
Yura yang sejak tadi berdiam kini tiba-tiba saja menyerang sahabat-sahabatnya, dia tidak memperdulikan apapun, dia hanya menginginkan permata kehidupan itu yang berada di tangan Ragil.
"guys, Yura yang saat ini kita kenal bukanlah Yura yang kita kenal, dia sekarang dalam kendali bangsa Dark" jelas Ragil yang mendapat sambungan telepati dari Queen Ororo.
"apa?" kaget mereka yang telah mendapatkan serangan dari Yura.
Mendengar penjelasan dari Ragil, Yurapun menyeringai dan mengeluarkan tawa yang mengerikan dan melanjutkan serangannya.
Penampilan Yura kini perlahan berubah, tubuh putihnya kini berubah menjadi pucat, surai emasnya tidak lagi terlihat berwarna emas. Kini Yura benar-benar dalam kendali element Dark apa lagi setelah Dark Dragon dan ice Dragon telah bergabung dengannya dia terlihat lebih mengerikan di bandingkan sebelumnya. Kedua naga memang telah bergabung dengannya tapi kedua permata tidak berada padanya.
"Yura apa yang terjadi?" tanya Pangeran Clard tidak percaya.
"jangan pura-pura baik kepadaku! Karena aku sudah mengetahui rencana busuk kalian sejak lama" jawabnya yang penuh amarah dan mendapatkan ekspresi bingung dari yang lainnya. "asalkan kalian tahu, Odin sudah mengatakan yang sebenarnya kepadaku saat Clard menyatakan cintanya kepada Kenny" lanjutnya sambil menceritakan apa yang dikatakan Pangeran Odin kepadanya.
Flashback on...
"Aries?" Gumam pemuda berambut hitam yang melihat Aries tergeletak langsung merespon merangkul kepalanya yang terletak di atas tanah tanpa alas. "Aries? Aries? Apa yang terjadi? Bagun?" panggilnya berkali-kali.
Bingung, resah, dan takut terlukis di wajahnya seakan Aries itu kekasihnya. sesaat kemudian tanpa sadar Aries mengerutkan dahinya. "Clard?" panggilnya yang perlahan sadar dari pingsannya.
"Apa? Pemuda brengsek itu? Aku harus memberitahu Aries secepatnya bahwa dia yang membuat aku dan Yura berpisah!" batin pemuda itu dengan ekspresi marah.
Sedikit menunggu lama, akhirnya Aries sadar dan menghilangkan kecemasan Pangeran Odin.
"Odin?" gumam Aries yang sadar dari pingsannya dan kemudian memeluk Pangeran Odin sambil menangis.
"Aries, sudahlah! Sudah cukup kebohongan ini berlangsung! Kamu harus tahu yang sebenarnya. Yura yang kamu cari selama ini adalah calon istriku. 101 tahun yang lalu kami hendak menikah tapi Queen Ororo yang mengaku sebagai ibumu itu dan yang lainnya terutama Clard mereka membuat aku dan Yuraku terpisah" lanjutnya menjelaskan.
"apa ini kebenarannya Odin? Apa maksudmu? Aku masih tidak mengerti, tidak mungkin mereka yang selama ini menjagaku, kini menyakiti Yuramu" bantah Aries.
"sudah ku duga, pasti kamu tidak percaya. Bahkan ini mungkin lebih mengejutkan lagi, jika kamu tahu bahwa kamulah Yuraku" ujar Pangeran Odin mencoba untuk meyakinkan.
Betapa terkejutnya Aries saat mengetahui bahwa dia adalah Yura. Sulit untuk dia percaya bahwa dia saat ini hidup penuh dengan kepalsuan. Sementara Pangeran Odin terus saja menceritakan kebohongan, dia memutarbalikan masa lalu, dia mulai mengadu domba Aries dan juga keluarganya. Dia memperlihatkan kenangan palsu saat dia bersama Yura.
"Odin, maafkan aku telah meninggalkanmu" ucap Aries yang mempercayai Pangeran Odin yang perlahan menguasai dirinya.
"Yura, kamu tidak perlu meminta maaf kepadaku. Karena yang seharusnya kamu lakukan adalah membalaskan dendam kita selama ini" balas Pangeran Odin kembali memeluknya.
"sebaiknya kita kembali keistanamu Odin, dan bagaimana kabar orang tua kita?" tanya Aries yang menerima kenyataan bahwa dia adalah Yura calon istri Pangeran Odin.
"kamu tidak bisa kembali bersamaku saat ini Yura, dan orang tua kita telah gugur dalam perang sejak insiden perang 101 tahun lalu. Dan pelakunya adalah Clard yang berencana untuk menikahimu agar dia bisa menguasai world Elements" jawab Pangeran Odin. "kami telah di fitnah sebagai bangsa iblis atau Dark, yang haus akan darah kebaikan, padahal yang sebenarnya adalah mereka yang membasmi bangsa kita. Dan iya penyerangan tadi adalah dari pasukan ku, karena mereka ingin Ratu mereka kembali yaitu kamu" lanjut Pangeran Odin yang perlahan menguasai pikiran Aries atau yang sebenarnya adalah Yura.
"aku tidak menyangka yang ku anggap sebagai kakak, orang tua, sahabat, mereka ternyata musuhku?" gumam Yura yang terdengar sangat jelas oleh Pameran Odin.
Flashback off...
