World Elements

World Elements
Dunia lain



Perlahan cahaya yang masing-masing berbeda warna itu mulai terang terus terang sangat menyilaukan. Karena cahaya yang sangat silau dan merasakan suhu yang berbeda-beda mereka hendak menarik tangannya kembali, tapi tidak kunjung lepas.


Dalam beberapa menit kemudian mereka lenyap dari depan batu itu.


"Hari sudah semakin gelap, mengapa team penjelajah belum kembali?" cemas Pak Rino yang berjalan bolak balik dengan jarak 1 meter.


Dalam beberapa jam kemudia malampun tiba. Team penjelajah belum juga kembali. Pak Rino, Bu Murni, Tuan Tio dan juga Tuan Riyan semakin cemas.


"Pak! Bukannya mereka penjelajah?" tanya Fizi dengan soknya.


"Iya Pak, merekakan penjelajah tidak mungkin mereka tersesat. Bener gak guys? Sambung Fenny sambil bertanya dengan teman segengnya.


"Iya Princess" jawab teman-teman ceweknya.


***


Disuatu tempat yang memiliki pemandangan yang Indah dengan pasir putih, air jernih, suara ombak, dan kicauan burung-burung dengan sinar matahari pagi menjelang siang.


Ditepi pantai terdapat 4 gadis dan 3 pria yang terdampar tidak sadarkan diri. Dalam beberapa menit kemudian mereka bertujuh sadar karena sinar matahari.


"Aakkhhh" rintih mereka sambil memegang kepalanya.


"Kita ada dimana?" tanya Yura sambil membenarkan perasaannya yang sedari tadi tak sadarkan diri.


"Tubuhku terasa sakit semua" keluh mereka bersamaan.


Dalam keluhan mereka, tiba-tiba air laut dengan ombak yang sedang kini menjadi besar. Mereka merasa takut dan segera bangkit dari duduknya.


"Tempat apa ini? Ini bukan seperti pulau tersembunyi" gumam Diah.


Dalam ombak yang tinggi muncul seorang wanita mengenakan pakaian bangsawan berwarna biru tua. Wanita itu semakin dekat dengan mereka hingga berada dihadapan mereka semua.


Dalam takut mereka datang lagi 1 orang wanita dan 1 orang pria dari hutan mengenakan pakaian bangsawan berwarna hijau dan pink.


Dari langit datang 2 wanita dan 2 pria mengenakan pakaian bangsawan berwarna Ungu, Putih, Abu-abu, dan kuning.


"Si... Siapa kalian?" tanya mereka gugup dengan rasa takut.


Ke-7 wanita itu hanya membalas senyuman diwajah mereka.


"Siapa kalian" tanya Yura memberanikan diri.


"Iya. Siapa kalian? Dan tempat apa ini?" tanya Ragil.


"Bukannya kami berada di depan Batu raksasa itu, tapi mengapa kami bisa ada disini?" sambung Roby.


"Sebelumnya, perkenalkan namaku storm" kata wanita yang mengenakan pakaian putih sambil membungkukan sedikit tubuhnya memberi hormat kepada Yura


"Aku Aqua" kata wanita yang mengenakan pakaian berwarna biru tua.


"Aku Electric" kata pemuda yang mengenakan pakaian berwarna ungu.


"Aku Blink" kata wanita yang mengenakan pakaian berwarna pink.


"Aku Free" kata Pemuda yang mengenakan pakaian berwarna hijau.


"Aku Sun Light" kata wanita yang mengenakan pakaian berwarna kuning.


"Aku Air" kata pemuda yang mengenakan pakaian berwarna abu-abu


Yura, Novi, Ezra, Dia, Roby, Sesiliw dan Ragil hanya menatap takut kepada 4 wanita dan 3 pemuda itu.


"Tenang, kalian tidak perlu takut kepada kami" kata Electric.


"Iya, kami adalah lambang dari kekiatan elemen yang kalian miliki" sambung Storm.


"Tunggu dulu! Aku tidak mengerti" kata Novia.


"Bukannya kamu yang kami lihat saat dalam perjalanan menuju pulau tersembunyi?" tanya Ezra.


