
"Ibu....." panggilnya tanpa jawaban langsung memeluk ibunya. "malam ini datang ke daratan yaaa daaaaaaa" ucapnya mengecup pipi Queen Gloraris dan kembali pergi.
Malampun semakin cepat, susana menjadi ramai, alunan musik, detingan sendok, perbincangan para tamu, bercampur aduk menjadi satu. Calon raja dan ratu masih berada di masing-masing kamar untuk merias diri dengan para pelayan dan meggunakan gaun panjang tak lupa dengan jubah yang berseret.
Yura dengan gaun emasnya dihias dengan sangat cantik, surai panjangnya di biarkan para pelayan tergerai namun di tata rapi dan sedikit di gelombangkan bagian ujung rambutnya.
"terima kasih kalian boleh keluar" perintah Yura.
Nafas legahpun mulai di hembuskan menatap pintu dengan senyum lebarnya menantikan seseorang menjemputnya turun kebawah. Tak lama kemudian ketukan pintu mulai terdengar dan terbuka lebar, senyuman Yura semakin melebar ketika melihat pemuda merah berada di balik pintu dengan jubah yang membuatnya tambah memukau, begitu juga dengan Pangeran Clard melihatkan senyum khasnya sambil melangkah maju mengacukan tangan menyabut Yura. Saat tangan Yura yang sudah merangkul tangan kiri pangeran Clard, yang lainpun datang dengan masing-masing pasangan mereka.
"apa kalian siap? Aku tidak menyangka perjalanan kita sudah jauh bahkan kita akan di nobatkan" ucap Novia tersenyum bahagia.
"kalian semua tampak sempurna hari ini" pujian Yura kepada yang lainnya.
"tidak! Bukan kami tapi kamu, kamu sekarang lebih lengkap dari sebelumnya" balas Vera sambil memegang pundak Yura.
Merekapun keluar bersamaan hentakan sepatu mualai menghiasi pesta, jalan tengah mulai terbentang melihatkan singgasana yang berbeda warna nan megah tak lupa dengan mahkota yang bertutup kaca di samping masing-masing kursi dan di jaga oleh para vairys mungil. Singgasana yang terbuat dari batangan emas murni dan kilauan dari element blink membuatnya tampak sempura, perpaduan warna membuatnya menjadi satu dan lengkap.
Penobatanpun dimulai, semuanya menjadi tenang dan meninggalkan suara penasehat kerajaan yang satu persatu dia sebutkan dan membagi wilayah sesuai dengan Elements, Pangeran Dillon menjadi King ice, Vera menjadi Queen earth, Ezra menjadi King air, Novia menjadi Queen Blink, Roby menjadi King plant, Diah menjadi Queen Aqua, Ragil menjadi King electric, sesilia menjadi Queen Sunlight, dan Yura menjadi Queen Storm yang menguasai semua elements, karena dia adalah Queen tertinggi dan penguasa di seluruh world Elements tidak satupun biasa memainkan perintahnya. Para tamu bertepuk tangan dan bersorak gembira setelah mahkota tepat berada di atas kepala King dan Queen baru, terutama Yura.
Tarianpun di lanjutkan, suasana kembali ramai, penuh tawa dan gembira. Pesta dansapun menjadi lebih menyenangkan, bahkan raja dan ratu terbarupun ikut dansa bersama pasangan mereka masing-masing.
"Yura, maukah kamu?" tanya King Clard mengulurkan tangannya dengan tujuan mengajak Queen Yura bergabung di pesta. Tanpa tolakan Queen Yura memberi senyuman yang memukau.
Alunan musik menjadi melow membuat suasana menjadi semakin romantis, beberapa gerakan dansa Queen Yura dan King Clard laksanakan dan sedikit merasa bosan meninggalkan istana memilih menikmati pemandangan alam, yang dihiasi dengan rembulan malam dan bintang-bintang.
Tepat berada di bawah pohon, mereka berdua menikmati pemandangan alam. Tatapan mereka saling berbicara, bisikan angin malam terdengar jelas.
"aku sudah lama menunggumu kembali" ucap King Clard meletakan kepalanya kepangkuan Queen Yura.
"bahkan aku juga menunggumu menyelamatkanku" balas Yura.
mereka berdua terlelap pada suasan, menenang diri menikmati alam dan kembali merasakan sentuhan lembut dari masing-masing kulit mereka karena lama tidak bersama. Wajah mereka terlihat jelas sangat tenang dan bahagia, seperti sepasang kekasih yang di takdirkan. Kunang-kunang mulai menyapa melihat kedekatan mereka yang akan menjadi sejarah.
"Yura apa kamu...." tanya King Clard menggantung.
"Iya Clard" jawabnya yang mengetahui isi pertanyaan King Clard. "Aku merindukan kalian semua termasuk kamu, perasaanku tetap sama seperti dulu tidak akan pernah berubah" lanjutnya menatap mata King Clard. "tekadku untuk hidup saat itu yang hampir mati ditengah lautan, karena aku mencintai kalian, karena aku memikirkan dunia ini"
***
"Clard!" panggil seorang gadis cantik berambut putih dengan luka di perutnya yang berdiri di tepian jurang yang di penuhi dengan lautan yang sangat dalam.
Perut gadis itu di hiasi cairan merah yang bisa di katakan darah. Karena sakit yang tidak tertahankan tubuh gadis itu mulai tidak seimbang dan terjatuh ke jurang.
"Yuraaaaaaa" teriak seorang pemuda yang melihat gadis di hadapannya jatuh ke jurang.
itupun menghilang di dalam lautan.