"kemudian, dengan semua rencana yang telah kami susun dengan matang akupun kembali ikut serta dalam permainan yang ada dan menjadi pengendali permainan itu" lanjut Yura dengan amarahnya.
Mereka semua terkejut mendengar apa yang telah diceritakan Yura, cerita kebohongan dari Pangeran Odin untuk menguasai World Elements dan berencana untuk menikahi Yura.
Mereka semua mencoba untuk menjelaskan apa yang sebenarnya di masa lalu namun Yura telah termakan oleh cerita Pangeran Odin yang kisahnya penuh dengan kepalsuan, hingga membuat mereka semua berada dalam ambang kemalangan.
Kemurkaan Yura akan permata kehidupan yang tidak ia dapatkan kini mencapai puncak dan tidak bisa di elakan lagi, dengan keterpaksaan dan bersenjata tanggung jawab mereka berusaha melawan sahabat mereka sendiri.
Pertarungan kini kembali menegangkan, Yura mengetahui permata kehidupan berada di tangan Ragil maka dari itu dia terus menerus menyerang Ragil tanpa memperdulikan serangan yang lainnya. Ya tentu saja sebagai orang yang dincar, Ragil tidak hanya berdiam diri atau melarikan diri tapi dia justru berada paling depan untuk melawan Yura. Kini mereka tidak lagi memikirkan sahabat mereka melainkan memikirkan seluruh kehidupan world elements. Jika permata kehidupan ini jatuh ketangan Yura maka nasib penghuni World Elements akan dikendalikan oleh bangsa Dark hingga mereka di perbudak untuk melayani Bangsa mereka.
Entah mengapa setelah bertubi-tubi menyerang tanpa henti, Yura berdiam diri dalam arti kata terdiam seperti patung dengan mata merah yang melotot lurus kedepan. Perlahan tubuhnya kini membengak seperti ingin meledak. Sakit yang amat sakit bisa di rasakan oleh teriakan Yura. Kulit tubuhnya menggebul seperti air yang mendidih. Entah apa yang terjadi mereka hanya bisa menyaksikan kejadian itu. Sungguh tidak dapat dibayangkan jika tubuh Yura meledak hingga seluruh tubuhnya tidak utuh melainkan bertebaran dimana-mana.
"aaaaaaaaaaaaaargg" teriaknya memandang kelangin di ikuti keluarnya kedua naga dari mulutnya.
Bumi berguncang, matanya kini meneteskan darah, bibirnya sedikit sobek, petir juga ikut membuat suasana menjadi mengerikan, awan hitam mulai berkumpul bersiap-siap membuat badai yang sangat mengerikan.
Kedua naga itupun keluar dari tubuh Yura dan mendapatkan pertarungan mereka ke udara. Apa mungkin kedua naga itu bertarung di dalam tubuh Yura? Kedua naga itu saling menggigit dan mengeluarkan kekuatan mereka, sementara Yura telah tertunduk lemas tak berdaya. Kedua naga itu sepertinya tidak terima bertempat tinggal yang sama mungkin dari itu penyebab konfliknya. Setelah apa yang terjadi ice dragon pun terlempar dengan kekalahannya hingga menambrak salah satu gunung yang telah ambruk sebelum ini. Kemenangan Dark Dragon kini membuat tubuh Yura sebagai tempat tinggal barunya.
"hentikan! Jika kalian kembali bertarung di dalam tubuhku maka aku yang akan membunuh kalian" murka Yura yang sedang mengobati lukanya dengan kekuatan medis miliknya. "kalian adalah para budak ku, tidak seharunya kalian membuatku begini!" lanjutnya benar-benar marah karena telah merasakan sakit yang amat sakit seperti tubuh yang dimasukan ke dalam kolam api hingga membuat kulitnya melepuh.
Setelah semua lukanya sembuh, Yurapun memerintahkan kedua naga yang telah berstatus menjadi miliknya itu untuk masuk kedalam tubuhnya dengan syarat agar tidak membuat konflik lagi didalamnya karena mereka hanya menumpang karena tempat tinggalnya telah hancur setelah mereka ditaklukan.
"sampai ketemu di Medan perang nanti" pesan terakhir dari Yura yang kini menghilang begitu saja entah kemana.
"Yura!" panggil mereka dengan nada mencegah.
"kedua naga memang ada padanya tapi tidak dengan permatanya" ucap Ragil sambil mengeluarkan permata kehidupan.
"Ragil, permata itu jangan sampai jatuh ketangan orang lain sebelum Queen Ororo benar-benar memilikinya, kita semua harus menjaga permata ini" ucap Pangeran Dilon.
"apa tidak sebaiknya kita gunakan permata kehidupan ini ke hutan kutukan untuk mengembalikan hutan itu seperti semula?" usul Novia yang cemerlang.
"hmmmm memang itu yang harus kita lakukan" setuju Sesilia.
"yaaa, sekarang ayo kita ke sana. Tapi kita harus berjaga-jaga makhluk di sana telah di kutuk mungkin saja mereka semua akan keluar saat kita kembali karena malam ini adalah bulan purnama merah" ajak Ezra.
Merekapun dengan berat hati meninggalkan gunung air naga dan kembali ke hutan kutukan untuk menjalankan kewajiban mereka sebagai yang diramalkan.
"Yura, aku harap kamu baik-baik saja di sana" batin Pangeran Clard merintih hingga meneteskan air mata.