
Betapa indah dan segarnya daerah itu. Wewangian bunga, warna-warni bunga, kerlipan bunga kristal, pantulan dari danau biru, semuanya menjadi satu dan indah.
Satu persatu dari mereka mulai memisahkan diri menikmati udara yang segar itu, memanjakan mata dan menenangkan diri karena telah bebas dari hutan kutukan yang lebih tepatnya lagi penjara alam.
Yura yang terluka tadipun mulai menenangkan dirinya dan duduk di salah satu pohon yang berada tak jauh darinya, sementara yang lain telah melangkah entah kemana menelusuri daerah itu yang dapat di katakan surganya World Elments. Hutan ini tidak kalah indahnya dengan hutan damai. bukan hanya itu menurut cerita turun temurun seperti inilah hutan damai itu.
"Yura?" panggil Pangeran Clard yang terhenti saat melihat Yura sedang mengobati dirinya sendiri.
Terlihat jelas di raut wajah Pangeran Clard, dia sangat cemas terhadap Yura. Berkali-kali dia mencoba mendekati Yura yang saat itu masih dalam masa pengobatan namun tidak kunjung terwujud karena kekuatan medis milik Yura terkenal sangat berbahaya jika tersentuh oleh seseorang yang menganggunya dalam berkonsentrasi.
"Clard?" panggil mereka yang baru saja datang seperti ingin membicarakan hal yang penting.
"Ada apa? Apa yang terjadi?" balasnya.
"Ada hal penting yang harus Yura ketahui" Ucap Novia tergesah-gesah.
"tapi, kita harus menunggunya selesai dulu" ucap Pangeran Clard.
Merekapun memutuskan untuk menunggu Yura selesai dengan penyembuhannya. Dalam penantian yang berlangsung selama beberapa menit itu, Vera dan Pangeran Dilon pun dengan wajah yang berseri-seri tersenyum bahagia.
"kalian dari mana?" tanya Ragil.
"mengelilingi hutan ini" jawab mereka simple.
Dalam perbincangan mereka, Yurapun dengan perlahan membuka matanya dan bangkit dari duduknya. Melihat wajah dari sahabat-sahabatnya, Yurapun tidak membuang-buang waktu lagi, dia langsung menanyakan hal apa yang ingin sahabatnya sampaikan.
"Yura, saat aku berjalan menelusuri pohon bunga kristal, aku melihat fairy. Jumlahnya sangat banyak, uniknya lagi, dia berukuran kecil sebesar kupu-kupu pada umumnya" jawab Novia angkat bicara.
"bahkan aku menemukan sekelompok mermaids di danau itu, dan ukuran tubuhnya sama persis dengan yang di katakan Novia" lanjut Diah.
"Apa mereka...???" gumam Pangeran Clard, Pangeran Dilon, dan Vera dan di tatap oleh yang lainnya.
"apa kalian tahu dengan makhluk-makhluk itu?" tanya Sesilia.
"ya, kami kenal. Menurut buku petunjuk di bagian sejarah, nenek moyang kami menciptakan makhluk yang berukuran kecil untuk melayani orang yang umurnya telah mencapai ratusan abad. berukuran kecil seperti yang baru saja kalian jelaskan" saut Pangeran Clard.
"apakah maksudmu?" tanya Yura yang menggantung namun di ketahui yang linnya maksud dari pertanyaan itu.
Tidak membuang-buang waktu lagi, merekapun segera menuju danau biru yang jernih itu. Tatapan pun mulai saling membalas, dan kemudian secara bersamaan menganggukan kepala kemudian melompat ke danau jernih itu. Kepakan ekor mereka terlihat jelas, bentuk tubuh mereka dan cara mereka berenang yang elegan itu.
Mereka berenang bersama-sama, menelusuri danau dan mencari makhluk yang di lihat oleh Diah menggunakan penerawangan miliknya. Semakin dalam matapun mulai menerawang, terutama dengan Diah dan Yura mereka menerawang menggunakan kekuatannya. Kepakan ekor mereka berhenti saat tangan Yura membentang ke depan dan melihatkan beberapa makhluk kecil yang sama seperti mereka, dari pinggang ke bawah memiliki ekor dan dari pinggang ke atas seperti manusia hanya saja yang membedakannya adalah ukuran mereka lebih kecil.
"hormat kami ratu" ucap mereka serempak.
"salam" balas Yura dan yang lainnya sedikit membungkuk membalas hormat.
"mari saya tunjukan istana kami para meids" ajaknya sopan.
