World Elements

World Elements
rainbow pearl



Pagi hari yang cerah sebuah istana terbuat dari es yang sangat besar berwarna biru muda yang di penuhi dengan warna warni bunga segar, dan penghijauan, serta keramaian manusia berambut biru muda yang menandakan elemen icenya.


Di suatu kamar yang sangat luas, dengan fasilitas yang bisa di katakan lebih dari lengkap terlihat seorang gadis cantik berambut pajang melebihi tinggi badannya berwarna perak yang terdampar di atas tempat tidur yang sangat empuk dengan gaun tidur khas kerajaan.


Matahari pagi mulai menembus kaca dari jendela dan kemudian menerobos masuk melalui gorden keemas menyinari seisi kamar itu.


Karena merasa terganggu, gadis berambut perak itu mulai membuka matanya dan merenggangkan tubuhnya. Saat mata yang sepenuhnya terbuka dihadapannya lebih tepatnya lagi terlihat seorang pemuda tampan berambut perak dan juga memiliki tanda es/salju di dahinya. Bukan hanya pemuda tampan, disampingnya melihatkan gadis cantik berambut coklat dan memiliki tanda Earth di dahinya.


"Hallo!! Good morning Aries" sapa mereka berdua sambil tersenyum memperlihatkan lesung pipi dan gigi-gigi putih mereka.


"Vera? Dilon?" kagetnya sambil beranjak dari tempat tidur. "Sejak kapan kalian disini?" tanyanya panik.


"Santai aja kali! Udah mendingan kamu siap-siap. Ibuku ingin bertemu denganmu" ucap pemuda yang bernama Dilon.


"Ibu Tara? Baiklah. Aku mandi dulu! Tunggu sebentar!" ucapnya sambil berlari kecil menuju kamar mandi.


Vera? Dia adalah gadis keturunan elemen Earth, dia salah satu rakyat dari istana Jochas yang di pimpin oleh King Reggie, letak kerajaannya tidak jauh dari kerajaan Zenna yang saat ini mereka injak, Aries mengenal Vera sejak dia berada di istana Zenna karena Queen Tara adalah sahabat dari King Reggie. Vera adalah salah satu rakyat yang cukup handal bahkan dapat di katakan lebih hebat dari elemen earth yang lainnya, dia bukan hanya rakyat tapi dia adalah orang kepercayaan King Reggie untuk memimpin pasukan elemen tanahnya. Sementara Dilon dengan rambut perak dan tanda Ice di dahinya, dia adalah salah satu penghuni istana Zenna, Dilon juga bersahabat dengan Vera dan juga Aries. Dilon adalah satu-satunya putra dari Queen Tara yang memimpin pasukan dari elemen ice, wajahnya yang sangat tampan membuat semua gadis dari kerajaan lain terpesona melihatnya, tidak seperti Aries dan Vera mereka berdua sudah terbiasa dengan ketampanan sahabat yang satu-satunya pemuda di antara mereka.


Stop dulu perkenalannya...


Setelah setengah jam berlalu menunggu lama di kamar yang hampa tanpa seorang sahabat lagi di anatara mereka akhirnya berakhir juga. Terlihat seorang gadis cantik yang sebelumnya berambut perak kini berubah menjadi warna biru muda yang sangat panjang dan teruarai bersama gaun kerajaan khas kerajaan Zenna berwarna biru muda.


Kecantikannya membuat pangeran Dilon tidak sekaalipun mengedipkan matanya dan mulut yang sedikit ternganga.


"Beutyfull" gumamnya yang terdengar jelas di indra pendengaran Vera.


"Aries? Kayaknya ada yang kagumni dengan penampilanmu" serunya sambil terkekeh geli melihat wajah polos pangeran Dilon.


Perkataan Vera membuat pangeran Dilon sadar dari tatapannya sambil mengusap kepalanya lembut menghilangkan sedikit malu atas sikapnya. Sementara Aries, dia juga terkekeh geli melihat kelakuan pangeran Dilon.


"Gimana? Jadi nggak ketemu Ibu Tara?" tanyanya yang menghentikan tawanya.


"Jadi!" jawab mereka serempak.


Merekapun keluar dari kamar dengan posisi pangeran Dilon yang berada di tengah-tengah antara Aries dan Vera. Aries berada di samping kanan dan Vera berada di samping kiri pangeran Dilon.


