World Elements

World Elements
looking for



Pagi hari di istana Viore...


Kebisingan mulai terdengar. Perintah-perintah mulai di laksanakan. Aktivitas yang sebelumnya di lakukan dengan para pejalan kaki, kini masing-masing menggunakan sayapnya.


"Guys? Apa kalian siap?" tanya pangeran Clard dengan semangat apinya.


Seperti sebelumnya, pangeran Clard sama sekali tidak berubah akan ekspresi wajahnya semenjak Yura menghilang dan tenggelam di lautan. Pangeran Clard menjadi pemuda tampan dengan sikap dinginnya pada saat ini.


"Kami siap" jawab Ezra, Roby dan Ragil.


"Yang lain kemana?" tanya Ezra yang tidak melihat para gadis.


"I don't know, mungkin masih berada di dalam kamar" jawab Ragil bercekak pinggang melihat ke arah atas tangga.


Di kamar Novia...


"Aku kangen banget dengan Yura. Aku harap kita bertemu dengannya hari ini" seru Sesilia.


"Udah ah, sebaiknya kita turun. Mereka udah pada nunggu tu dibawah" keluh Diah yang menunggu Novia.


***


Di depan istana. Disana terlihat Queen Ororo, King Jack, pangeran Clard, Novia, Ezra, Diah, Roby, Sesilia, Ragil dan yang lainnya.


"Temukan putriku dengan keadaan selamat para kesatria. Dan kamu pangeran Clard, Jaga mereka! Sesilia! Aku mempercayakan kalung ini bersamamu, kalung ini akan menolong kalian dalam pencarian Yura" ucap Queen Ororo.


Setelah mendapat pesan dan mendengarkan apa yang telah di sampaikan Queen Ororo dan King Jack, merekapun membentuk sayang kupu-kupu di pundak dan mulai mengepakkannya hingga terbang ke udara. Pelan-pelan dan kemudian berhenti untuk melambaikan tangan atas perpisahan sementara itu kumudian melanjutkannya terbang secepat kilat.


Di istana Zenna...


Terlihat 3 gadis dan 2 pemuda sedang duduk ditaman dengan sukaria dan canda tawanya. Mereka ber-5 melakukan hal yang sangat konyol, saling melempar kekuatan, balas membalas. Hingga beberapa menit kemudian gadis berambut emas mulai melemparkan kekuatannya berwarna merah ke arah gadis berambut biru tua. Serangan itu tanpa sengaja membuat gadis berambut biru tua itu melemah dan tidak sadarkan diri.


"Kenny" panggil mereka yang melihat putri Kenny tidak sadarkan diri di pelukan Veri.


"Ini semua gara-gara kamu Aries" bentak Veri melemparkan serangan kepada Aries menggunakan elemen Earthnya.


"Kak, apa yang kamu lakukan?" tanya Vera menghentikan serangan Veri yang dapat di hindari oleh Aries. "Jika Aries melukainya, pasti dia juga bisa mengobatinya. Ingat dia itu storm" sambung Vera meredahkan amarah Veri.


Aries yang berada sedikit jauh dari mereka, perlahan mulai mendekat dengan ekspresi wajah bersalah.


"Jika tidak keberatan, letakan kakakku ditanah aku akan mengobatinya" kata Aries.


Veri yang memegang tubuh putri Kennypun mulai melekannya ketanah secara hati-hati. Sementara Aries, dia mengulurkan tangannya ke arah putri Kenny dan mengeluarkan cahaya putih untuk menyembuhkan putri Kenny.


"Uhuuk" batuk putri Kenny yang terdengar sambil membukan kedua matanya secara perlahan.


"Kenny? Kamu baik-baik saja?" tanya mereka serempak.


"Ya, aku baik-baik saja" jawabnya mencoba untuk bangkit dari baringnya.


"Kak, aku minta maaf. Emmm... Sebaiknya kakak pakai kalungku, agar kakak dapat dilindungi. Kalung itu terdapat sedikit kekuatanku, jadi kakak tidak perlu khawatir" ucap Aries.


