
"Kamu adalah elemen Storm terkuat dan terlengkap yang pernah aku temui, Bukan hanya itu, kamu juga salah satu kesatria yang diramalkan. lihat tanda didahi dan di lenganmu!"
"Ya, semua orang mengatakan itu. Bahkan ada yang mengatakan bahwa aku adalah ratu di segala ratu. Tapi aku tidak menginginkannya, karena jadi penguasa itu terlalu di perhatikan bahkan makan dan minum. Huuuufftt... Itu sangat membosankan"
"Bukankah itu menyenangkan? Bahkan aku ingin kembali kepada Ibuku" gumam Pino.
"Maksudmu? Dimana keluargamu?" tanya Aries pernasaran.
"Ada rahasia besar tentangku!" jawab Pino.
"Ceritakanlah!"
Flashback...
200 tahun yang lalu di kerajaan Piston Sea di pimpin oleh King Carlos Rick Sea dan Gloraris Meldi Sea. Mereka memiliki seorang putri bernama Kenny leutouse.
Kenny Leutouse adalah gadis periang dengan penuh canda, siapapun yang berada di sampingnya tidak pernah meninggalkan tawanya. Kenny Leutouse adalah gadis cantik yang juga merupakan sahabat dari pangeran Dilon dan putri Vera.
"Ayah?" panggil gadis berambut biru tua dan warna ekor yang sama.
"Putriku" balas King Carlos sambil memeluk putri semata wayangnya.
King Carlos menyisihkan waktu luang agar dia bisa mengajari anaknya menguasai elemen mereka yaitu Aqua. Keluarga kerajaan itu dipenuhi tawa bahagia dan makmur.
Hingga suatu hari, King Carlos melepaskan Putri semata wayangnya untuk menggunakan trisula sakti miliknya yang diwarisi oleh ayahnya King Carlos yaitu King Piston Sea. Trisula itu sangat berharga, karena trisula itu telah di warisi turun temurun dari Bangsa mermaid. Trisula itu bukan sembarangan trisula, melainkan inti dari elemen Aqua, bentengnya para Elemen Aqua dan penjaga lautan. Laut akan terlindungi jika trisula itu tetap berada di tangan penguasa yang aman. Saat Putri Kenny bersenang-senang dengan trisula milik ayahnya, malapetakapun terjadi, Putri Kenny ingin mengembalikan trisula itu secepat kilat menggunakan elemen Aqua. Karena trisula yang sangat berat, Putri Kenny kewalahan mengendalikannya pada akhirnya trisula itu mengarah tepat kejantung ayahnya. Kejadian itu disaksikan oleh banyak prajurit mermaid.
"Apa yang telahku lakukan?" batin Putri Kenny terkejut melihat trisula yang menembus dada ayahnya.
"Kenny? Apa yang kamu lakukan? Kamu membunuh ayahmu sendiri?" tanya Queen Gloraris.
"Ibu? Aku tidak bermaksud untuk membunuh ayah, ini kecelakaan ibu" tangis Putri Kenny pecah.
Queen Gloraris mencabut trisula itu dengan sangat kuat, karena terlalu dalam hingga menembus dada suaminya. Kemudian meletakan kepala King Carlos keekornya. Air kini sedikit demi sedikit berwarna mereah di sekitar perut King Carlos.
"Ibu, ini kecelakaan. Aku tidak sengaja melakukannya"
"Kamu sudah besar putriku, seharusnya kamu tahu trisula itu tidak boleh di pegang oleh siapapun kecuali pemimpin kerajaan!" amarah Queen Gloraris.
"Ibu, maafkan aku!" ucap Putri Kenny mencoba memegang ibunya.
"Tidak!" bentak ibunya yang menipis tangan putri Kenny. "Keadilan harus ditetapkan, walaupun kamu putrinya, kamu tidak memiliki bukti untuk membuktikan bahwa kamu tidak bersalah. Para pengawal telah menjadi saksi kematianmu!" sambungnya. "Pengawal! Bawa putriku ke tahanan, tahan dia! Aku akan memutuskan hukuman apa yang pantas untuknya" kata Queen Gloraris. "My King" tangis Queen Gloraris.
Tiga hari kemudian setelah kematian King Carlos, kerajaan Piston Sea kini hanya di pimpin oleh Queen Gloraris. Dengan penuh pertimbangan dan kemporomi antara kerajaan-kerajaan lain, terutama kepada Queen Liana, Queen Tara, dan King Reggie, bahwa hukuman yang di berikan kepada Putri Kenny adalah 'kutukan' yaitu dikutuk menjadi ikan yaitu 'lumba-lumba' dan di asingkan ke laut lepas.
Dengan berat hati, Queen Gloraris mengubah putrinya menjadi seekor lumba-lumba. Hukuman itu mendapatkan keringanan yaitu mutiara pelangi. Hanya mutiara pelangilah yang dapat membebaskannya. Dilon dan Vera merasa sedikit sedih karena kehilang sahabat mereka. Bukan hanya wujud, identitas Putri Kenny di hapus oleh Queen Gloraris, menghapus semua kenangannya hingga dia kembali. Identitasnya di ubah, Queen Gloraris memutuskan untuk mengganti namanya yaitu 'Pino'.
Dalam beberapa menit menangisi perpisahan itu, 'Pino' pun di kirim ke laut lepas menggunakan Elemen Aqua dari Queen Gloraris yang membentuk pusaran air.
"Jadi? Kamu seorang putri? Dan putri dari ibu Gloraris?" tanya Aries.
"Ibu? Maksudmu? Apa kamu mengenal ibuku?" tanyanya kembali.
