
Di hutan kegelapan yang tanaman tanpa daun dengan ranting setajam jarum, jika terkena kulit saja bisa membunuh. Hanya sinar dari elemen Sun Light yang bisa membuat mati semua pohon itu. Queen Ororo dan Queen Irridesa mulai mengeluarkan sinar mereka sehingga membuat jalan di tengah-tengah hutan itu. Dengan hati-hati mereka berdua melindungi yang lainnya. Tiba di ujung jalan, mereka melihat lebih dari 10 monster dihadapan mereka. Tanpa rasa takut mereka maju dan mulai bertarung.
Di istana Gosh...
"Aaaakkhhh..." rintih Yura yang tersadar dari pingsannya.
"Akhirnya kamu sudah bangun tuan Putriku" kata seorang pemuda yang berdiri di depan jendela yang telah lama menunggu Yura sadarkan diri.
"Siapa kamu?" tanya Yura. "Fizi lo?" kaget Yura yang melihat wajah pemuda itu sangat mirip dengan temannya di bumi.
Pemuda itu hanya menatapnya bingung dan melihat kebelakang mungkin saja ada orang lain di kamar itu. Pemuda itu mulai mendekat kepada Yura. Yura sedikit gemetar dan merasa takut. Pemuda itu semakin dekat, dan berjarak 5 cm di depan wajah Yura yang sedang duduk di atas kasur yang sangat lembut.
"Hahaaa... Tenanglah kamu tidak perlu takut" ucap Pemuda itu yang menarik kembali tubuhnya. "Perkenalkan aku Odin Orac, Pangeran Odin. Kamu bisa memanggilku Odin" kata pemuda itu sambil mengulurkan tangan.
"Odin? Apa kamu gila Fizi? Kamu tidak bisa membohongiku! Apa yang kamu lakukan di World Elements? Kamu mengikutiku? Atau kamu juga ingin memeperlakukanku seperti yang kamu lakukan di bumi?" kata Yura yang menghujani Pangeran Odin dengan penuh pertanyaan.
"Hey! Tenang Yura. Aku Odin Orac, Pangeran King Zigaz. Fizi? Siapa Fizi? Aku tidak mengenalnya. Mungkin dia sedikit mirip dengan ku" jawab Pangeran Odin santai. "Ibumu yang mengirimi mu disini, Queen Ororo" kata Pangeran Odin yang mencoba duduk di samping Yura.
"Oh... Begitu, bararti teman-temanku sudah melihat wajahmu. Mungkin mereka sama terkejutnya denganku saat melihatmu"
"Ya begitulah, tapi Queen Ororo sudah menjelaskannya kepada mereka" ucap Pangeran Odin mencoba membenarkan perkataan Yura.
"Ma...maafkan aku telah berbicara kasar padamu"
"Tenanglah, apa aku terlihat seperti bangsa Dark? Sampai-sampai kamu takut melihatku?" kata Odin. "Ibumu, Queen Ororo telah menitipkanmu kepadaku agar kamu bisa terhindar dari bangsa Dark" sambungnya.
"Oh begitu, baiklah. Tapi apa aku bisa kembali ke istana Viore?" tanya Yura.
"Entahlah, mungkin setelah mereka semua mati" jawab Odin. "Setelah mereka semua mati di tangan mu Yura" batin Odin.
"Ya, aku harap mereka semua segera mati"
"Oh iya, kamu tidak perlu menggunakan jubah itu saat berada disini" kata Odin yang ingin melihat kecantikan Yura. "Huuufff... Istana ini sudah penuh dengan ilusi saat kamu melihatnya Yura, istana ini akan terlihat seperti istana yang lainnya karena ilusi ku" batin Odin.
Kembali ke tempat di mana Queen Ororo dayN yang lainnya bertarung dengan para monster.
"Zzzzzzrriiitt..." suara petir dari King Fitz.
"Srrring..." tubuh monster itu terbelah menjadi dua karena pedang Queen Ororo.
Semua monster itu telah mati di tangan mereka.
"Mereka belum siap dengan pasukannya. Ayo cepat masuk" ucap Queen Ororo.
"Ampuun yang Mulia, Queen Ororo telah datang bersama Raja dan Ratu lainnya dengan elemen yang berbeda-beda" kata prajurit yang melapor kepada King Zigaz.
"Mengapa mereka sampai datang ke sini?" bentang King Zigaz.
"Ampun yang Mulia, Pangeran Odin telah menculik Yura. Mungkin gara-gara itu mereka kemari" jelas prajurit itu.
"Hm... Ternyata Odin berhasil menculik Yura" batin King Zigaz. "Baiklah kamu boleh pergi!" perintah King Zigaz.
King Zigaz mencoba untuk memikirkan suatu rencana, agar Yura tetap berada dalam istananya.
"Dian!" panggil King Zigaz ke salah satu mata-mata wanitanya.
"Saya di sini yang Mulia" kata seorang wanita yang tiba-tiba datang dengan asap hitam.
Dengan berbagai ilusi, King Zigaz menghalangin Queen Ororo dan yang lainnya.
"Keluar King Zigaz, kembalikan Putriku sebelum aku menghancurkan istana ini" teriak Queen Ororo dengan amarahnya.
"Hahahaaa..." tawa King Zigaz. "Dengan susah payah aku menculiknya, kamu ingin aku mengembalikannya? Kamu sekarang berada di istana dan wilayahku, perintahmu tidak berlaku disini" kata King Zigaz.
"Sekarang!" ucap Queen Ororo serempak dengan serangannya.
Pertarungan sengit mereka pun di mulai. 5 orang misterius pun datang dengan kekuatan yang sangat besar. Sementara King Zigaz hanya melihat pertarungan itu dengan santainya.
