
"tapi tunggu dulu, bagaimana bisa Olin berada di bumi ini? Aku harus mencari tau" batin Anita/Queen Yura mengubah dirinya dan keluar dari ruangan itu.
Tepat di kantin, Yang lainnya sudah berkumpul menunggu kedatangan Anita di kursi kosong di samping Yuda/King Clard. Tentu saja tranding topik tentang sihir, mengunggah Video peperangan insiden kemarin saat monster ular menghancurkan kota. Tentu saja, yang memiliki magic merasa muak dengan berita itu, karena para manusia memperbesarkan hal magic tidak seperti di world elements.
"hmmm, lagi-lagi aku harus menghadapi kegugupan saat mendekati Clard" batinnya menghampiri Kings dan Queens lainnya.
Detingan sendok, garpu serta obrolan mahasiswa mahasiswi yang memenuhi kantin itu menjadi ramai serta topik yang mereka bicarakan tak lain tentang magic, Fairys dan mermaids seakan-akan tak ada cerita lain selain magic. Tentu saja para manusia biasa menggunakan kata *wow, tidak mungkin, luar biasa* saat mendengar magic hanya di dalam dongeng saja yang memiliki sihir. Ayo lah, zaman sekarang ada sihir hmmm tentu saja menjadi berita utama di semua media.
"guys! Ku rasa ingatan mereka tentang kita harus di musnahkan jika tidak akan berdampak buruk oleh mereka" ucap Sesilia.
"hanya Yura yang bisa melakukan itu, kita tidak punya kelebihan kekuatan tentang akal atau pikiran seseorang bukan?" tanya Roby.
"setidaknya Anita mungkin bisa membantu" ucap Yuda yang membuat Anita melotot ke arahnya.
"aku sudah lama tidak menggunakannya, aku takut salah taktik dan menjadi masalah bagi mereka" jawab Anita merubah posisinya.
"tapi setidaknya kita coba, karena element ku mengatakan akan ada hal yang buruk terjadi" ucap Ezra dengan elements udaranya.
Setelah dengan beberapa bujukan dan memikirkannya dengan matang, Anitapun menyetujuinya, dan memulai mengatakan apa saja yang harus di lakukan.
Jam kuliahpun tidak terasa selesai, berhubungan dengan Ibu Anita keluar kota, Anita mengusulkan agar teman-temannya untuk sementara waktu tinggal bersamanya, termasuk Ezra, Roby, Ragil, dan Yuda.
Tepat di taman, Anita mengajak yang lainnya menikmati teh hangat dan bersantai di taman dan memanjakan diri untuk rehat sejenak.
"malam ini kita akan melakukannya bukan?" tanya Anita sedikit ragu dengan keputusannya untuk menghilangkan ingatan para manusia yang mengetahui rahasia mermaids dan vairys.
"tenang Anita, kamu itu bagaikan Yura kami jadi kami pasti akan menjaga kamu seperti kami menjaga Yura kami" ucap Roby menenangkan Anita.
Tanpa sadar dan karena lelah, merekapun terlelap dengan nyenyak, saling membantali satu sama lain. Mereka terlihat lebih tenang saat tidur, seakan tidak memiliki beban sama sekali.
Seiring berjalannya waktu, hingga senjapun menghampiri bumi, Yuda tersadar dari tidurnya dan mendapatkan sosok Anita yang masih tertidur di sampingnya. Dia semakin dekat mulai mengusap pipi Anita dengan lembut dan mendapatkan balasan mendekatnya Anita kedada Yuda. Tanpa berpikir panjang, rangkulanpun mulai terbentuk di tubuh Anita, sekali lagi Anita semakin nyenyak dalam tidurnya.
"astaga,,, kita hampir saja melupakan rencana kita" teriak seseorang di antara mereka dan membuat semua orang terbangun.
"hey! Ada apa? Teriak tidakak jelas" tanya Ezra kepada Novia.
Mengingat Anita yang di peluk Yuda, mereka sama sekali tidak memperdulikan teriakan Novia hingga membuat Anita tersadar bahwa dia sedang di peluk. Kesadarannya membuat wajahnya seperti tomat, sementara yang lain sedang memarahi Novia yang membuat mereka pusing karena bangun mendadak karena teriakan.
"sebaiknya kita siap-siap" ajak Ragil bergagas pergi masuk ke rumah.
Tentu saja saat petang tiba mereka semua mempersiapkan diri dengan rencana mereka, membersihkan diri, makan dan lain sebagainya. Mereka semua terlihat kompak bahkan, lebih mendekati seperti saudara saja.