Yura terombang ambing di lautan, dengan luka yang mengeluarkan darah yang sangat banyak. Arus lautan yang sangat deras menyeretnya kedasar laut menjauh dari tempat yang selama ini dia tempati. Pandangannya lurus kedepan, memprediksikan masa depan yang akan terjadi, ketika kehancuran merajalela ketika dia tidak ada. Pikirannya pun membulat, dengan menahan lukanya yang amat perih dia melakukan sesuatu kekuatan besar telah dia keluarkan, kedua tangannya mulai memutar mengeluarkan kekuatan putih perlahan membesar dan mengelilingi world elements.
"aku harap elemen masa ini bertahan hingga aku kembali kebumi, agar waktu dibumi tetap berhenti. bahkan aku sudah tidak tahan lagi tenaga ku benar-benar terkuras sekarang" batinnya membuat mulai membuat perisai es yang sangat tebal berbentuk bulat mengelilingi tubuhnya yang akan melindunginya dari marabahaya saat berada di dalam lautan. Mata indahnya mulai tidak stabil hingga pada akhirnya tidak sadarkan diri.
***
"dalam ketidaksadaran ku waktu itu, ragaku berjuang untuk hidup. Hingga aku diselamatkan para ibuku dengan kondisi yang tidak mengingat apa-apa efek dari kutukan elemen masa" jelas Queen Yura.
"100 tahun lebih lamanya aku menunggumu untuk kembali Yura" ucap King Clard.
"101 tahun 7 bulan 5 hari 20 jam 45 menit 10 detik aku menunggumu untuk menyelamatkan ku dari kegelapan Clard" lanjut Yura meralat ucapan King Clard padanya.
Mereka terdiam membisu, tatapan mata seakan berbicara tanpa ucapan. Mereka hanyut dalam tatapan, hingga tak menyadari kedatangan yang lainnya sejak tadi.
"hey! Hey? Hey! Heeeeeeey..." tegur Queen Novia sedikit bergaya. "ayolah, jangan biarkan mata kalian yang berbicara" lanjutnya mendekati.
"apa kaliaaaan...." goda King Dilon sambil menyenggol bahu King Clard yang baru saja beranjak dari duduknya yang diikuti oleh Queen Yura.
"heheee" kekehnya yang merasa di goda. Queen Yura hanya terdiam melihatkan senyumnya yang sempurna membiarkan para sahabatnya menggoda.
"Kalian pasti saling mencintaikan?" tanya King Ezra kepada King Clard.
"bu-a-anu-i-itu" jawabnya terbatah-batah.
Mereka semua menertawakan King Clard dengan wajah kebingungan sambil menggaruk kepala belakangnya layak orang kebingungan. Tawa mereka besar sekali mengejek Queen Yura dan King Clard. Godaan mereka masih tetap sama, membuat king Clard menjadi salah tingkah sementara Yura senyum-senyum dengan santai.
"huuuuuuuf" king Clard menarik nafas panjang dengan kondisi masih di tertawakan. "dengar guys, tidak ada cinta di antara kami bahkan Yurapun tak mencintaiku" ucapnya membuat keheningan dan menghilangkan senyuman di bibir Yura.
"apa kamu bercanda Clard?" tanya Queen Sesilia tidak yakin, karena selama ini terlihat jelas bahwa King Clard sangat mencintainya.
"yaaa aku sangat sangat sangat serius" jawabnya kembali menegaskan.
Merekapun mulai menghujani King Clard dengan pertanyaan-pertanyaan yang berhubungan dengan hati, bagaimana King Clard menjadi dingin selama ini karena kehilangan sosok orang yang dia cintai yaitu Queen Yura. Hidup tanpa senyuman dan penuh dengan kesalahan King Clard menghilangkan jati dirinya.
"kamu salah!" ucap Yura angkat bicara melangkah maju menatap king Clard. "kuhitung waktu untuk menunggumu, ku gunakan sihir perjanjian demi dirimu, aku hidup di ambang kematian demi dirimu, aku pergi demi dirimu, aku bertahan menganggapmu sahabatku demi apa? Semua itu karena aku mencintaimu. Ku korbankan nyawaku untuk dirimu, karena apa? Karena aku mencintaimu. Apa semua itu tidak kamu lihat? kamu tidak mengenal cintaku sebagai sosok Yura tapi kamu mencitaiku ketika aku menjadi orang lain. Bahkan hingga sekarang kamu tidak mengenal siapa aku bukan? Aku adalah wanita yang menantikan pembalasan cintanya sejak diri ini mengenalmu. Dengar tangisan hatiku Clard, cari keberadaan hatiku Clard. Demi tetap bersama aku menerimamu sebagai sahabatku. Kamu hanya menganggap semua gadis yang berada di dekat mu adalah aku hingga melupakan siapa aku! Kamu anggap semua gadis sama tapi tidak dengan ku... Kami semua berbeda termasuk hati kami! Apa kamu sadar Clard aku mati dalam cinta ini hingga aku tersesat sangat jauh, kamu tidak bisa memastikan bahwa di antara kita tidak ada yang mencintai, tapi aku mencintaimu,,, aku mencintaimu, cinta ku murni dan suci Clard" ucapnya bertubi-tubi dengan mata berbinar-binar dan berlari meninggalkan mereka semua. Mahkota yang berada di atas kepalanya, dia cabut sangat keras dan melemparkannya ke danau tanpa melihat yang lain, deraian air matanya membuat matanya memerah.
"Yura! Yura!" panggil mereka.
"guys! Cari mahkota itu! Jika tidak di temukan maka akan terjadi malapetaka apa lagi mahkota itu tidak berada di tempatnya" ucap King Clard menceburkan dirinya dan berubah menjadi mermaid (putra duyung) dengan penampilan berbeda karena telah memiliki mahkota, lengan kanannya terdapat ukiran khas yang di miliki penguasa berwarna merah. Bahkan ekornya sedikit bersinar.