
Jauh dari kerajaan mereka...
Terlihat seorang pemuda tampan berambut merah dengan mengenakan pakaian bangsawan yang sedang berdiri di tepian jurang yang di bawahnya terbentang laut yang sangat luas dan dalam.
Pemuda itu berdiri saambil menatap laut itu, mimik wajah yang menunjukan bahwa dia menunggu seseorang yang sangat berarti dalam hidupnya, tapi tak kunjung datang.
Pemuda itu hampir setiap hari kesana jika ada waktu luang. Dalam termenungnya, datang seorang pengawal dari belkang pundaknya.
"Maaf Pangeran! Yang Mulia Ororo dan King Jack ingin bertemu denganmu" ucap Pengawal itu dengan hormat dan sopan.
Tanpa berpikir panjang, Pangeran Clardpun pergi meninggalkan jurang itu menggunakan kuda yang sering dia pakai, bisa dikatakan sahabat binatangnya.
Sesampainya di istana berwarna putih, Pangeran Clard melangkah ke ruangan biasa di lakukan pertemuan penting.
Sesampainya di ambang pintu, Pangeran Clard melihat semuanya berada di sana. Queen Ororo, King Jack, Novia, Ezra, Diah, Roby, Sesilia, dan Ragil.
"Clard? Akhirnya kamu datang juga. Kemari mendekatlah!" seru Queen Ororo.
Atas perintah Queen Ororo, Pangeran Clardpun mendekat dan bergabung bersama ke-6 sahabatnya itu.
Novia, Diah, dan Sesili sekarang tapi bukan hanya sekarang melainkan semenjak Ibu mereka para Queen Elemen yang berbeda menyelamatkan mereka dari maut di peti kehidupan sekarang tampil berbeda. Rambut mereka yang dulunya sedikit panjang kini menjadi sangat panjang, bola mata yang berbeda memiliki aura yang sangat kuat. Begitu juga dengan Ezra, Roby, Ragil.
Flashback 50 tahun yang lalu...
"Apa ada perubahan?" tanya Queen Ororo kepada yang lainnya.
"Tidak yang mulia, detak jantung mereka semakin lemah" jawab Queen Claudia.
"Sudah 50 tahun mereka berada di dalam peti ini, tapi sama sekali tidak ada perubahannya sama sekali" sambung King Glend.
Mendengar itu semua, Queen Ororo membuat 1001 rencana namun tidak ada yang berhasil hingga Queen Ororo dan Queen Irridesa memutuskan untuk meminta bantuan dari buku petunjuk. Di dalam buku pentunjuk, terlukis dan tertulis bunga teratai berkelopak putihlah yang dapat membuat detak jantung mereka kembali stabil. Bunga teratai itu hanya dapat di temukan perairan Froz.
Sejumlah prajurit istana di kerahkan untuk mencari bunga teratai itu yang di pimpin oleh Pangeran Clard.
Pangeran Clard beserta prajurit mulai bergerak cepat, agar sahabat-sahabatnya dapat tertolongkan.
Tiba di perairan Froz, tak satupun dari mereka menumukan bunga teratai itu. Di semak-semak, di pinggir danau bahkan di dekat air terjun. Mereka semua hampir putus asa tapi semangat Pangeran Clard membuat para prajurit tidak berhenti mencarinya.
"Cari bunga itu sampai dapat, hanya air terjun ini belum kita cari dengan sepenuhnya. Kita tidak akan pulang sebelum mendapatkannya" perintah Pangeran Clard.
Mereka semuapun menyibukkan dirinya untuk mencari bunga itu. Sementara pangeran Clard dia mendekati air terjun Froz yang terkenal dinginnya saat menyentuh air itu dan akan menjadi beku saat sesuatu masuk kedalamnya. Hanya saja, air terjun Froz itu tidak memiliki hawa yang sedingin apa yabg telah di katakan. Karena sedikit kurang percaya, pangeran Clard memutuskan untuk melempar krikil kecil ke arah air. Betapa terkejutnya dalam hitungan detik, krikil itu menjadi beku.
