dan yang satu lagi hanya air mineral biasa saja. Pria itu menaruh gelas susu didekat gadisnya, sudah waktunya untuk memberi nutrisi pada kedua anaknya


" Jangan lupa untuk diminum yah " memang dari awal gadis itu masuk dan dirawat dirumah sakit Riel, semua makanan atau susu ibu hamil disiapkan sendiri oleh pria itu. Aldrich hanya mengijinkan makanan dari ibunya, selebihnya tak boleh


Martha menyiapkan berbagai buah buahan yang sudah dikupas dan memberikannya pada Airene " Makanlah, ibu akan memasak semua makanan yang diinginkan olehmu " senyum keibuannya tak pernah luntur


Jika Martha menunjukkan kepeduliannya secara terang terangan, berbeda dengan Alan sang ayah mertua yang menunjukan kepeduliannya diam diam. Pria paruh baya itu hanya datang, melihat sekitar lalu pulang. Airene hanya tau bahwa pria itu setiap hari mengunjungi dirinya dan pulang ketika Martha mengajaknya


Tapi dibalik itu, malah Alan yang berperan sangat penting dalam keamanan dan para bodyguard yang selalu berjaga disekitaran lantai dan pintu depan ruangan gadis itu berada. Alan menurunkan semua orang orangnya yang sangat ia percaya, kemampuan mereka juga tak perlu ditanyakan lagi. Mereka adalah orang orang yang selama ini menjaga keluarganya dibalik layar, secara diam diam memantau semua anggota keluarga demi keselamatan mereka


" Mommy momyy.. felix udah bisa bobo sendiri loh. Kata granpa, felix harus bobo sendiri biar adik bayi ga bangun "


buhahahahahah


Tawa Riel dan Dave terdengar sampai seluruh ruangan ini, mereka mengerti arti dari ucapan bocah itu. Dan Airene yang baru tersadar hanya tersenyum malu mencoba menyembunyikan wajah malunya dari ucapan sikecil itu