World Elements

World Elements
war II



"akan aku mulai" gumam Yura dan melihat matanya kini berubah menjadi hitam pekat hingga tidak memiliki warna selain hitam, diapun melanjutkan aksinya dengan mengangkat kedua tangannya dan kemudian dia sentuh tanah yang dipijak sambil bergumam entah matra apa yang dia baca hingga mengeluarkan kekuatan membuat tanah sedikit bergerak. Begitu mengejutkan mayat yang tadi berserakan di tanah kini kembali bergerak dan hidup atas perintah Yura, bahkan prajurit yang sebelumnya membela kebenaran kini membela mereka para iblis membasmi kebenaran.


"ini tidak mungkin" gumam Queen Ororo yang melihat mayat-mayat hidup kembali.


"yang mulia, mereka kembali hidup bahkan pasukan mereka bertambah banyak akibat mayat hidup dari prajurit kita" kata Queen Tara tidak percaya.


Pasukan musuh yang bertambah banyak,kini mereka mulai kewalahan melawan mereka. Perbandingan mereka adalah 1 banding 10.


Di laut Putri Kenny masih dalam posisi menjaga laut dengan sekuat tenaganya bersama ribuan prajurit mermaids dan hewan laut lainnya. Putri Kenny sangat cemas dengan keadaan di darat, menggunakan telepati saat ini adalah hal yang mustahil. Jauh di depan Putri Kenny Melihat segerombolan entah itu ikan atau mermaids yang menuju kearahnya.


"prajurit! Siapkan diri kalian, karena kita tidak tahu mereka itu musuh atau sekutu kita" ucap Putri Kenny dengan tegas dan memegang erat trisula miliknya.


Putri Kenny mencoba untuk menghitung jumlah pasukan yang menghampiri mereka dan ternyata jumlahnya 2 kali lipat lebih banyak di bandingkan prajurit miliknya bahkan terdapat aura negatif dalam tubuh mereka semua. Putri Kenny sangat terkejut mengetahui itu bahwa yang menghampirinya adalah pasukan musuh yaitu bangsa Dark, ini adalah hal yang mustahil.


"bagaimana bisa bangsa Dark memiliki ekor?" batinnya bertanya-tanya. "gawat! Putri Oline menyerang istana laut, dan pasukannya lebih banyak dariku" ucapnya menggunakan telepati kepada ibundanya yaitu Queen Gloraris dan langsung memutuskannya tanpa menunggu jawaban.


Putri Kennypun sudah siap, dia juga memberikan aba-aba pertahanan kepada para prajuritnya dengan bantuan permata kehidupan dia percaya pasti dia akan memperoleh kemenangan walau apapun yang terjadi.


Peperangan di lautpun dimulai, Putri Olin dan semua pasukannya ikut membabi buta menyerang kehidupan dilaut. Putri Olin di utus Yura untuk menyerang bawah laut karena pasti bawah laut dalam kelengahan. Putri Olin datang terlambat karena dia menaklukan dulu kerajaan-kerajaan yang telah kosong karena di tinggal pergi untuk berperang mendukung Queen Ororo dan para kesatria.


"seraaaaaaang!" teriakan mereka bersamaan.


Deg... Deg... Deg...


Tidak hanya di darat, bahkan di perairanpun terdapat peperangan. Bangsa Dark memang benar-benar ingin menenggelamkan kebenaran dangan lautan darah.


Tentu saja Putri Kenny yang di berikan tanggung jawab, berusaha sekuat tenaga untuk melindungi laut. Namun usahnya gagal, lebih dari setengan parajurit miliknya gugur di medan perang hingga darah mereka membuat laut yang jernih menjadi merah.


"kamu bukan tandinganku!" kata Putri Olin menyombongkan diri.


"aku tidak akan membiarkan kerajaan laut di kuasai oleh bangsa dark!" ujarnya tidak pantang menyerah dan kembali menyerang putri Olin menggunakan trisulanya.


Putri Kenny berada di posisi yang sangat berat karena bukan hanya prajurit yang banyak gugur, tetapi putri Olin juga lebih kuat dibandingkan dirinya. Tak ada jalan lain, sedari tadi dia hanya menggunakan element aquanya dan sekarang dia memutuskan untuk menggunakan trisula milik ayahnya yang telah diberikan kepadanya. Putri Kennypun memulai aksinya, karena dia juga sudah menguasai trisula itu sejak kecil bersama ayahnya.


Didaratan, peperangan masih berlanjut sementara pasukan iblis masih membabi buta menyerang. Istana Zenna kini tidak dapat dilindungi lagi, mereka para iblis sudah tepat berada di depan istana untuk siap menaklukannya. Para prajurit yang telah gugur, Yura membangkitkan mereka kembali dan membuat mereka menjadi sekutunya, hal itu mempersulit Queen Ororo.


Malam masih berlanjut, tapi peperangan belum terlihat berhenti. Para elements telah mencapai puncak kelelahan mereka dan para iblis juga hampir menaklukan istana walaupun keadaan istana berkobar api dimana-mana.


