World Elements

World Elements
Yura



Yurapun kembali melemparkan kekuatannya, dengan cepat Pangeran Clard dan pengendali elements Fire membuat perisai sebagai pelindung. Pertarungan kembali terjadi tapi hanya para kesatria, Yura, Pangeran Odin dan Putri Olin, sedangkan yang lainnya di tahan oleh Yura menggunakan perisai Dark dimana perisai itu berfungsi menyerap energi jika makhluk yang berada di dalamnya berusaha untuk keluar dan bersuara.


Pertarungan sengit kini kembali terjadi, Vera murka mengingat kematian kakaknya yang di bunuh oleh Yura dengan sangat kejam dan tidak layak. Dia terus menerus menyerang Yura tanpa henti walaupun kekuatannya hanya tidak dapat menandingi Yura. Sementara pangeran Odin bertarung melawan Pangeran Clard. Kekuatan Pangeran Odin, Putri Olin menjadi sangat hebat karena Yura, mereka berdua menjadi sulit untuk di kalahkan. Luka demi luka, sobekan demi sobekan telah terjadi, tubuh berlumuran darah telah terjadi, tapi Pangeran Clard sungguh beruntung karena Pangeran Odin tidak ingin melukai dirinya.


"Guys, sepertinya kita semua harus menggabungkan kekuatan kita untuk mengalahkan mereka" ucap Ragil yang ngos-ngosan karena bertarung.


"iya kamu benar, kekuatan mereka sangat besar karena bantuan Yura" lanjut Roby.


"baiklah kita semua harus menyerang mereka" setuju mereka.


Saat mereka para kesatria hendak menyerang, Yura tiba-tiba saja menghentikan dirinya dan duduk di tanah, cahaya emas menyelubunginya tidak lupa dengan cahaya hitam diatasnya. Angin kembali bertiup kencang, badai mulai terbentuk, burung-burung pun terbang menjauh.


"jangan-jangan yura....." batin Queen Gloraris.


Berhubungan dengan dia (Gloraris) yang ikut di tahan, diapun mencoba menggunakan telepati kepada para kesatria yang akan berada dalam bahaya, bukan hanya dia, World Elements dalam bahaya besar. Telepati yang Queen Gloraris gunakan tidak dapat menembus perisai dark itu, bahkan membuatnya semakin melemah dan tidak berdaya.


"yang mulia, jangan lakukan itu.... Aaaakkhhh...." lanjut salah seorang prajurit saat energinya di serap.


Melihat itu, tentu saja yang lainnya ikut bergerak dan histeris hingga membuat energi mereka di serap bahkan ada yang di serap hingga mati karena ketakutannya melebihi batas.


Kematian yang mengerikan setelah energi itu diserap, tubuh menjadi kurus tak berdaging hanya tinggal tulang dan kulit, hingga mengeluarkan bau busuk yang amat busuk mengalahkan baunya bangkai.


Satu perisai kini yang ada di dalamnya mati karena terhirup bau busuk itu, bau yang sangat menyengat hingga membuat tubuh mereka meledak hingga darah-darah itu bertebaran di dalamnya, kematian yang sangat tragis mereka saksikan di dalam kurungan masing-masing. Melihat itu semua prajurit, jendral serta penguasa mereka yang berada di dalam kurungan lainpun terdiam dan tak dapat melakukan apa-apa, mereka hanya termenung menatap kosong kedepan layaknya seorang yang telah kehilangan akalnya.


Tubuh Yura kini benar-benar telah berubah, tangannya mulai membengkak, pergerakannya mulai tidak normal, bahkan kepalanya di tumbuhi tanduk. Perubahan Yura sangat cepat hingga membuatnya terlihat setengah manusia setengah naga. Tanduk bahkan ekor dia miliki itu, teriakannya menggema dimana-mana, ukuran tubuhnya menjadi berlipat-lipat ganda.


"Hahahahaaa.... Kalian tidak akan bisa mengalahkan kami" ucap Putri Olin dengan tawa kemenangannya karena Yura bersama mereka menjadi senjata abadi mereka.