"Yura?" gumam Queen Ororo yang sedang melawan salah satu wanita berjubah hitam dengan sihirnya.
Dengan secepat kilat, King Fitz mengambil Yura dari genggaman Pangeran Odin. Karena Yura sudah berada di tangan dengan segera mereka pergi dari istana itu.
Di istana Viore...
Mereka semua sangat bahagia dan melepaskan kecemasan karen melihat Yura telah kembali dengan selamat bersama Queen Ororo dan yang lainnya. Karena merasa sangat lelah, mereka pun kembali beristirahat ke kamar mereka masing-masing.
Di kamar Yura...
"Yura, apa kamu baik-baik saja di sana? Apa mereka tidak menyiksa mu?" tanya Novia.
"Aku baik-baik saja" jawab Yura.
"Yura, aku akan kembali kekamar ku. Dan kalian, jaga dia baik-baik ya" Kata Pangeran Clard.
"Iya baiklah, aku juga mau tidur. Apa kalian tidak ingin tidur?" tanya Yura yang di sambut anggukan dari teman-temannya.
Para pemuda meninggalkan kamar Yura terlebih dahulu dan di ikuti gadis-gadis yang lainnya. Setelah mereka semua keluar, Yura pun menarik nafas sangat panjang dan menghembuskannya kembali.
"Mereka semua telah mendapatkan kekuatan mereka seutuhnya. Aku harus memberitahukan hal ini kepada King" batin Yura.
Perlahan dia menutup mata dan terlihat dari wajahnya, dia sangat berkonsentrasi saat itu.
"Yang Mulia" panggil Yura tanpa membuka atau menggerakan bibirnya, yang menandakan bahwa dia saat ini menggunakan telepati.
"Ya, apa kamu mendapatkan informasi?" jawab Seorang lelaki.
"Yang Mulia Zigaz, para kesatria sudah mendapatkan kekuatan mereka seutuhnya. Dan Mereka semua telah siap dengan pasukannya" kata Yura yang memberikan informasi kepada King Zigaz menggunakan telepati.
"Baiklah, terus kumpulkan informasi dari mereka" kata King Zigaz memutuskan telepatinya. "Mereka semua memang bodoh! Apa Yura masih berada di kamarnya?" tanya King Zigaz.
"Iya Ayah, dia masih berada di kamar sedang tidur" jawab Pangeran Odin dengan licik
(Sebelum Queen Ororo dan yang lainnya masuk ke istana, King Zigaz telah membuat rencana.
"Dian, pergi dan temui anakku. Kamu harus menyamar menjadi Yura, sifat dan tingkah lakunya, kamu harus sangat mirip dengannya. Jangan sampai terjadi kesalahan sedikit saja dalam penyamaranmu. Jika kamu sudah berada di istana mereka, beritahukan ku seluruh informasi tentang mereka" ucap King Zigaz menyampaikan rencananya kepada Dian mata-matanya, yang memiliki kekuatan meniru semua orang.
Setelah mengetahui rencana King Zigaz, Dian pun menemui Pangeran Odin yang sedang bersama Yura dikamar.
"Pangeran..." kata Dian panjang lebar dengan rencana King Zigaz.
Dengan cepat, Dian pun berdiri di hadapan Yura dengan membaca semua tingkah laku, sikap, cara bicara, dan gerak-geriknya. Setelah mengetahui semuanya, Pangeran Odin dan Dian meninggalkan Yura sendirian yang sedang memakan buah.)
"Rencana Ayah memang sangat licik, bahkan orang cerdikpun tidak mampu untuk membacanya" ucap Pangeran Odin memuji ayahnya. "Oh iya ayah, saat gerhana bulan aku ingin menikah dengan Yura. Apa sebaiknya kita suruh ibu untuk menyamar menjadi Queen Ororo dan membuat Yura menikah denganku?"
"Ide bagus, ayah akan menggantikan ibumu membuat pasukan iblis dulu" kata King Zigaz meninggalkan Pangeran Odin.
Di istana Gosh tepatnya di kamar Yura....
"Putriku..." panggil Queen Ororo yang membuat Yura sadar dari tidurnya.
"Ibu?" gumam Yura.
"Putriku, demi keselamatan yang lainnya hanya ada satu pilihan yaitu menikah dengan Odin. Apa kamu bersedia?" kata Queen Ororo.
Untuk sesaat Yura terdiam karena perkataan Queen Ororo. Dia berfikir dengan tenang dan mengingat akan kebersamaannya terhadap teman-temannya. Yura sangat bingung, karena usianya yang sangat mudah. Bahkan dia sangat memikirkan apa yang di pikirkan orang tuanya yang berada di bumi. Dan pada akhirnya keputusan pun telah di ambil dengan keterpaksaan, Yura bersedia menikahi Pangeran Odin.
"Baiklah Putriku, pernikahanmu akan di laksanakan saat gerhana bulan yang terjadi 3 hari lagi" jelas Queen Ororo langsung pergi meninggalkannya.
Queen Ororo yang berada di luar kamar kini berubah menjadi sosok wanita berjubah hitam. Wanita itu adalah ibu dari Pangeran Odin, Queen Tara. dia menyamar menjadi Queen Ororo agar Yura menyetujui pernikahannya dengan Pangeran Odin. Akhirnya rencana itu pun berhasil.
Saat itu, Yura tidak menidurkan dirinya. Dia merasa ada yang tidak beres terhadap istana itu.
"Entah mengapa, tapi aku merasakan istana ini tidak seperti yang aku lihat. Dan Ibu, dia juga tidak terlihat seperti Ibu ku. Ada yang aneh di sini" batin Yura.