Langkah yang di imbangi dengan senyuman ramah mereka saat bertemu siapapun di istana itu. Mereka bertiga adalah kebanggaan dari beberapa kerajaan yang berhubungan dengan kerajaan Zenna, termasuk kerajaan Piston sea, Gadio dan Jochas.


Setelah melewati lorong-lorong kamar yang lebear 5 meter dengan masing-masing di kawal dengan 2 pengawal istana, merekapun menuruni tangga yang setinggi 6 tingkat.


Bayangkan 3 tingkat dalam 1 tingkat terdiri dari kurang lebih dari 457 dan terdapat juga ruangan. Karena jarak yang sangat jauh untuk kebawah, Aries membuat sesuatu di telapak kaki mereka yang dapat membuat mereka terbang yang berbentuk oval.


Sesampainya di bawah diruang tengah terlihat wanita paruh baya yang berdiri dengan mahkota di atas kepalanya beserta tongkat yang tingginya hampir sama dengan tinggi tubuhnya.


"Kalian lama sekali!" serunya dari bawah.


Mereka bertiga yang sedari tadi melayang diudara kini kebawah berhadapan dengan wanita paruh baya bermahkota itu.


"Ibu! Maafkan kami karena terlambat" seru pangeran Dilon.


"Ini semua salahku Ibu, karena aku telat bangun. Sorry mom" seru Aries memelas sambil menjewer sendiri telinganya.


"Hm... Putri Ibu yang tersayang" ucap Queen Tara sambil mencubit pipi Aries pelan.


Oh iya, Queen Tara sudah menganggap Aries menjadi putri angkatnya semenjak 100 tahun yang lalu, di mana Aries di temukan di dalam bola es raksasa.


"Oh iya, Aries? Ibu memanggilmu karena Queen Gloraris ingin membicarakan sesuatu denganmu" serunya.


"Ibu Gloraris?" pekiknya riang membuat telinga pangeran Dilon serasa di pukul. "Sebenarnya hari ini aku ingin kesana juga sih, karena surah 3 hari aku tidak mengunjungi Ibu Gloraris" sambungnya.


Queen Gloraris adalah Ibu angkat pertama dari Aries dan Queen Tara adalah yang ke-2, sementara Queen Liana Ibu ke-3.


"Jadi? Kita berdua di tinggal?" tanya Vera sedikit sedih.


"Ver? Udahlah, aku hanya sebentar kok ke sana. Aku akan berenang sangat cepat dengan ekorku, dan aku berjanji akan pulang hari ini juga! Tapi tidak tahu kapan, lagiankan ada pangeran Dilon disini" balasnya mencoba membujuk Vera.


Dalam perbincangan mereka, datang seorang pengawal istana penyampai pesan lisan maupun tertulis. Tapi saat ini dia menyampaikan pesan melalui surat, dan segera memberikannya kepada Queen Tara. Karena surat yang sudah berada di tangan dengan tepat, pengawal itupun pergi sementara Queen Tara mulai membuka dan membaca seisi surat itu. Dalam hitungan menit Queen Tarapun selesai membacanya dan di sambut dengan ekspresi penuh tanya dari Aries, pangeran Dilon dan Vera.


Sebelum menyampaikannya Queen Tara menghembuskan nafas sangat berat "maafkan aku tapi siang nanti kamu tidak akan bertemu dengan Aries, karena King Reggie memanggilmu untuk pulang Vera, katanya ada sesuatu yang sangat penting" katanya sedikit sedih dengan nasib 3 orang sahabat itu.


"Mengapa harus hari ini?" keluhnya. "Aku akan pergi menggunakan kudaku sekarang juga dan kamu Aries apa kamu butuh tumpangan ke tepian pantai?" sambungnya.


***


Di dasar laut yang melihatkan aktivitas dari bangsa mermaid dan para ikan-ikan.


"Ibu Gloraris! Aku akan mencarinya!" ucap Aries.


"Tidak putriku, ini sangat berbahaya untukmu" kata Queen Gloraris.


"Berbahaya? Apa ibu lupa dengan kekuatanku? Aku memiliki semua elemen, bahakan aku juga memiliki ekor dan juga sayap untuk terbang. Aku bisa mengatasinya ibu" bantah Aries dengan keras kepalanya.


