World Elements

World Elements
Sea mons



"Gelap sekali" keluh Aries yang berada di daerah sea mons. "Apa yang harus aku lakukan? Dimana letak mutiara itu? Bahkan disini hanya terlihat bebatuan tak ada apapun disini, makhluk hidup bahkan mustahil berada disini" ucapnya lagi yang berbicara sendiri.


Tanpa kenal lelah, Aries mengitari sea mons dengan bantuan cahaya auranya sebagai penerang jalan. Kepakan ekornya telah membawa Aries jauh kedalam, tak ada satupun mkhluk hidup yang dia lihat selain batu batu yang tersusun rapi dibawahnya.


"Sun light!" teriak Aries yang meningkatkan cahaya tubuhnya hingga membuat suasana sea mons menjadi terang. "Siapapun tolong keluarlah! Aku Aries ingin mengambil mutiara pelangi" teriaknya sekali lagi.


Tak ada satu pun yang muncul, hanya terdengar suara air yang mengalir di indra pendengarnya. Cahaya dari elemen sun light memperlihatkan seisi sea mons yang menggambarkan lautan yang mati seperti di kutuk. Walaupun suasa sea mons sedikit seram, Aries tetap melakukan apa yang harus dia lakukan. Dengan element Aqua, Aries mengarahkannya ke arah bebatuan dan dapat merubah batu itu menjadi batu yang berwarna. Kejadian itu menbuat Aries sedikit bingung, apakah warna itu berasal dari kekuatannya atau tidak? Itulah yang di fikirkannya. Kemudian dia mencoba dengan seluruh kekuatannya, dia mengeluarkan seluruh kekuatannya dan menyebarkannya keseluruh sea mons. Siapa sangka lautan yang mati kini berubah menjadi lautan yang hidup, lautan yang mati kini telah hidup dengan penuh warna, mamalia laut mulai terlihat disana, dan berenang menghampiri Aries.


"Terimakasih yang mulia" ucap seokor ikan dari segerombolan ikat yang banyak.


"Maksudmu?" tanya Aries yang merasa kebingungan.


"Kami sudah lama memunggumu yang mulia untuk membebaskan kutukan ini" sambung ikan berwarna kuning.


"Apa? Jadi? Tapi? Maksudku, aku disini untuk mengambil mutiara pelangi, aku ingin mengembalikan separuh kekuatan yang telah hilang" kata Aries.


"Ini adalah daerah mutiara pelangi yang mulia, maksudku, kamilah penjaganya dan teka teki itu dibuat oleh Raja dan Ratu kami. Jadi sekarang adalah saatnya mutiara pelang itu berada di tanganmu, jika tidak keberatan ikuti kami" ucap ikan berwarna merah.


Tanpa berfikir panjang, Aries berenang mengikuti ikan merah itu, sementara ikqn yang lain telah berenang/menyebar keseluruh laut bisa dibilang keseluruh wilayah mereka.


Di trumbukarang yang indah disana terlihat sebuah tiram yang Aries lihat di cermin kabut, tiram itu sangat mirip, hanya saja tidak terlihat mutiara pelangi disana karena tiram itu masih dengan kondisi tertutup.


Walaupun Aries yang terbesar disana, tapi Aries berusaha untuk menyesuaikan diri agar para makhluk hidup disana tetap aman.


"Yang mulia" ucap 2 ikan berwarna kuning ke emasan.


"Apa kalian Raja dan Ratu disini? Aku harap benar!" tanya Aries tidak membuang-buang waktu lagi.


Pertanyaan Aries tidak mendapatkan jawaban, melainkan ke-2 ikan itu berenang menuju tiram yang sedikit besar dari mereka. Setibanya dihadapan tiram, dalam beberapa detik tiram itu terbuka dan memperlihatkan sebuah mutiara kecil.


"Mutiara pelangi? Dia sangat kecil, berbeda dengan apa yang ku fikirkan" batin Aries.


"Yang mulia, kali ini kami akan menyerahkan mutiara ini kepadamu karena sudah waktunya kekuatan itu dibebaskan" kata Ikan itu.


Mutiara pelangi yang beradi di dalam tiram itupun menghilang dan berpindah kearah kalung Aries dan melekat disana menjadi liontin yang sangat indah.


"Terima kasih karena sudah menjaga muara ini dengan baik. Dan aku minta maaf, karena mutiara ini, wilayah kalian mendapatkan kutukan" ucap Aries lemah lembut.