Ketika matahari telah menghilang, kegelapanpun mulai mengelilingi bumi, pemandangan langit yang begitu indah dengan sejuta bintang, dan di tambah bulan sabit di antatanya.
Yuda/king Clard, Anita/Queen Yura, King Ezra, Queen Novia, King Roby, Queen Diah, King Ragil dan Queen Sesilia telah berkumpul di tengah taman, menatap langit malam yang cerah, sambil menggenggam tangan satu sama lain. Setelah menatap langit, mereka semuapun merunduk tidak lupa dengan cahaya masing-masing elements mereka bersinar di bahu mereka hingga membentuk sayap yang sangat besar dan lebar. Perlahan sayap merekapun di kepakan secara bersamaan hingga mengangkat mereka ke udara. Kepakan sayap besar itu membuat mereka cepat sampai ke atas awan hanya dengan beberapa jam.
Tujuan mereka terbang ke atas awan adalah ingin, menghujan para manusia dengan hujan penghilang ingatan dengan bantuan awan hujan. Dengan bantuan awan hujan dan Queen Diah dengan elements aquanya, Anitapun beraksi dengan kelebihan kekuatan miliknya yang dapat menghilangkan ingatan siapapun itu. Karena masyarakat sekitar dengan jumlah yang banyak mengetahui cerita mereka, Anita sedikit menguras tenaga.
"Anita! Jika kamu tidak kuat jangan lanjutkan!" ucap Yura yang khawatir melihat Anita sudah tidak seimbang.
Anita sempat berhenti beberapa detik saat hidungnya berdarah, dengan bajunya yang lengan panjang diapun membersihkan darah hidungnya dan melanjutkan pekerjaanya. Tentu saja melihat itu, yang lainnya membantu Anita dari belakang dengan cara mentansferkan kekuatan mereka, namun entah apa yang terjadi itu semua tidak berhasil.
Petir-petir mulai bergemuruh, dalam hitungan detik hujan akan jatuh ke bumi, sementara Anita telah di banjiri cairan merah yang keluar dari hidung dan mulutnya.
Jatuhnya air hujan ke bumi bersamaan dengan Anita yang terjatuh karena sayap emas miliknya tiba-tiba saja menghilang.
"Anita!" teriak mereka sementara Diah dan Ezra melindungi Anita agar tidak terkena hujan hilang ingatan itu tidak lupa dengan Yuda dia terbang menuju Anita yang tidak sadarkan diri dengan darah yang berjatuhan.
Kepakan sayap Yuda terbentang menggendong Anita ala bridal dan kembali membawa Anita di atas awan agar tidak terkena hujan. Rambut panjang Anita melambai-lambai tidak lagi pada ikatannya, wajahnya memucat, dan kaki tangannya terasa amat sangat dingin.
"Anita! Anita" panggil mereka sambil menepuk pelan pipinya dengan kecemasan yang melanda-landa.
"Sebaiknya kita bawa Anita ke istana atas angin" usul Ezra dan di setujui yang lainnya.
"Tapi, istana itu sangat jauh dari sini" bantah Novia.
"sebaiknya kita berusaha agar kita cepat menyelamatkan Anita" ucap Yuda bergegas membawa Anita masih dengan posisi menggedongnya ara bridal.
Mereka semua bergegas mengembangkan sayapnya dan membawa Anita ke istana atas angin, sambil mencemaskan Anita. Sebagai perlindungan, mereka semua membuat formasi lingkaran dan Yuda berada di tengah antara mereka bersama Anita.
Setelah hampir satu jam perjalanan, tiba-taba Novia berhenti seakan-akan memikirkan sesuatu.
"kenapa tidak buka teleport saja? Kenapa harus terbang kesana sini?" usul Novia.
"tapi bagaimana? Bukannya tidak ada media di sini selain awan?" ucap Sesilia.
"tunggu dulu? Bukankah di istana ada kolam suci?" tanya Diah dan beranjak ke atas awan dan mencoba membuat teleport menuju istana atas angin.
Setelah teleportnyapun jadi, mereka semua menceburkan diri keteleport satu persatu. Tak lupa dengan kaki-kaki mereka yang telah berubah menjadi ekor karena terkena air dari teleport itu.
Di sebuah istana lebih tepatnya lagi di sebuah ruangan tanpa dinding yang hanya memperlihatkan pilar tertata rapi di teras istana dan di tengahnya ada kolam suci dengan pinggirannya di hiasi dengan mutiara awan. Di dalam kolam itu, muncullah Yuda, Ezra, Roby, Ragil, Anita, Diah, Novia dan Sesilia.