
Peperangan yang tadinya berlangsung selama neberapa jam, kini terhenti akibat bamgsa Dark kembali menarik pasukannya yang mulai gugur di medan perang.
Tepat di mana terdapat sebuah tanah lapang yang terlihat manusia/prajurit yang begitu banyak terbaring berserakan di tanah. Tubuh mereka semua di hiasi dengan cairan merah dan banyak bekas sayatan luka yang begitu banyak. Mereka semua bukanlah terbaring karena lelah, malinkan karena kehilangan nyawa. Untuk menghormati jasa mereka yang telah membela kebenaran dan kebaikan, Aries memutuskan untuk para kestria sendirilah yang memberi penghormatan terakhir itu. Dengan cara membuat peti sesuai dengan jumlah mereka yang di perlukan.
Aries sebagai orang yang memiliki semua Element, dia sendiri yang membuat peti itu dengan kedua tangannya. Sementara yang lain, Pangeran Clard, Novia, Ezra, Diah, Roby, Sesilia, Ragil, Pangeran Dilon dan Vera membuat prajurit-prajurit memasuki peti dengan aman dengan melapisi peti dengan aman. Vera dengan Element Earthnya di andalkan untuk menguburkan peti-peti itu dengan layak di tempat dimana telah Aties tentukan.
Tangisan para rakyat telah terdengar di telinga mereka bagi penghuni istna. Penduduk-penduduk yang penguasanya telah gugur di medan perang, kini kehilangan rajanyanya kecuali pangeran mahkota mereka. Untuk beberapa saat demi keamanan, kerajaan-kerajaan kecil lainnya yang ikut perang berpindah ke kerajaan Zenna dan berpecah ke kerajaan Jochas. Bisa saja mereka ikut Queen Gloraris dan juga Queen Liana, namun di karenakan mereka manusia di bandingkan kehidupan mermaid dan fairy, mereka bisa mati akibat ketidak cocokan mereka dalam hidup, ya walaupun mereka juga memiliki sayap dan ekor, tapi mereka tetap manusia jugakan.
Pemakaman berlanjut higga matahari terbenam, tidak menyisakan cahaya sedikitpun. Penghormatan dari prajurit dengan menguburkan mereka ke tanah dengan sebuah peti di berikan butiran-butiran kecil dari kristal emas milik Aries. Kristal-kristal kecil itu di taburkan Tepat di atas kuburan mereka masing-masing.
Hiasan yang indah telah mereka buat, sebagai tanda ada penguburan di dalam tanah itu. Air mata Aries yang menetes mulaimenyatu dengan tanah, Pangeran Dilon yang berada di sampingnya mulai merangkul pundak Aries dan menenangkan perasaannya.
"Aries, mereka tidak pantas di tangisi. Mereka hanya pantas di berikan kehormatan dan kelayakan mereka sebagai pahlawan" ucap Pangeran Dilon mendapatkan tatapan tajam para gadis yang berasal dari kerajaan lain.
"Aku bukan menangisi mereka. aku menangis karene diriku yang lemah, diriku yang terlambat menolong mereka. Bukan musuh yang membunuh mereka tapi aku sendiri yang membunuh mereka" ucap Aries dengan tangisan yang bertubi-tubi sambil membalas rangkulan Pangeran Dilon memeluknya dengan erat.
"Aries, jangan menyalahkan dirimu sendiri. Ini juga salah kami para kesatria. Ini semua sudah menjadi takdir mereka, jadi lupakan ini dan rayakan Kemenangan mereka yang telah meninggalkan kita" Seru Diah memegang pundak Aries yang berada di pelukan Pangeran Dilon.
"Sudahlah Aries, lepaskan Dilon! Putri-putri dari kerajaan lain mulai iri padamu" sambung Vera menggoda Aries.
Mendengar perkataan Vera, tangisan Ariespun terhenti. Pangeran Clard yang sebelumnya diam tanpa ekspresi mengikuti apa yang terjadi di depannya kini mengalihkan pandangan ke arah lain dengan sedikit cemberut.
"Di bandingkan Dilon, akulah yang tanpam di sini" batinnya kemudian melihat ke arah Putri Kenny yang berdiri di samping Veri sambil melihatkan senyuman yang telah lama hilang di wajahnya.
"Ha? Apa aku bermimpi?" Gumam Ezra yang terdengar oleng pacarnya yaitu Novia.
"Apa? Apanya yang bermimpi?" Tanya Novia.
"Lihat! Apa Clard tersenyum?" Tanya Ezra.
"Waahh... tampannya. Tersenyumlah Clard, agar ketampanan Dilon terkalahkan di Sini" kagum Novia yang mendapatkan tatapan kesal dari Ezra.
"Eh Diah liaht tuh! Clard tersenyum? Sudah lama dia menghilangkan wajah tampannya itu" Seru Sesilia yang melihat Pangeran Clard.
Bukan hanya mereka bertiga, Putri Kenny yang mendapatkan tatapan Pangeran Clard membuatnya terpesona hingga tatapan mereka berlangsung selama beberapa menit dan di hentikan Veri yang tanpa sengaja melihat adegan yang membuatnya cemburu itu. Hahaa... oh iya lupa, Veri itu sejak kecil sudah memendam Perasaan ke Putri Kenny loh 😄
Setelah selesai pemakaman, mereka semuapun masuk ke istana, karena mereka akan mengadakan pesta untuk mengenang prajurit yang telah gugur di medan perang. Tradisi di istana ini adalah, Entah sedih ataupun berduka, mereka harus membuat sebuah pesta untuk menghormati yang telah gugur saat setelah berperang.