"Yura sudah menjadi milikku! Setelah kemenangan perang ini aku akan menikah dengannya" lanjut Pangeran Odin sangat licik.


Sahabat-sahabat Yura hanya terdiam melihat semuanya, Yura benar-benar menjadi senjata mereka. Lengah mereka di manfaat oleh Yura menyerang dengan cepat hingga membuat mereka terlempar tidak terarah. Tiba-tiba tanpa di serang atau terkena apapun Yura mengeluarkan darah di bagian mulut. Dia memuntahkan banyak darah.


"Yura" gumam mereka bersamaan.


Keadaan Yura membuat mereka semua cemas namun tidak dapat melumpuhkan Yura. Yura masih saja tetap kuat dan membabi buta menyerang sahabat-sahabatnya.


Desingan pedang, jeritan kesakitan, telah lengkap menjadi satu. Kekalahan ataupun kemenangan belum di peroleh siapapun, karena mereka terlihat sama-sama kuat walaupun sayatan luka telah menghiasi tubuhnya. Keringat mereka yang meleleh hingga menyatu dengan luka terpaksa mereka tahan dan tetap fokus pada pertarungan. Yura semakin lama semakin keji dan tidak melihat siapapun di hadapannya.


Pertarungan yang sangat lama itu akhirnya berhenti sejenak karena mereka semua telah terbaring tidak berdaya. Kedipan mata pangeran clard melihatkan bola mata yang indah berwarna merah, mata merah yang mulai berkaca-kaca, dia terlihat memikirkan sesuatu dan bangkit dengan bantuan pedang yang dia miliki. Butiran air yang di hasilkan pori-porinya telah keluar dan menetes hingga menyatu dengan tanah.


"Putri..." panggilnya bergema di telinga Yura. "Putri" panggilnya lagi sambil melangkah maju terengah-engah tidak berdaya mendekati sosok Elements storm yang telah di taklukan element darknya. Terlihat jelas di wajah Yura, dia sangat gelisah dan merasa tidak nyaman, tapi sesekali dia mengeram mengerikan layaknya antara sandar dan tidak. Hal yang sangat mengejutkan kepala Yura ditumbuhi tanduk yang sangat cepat hingga membuatnya tidak terarah karena menahan sakit sambil memegang kepalanya.


"Putri, kembalilah! Kembalilah pada kami" pinta Pangeran Clard dengan mata yang berkaca-kaca.


"A-apa yang di lakukan Clard?" tanya Pangeran Dilon yang melemah dengan luka di sekujur tubuhnya.


"jadi, aku mengerti! Ini semua terjadi karena kesalah pahaman Clard" ucap Roby.


"Apa maksudmu?" tanya Sesilia.


"Cinta mereka terpisah karena kesalah pahaman itu. Dan janji, janji yang Yura buat tidak pernah hilang karena Yura mencintai Clard" lanjut Diah.


"ja-jadi, selama ini mereka terpisah?" tanya Pangeran Dilon yang memahami masa lalu mereka.


"ya, bahkan itu sudah dua kali terjadi ketika Clard mengira Kenny adalah Yura yang dia cari, karena kalung Yura yang Kenny kenakan di lehernya" jawab Ragil.


"yaaaa bahkan pangeran Clard menjadi dingin. Menghilangkan senyumnya, tawanya" ucap Selselia.


"Clard dan Yura saat ini cinta mereka tersesat, jadi kita harus membantu mereka" usul Vera.


Mereka mencoba untuk menggabungkan masa lalu dan masa sekarang agar Yura benar-benar mendapatkan ingatannya kembali dan menyelamatkan World Elements.


Pangeran Clard masih berbicara dengan Yura mengingatkan akan masa lalunya, sementara Yura menjerit kesakitan. Teriakan Yura sesekali hilang saat Pangeran Clard mengingatkan masa lalunya.


"Tidak, ini tidak boleh di biarkan! Kita harus menghentikan Clard agar Yura tidak memiliki ingatannya lagi" ucap Pangeran Odin beserta adiknya bergegas menghalangi Pangeran Clard.


