
Karena di beritahu oleh Karlo dan Kirlo saudara kembar yang berupa mamali laut yaitu hiu. Karlo dan Kirlo berbeda dengan apa yang mereka ketahui tentang hiu yang memangsa mamalia laut hidup-hidup. Karlo dan Kirlo sangat ramah kepada Aries dan Pino, bahkan mereka berdua berniat untuk mengantar Aries dan Pino menuju 10 Batu.
Kini perjalanan Aries bukan hanya di temani oleh seekor lumba-lumba yang di hukum, melainkan di tambah lagi 2 ekor hiu jantan. Sebelumnya hanya Pino yang membuat kebisingan di setiap perjalanan mereka, kini di tambah Karlo dan Kirlo mereka bernyayi di sepanjang jalan membuat Pino tenggelam dalam ocehan mereka. Pino yang di kenal banyak bicara kini hanya tertawa mendengar nyanyian dari Karlo dan Kirlo. Pino yang sebelumnya sedikit takut kepada Karlo dan Kirlo kini sangat dekat dan menjadi teman sekaligus menjadi sahabat baru dari Aries dan Pino.
"Karlo, Kirlo, kalian memang lucu walaupun sedikit berisik dari Pino. Tapi baru kali ini aku bisa berteman dengan seekor hiu, maksudku 2. Bahkan di bumi..." Aries menghentikan pembicaraannya saat menyebut kata bumi. Dia memikirkan sesuatu tentang bumi yang bahkan dia tidak tahu itu apa. Tiba-tiba kepala Aries merasakan sakit yang amat sakit bersamaan dengan ingatan masa lalunya yang belum terlihat jelas, kecuali suara-suara yang terdengar sangat jelas di indranya.
Terlihat 4 orang gadis dan 3 pemuda yang berada di kebisingan yak tidak terdengar asing di Indra Yura.
...
"Guys! Kita makan disini aja yuk!" ajak seorang gadis yang tidak begitu jelas wajahnya.
"Loe mau makan apa?" balas suara seorang pemuda yang balik bertanya.
"Kita makan nasi aja ya... Gue gak pake telur!" ucap seorang gadis yang berbeda.
"Bu... Nasinya 7 piring ya... Satu piring gak usa pake telur!" suara seorang pemuda yang berbeda juga yang memesan makanan
...
Dalam hitungan detik Aries pun tidak sadarkan diri sementara ke-3 ikan itu mulai panik karena mereka tidak bisa memegang Aries. Cahaya aura dari tubuh Aries mulai meredup dan menghilang. Karlo dan Kirlo membuat rencana dia berenang mengarah ke bawah Aries dan mendempetkan tubuh mereka berdua agar Aries berbaring disana. Sementara Pino dia mulai menampar wajah Aries menggunakan ekor miliknya dengan pelan.
"Hey Pino? Cepatlah! Apa yang kamu lakukan?" seru Kirlo.
"Aries! Aries! Bangun!" panggil Pino sambil mengibaskan ekornya ke wajah Aries.
Mereka bertiga terus berusaha agar Aries sadar dari pingsannya, merekapun mulai panik hampir ½ jam Aries tidak sadarkan diri.
"Arieesss.... Banguuuunn!" teriak Pino yang mendapatkan respon dari pergerakan tangan Aries kemudian mata.
Setelah Aries membuka mata sepenuhnya dan bangkit dari punggung Karlo dan Kirlo, Pinopun berenang menuju dada Aries agar dia dapat pelukan dari Aries.
"Aries, akhirnya kamu baik-baik saja" ucapnya yang benar-benar mendapatkan pelukan dari Aries.
Pino sama sekali tidak mendapatkan jawaban dari Aries, karena Aries masih memikirkan apa yang terjadi padanya. Karena tidak ingin mengambil resiko yang berat Aries memutuskan untuk memendam dan mendiamkannya.
"Pino, Karlo, Kirlo, sebaiknya kita lanjutkan misi kita. Aku sudah baikan kok" ajak Aries mencoba menghilangkan permasalahan.
Karena Aries juga sudah sadar merekapun melanjutkan misi mereka. Pino yang sedari tadi tengelam akibat candaan Karlo dan Kirlo, diapun angkat bicara dan mulai menjahili Karlo dan Kirlo. Mereka bertiga saling mengjek dan di ikuti Aries yang terkekeh geli melihat tingkah konyol dari ke-3 sahabat barunya yaitu Karlo, Kirlo dan Pino.