"Iya, yang kamu katakan itu benar" jawab Aqua.


"Sebelumnya kamu mengatakan kalung, tapi kalung apa?" tanya Sesilia.


"Kalung, apa kamu ingat saat ditoko itu?" tanya Sun Light.


Flashback....


2 hari sebelum berangkat tour...


Disekolah SMK Panca Karsa...


"Announcement, announcement, announcement" terdengar suara seorang bapak-bapak yang keluar dari toa.


Semua siswa/siswi segera berkumpul dihalaman belakang.


"Ada apa ini?" bisikan siswa/siswi yang sangat berisik.


"Tenang-tenang!" perintah Pak Nurmin kepala sekolah SMK Panca Karsa.


Suara bisikan siswa/siswipun terhenti karena perintah dari Pak Nurmin.


"Saya disini mengumpulkan kalian semua, karena ingin memberitahukan bahwa anak kelas XI Jurusan Adm Perkantoran akan Tour selama 3 hari di pulau tersembunyi pada tanggal 22 hari Senin" kata Pak Nurmin.


"Pulau tersembunyi?" tanya mereka semua bingung karena tidak pernah mendengar/melihat/maupun pergi kesana.


"Bukan hanya kelas XI Adm Perkantoran, Team Penjelajah, Team Peneliti, dan Team PMI, wajib ikut" jelas Pak Nurmin dan memberikan mic kepada Bu Suli wakil Kepala Sekolah.


"Sekarang! Bagi siswa yang tidak ikut bisa masuk ke kelas masing-masing dengan tertib!" perintah Bu Suli.


Pak Nurmin pergi meninggalkan yang lainnya dengan diikuti oleh Siswa/siswi yang lainnya langsung masuk kekelas masing-masing meninggalkan Kelas XI Adm Perkantoran, Team Penjelajah, Team Peneliti, Team PMI, Bu Suli, Pak Rino dan Bu Murni.


"Bagi para Team diharapkan membawa perlengkapan dengan lengkap, begitu juga denan yang lainnya. Kalian semua akan dibimbing oleh Pak Rino dan Bu Murni" kata Bu Suli sambil menunjuk kearah Pak Rino dan Bu Murni.


Mereka semua yang berada dilapangan belakan segera masuk kedalam kelas masing-masing.


Bell berbunyi bertanda pelajaran akan segera dimulai. Mereka semua belajar.


Dalam beberapa jam, Bell pulangpun berbunyi. Mereka semua pulang ke rumah mereka masing-masing.


"Guys! Ntar besok kita belanja bareng, ok" ajak Yura.


"Ok, tapi kapan?" tanya Ezra.


"Pagi aja, sekitar jam 8" usul Diah.


"Ok" setuju mereka ber-5 kecuali Novia.


"Nggak ah, dari pada itu mending kita nyiapin perlengkapan yang diperlukan buat hari senin" kata Novia lagi-lagi dengan sifat lemotnya.


"woy Nov!" panggil Ragil. "Kapan lo pintarnya si?" tanyanya sedikit jengkel.


"Tau ah Novia, kek video aja pake loading segala" sambung Sesilia.


"Ya ampuuunnn... Ni anak, kapan pintarnya? Ezra! Pacar lo bikin gue kesel" kata Yura bercanda.


"Dia? Pacar gue? Pacar gue gak lemot kek dia, pacar gue itu cantik" canda Ezra yang membuat pipi Novia memerah.


"Udah ah, aku mau pulang. Bye" kata Yura sambil melambaikan tangannya.


Keesokan harinya...


Kebisingan mulai terdengar dimana-mana. Menggambarkan sebuah pasar yang penuh dengan manusia. 4 gadis dan 3 pria itu terus menelusuri pasar itu menggunakan motor.


Yura yang berada paling depan menghentikan motornya di suatu tempat yang disampingnya terdapat toko aksesoris yang lagi diskon hari ini.


Melihat hentian Yura, yang lain juga menghentikan motornya dan memarkirkan ke lahan parkir yang tidak jauh dari sana.


Mereka bertujuh terus berjalan sambil melihat kiri kanan mencari sesuatu yang akan mereka beli. Langkah mereka menuju sebuah toko yang lumayan besar dan mencari peralatan penjelajah.