"Aries, aku minta maaf juga ya atas kelakuanku tadi" ucap Veri dengan penuh menyesal.


"Sudahlah lupakan saja. Kak hari sudah semakin sore, apa kakak tidak pulang?" tanya Aries.


"Oh iya, aku lupa. Guys, aku pulang dulu ya, jaga Aries untuk ku"


***


Malam yang sedikit dingin. Angin malam mulai menggelitik kulit lembut yang di miliki gadis berambut emas. Disana gadis itu terlihat memikirkan sesuatu sambil melihat suasana laut dan berjalan di sisi pantai. Ombak membuat air yang tidak terjangkau di kaki Aries mulai menaik dan kembali menyurut. Gaun malam yang di kenakan gadis itupun sedikit basah di bagian pangkalnya akibat percikan-percikan yang di hasilkan oleh hantaman air dan kaki putihnya.


Gadis emas terus berenang dan terus berenang dengan ekor dan rambut yang berwarna emas. Laut yang sebelumnya sedikit gelap, kini menjadi terang akibat cahaya yang keluar dari tubuhnya.


Tepat di tengah laut, Aries mencoba untuk melihat keadaan di permukaan. Setelah sampai dipermukaan, dia melihat ada pertarung di udara. Pertarungan itu berjumlah 8 orang dimana 7 melawan 1 orang pemuda. Sedikit kesal mulai terlihat di wajah Aries yang melihat pertarungan yang cukup dikatakan tidak adil itu. Sesekali Aries melemparkan kekuatannya untuk membantu pemuda itu. Pada akhirnya, usahanya pun gagal. Pemuda itupun terjatuh kelaut dan ditinggal pergi oleh ke-7 orang tadi yang tidak sempat wajahnya dilihat oleh gadis emas.


"Dasar pengecut! Beraninya main keroyokan" cetus gadis itu yang sedikit kesal. "Oh iya, Pemuda tadi" gumamnya yang menyelamkan tubuhnya untuk mencari pemuda yang tenggelam tadi.


Melihat pemuda yang terluka parah di dalam air, bahkan hampir mati kerena tidak dapat bernafas, gadis itu pun memberikan pertolongan dan memberikan sedikit oksigen di dalam air menggunakan kekuatannya hingga sampai ke pinggiran pantai.


Pemuda dengan baju yang elegan di tubuhnya itu memperlihatkan bahwa dia adalah keturunan bangsawan. Namun rambut yang basah itu, melihatkan warna hitam.


Wajah yang begitu familiar di matanya, namun tidak di kenal oleh gadis itu sendiri. Mata mulai menatap tajam wajah pemuda itu, dan melihat sangat dalam agar lebih mengenal si pemuda. Saat wajah yang mulai mendekat, tiba-tiba gadis itu di kagetkan dengan pergerakan tubuh pemuda itu. Gadis yang sedari tadi melihat pemuda itu pun berteriak histeris karena kaget. Dengan posisi sedikit jauh dari pemuda berambut hitam tadi. tidak lupa dengan ekor emasnya yang belum berubah karena dia belum ingin menggunakan kakinya pada saat itu


"Apa kamu baik-baik saja?" tanya gadis itu memecahkan keheningan di antara mereka berdua.


Sang pemuda yang baru saja di tanyapun kaget melihat gadis itu. Entah sejak kapan dia bersamanya. Sedikit takut karena dia adalah Storm yang sempurna dengan warna yang serba emas itu.


"Siapa kamu? Apa kamu baik-baik saja?" tanyanya lagi yang sedari tadi di tatap oleh pemuda itu.


"Apa yang terjadi pada gadis dengan element Storm ini? Mengapa dia begitu baik, mengapa dia tidak membunuhku?" batin pemuda itu dengan sedikit mengerutkan keningnya.


"Hey? Apa yang kamu fikirkan? Dari mana asalmu? Mengapa kamu berkelahi dengan ke-7 orang tadi?" rasa penasaran gadis yang mendalam hingga menghujani pertanyaan-pertanyaan yang tidak dapat jawabannya.