Dengan bersama-sama, Yura, Novia, Diah, Sesilia, Vera, Pangeran Clard, Pangeran Dilon, Ezra, Roby, dan Ragil tidak lupa dengan bangsa meids tadi berenang menuju istana.
Betapa terkejutnya, tubuh mereka memang kecil tapi istana mereka mengalahkan istana Piston Sea, bahkan ini adalah istana terbesar di world elements. Penghuni istanapun tidak kalah banyaknya dengan penghuni istana Zenna yang telah beratambah banyak saat Queen Ororo monroe kembali bergabung setelah sekian lama berpisah dengan sahabat-sabahatnya yaitu Queen Tara, Queen Liana, Queen Gloraris, dan King Reggie.
Tiang-tiang yang kokoh berdiri di lapisi emas dan permata. pernak pernik istana sangat mewah, megah, dan mempesona. Patung-patung berkilau yang terbuat dari berlian, dari sekian ribu patung, mereka melihat terdapat patung tuan gara di ruang pertama.
"apa itu tuan gara?" tanya Ezra angkat bicara yang menghentikan kepakan ekornya.
"iya dia adalah King Gara, yang meninggalkan kita semua akibat cinta segita bersama Queen Karin (di tujuknya patung no 2) dan Queen Jessy (patung urutan ke 3)" jawab meids yang bersama mereka sejak tadi sebagai penunjuk jalan menuju Ratu mereka.
"hmmmmm... Cerita mereka menjadi abadi" gumam mereka.
Perjalananpun dilanjutkan kembali, dan berhenti saat memasuki sebuah ruangan dan memperlihatkan kursi-kursi yang tersusun rapi di sisi kanan dan kiri yang telah terisi oleh bangsa meids dan tidak lupa dengan sebuah kursi yang lebih mewah dan kokoh jauh di depan mereka memperlihatkan seorang wanita yang memiliki warna-warni di bagian ekor dan rambut. Sedikit terkejut, bahkan ribuat pertanyaan telah muncul di masing-masing benak para kesatria yang di ramalkan itu. Bukan hanya mereka, seluruh yang ada di ruang rapat itu terkejut saat melihat masing-masing tanda di bagian dahi mereka.
"hormat kami yang mulia" ucap Yura, Pangeran Clard, Vera, Pangeran Dilon, Novia, Ezra, Diah, Roby, Sesilia dan Ragil sangat sopan sambil membungkukkan badan memberi hormat kepada penguasa.
"selamat datang di kerajaan Korto, kerajaan terbesar di world elements" jawabnya tegas. "perkenalkan, aku Queen Venance. Ratu dari segala Ratu, penguasa di segala penguasa" ucapnya memperkenalkan diri, yang mengaku penguasa di world elments.
"apa? Bukankah yang tertinggi disini adalah Yura?" kata Ragil tidak setuju.
"hm storm, ya memang benar" ucapnya terhenti dan mengangkat tangan kanannya ke atas yang di susulnya kepergian bangsa meids lainnya di ruangan itu. "bahkan buku petunjuk tidak menjelaskan tentang Lord, dan semacamnya di dunia ini" lanjutnya mendekat.
Queen Venance menjeleskan bahwa dialah yang sebenar-benarnya Queen di world elements, tapi setelah mutiara pelangi menyatuh ke tubuh sang pemilik element Storm, maka kekuatannya tidak ada apa-apanya dibandingkat element storm yang sangat sempurna itu.
Misteri di world element kini terpecahkan oleh penemuan mereka dengan bangsa Meids. Semua rahasia kini telah mereka ketahui sangat jelas dengan mendengar cerita asal nenek moyang mereka dari bangsa Meids.
"tapi yang mulia, bukankah jika element strom ada 2 di dunia ini maka salah satunya akan berdampak buruk bagi yang lainnya?" tanya Sesilia yang mendapatkan tatapan tajam oleh Yura dan Queen Venance.
"hmmm... Sekarang waktunya kalian untuk beristirahat, meids akan mengantarkan kalian ke masing-masing kamar. Maaf Pangeran Clard, kamu sebaiknya tinggal di sni, karena aku memerlukan bantuanmu" ucap Queen Venance yang tidak menjawab pertanyaan Sesilia.
Mereka semuapun pergi dan tinggalah Queen Venance dan Pangeran Clard di ruangan itu, di saat Yura meninggalkan mereka berdua terlihat jelas amarah di wajahnya yang tidak merelakan mereka berdua berbincang-bincang tanpa sepengetahuan Yura.