Bahkan api dari pangeran Clardpun tidak terpengaruh. Dalam keadaan lelah, pangeran Clard menatap tajam ke arah air terjun yang mengalir dari atas hingga ke bawah, tidak disangka-sangka bunga yang di cari-cari sejak dari tadi ternyata berada di balik air terjun itu.
Pangeran Clardpun memanggil semua prajuritnya dan memberitahukan kabar baik itu.
"Lihat pangeran! Air terjun ini memiliki celah!" kata salah satu perajurit yang beradai di pinggir air terjun.
Pangeran Clardpun mendekati air terjun itu dan melihat sebuah celah yang di maksud pengawalnya itu. Celah itu memberikan mereka harapan agar mereka berhasil dalam pengambilan bunga itu.
Para Prajurit merelakan untuk memasuki celah itu agar sang pangeran baik-baik saja. Perjuangan mereka kini terlihat satu persatu dari mereka mulai masuk dan sedikit menempel ke bebatuan agar tidak terkena percikan air terjun.
10 prajurit telah masuk dan mencapai bunga teratai putih yang tumbuh tanpa menggunakan tanah melaikan bebatuan dan lumut hijau yang membantunya untuk bertahan hidup.
Prajurit yang berada di paling depan, kini mulai memetik bunga itu dengan amat sangat kuat, karena bunga itu sangat menempel di bebatuan.
Di istana Viore...
"Queen Irridesa? Apa kamu membaca ini?" tanya Queen Ororo sambil menunjukan kalimat yang ada pada buku petunjuk.
"Iya, kami berenam sudah menyetujuinya demi para kesatria dan juga sebagai anak kami" jawab Queen Irridesa.
Kembali ke perairan Froz...
"Pangeran! Kami mendapatkannya" teriak prajurit yang paling depan dan memberikan prajurit yang berdiri di belakangnya, begitu juga selanjutnya hingga bunga itu berada di tangan pangeran Clard.
Dalam hitungan menit para prajurit yang terdalam tidak dapat kembali karena telah membeku menjadi es. Hanya 5 dari sepuluh yang selamat. Mereka semua sedikit sedih karena kehilangan teman-teman seperjuang mereka.
"Letakkan bunga itu tepat tengah-tengah mereka dan sedikit tinggi" perintah Queen Ororo.
Karena perintah dari Queen Ororo, pangeran Clard segera meletakan bunga itu di atas dan biarkan melayang ke udara menggunakan elemen udara sementara peti kehidupan itu terbuka lebar agar aura dari kekuatan bunga itu berhasil menyinari tubuh mereka. Bunga itu bersinar terang dan mengeluarkan lambang salju/es.
Queen Pinnki, Queen Claudia, Queen Irridesa, King Calvin, King Gland, King Fizt mengacukan ke dua tangan mereka masing-masing dan mengeluarkan aura kekuatan mereka menuju ke bunga itu. Cahaya aura mereka kini keluar dan menyelimutih tubuh masing-masing dari mereka.
"Ayah, bukannya ini pemindahan raga yang tertulis di buku petunjuk itu?" tanya pangeran Clard.
"Hanya ini satu-satunya cara untuk menyelamatkan mereka" jawab King Jack.
"Clard, aku tidak bisa berbuat apa-apa. Hanya mereka yang bisa melakukan ini" sambung Queen Ororo sambil memegang pundak pangeran Clard.
Setelah semua aura mereka di pindahkan ke bunga Froz, perlahan cahaya tubuh mereka yaitu Queen Pinkki, Queen Claudia, Queen Irridesa, King Calvin, King Gland dan King Fizt, mulai redup begitu juga dengan fisik tubuh mereka. Tubuh mereka ikut menghilang dengan bersamaannya aura mereka.
"Yang Mulia! Ini sudah saatnya kami pergi" ucap Queen Irridesa.