"Ya... Ibu Gloraris, Ibu Tara dan Ibu Liana adalah orang yang menyelamatkan aku dari kurungan es yang mungkin buatanku kehilangan ingatanku 101 tahun yang lalu. Entah berapa lama aku dalam kurungan es itu, hingga ingatankupun ikut menghilang. Sudah 1 tahun aku bersama mereka tinggal bersama Ibu Tara, bahkan aku juga bersahabat dengan ke-2 sahabatmu. Tapi, selama aku berada di sana, maafkan aku tapi mereka sama sekali tidak menceritakan hal ini kepadaku" jelas Aries.
"Inilah hukumannya Aries, siapa saja yang menyebutkan namaku di sana maka dia juga akan di hukum. Hukuman ini akan berlangsung selama aku masih menjadi seekor lumba-lumba, berakhir jika mutiara pelangi itu didapatkan dan mengubahku kembali menjadi mermaid" kata Pino sedih.
"Kini kita sekarang adalah saudara angkat, kita akan bekerja sama untuk menemukan mutiara itu bagaimanapun caranya!" ucap Aries yang mulai menyemangati Pino alias Putri Kenny. "Tapi tunggu dulu! Apa hubungannya mutiara pelangi dengan dirimu? Maksudku, mutiara pelangi hanya mengunci sebagian besar dari kekuatan World Elements"
"Ibuku menyimpan tubuhku di dalam mutiara itu. Sebuah ramalan mengatakan bahwa element storm akan datang membantuku untuk mendapatkan mutiara itu. Sekarang ramalan itu terjadi, kita berdua akan mencari mutiara itu. Sebelumnya aku sudah mulai curiga atas kedatangan seekor mermaid putih kelaut lepas sambil membawa peta. Tanpa sadar kamu melepaskan peta itu saat kamu di kejar oleh monster gurita tadi, saat itulah aku mengambil kesempatan untuk mengetahuinya" kata Pino.
"Pino, karena kamu sudah menyelamatkan peta itu, aku akan membalasnya dengan membebaskanmu dari hukuman ini" kata Aries.
"Lihat warna rambutmu mulai berubah! Bagaimana bisa? Sebelumnya aku melihatmu dengan warna putih, kemudian abu-abu dan ini?" kaget Pino saat melihat rambut abu-abu Aries mulai berubah warna hijau.
"Ya... Rambut, mata, sayap dan ekor. Itu semua akan berubah warna karena aku belum mendapatkan identitasku dengan sempurna. Tapi baguslah, aku kurang suka dengan warna abu-abu" jawab Aries.
Setelah panjang lebar berbicara, merekapun kembali fokus terhadap tujuan mereka. Tak heran selama perjalan seperti menghadapi 10 Pino alias 10 ekor lumba-lumba karena tingkah Pino yang tidak kenal diam. Dia melupakan sedihnya sesaat dan kembali dengan sifat Putri Kenny. Berenang ke sana kemari, membuat tingkah yang lucu, bahkan sempat mengacau sekelompok ikan yang berenang rapi. Ikan-ikan itu menjadi berenang benas akibatnya. Saat dia mulai menjahili seekor kepiting laut, terlebih dahulu ekornya di capit oleh kepiting itu. Karena merasa sakit yang amat sakit, Pino berenang sekencang-kencangnya agar kepiting itu melepaskan capitnya.
"Arieeeeess... Tolong aku..." teriaknya yang menjerit-jerit kesakitan.
Pino berenang kesana kemari membawa kepiting itu, semenara Aries kewalahan berenang mengejarnya. Kadang ke kiri kadang ke kanan, kadang ke bawah kadang ke permukan, bahkan dia mencoba melompat ke atas permukaan air. Aries mulai kelelahan karena Pino yang ke sana kemari. Pada akhirnya, Aries berenang secepat kilat dengan ekornya dan mendapatkan seekor lumba-lumba yang kesakitan sambil mencoba memeluknya agar dia tidak berenang melarikan diri lagi.
Ekor Pino mulai mengeluarkan cairan merah dan luka akibat capitan kepiting yang masih tidak melepaskan caitannya ke ekor Pino.
"Kepiting, lepaskanlah dia ku mohon" bujuk Aries yang mulai memelas.
"Hey kepiting! Lepaskan aku, apa kamu tidak tahu dia itu siapa? Dia itu ratu di dunia ini! Lihat dahinya!" cetus Pino yang mulai sedikit marah.
"Elemen storm?" gumam kepiting itu sambil melepaskan capitannya sementara Pino meringis kesakitan. "Maafkan aku yang mulia"
"Huuff... Panggil aku Aries, maafkan atas kesalahan Pino karena ingin mengganggumu" ucap Aries.
"Dasar kepiting!" ketus Pino.
Kepiting tadipun pergi, sementara Aries memeluk Pino menggunakan tangan kirinya dan membawanya berenang kedasar laut mencari sesuatu untuk menyembuhkan lukannya.
Dalam renangnya, Aries menemukan rumput laut dan kemudian membalutkannya ke ekor Pino. Cahaya putih kembali keluar dari tangannya dan mulai mengarahkannya ke ekor Pino. Rasa sakitpun mulai terasa dan kemudian menghilang dalam hitungan detik tanpa meninggalkan bekas luka karena bantuan medis Aries.
Mereka berduapun kembali melanjutkan pencarian mereka menggunakan peta, sementara Pino tidak jera akan apa yang telah terjadi padanya tadi. Pino terus saja mengganggu hewan di sekitarnya hingga tertawa.
Aries membuat sebuah bola biru dan memberinya sedikit cahaya agar dapat meneranginya semasa perjalanan. Walaupun tubuh Aries mengeluarkan cahaya auranya yang terang tapi itu tidak cukup untuknya melihat ke arah depan dan jalan-jalan lautan yang ada.