"Karlo? Umur kamu berapa?" tanya Pino menghentikan ocehannya.
"Umurku? 1 abad" jawabnya.
"Kalau aku sama dengan saudaraku hanya saja selisi beberapa menit dengannya" sambung Kirlo.
"Kalau kamu Pino?" tanya Aries.
"Aku? Aku 1½ abad" jawabnya santai.
"Apa? 1½ abad? Hahaaa sepertinya kamu sudah tua ni. Entah berapa umurku, bahkan umurku saja tidak tahu" kata Aries sedikit sedih karena kehilangan ingatannya.
"Tenanglah! Nanti pasti kamu akan mendapatkan ingatan mu Aries" ucap Pino menenangkan Aries.
Seyuman Ariespun mehilang seketika. Korlo, Kirlo dan Pino segera membuat kelucuan, saling memukul, mengejek, bahkan bertengkar. Usaha itupun berhasil sudut bibir Aries mulai terangkat dan melebar memperlihatkan gigi-gigi putihnya. Dalam tawa mereka tak jauh dari depat terlihat bangunan bebatuan berjumlah 10.
"Kita sudah sampai di perbatasan" seru Pino kegirangan sambil memperlihatkan atraksi renangnya.
"Wow batu-batu ini besar sekali seperti... Arrgghh..." teriak Aries lagi-lagi merasakan sakit di bagian kepala.
Kepala Aries merasakan sakit, hingga dia berteriak-teriak membuat gelombang di permukaan air. Lagi-lagi dalam rasa sakitnya itu, Aries melihat masa lalunya yang tidak begitu jelas. Seperti biasa ingatan itu berisikan 4 orang gadis dan 3 orang pemuda.
...
"Batu/pintu?" tanya seorang gadis.
"Lihat disisi kiri dan kanan terdapat pohon yang aneh" sambung seorang pemuda.
"Aku harus kuat! Aku harus melihat siapa aku sebenarnya" batin Aries sambil memegang kepalanya, sementara Pino, Karlo, dan Kirlo berada di balik batu untuk berlindung dari pusaran air yang telah terbentuk mengelilingi Aries.
...
"Ya ampuuunnn... Ezra! Pacar loe ini lemot banget ya, bukannya tadi Ragil udah..." seru seorang gadis sambil menepuk keningnya.
...
"Akhhh" Aries merasa heran karena sakit kepalanya hilang dan dia juga berhasil agaar tidak pingsan.
Pusaran air juga mengikut hilang. Sedangkan mereka bertiga keluar dari balik batu dengan Aries yang berenang mendekati mereka. Sesampai di hadapan ke-3 temannya Ariespun mengajak untuk melanjutkan perjalanan mereka. Melewati bebatuan. Sementara Karlo dan Kirlo seperti ingin mengatakan sasuatu, tapi tidak dapat di utarakan karena Pino yang selalu saja mengganggunya agar tidak dapat berbicara kepada Aries.
Setiba mereka di ujung bangunan batuan itu, mereka tidak bisa melanjutkan perjalanan mereka karena terhalangi oleh sesuatu yang transparan di depan mereka.
"Aries! Ini yang sebenarnya ingin kami katakan. 10 bangunan batuan ini adalah batasan sekaligus kunci untuk kita masuk" seru Karlo yang membuat Aries dan Pino sedikit kaget.
"Iya Aries, makanya tidak ada yang bisa memasuki sea mons, karena tidak ada yang memiliki kuncinya" sambung Kirlo yang mendapatkan tatapan Aries.
"Tapi? Bahkan kita tidak mempunyai kuncinya" kata Aries sambil mendekati salah satu batu itu.
Tiba-tiba cahaya putih keluar dan mengeluarkan sebuah kaliamat yang tidak bisa di mengerti ataupun di baca oleh Pino, Karlo, dan Kirlo kecuali Aries.
"Aries? Tulisan apa itu? Aku tidak mengerti?" kata Pino.
Aries tidak menjawab pertanyaan Pino, melainkan fokus terhadap kalimat tersebut. Dia menatap tajam kalimat itu dengan mulut yang terbuka dan tertutup seperti membaca. Dalam beberapa detik ekspresi Aries berubah, seperti kebingungan.
"Aries? Apa yang terjadi?" tanya Pino dengan rasa ingin tahunya sementara cahaya putih itu masih ada.