"Pasti dia yang membuat separuh dari kekuatan di World Elements bebas. Mungkin dia hanya berpura-pura, dari pada dia menyerangku lebih dahulu, sebaiknya aku serang dia sebelum dia merubah ekornya menjadi kaki" batin pemuda itu yang di kagetkan Aries yang berada di hadapannya.


"Tenang, kamu jangan takut! Perkenalkan, aku Aries. Aku tertarik ingin berbicara denganmu karena wajahmu begitu familiar bagiku" jelas Aries mengenalkan dirinya yang sedari tadi tidak mendapatkan respon dari pemuda itu.


"Apa kamu yakin ingin mengenaliku?" jawab pemuda itu yang bertanya balik.


"Ya, aku sangat serius. Karena aku ingin mengenalmu lebih dalam. Karena keluargaku tidak dapat memulihkan ingatanku yang telah lama hilang" jawab Aries bersungguh-sungguh.


"Sebelmnya perkenalkan, aku pangeran Odin dari kerajaan Gosh. Kamu bisa memanggilku Odin" jawab Pangeran Odin memperkenalkan dirinya.


"Apa? Odin?" tanyanya.


Dalam beberapa detik, kepala Aries mulai merasakan sakit, ingatan-ingatan yang tidak jelas terus saja terlintas di benaknya. Teriakan Aries membuat panik Pangeran Odin. Saat Pangeran Odin ingin menolongnya, dengan sentuhan tangannya ke pundak Aries, dia merasakan sesuatu yang berada di masa lalunya. Kemudian dia teringat akan sosok gadis yang membuatnya jatuh cinta namun belum sempurna.


Aries yang terus saja berteriak berusaha untuk tetap kuat agar dia tidak pingsan. Aura putihpun memancar di sekitar tubuh Aries. Aura itu bukan sendirinya keluar, melainkan di keluarkan oleh Aries agar dapat melindungi dirinya.


"Aries kamu tidak apa-apa?" tanya Pangeran Odin yang menyambut tubuh Aries yang melemas.


"Aku baik, hanya saja nama dan wajahmu tidak tidak begitu asing walaupun aku belum pernah melihatmu. Entah siapa gadis yang selalu ada di dalam fikiranku saat kepalaku mulai terasa sakit" jawabnya yang mulai tenang.


"Mungkin itu sebagian dari ingatanmu" balas Pangeran Odin melepaskan rangkulannya dari Aries.


"Tapi, mengapa kamu tidak memiliki ekor? Kamu dari bangsa apa?" tanya Aries yang tidak melihat kaki Pangeran Odin yang berubah.


"Saat aku terjatuh ke laut, saat itu aku tidak sadarkan diri dan di tolong olehmu. Aku bukanlah dari bangsa mermaid, yang bisa berubah begitu saja tanpa keinginan dan aku juga bukan bangsa Fairy" jawab Pangeran Odin yang mulai duduk di samping Aries sambil menatap lautan.


"Ya bisa di lihat dari penampilanmu. Rambutmu hitam pekat, aku menyukainya karena di tempatku tidak ada yang memiliki rambut hitam sepertimu. Apa kamu juga orang terpilih sama sepertiku yang memiliki tanda ini?" kata Aries sambil melihatkan tanda di dahinya yang berwarna emas. "Sebelumnya tanda ini berbentuk bulan dan bintang, tapi dia berubah saat aku mendapatkan mutiara pelangi itu" sambuungnya.


"Tanda itu? Apa dia gadis yang ada di fikiranku? Sepertinya dia tidak tahu akan bangsa Dark" batin Pangeran Odin saat mendengarkan apa yang di ucapkan Aries.


"Odin? Apa kamu memikirkan sesuatu??" tanya Aries dengan tatapan jujurnya.


"Emmm... Tidak. Aku akan kembali ke tepat kekuasaanku" jawabnya.


"Hm.. Baiklah. Aku harap besok malam kamu ada di sini untuk menemani malamku" ucap Aries dengan senyumannya dan melambaikan tangan.