Pangeran Clard terus saja berbicara tiada henti, dia penuh keyakinan kepada Yuranya itu. Bukan hanya dia, sahabatnya yang lainpun terus saja berbicara akan masa lalunya. Tentu saja sebagai pengendali element dark tidak menyukai itu, membuat pertarungan kembali terjadi. Para kesatria berusaha melindungi Pangeran Clard yang dengan aksinya mencoba untuk mengembalikan ingatan Yura.


Mereka semua berusaha dan lebih bersemangat karena batasnya hingga matahari terbit, jika pagi telah tiba sementara Yura belum mendapatkan ingatannya makaWorld Elements akan hancur begitu juga dengan bumi.


Putri Olin sudah tidak dapat menahan nafsu membunuhnya, dia memandang Pangeran Clard dengan tatapan mengerikannya dengan pedang Dark yang dia genggam. Tidak ada yang mengetahui apa yang akan dilakukan putri Olin karena para kesatria disibukan pangeran Odin yang menjadi ganda sebanyak 5 orang.


"Matilaaaaah.... Sriiiiiik" teriak Putri Olin sambil menusukan pedang meliknya menembus perut pangeran Clard hingga membuat pertarungan berhenti dan semua orang melototi dirinya.


"aaakkhh" rintihan Pangeran Clard merasa sakit dibagian perutnya saat Putri Olin kembali mencabut pedang miliknya.


"Olin, apa yang kamu lakukan? Janji itu belum putus" kata Pangeran Odin dengan amarahnya yang memuncak.


Yura yang berada di depan Pangeran Clard kini mengeluarkan darah dibagian mulutnya sambil memegang purut yang berlumuran darah. Karena luka diperutnya itu, perlahan ingatan masa lalunya mulai terlihat namun tidak begitu jelas.


"Clard..." panggilnya dengan rintihan. Wujudnya kembali berubah seperti semula urat-urat tubuhnya terlihat jelas.


"Clard..." pandangan yang tidak stabil melihatkan seseorang yang hendak jatuh kejurang.


Pandangan Yura semakin tidak stabil hingga terjatuh ketanah tidak berdaya, tak lupa dengan perisai yang menahan separuh dari pembela kebenaran kini hancur berkeping-keping bagaikan serpihan kaca yang tidak berguna. Melihat orang terpenting sekaligus orang yang mereka sayangi tidak berdaya dan tergeletak ditanah larian kecilpun mulai terjadi. "Yura..." panggil mereka bersamaan.


Hembusan nafas Yura membuat debu di tanah berserakan, darah diperutnya kini menjadi satu dengan tanah dan pasir-pasir. "ibu...." ucapnya gemetar dan hilang kesadaran menutup mata emasnya yang indah.


"Yuraaaaaa..." panggil mereka. "Yura bangun!" tangis mereka.


Pertarungan terhenti, sementara pangeran Odin sedang memarahi adiknya dan mencoba untuk membunuh adiknya. Pertarungan mereka membuat api dimana-mana.


"Yura bangun" rintihan mereka dengan deraian air mata.


Detak jantung Yura yang melemah dan di ikuti nafas yang tidak teratur. Rasa takut akan kehilangan yang sekian kalinya kini menghantui mereka. Para elementer membuat perisai sangat tebal agar elements dark yaitu pangeran Odin dan Putri Olin tidak dapat menembus dan menghancurkannya, sementara para kesatria, Ratu dan Raja mengerahkan kekuatan mereka untuk menyelamatkan nyawa Yura. Bulum pernah ada yang selamat dari pedang Dark itu.


Tubuh yang mulai memucat, kini disusul dengan dinginnya tubuh Yura yang mulai memati hingga menghitam. Nafas yang sulit untuk di deteksi kini menghilang dan di ikuti dengan detang jantung. Air mata kini mulai menetes dan tidak percaya hal ini akan terjadi Yura telah tiada bahkan tubuhnya mulai menghitam efek dari pedang dark itu.