"Diah? Kamu tidak apa-apa?" tanya Roby sedikit cemas.


Diah hanya menganggukkan kepalanya dan kembali melanjutkan langkahnya.


"Silahkan mampir dulu Dek" seru penjaga toko aksesoris tadi.


Mendengar itu mereka semuapun singgah untuk melihat-lihat yang cocok untuk mereka.


"Wow... Indah sekali" kagum Yura yang melihat 7 buah kalung yang cocok dipakai wanita ataupun pria dengan berbeda-beda warna.


Kalung itu memiliki masing-masing warna yang berbeda. Ada warna Putih, abu-abu, pink, biru, kuning, hijau, dan ungu.


"Mbak... Yang itu berapa?" tanya Ezra menunjuk kearah kalung yang dilihat Yura.


Yang lainpun melihat kearah kalung itu secara bersamaan. Yura sedari tadi yang melihat kalung itu, tidak sempat mengedipkan matanya.


"Kalung itu Indah sekali" gumam Novia.


"Apa kalian melihat ke-7 buah kalung itu?" tanya wanita paruh baya pemilik toko itu.


Pertanyaan wanita itu membuat Yura, Novia, Ezra, Diah, Roby, Sesili, dan Ragil mengalihkan pandangannya secara bersamaan mengarah ke wanita itu.


"Maksudnya?" tanya Diah.


"Iya... Apa kalian melihat ke-7 kalung itu?" lagi-lagi wanita itu menanyakan hal yang sama kepada mereka ber-7.


"Ya... Tentu saja. Kenapa tidak" jawab Ragil.


"Ada apa?" tanya mereka serempak.


"Setiap orang yang memasuki toko ini, mereka semua sama sekali tidak bisa melihat ke-7 kalung itu. Bahkan ada yang bilang bahwa saya itu penipu. Makanya toko saya sedikit sepi dari yang lainnya" jelas wanita itu.


"Tapi, mengapa bisa?" tanya Roby.


"Saya juga tidak tahu" jawab simple wanita itu. "Karena kalian bisa melihat ke-7 kalung ini, saya akan memberikannya kepada kalian" kata wanita itu sambil mengambil ke-7 kalung itu dan memberikannya kepada Yura, novia, Ezra, Diah, Roby, Sesilia, dan Ragil.


"Tapi..." seru mereka serempak.


"Tidak apa-apa, sekarang kalung itu milik kalian" kata wanita itu.


Flashback off....


Kembali ke tempat dimana team penjelajah yaitu Yura, novia, Ezra, Diah, Roby, Sesilia, dan Ragil.


Mengingat semua itu mereka mengeluarkan kalung yang sejak tadi berada disaku mereka.


Disaat mereka mengeluarkan kalung itu, kalung itu mengeluarkan sinar dngan masing-masing warna yang berbeda.


"Batu dari kalung yang kalian memiliki masing-masing warna yang berbeda bukan?" tanya Air.


"Batu itu nanti akan membantu kalian saat berada di ujian nanti" seru Sun Light.


"Sungguh ini sangat membingungkan" gumam Yura yang masih bisa didengar yang lainnya.


"Kalian semua sudah ditakdirkan untuk memiliki kalung itu dan menyelamatkan World Elements" kata Free.


"Kalian adalah ramalan, sekarang biarkan kami masuk kedalam batu kalung itu dan menjadi kekuatan kalian" kata Storm.


Yura, Novia, Ezra, Diah, Roby, Sesilia, dan Ragil hanya diam dalam bingung mereka. Satu persatu wanita dan pria yang ada dihadapan mereka masuk kedalam batu kalung itu. Sementara kalung yang ada ditangan mereka menghilang tiba-tiba.


"Hey? Dimana kalung itu?" kaget Yura.


"Aku semakin bingung dengan tempat ini" seru Ezra.


Setelah wanita dan pria itu pergi begitu juga dengan kalung yang telah hilang secara mendadak, pantai itu berubah menjadi hutan yang sangat menyeramkan. Dimana-mana terdapat asap hitam dan bentuk pohon yang mengerikan.