"Jika itu maumu baiklah, tapi kamu harus mempertanyakannya dengan Ibu ke-2 dan ke-3 mu" ucapnya mengalah karena keras kepala Aries.


***


"Apa? Mencari mutiara pelangi?" kaget Queen Tara yang menyampaikan perkataan Queen Gloraris.


Mutiara pelangi adalah kunci agar para elemen dapat bernafas di dalam air menjadi mermaid dan memiliki sayap agar dapat terbang menembus awan. Bahkan mutiara pelangi mengunci telepati mereka yang saat ini hanya dapat digunakan oleh orang tertentu saja. Penguncian telepati itu, 5 abad yang lalu saat seorang bayi perempuan lahir dengan elemen storm dari pasangan dari elemen Earth dan Ice yang di beri nama 'Ororo Monroe' agar menghindari mala petaka dari kelahiran elemen storm yang mendapatkan identitas yang sepenuhnya saat kelahirannya.


Saat bayi perempuan itu menginjak usia anak-anak bencanapun datang, orang tua dari Ororo Monroepun terbunuh karena bangsa Dark. Para Elemen terpecah belas, ada yang terpisah dari keluargaranya dan ada juga yang terpisah karena meninggal. Bahkan Ororo Monroe juga menghilang bersama yang separuh Elemen yang telah hilang. Bahkan sampai saat ini belum bisa mereka temukan kemana hilangnya ketujuh elemen yaitu Fire, Blink, Air, Aqua, Plant, Sun Light, dan Electric.


"Tapi Ibu mutiara itu sangat penting untuk kita semua" seru Aries yang berhasil memecahkan lamunan Queen Tara yang mengingat masa lalunya saat dia masih kecil.


"Ya, hanya Aries yang bisa menyelamatkan World Elements. Mau tidak mau aku harus menyetujui hal ini, bagaimanapun juga dia adalah yang tertinggi di antara kami, bahkan dia salah satu dari ke 10 kesatria begitu juga denga Putraku Dilon dan Vera" batinnya.


"Aries? Apa kamu akan pergi sendiri?" tanya pangeran Dilon yang berada di belakang pundak Queen Tara sambil melangkah dekat.


"Dilon? Maafkan aku kali ini aku akan pergi sendiri! Mustahil bagimu untuk bernafas di dalam air sedangkan kamu tidak memiliki ekor" ucapnya sambil memegang pundak pangeran Dilon.


"Berjanjilah untuk tetap menjadi sahabatku" ucap pangeran Dilon sambil mengacukan jari kelingkingnya.


"Aku berjanji akan selalu menjadi sahabatmu" balasnya sambil menautkan jari kelingkingnya.


Saat jari kelingkingnya bersentuhan, tiba-tiba Aries merasakan sakit kepala yang sangat amat sakit beserta bayangan yang tidak jelas di benaknya.


"Yura, berjanjilah kamu akan tetap menjadi sahabatku" kata seorang pemuda yang tidak terlalu jelas wajahnya di pandangan Aries.


...


"Aku berjanji akan selalu menjadi sahabatmu, dan berhak merasakan apa yang kamu rasakan entah itu susah maupun senang" jawab gadis itu.


...


"Berjanjilah padaku kamu akan tetap bersamamu"


...


"Aku berjanji akan selalu bersamamu"


...


"Yura!"


...


"Putri!"


...


"Guys!"


...


"Clard?"


...


"Yura? Yura? Yura?"


"Aries! Aries? Sadarlah putriku!" panik Queen Tara.


"Akkkhhh..." rintihnya yang siuman.


Saat Aries bangun, dia melihat sekelilingnya yang menggambarkan bahwa dia berada dikamarnya dan melihat sosok Queen Tara dan pangeran Dilon


Queen Tara dan pangeran Dilon merasa lega karena sudah 1 jam Aries tidak sadarkan diri saat dia berteriak kesakitan saat selesai mengucapkan janjinya. Setelah dia benar-benar sadar sepenuhnya, dia tetap pada keputusannya yaitu mencari mutiara pelangi. Dengan berat hati demi kesejahteraan World Elements Queen Tara menyetujuinya. Dengan cepat, Aries merebahkan selimut yang menutupi tubuhnya dari pinggang hingga ke bawah. Aries berlari sekencang-kencangnya menuju pantai dan menceburkan diri di laut menuju kerajaan Piston Sea.