Berhubungan dengan pesta, tidak mungkin mereka menggunakan baju yang mereka gunakan untuk berperang tadi bukan? Setelah membersihkan tubuh masing-masing dengan air suci milik bangsa Mermaid merekapun mempersiapkan diri untuk pesta yang akan di adakan pukul 8 malam ini.
***
"Mereka memang sangat cocok" itulah yang di ucapkan para tamu, namun para putri dari kerajaan lain ada yang menanamkan sifat irinya di dalam hati.
Semua orang telah berada di bawah kecuali Aries, Putri Kenny, Pangeran Clard dan Veri. Untuk membuat pestanya menjadi sangat lengkap maka Aries dan yang lainnya harus berada di sana. Namun di sebuah kamar, Aries terlihat belum siap di bandingkan dengan Putri Kenny, karena Aries ingin kakaknya terlihat lebih cantik di bandingkan yang lainnya.
"Aries sudahlah apa yang kamu lakukan, siapkan dirimu jika tidak, kakak akan memperburuk Hiasan wajah kakak" ucap Putri Kenny sedikit jengkel akan sikap adiknya.
"Baiklah kak" jawabnya menurut.
Setelah selesai menata rambut emasnya yang sangat panjang menjadi pendek menggunakan kekuatannya, Ariespun melanjutkannya dengan menghias raut wajahnya dengan sesuatu yang padat dengan warna kulit untuk seluruh wajahnya, sesuatu yang berwarna pink di oleskannya di bagian bibir, cairan hitam di oleskannya di bagian kelopak mata tepas di atas bulu mata, sesuatu yang berkilap di tepuk-tepuknya bagian pipi dan ditambahkannya Hiasan kepala berwarna putih. Hiasan kepala dan Hiasan wajah dia cocokan dengan gaun putih tanpa lengan yang menyeret di bagian belakang dan sarung tangan putih transparan yang ia kenakan.
Setelah mereka berdua siap, Ariespun berjalan menuju pintu. Tiba-tiba dia di kagetkan saat melihat pintu yang terbuka dengan sendirinya dan melihatkan sosok pemuda merah yang tampan.
"Clard!" Panggil Aries sambil tersenyum lebar.
Dari Luar, Pangeran Clard masuk melalui Aries yang tersenyum tanpa menyapa ataupun membalas senyuman dari Aries menuju Putri Kenny yang berdiri di depan cermin. Deg, Secara mendadak senyuman Aries tenggelam entah apa yang do rasakannya saat itu, ingin menangis namun tidak tahu alasannya. Aries saat itu merasa di bakar oleh api. Di depan pintu, sejak Pangeran Clard memasuki kamar, dia membisu dan mematung. Tidak ada satu katapun terucap dari bibirnya saat melihat Pangeran Clard dan Putri Kenny pergi meninggalkannya sendiri.
"Apa yang terjadi? Aku merasa sakit dan ingin menangis, namun aku tidak tahu alasannya" batin Ariea yang terdiam.
Dalam lamungannya, dia di kagetkan melihat Veri di hadapnya. "Veri?" Panggilnya.
"Aries? Di mana Kenny?" Tanyanya.
"Kakak? Dia udah turun ke bawah" jawabnya datar sambil merunduk.
"Oh... ya udah, bareng aku yuk!" Ajak Veri mengacukan lengannya agar di rangkul Aries namun tidak mendapat respon. "Hey? Apa yang kamu fikirkan? Mereka semua telah menunggu kita, jika kamu masih memikirkan apa yang telah terjadi, maka mereka tidak akan tenang akan kesalahan mereka yang membuatmu benjadi menanggung beban semuanya" tegas Veri.
"Ya, kamu benar. Maafkan aku, hanya saja saat ini aku merasa aneh. Aku ingin menangis tapi aku tidak tahu alasannya" jawab Ariea mengangkat kepalanya menatap Veri.
Ariespun memutuskan untuk merangkul tangan Veri. Perlahan senyuman Aries terbentuk akan hal konyol yang di lakukan Veri. Sesampainya di tangga saat hanya langkah Aries dan Veri terdengar, para tamu menatap mereka dengan penuh kagum. Mereka berdua terlihat seperti sepasang cinta yang akan segera menikah, alasannya karena Aries yang mengenakan gaun putih tanpa lengan dan berseret di bagian belakang, sementara Pangeran Dilon dia juga mengenakan pakaian bangsawan yang sangat pas di tubuhnya.
"Aries? Apa dia Storm? Ku dengar, setelah dia mendapatkan mutiara pelangi, mutiara itu telah bergabung ke dalam tubuhnya, hingga dia mendapatkan warna rambut, sayap, dan ekor yang serba emas bahkan hasil dari gabungan itu Aries juga mendapatkan lambang permata di dahinya" ucap salah satu Raja yang terdengar oleh sahabat-Sahabat Aries.
"Dan sekarang karena lambang permata yang berada di dahinya membuat dia menjadi kesatria per-1 dari ke 11 kesatria" sambung istri raja tadi.
"11? Oh iya kamu benar, tapi para kesatria akan berjumlah 10 orang, karena salah satu kesatria dengan element Storm telah tewas sekitar 100 tahun yang lalu, mungkin kematian itu, takdirnya di gantikan oleh Aries" sambung ratu lainnya.
Setelah mendengar bisikan-bisikan dari para tamu, Sesilia, Diah, Roby, Ragil, Novia dan Ezra mengurungkan perasaannya akan menganggap Aries adalah Yura mereka. Sedikit kecewa namun mereka kembali bersemangat untuk kembali ke tempat mereka bersama sosok Yura.