World Elements

World Elements
hari pertama "Queen Yura"



Mentari yang bersinar, wewangian udara kini berbeda pada sebelumnya, hembusan angin menggelitik kulit, dan nyanyian burung yang memanjakan telinga. Seperti biasa di kampus ternama Universitas Arsa, menjadi dambaan para mahasiswa dan mahasiswi di sana, masuk seperti biasa dan berolahraga sesuai bakat, kemampuan, dan kemauan mereka.


Universitas Arsa juga kedatangan enam tamu baru, yaitu Ezra, Roby, Ragil, Novia, Diah, dan Sesilia. Mereka di sambut dengan hormat oleh kelas sejarah, karena hanya mereka yang mengetahui tentang kabar kekuatan magic yang mereka dapat dan juga pak dosen.


Semenjak kejadian kemarin, Tiara mengundurkan diri dari universitas arsa dan bersembunyi entah dimana. Begitu juga dengan Anita, dia banyak diam dan tidak banyak bicara.


"Anita? Apa kamu masih memungkiri bahwa kamu adalah Yura kami?" ucap Diah menghampiri Anita.


"apa yang kamu ketahui tentang ku?" tanya Anita yang terlihat marah.


"hey, santai saja. Bukankah kita sama? Setidaknya kita bisa menjadi teman bukan?" tanya Novia.


"huuuh, di kelas ini terasa sumpek, aku mau keluar" ucap Anita pergi keluar kelas menuju kamar kecil di kampus.


Di kamar kecil terdapat cermin yang sangat besar. Sebelum menutup pintu, Anita melirik kiri dan kanan dan kemudian menutup rapat dan menguncinya menggunakan kekuatan dan bercermin menatap bayangannya. Entah apa yang akan di lakukan Anita, dia menyingsing lengan bajunya dan memperlihatkan gambar permata di lengannya.


"ini tato palsu, apa keuntungan ibu menyuruhku menggambar ini di sini" ucapnya menghapusnya dengan mudah dan kembali menatap dahinya yang berkerut.


Tangan yang mulai menyentuh dahi, kini di susul dengan jemari yang seperti sedikit mengutis bagian kulitnya dan mengupas sedikit tempelan yang ada pada dahi itu dan memperlihatkan tanda permata, dan selanjutnya membuka rambut hitam miliknya dan tergerai surai emas yang sangat panjang. Anita tampil berbeda dengan surai emas dan lambang permata di dahinya dan merubah penampilannya layaknya seorang ratu dengan baju bangsawan yang unik.


"inilah tanda aslinya yang aku sembunyikan selama ini. Aku Queen Yuranita Ororo Monroe" ucap Anita.


Flashback....


Bencana semakin tidak terkontrol kehancuran World Elements tidak dapat di hindari lagi, kini tinggal Queen Yura sendiri yang berada di world element bahkan tidak semua penghuni world element terselamatkan. Sementara teleport masih aktif menunggu Queen Yura. King Clard yang melihat bencana semakin besar hendak menolong Queen Yura tapi dengan cepat Queen Yura menutup jalan teleport dan menguncinya dari dalam agar tidak ada yang bisa kembali lagi ke world Elements.


"Yuraaaa..." teriak mereka yang tidak dapat menggapai Yura. Berkali-kali mereka mencoba untuk membuat teleport tapi tidak berhasil, kecemasan mulai melanda semua kekuatan telah di gabungkan namun teleportpun tak kunjung terbuat.


"bagaimana ini, teleport telah di kunci" ucap Queen Diah.


Sementara di World Elements Queen Yura masih bertahan, dan di sana juga ada Putri Olin yang ingin ikut Queen Yura untuk kembali ke bumi. Putri Olin terus mengikuti Queen Yura, kewaspadaan Yura meningkat. Dalam guncangan dahsyat dan bencana di world elements mereka berdua masih sempat bertarung.


"Yura, kau tidak ada pilihan lain membawaku ke bumi, atau kau mati bersamaku" ucap Putri Olin.


"hmmm jangan harap kamu bisa ikut dengan ku ke bumi" ucap Queen Yura membalas serangan Putri Olin.


Pertarungan mereka terjadi sangat hebat hingga menambah kehancuran dan pada titik lelah, Putri Olin menusuk Queen Yura dengan sebuah pedang. Rintihan Queen Yura pun terdengar dan di susul dengan tetesan cairan merah yang banyak. Melihat luka yang cukup besar di perutnya,Queen Yura pun dengan aksinya mengalahkan Putri Olin dan di biarkan tergeletak di tanah. Dengan begitu Queen Yura mengambil kesempatan untuk membuat teleport ke bumi dengan luka yang cukup parah. Tidak di sangka, teleport itu berhasil dia hubungkan tepat kerumah ibunya.


"si-siapa kamu?" tanya wanita paruh baya yang melihat orang aneh berada di rumahnya dengan berlumuran darah.


"i-ibu" ucapnya terbata-bata dan melihatkan sosok Queen Yura yang mereka sangat nantikan, namun karena kehabisan tenaga Queen Yurapun tak sadarkan diri.


"Yura Putriku? Yura... Yura..." panggil wanita paruh baya itu.


Wanita paruh baya itupun memanggil satpam dan meminta bantu agar Yura di bawa ke kamar terdekat untuk membaringkannya di tempat tidur. Sungguh mengejutkan setelah satpam itu pergi, perut Queen Yurapun mengeluarkan cahaya emas dan dalam sekejap menyembuhkan luka yang besar di bagian perutnya.


"ibu..." panggil Queen Yura yang sudah sadar.


"putriku" jawabnya langsung menghampirinya. "Putriku, apa yang terjadi? Mengapa? Dan baju ini mahkota, dahimu, rambutmu, semuanya membuat ibu bingung, bahkan cahaya tadi" lanjutnya.


"Ibu, saat tour di adakan, kami bertujuh masuk ke dunia lain, dimana semua di sana memiliki sihir..." Queen Yurapun menjelaskannya dari awal dia masuk ke World Elements, berperang, hampir tewas, semuanya dia ceritakan secara detail. Sebagai bukti agar Ibunya percaya, Anita mengeluarkan kekuatannya. "Aku adalah Ratu tertinggi di World Elements Ibu, tapi untuk di bumi tidak lagi, aku ingin identitas ku di sembunyikan dari semua orang termasuk ke enam sahabatku. Mereka tidak boleh tau kalau aku masih hidup" ucap Queen Yura dan di percayai Ibunya.


Flashback off...


"tapi tunggu dulu, bagaimana bisa Olin berada di bumi ini? Aku harus mencari tau" batin Anita/Queen Yura.


Tepat di kantin, Yang lainnya sudah berkumpul menunggu kedatangan Anita di kursi kosong.