Deg... Deg... Deg...


Yura saat ini menyerang dengan bertubi-tubi tiada henti, dengan hasrat kesetanan untuk menguasa World Elements dengan cara yaaa dapat dikatakan mengahancurkannya dengan berperang.


Kemenangan Yura hampir ditangan, dia mempercepat serangannya dan mengambil kesempatan masuk kedalam istana. Entah apa yang terjadi, dimana ribuan pasukan bersimbah darah dengan penuh sayatan luka di sekujur tubuh mereka, bahkan bagian tubuh mereka ada yang terpisah.


"apa yang terjadi dengan pasukanku yang sedikit demi sedikit mati" gumam Yura dengan mata terbelalak melihat apa yang terjadi, karena itu adalah mustahil karena pasukan mereka tidak akan mati, bahkan walaupun mati tapi mereka tetap dapat di bangkitkan kembali.


"Yura pasukan kita" kata Pangeran Odin tidak percaya.


Sempat mengejutkan, Queen Ororo dan yang lainnya kebingungan melihat apa yang mereka lihat.


"Yang mulia, mereka tewas" ucap Pengeran Clard memecahkan keheningan.


Ezra mencobauntuk mencari tau apa yang terjadi yang sebenarnya dengan cara melihat melalui udara yang merupakan kemampuannya, setelah  di lihat dan di perhitungkan ternyata yang membantu mereka untuk mengalahkan pasukan iblis adalah Queen Venance beserta pasukannya dari bangsa meids dan Queen Parrades beserta King Joger tak lupa dengan jutaan pasukan mereka.


Mereka semuapun terkejut mendengar itu,  namun tak menghentikan mereka untuk ikut perang dan hanya bersantai saja melihat bangsa meids dan vairys membantu mereka. Semangat mereka kembali berkobar dan kembali pada arena perang.


"kurang ajar, kalian akan matiiiiiiii............" teriaknya mengerikan saat melihat kuda miliknya mati terbunuh. Yura melihat ke arah langit di ikut dengan terbukanya mulut miliknya. Cahaya biru dan hitam keluar dari sana, betapa mengejutkan Dark Dragon dan Ice Dragon keluar dari tubuh Yura dengan hasil kemurkaan Yura yang siap menghabisi apa yang ada dihadapan mereka.


Kedua naga itu mengamuk dan membabi buta menyerang sisa pasukan yang ada, bahkan pengendali elements Fire dan Ice mereka dapat terselamatkan sesekali, bahkan elements yang lainnya ikut membantu agar kibasan ekor naga itu tidak membunuh mereka semua. Meskipun seperti itu, pasukan yang di pimpin Queen Ororopun tetap satu persatu terbunuh, tumpukan mayat berada dimana-mana dengan hiasan sayatan luka, panah, tombak dan pedang yang tertancap ketubuh mereka, dan darah segar berserakan dimana-mana.


Entah mengapa malam ini terasa sangat lama akibat gerhana bulan yang dapat di kuasi oleh Yura. Yura benar-benar sangat mengerikan, dia terlihat lebih mengerikan di bandingkan iblis pada umumnya.


Yura mengamuk dengan kedua naganya, pasukan mereka mati terbunuh, dan Pangeran Odin dia duduk di atas naga biru milik Yura dan Yura sendiri duduk di atas naga hitam miliknya. Sesekali dia mengeluarkan kekuatannya untuk menyerang musuh yang berada di bawah, sementara ke dua naga itu menyerang dengan kemampuan mereka masing-masing.


"aakkhh" suara rintihan terdengar di indera pendengar mereka dan terdapat Queen Liana yang terluka parah dengan duri ekor naga yang tertancam dan menembus perutnya. "yang mulia" rintihnya kepada Queen Gloraris dan menghilang menjadi menjadi kerlipan-kerlipan.


"tidaaaaak" teriak Queen Gloraris yang menyaksikan sahabatnya meninggal.


Tampak jelas di wajah Queen Gloraris, dia benar-benar merasa kehilangan, sebelum memikirkan apa yang akan terjadi padanya, Queen Glorarispun menghampiri Queen Ororo yang bersama para kesatria dan memberitahukan kabar duka tersebut. Betapa mengejutkannya King Raggie juga ikut mati terbunuh. Kini Raja dan Ratu element hanya sisa mereka berdua dan para kesatria.


"Yura! Hentikan ini nak, ibu mohon" bujuk Queen Ororo yang tidak mendapatkan jawaban dari Yura yang membabi buta menyerang pasukan meids dan vairys yang tersisi.


Entah apa yang terjadi Ice Dragon tiba-tiba berpihak kepada Queen Ororo dan lagi-lagi Yura murka dengan apa yang terjadi, dia menggabungkan Dark Dragon ketubuhnya, setelah itu Yura benar-benar menjadi monster,  sementara ice dragon menghilang enatah kemana.


"aku akan membunuh kalian" teriak Yura dengan suara mengerikannya.