World Elements

World Elements
truth



Mereka semuapun pergi dan tinggallah Queen Venance dan Pangeran Clard di ruangan itu, di saat Yura meninggalkan mereka berdua terlihat jelas amarah di wajahnya yang tidak merelakan mereka berdua berbincang-bincang tanpa sepengetahuan Yura.


Pintu besar yang di hiasi emas itupun perlahan menghilangkan jejak yang lainnya saat keluar ruangan hingga tertutup rapat. Hening, tak ada satu suarapun yang di hasilkan di ruangan itu.


"yang mulia, apa ada yang bisa saya bantu?" tanya pangeran Clard memecahkan keheningan.


"aku, ingin menjelaskan sesuatu dari pertanyaan sahabatmu tadi" jawabnya serius.  "jika dunia ini memiliki dua orang berelement storm maka salah satunya akan menjadi ancaman kehancuran dunia ini" lanjutnya.


"apa maksudmu?" tanya Pangeran Clard.


"Clard, aku bisa melihat masa depan yang sangat jelas di bandingkan kalian yang hanya bisa merasakannya. Dunia ini akan mengalami kehancuran yang sangat besar oleh Yura. Banyak bangsa-bangsa yang akan puna di kedepannya nanti akibat peperangan kebaikan dan keburukan, dan ada kemungkinan dunia element akan musnah. Yura adalah keburukan di segala keburukan dan kebaikan di segala kebaikan, bahkan sahabat-sahabat kalian akan mati di tangannya sendiri" kata Queen Venance.


Mendengar semua itu, pangeran Clard sangat terkejut dan shock. Masa depan telah di tulis oleh pencipta, dan dia hanya bisa menunggu waktunya saja.


"Yura adalah pangkal dari ancaman dunia ini. Sebentar lagi akan terjadi gerhana bulan merah yang nantinya akan berdampak buruk oleh element storm jika sekelilingnya beraroma negatif atau lebih tepatnya lagi berada di tempat bangsa dark berada. Berhubungan Yura adalah storm yang sempurna maka dia bisa saja berubah menjadi iblis yang sangat kejam. Clard, hanya kamu yang bisa menolongnya" jelas Queen Venance.


"tapi bagaimana caranya? Yura? Dia...." balasnya menggantung.


"apa kamu mencintainya?" tanya Queen Venance.


"apa maksudmu bertanya seperti itu?" Pangeran Clard bertanya balik, seperti tidak terima.


"Clard! Seluruh dunia telah tahu bahwa sifatmu berubah menjadi dingin saat Yura menghilang, bahkan kamu sering mengunjungi jurang itu" ucap Queen Venance yang telah mengetahuinya sebelum Pangeran Clard menjelaskannya.


"tapi aku sudah tidak mencintainya lagi" jawabnya mengalihkan pandangan ke arah jendela diamond itu.


"apa aku tidak salah dengar? Aku telah mendengarkan kata hatimu Clard, bahwa kamu sangat mencintai Yura. Sedangkan Putri Kenny adalah pelampiasaanmu saja karena telah kehilangan orang yang kamu sayang dan pelampiasan karna kamu sangat mencintai Yura" kata Queen Venance yang mendapatkan keheningan dari Pangeran Clard sambil merunduk. "Clard! Sebaiknya kamu lakukan apa yang harus di lakukan sekarang. Kembalikan cinta Yura, saat ini aku tidak bisa melihat dirinya karena masa lalunya telah di kunci dan di tutup, mungkin akibat hilangnya ingatannya"


***


Di sebuah ruangan yang terdapat tempat tidur yang megah yang berbentuk kerang raksasa dan di bagian pinggirnya dihiasi dengan mutiara-mutiara, melihatkan beberapa pemuda pemudi yang gelisah, duduk, berdiam diri,  berenang bolak-balik, menatap suasana di luar jendela yang tidak lain adalah Yura, Novia, Diah, Sesilia, Vera, Pangeran Dilon, Ezra, Roby dan Ragil.


Terlihat jelas di raut wajah mereka, seperti menunggu seseorang dan tidak lupa dengan raut wajah yang cemas. Kecemasan mereka menimbulkan pertengkaran mulut antara Yura dan Novia. Yaaaaa ini adalah yang ke dua kalinya mereka bertengkar setelah di hutan kutukan sebelumnya.


Suasana semakin memanas dan berisik, satu persatu dari mereka mencoba untuk menenangkan mereka berdua, namun tidak kunjung redah. Hingga membuat pertengkaran mulut berubah menjadi sengit bisa di bilang telah berlanjut ke senjata tajam.


Panik, bingung, itu yang mereka rasakan. Sesekali mereka menggunakan kekuatan mereka untuk melerai namun Yura bisa menghindar karena dia juga bisa menggunakan kekuatan yang terlontar kepada dia.


"Yura! Hentikan" ucap mereka yang tidak di hiraukan oleh Yura sendiri.