"Besar dan kuat, terlihat dan berbentuk, berat tapi tidak bisa di angkat, namun hanya bisa disentuh" gumam Aries yang tidak begitu di telinga ke -3 temannya.
"Apa yang kamu katakan Aries?" tanya Pino.
"Kalimat itu tertulis 'Besar dan kuat, terlihat dan berbentuk, berat tapi tidak bisa di angkat, namun hanya bisa di sentuh' aku tidak mengerti" jawab Aries mencoba untuk mencari jawabannya.
Sementara yang lainnya terus saja mengulang-ulangi kalimat itu agar mendapatkan jawabannya. Begitu juga dengan Aries, dia berada di depan cahaya putih tadi sambil berenang bolak-balik dengan jarang 1 meter. Mereka ber-4 berfikir keras dengan teka-teki itu.
"Aargh... Ini teka-teki yang sulit" keluh Pino.
"Saudaraku? Apa kamu bisa menjawabnya?" tanya Kirlo yang berada sedikit jauh dari saudara kembarnya.
"Besar dan kuat, terlihat dan berbentuk, berat tapi tidak bisa di angkat, namun hanya bisa di sentuh? Apa jawabannya? Ini...." kata Aries yang terhenti saat melihat ke-10 batu di hadapannya.
Diapun kembali mengulangi teka-teki itu sambil mendekati bangunan batu itu.
"Ya, batu, batu inilah jawabannya" kata Aries sedikit lega dan bahagia.
Dalam hitungan detik, pertannyaan tadipun menghilang dan memberikan pertanyaan baru, yang membuat Pino berteriak histeris.
"'Apa kepunyaanmu namun sering digunakan orang lain' itu adalah pertanyaan ke dua" ujar Aries memberitahukan pertanyaan selanjutnya.
Lagi-lagi mereka kembali berfikir, mondar-mandir di posisi yang sama mencari jawaban. Aries yang memetikan jarinya kebatu tanpa sepengetahuannya mengeluarkan percikan cahaya.
"Apa? Apa jawabannya, ini lebih sulit dari yang sebelumnya. Kepunyaanku? Tidak, tidak!" gumam Pino yang berbicara sendiri. "Aries!" teriaknya yang membuat kaget yang lainnya. "Aries, mungkin pertanyaan ini hanya untukmu, bukan untuk kami. Karena ini adalah misimu, kami hanya teman seperjalananmu yang membutuhkan pertolonganmu" kata Pino.
"Aku? Kepunyaanku? Tapi apa?" tanya Aries kebingungan yang disambut dengan gelengan kepala teman-temannya.
"Aku? Magic? Ya World Elements adalah milikku, dibawah kekuasaanku itu yang mereka katakan padaku, tapi apa hubungannya?" gumam Aries.
Aries yang sedang berfikir, kini mulai mendekati salah satu batu. Dalam diamnya tanpa sengaja dia melihat batu itu dengan lambang aqua. Kemidian untuk memastikan kebenarannya, Aries kembali melihat satu persatu batu itu secara giliran.
"Aha... Aku tahu jawabannya!" seru Pino sambil berenang menuju Aries.
"Diam disana! Aku sidah mengetahuinya" balas Aries.
Untuk beberapa saat Aries memejamkan kedua matanya, kemudian lambang di dahi Aries yang berbentuk bulqn dan bintang kini bersinar menyinari disekitarnya hingga membuat tubuhnya tidak terlihat oleh Karlo, Kirlo, maupun Pino. Cahaya itu sangat menyilaukan hingga Pino memutuskan untuk berenang jauh darinya.
Dari tubuh Aries mengeluarkan 10 warna yang berbeda lebih tepatnya lagi element yamg berbeda. Mata yang terbuka ikut mengeluarkan cahaya putih yang sangat amat terang. 10 warna dari kekuatan Aries mengarah ke batu-batu yang cocok dengan elementnya.
"Amazing!" kagum mereka bertiga yang melihat separuh dari kekuatan Aries.
Aries yang di selimuti oleh kekuatannya sendiri tak mengeluarkan sepatah katapun, hingga secepat kilat, Aries menghilang ke sea mons karena kekuatan yang ia miliki. Sementara Pino, Karlo dan Kirlo tidak dapat melakukan apa-apa selain menunggu hasil karena mereka bertiga tidak dapat memasuki area sea mons.