"Kami titip mereka semua" kata mereka dengan serempak.
Tubuh mereka mulai menghilang, sementara bunga itu terus bersinar menyinari tubuh Novia, Ezra, Diah, Roby, Sesilia, dan Ragil. Perlahan mereka berenam membuka mata mereka, dan segera keluar dari peti itu. Aura mereka kini menebarkan cahaya yang sangat terang membuat seisi istana itu menjadi pelangi.
Flashback off...
"Clard! Kapan kamu akan berhenti ke jurang itu?" tanya Queen Ororo.
"Sampai aku menemukan Yura" jawabnya dingin.
"Clard, kita tidak bisa terus-terusan seperti ini. Kita juga harus mencari di mana keberadaan Yura! Bukannya kita sahabat, jika kamu terlihat lemah maka semuanya akan sia-sia!" tegas Ezra.
"Kami tahu bagaimana perasaan kamu, tapi ini tidak sebanding dengan perasaan kami. Kami bersahabat sejak kecil, dan berakhir seperti ini. Kami disini sudah 101 tahun, entah apa yang terjadi di bumi, keluargaku? Keluarga kami? Mereka lebih berhak sedih, karena World Elements telah merenggut Putri mereka, bahkan Putra mereka" sambung Novia yang mulai meneteskan air mata.
"Maafkan aku sudah membuat kalian sedih, sebaiknya kita memulai pencarian Yura di sana menggunakan kereta terbang yang dulu kalian pakai saat pertama kali kesini"
Mereka ber-7pun mulai mencari Yura di lautan yang masih terhubung dengan lautan dimana Yura menghilang. Mereka mencari menggunakan kereta berbentuk bulat yang pernah mereka pakai dulu saat pertama kali ke istana Viore. Kereta terbang itu membawa mereka ketengah-tengah laut dan melihatkan sesisi laut menggunakan layar pelacak, dimana semuanya terlihat disana. Disaat mereka ingin mencari lebih jauh, dihadapan mereka terdapat batas pelindung transparan yang menghalangi mereka.
"Batas pelindung?" gumam mereka yang sudah banyak mengetahui tentang World Elements.
"Percuma, kereta terbang ini tidak dapat masuk karena semuanya terbuat dari besi!" seru Roby.
"Hanya kamu dan yang Mulia dapat menembus batas pelindung ini" ucap Ragil kepada Diah
"Tidak! Setau ku batas pelindung ini tidak akan bisa di tembus oleh apapun atau siapapun, karena ini adalah batas permanen" seru Ezra yang menerawang batas pelindung itu menggunakan elemen airnya.
"Lihat batas ini memiliki warna pelangi yang samar-samar" seru Novia.
"Jika seperti itu, berarti Yura masih berada di wilayah kita?" tanya Ragil.
"Tidak! Manusia tidak berada di dalam lautan wilayah kita, karena aku sudah menerawang lautan ini hingga batas pelindungt ini masih sangat luas, di sana tidak dapat ku lihat akibat batas ini" seru Diah.
"Yura adalah elemen storm terlengkap yang pernah ada. Tidak ada yang bisa menghalangnya dan memerintahnya, mungkin saja dia dapat melewati batas ini" kata Pangeran Clard.
"Ini sudah 101 tahun lamanya, aku bahkan hampir menyerah. Tapi aku yakin, Yura masih hidup. Sebaiknya kita pulang dan menanyakannya kepada Queen Ororo tentang batas ini" kata Sesilia.
"Yura! Bukannya kamu sudah berjanji untuk tidak meninggalkanku!" batin Pangeran Clard yang merasa sedih.
______________________________________
Hallo guys!!!
Kalian masih ingatkan dengan Queen Ororo, King Jack, Pangeran Clard, Novia, Ezra, Diah, Roby, Sesilia dan Ragil???
Jika kalian sudah lupa baca kembali 'World Elements dari yang pertama' khusus yang gak tau di baca juga ya...
Jangan lupa votmen yaaa...