Terlihat jelas di raut wajah Yura, dia menyerang dengan penuh emosi dan amarah yang tidak terkontrol. Sedangkan Novia sudah kualahan menahan serangan yang bertubi-tubi mengarah padanya. Pada akhirnya pedang yang Novia pegangpun terlempar dan menancap ke kursi yang hampir saja mengenai Sesilia. Yurapun kembali menyerang Novia dengan cepat Novia membuat senjata di bagian lengannya dan menangkis pedang milik Yura yang mengarah padanya.


Pertarungan semakin sengit, sementara yang lainnya Yura halangi menggunakan perisai miliknya agar tidak seorangpun bisa menghalanginya.


"Novia!" teriak mereka saat melihat Novia terhempas ke dinding kamar karena Yura. Akibat benturan yang sangat keras, Noviapun batuk-batuk hingga mengeluarkan darah, air yang jernih kini terlihat memerah di sekitarnya.


"Yura! Kamu ingin membunuhku? Apa yang terjadi padamu?" tanya Novia yang telah memuntahkan darah.


"Clard! Tanganmu terluka" ucap Novia yang berada di belakannya.


Luka yang sebelumnya menghiasi tangan Pangeran Clard kini menghilang tidak meninggalkan bekas sedikitpun.


"aww" rintihan Yura merasa tangan kanannya perih dan di lihatnya terdapat goresan luka yang sama seperti Pangeran Clard sebelumnya. melihat itu, pangeran Clardpun menghampiri Yura dan mencoba untuk menahan darah yang terus saja keluar hingga membuar air di sekitarnya memerah.


"Yura, lepaskan kami dulu" ucap mereka yang berada di kurungan.


Tanpa berfikir panjang, Yurapun mengacuhkan tangan kirinya kepada kurungan transparan itu dan kemudian menggengam kembali telapak tangannya, sekejap mata hilanglah perisai tadi. Diah dengan element aquanya berenang menghampiri sahabatnya yang sedang terluka dan kemudian berlanjut menutupi luka Yura menggunakan tangannya dan sedikit membacakan mantra. Perlahan cahaya birupun keluar dari luka itu hingga tertutup secara sempurna tanpa meninggalkan bekas.


"apa kamu gila Clard? Kamu ingin Yura tersakiti?" Tanya Pangeran Dilon murka karena dia sudah menganggap Yura sebagai saudarinya.


"aku tidak gila, hanya saja aku menyelamatkan orang yang membutuhkan pertolongan" jawab Pangeran Clard dingin.


"tidak Clard, kamu harus melindungi semuanya bukan salah satu dari kami" ucap Novia segera menghampiri Yura dan segera meminta maaf.


Suasana menjadi kalut karena Yura tiba-tiba tidak seimbang  dan pingsan tidak sadarkan diri. Pangeran Clard yang tadi hampir di kuasi amarah kini melihatkan wajah yang amat cemas dan pergi berenang mengampiri yura dengan mengepakan ekornya dengan cepat.


"Yura,,, Yura,,," panggilnya sambil menarik kepala Yura dan segera meletakan ke atas pangkuan ekornya sambil menepuk pelan pipi milik Yura.


"ini semua gara-garamu, jika kamu tidak melukai dirimu mungkin Yura tidak akan seperti ini" kata Ezra menyalahkan Pangeran Clard.


"apa kamu lupa? Yura masih dalam proses penyembuhan" sambung Sesil ikut menyalahkannya.


"cukup! Kalian jangan berengkar! Clard, angkat Yura ke atas tempat tidur" ucap Ezra bersikap lebih dewasa.


"panggil meid sekarang" perintah Pangeran Dilon kepada sahabatnya.


"biar aku saja" jawab Novia dan pergi memutarkan tubuhnya dan keluar.


Setelah menunggu beberapa lama, Noviapun kembali dengan Queen Venance dan tabib meids. Tabib meids itu berpenampilan serba bunga laut dan mutiara laut, karena cara pengobatan mereka menggunakan ramuan tradisional.


Saat meid mungil itu menyentuh tangan Yura, telapak tangannyapun terbakar hingga menghilangkan bekas luka. Anenya mereka saat ini berada di dalam air, tapi suhu tubuh yura sangat panas bila di sentuh. Tidak ada yang tahu, namun Pangeran Dilon yang mempunyai element ice dia pun menggunakannya kepada Yura dan membekukan air disekitar yura hingga menutupi tubuhnya.


"dia saat ini berada di ambang kebaikan dan keburukannya, sehingga membuat sifatnya berubah-ubah dan tidak terkendali" ucap tabib istana itu.


"apa yang harus kami lakukan?" tanya mereka cemas.


"kalian membutuhkan permata kehidupan itu" jawab Queen Venance.


"ya, kami juga saat ini mencari permata itu" balas Pangeran Clard.


"hmmmm kalian pergi ke tempat yang tepat, setelah Yura sadar kita sebaiknya naik ke darat, vairys akan membantu kalian" jelasnya.