"Jangan sungkan yang mulia, itu sudah menjadi tanggung jawab kami bersama. Kutukan itu juga dibuat untuk melindungi mutiara ini. sebenarnya itu bukan lah Kutukan, tapi bisa dibilang pelindung dari bangsa dark" balas Ratu ikan.


"Sebagai gantinya, aku akan membuat prisai transparan di wilayah kalian agar tak ada kekuatan yang akan mengganggu kalian" kata Aries.


Ariespun berenang sangat tinggi jauh dari tempat ikan-ikan itu berada, sambil mengacukan kedua tanggannya untuk membuat perlindungan pada ikan yang telah berjasa baginya.


Pembuatan prisaipun selesai, mereka mengucapkan salam terakhir/salam perpisahan dari Aries.


***


"Dimana Aries? Ini sudah lama sekali, apa dia baik-baik saja?" ucap Pino yang terlihat khawatir.


"Aku disini kak!" seru Aries yang membuat kaget Pino, Karlo dan Kirlo.


Dengan cepat, Aries memetikkan kedua jarinya, dan mengarahkan kekuatan mutiara kepada Pino, dalam hitungan detik, Pino seekor lumba-lumba kini berubah menjadi Putri Kenny seekor mermaid yang sangat cantik. Sementara Karlo dan Kirlo terkagum kagum melihat kecantikan Putri Kenny.


"Aries! Terima kasih. Tanpa bantuanmu mungkin aku tidak akan menjadi mermaid lagi" ucap Putri Kenny.


"Oh iya, Karlo, Kirlo, kalian ikutlah bersama kami ke Piston Sea, kalian akan mendapatkan gelar disana" ajak Aries yang disambut anggukan dari mereka berdua.


"Tapi, dimana mutiara itu?" tanya Putri Kenny.


Belum sempat Aries menjawab, dia sudah terlebih dahulu melihat mutiara di kalung Aries.


"Apa? Mutiara ini sudah bergabung denganmu? Ini, ini hebat sekali, kamu memang Storm yang sangat hebat seperti Queen Ororo Monroe dulu" kagum Putri Kenny yang mendapat sentakan kaget dari Aries.


Sakit kepala Aries kambuh, tapi dia mencoba untuk mempertahankan dirinya agar tidak pingsan. Dalqm benaknya terlintas ingatan-ingatan yang tidak terlihat begitu jelas oleh Aries.


"Putriku? Kamu baik-baik saja?"


...


"Kamu adalah Putriku"


...


"Perkenalkan Aku adalah Ororo Monroe Storm, Queen Storm"


...


"Ibu"


"Aaaaaaarrrggghh...." teriak Aries membuat gelembung gelembung udara yang menjadi badai. Sakit kepala yang amat sakit tidak tertahankan.


"Aku ibumu nak"


...


"Pakai ini"


"Kak?" panggil Aries. Perlahan rasa sakit dikepala Aries menghilang, diapun merasa lega dan dicampur rasa penasaran akqn masa lalunya.


"Aries? Kamu baik-baik saja?" cemas Putri Kenny.


"Tidak, aku baik-baik saja, hanya saja kepalaku terasa sakit tadi. Sebaiknya kita gunakan teleport agar cepat pulang, apa kalian siap?" ajak Aries dan mendapatkan anggukan dari yang lainnya.


Sebuah teleportpun terbentuk dengan warna biru, secara  bersamaan mereka masuk kedalam, disana sedikit menyiksa fisik, karena perputaran teleport itu. Pino, Karlo dan Kirlo merasakan pusing di bagian kepala akibat perputaran itu, sementara Aries merasa tenang-tenang saja sambil memikirkan sesuatu yang tidak begitu jelas.


Teleport yang Aries buat kini mengarahkan mereka yang tidak jauh di istana Piston Sea. Mereka berempat tidak sabar untuk memberitahukan kepada Queen Gloraris yaitu Ibu kandung dari Putri Kenny dan juga Ibu angkat dari Aries. Renangan mereka terhentikan ketika Aries memiliki sebuah ide.


"Kak? Bagaimana, kakak datangnya belakangan, agar ibu Gloraris menjadi sangat penasaran, akan adanya sosok Putri semata wayangnya disini" jelas Aries yang mendapatkan persetujuan.


Ariespun kembali berenang dengan posisi paling depan dan membuat sebuah gelembung air yang sangat besar untuk melinfungi Putri Kenny, Karlo, dan Kirlo, agar hanya !ereka yang berada dalam gelembung saja dapat melihat mereka yang berada di luar gelembung. Kepakan ekor mulai membawa mereka yang semakin dekat dengan istana yang berwarna biru tua itu.