
"Apa yang Yura lakukan?" Gumam mereka dan teriak histeris menyebutkan nama Yura.
"Lihat! Yura menggunakan elemen Dark" kaget Vera.
"sebaiknya kita cegah Yura untuk tidak menyakiti sekumpulan Troll itu" saran Diah pada yang lainnya.
Merekapun menyusul Yura yang berada di depan, dan memutuskan untuk menjauhkan Troll-Troll dari Yura yang terlihat haus akan sesuatu yang tidak pantas dia lakukan.
1:1 jumlah mereka dengan Troll. Masing-masing dari kekuatan senjata mereka lenyap karena hutan kutukan dimana mereka berada saat ini, terpaksa mereka bertarung dengan senjata manual. Mereka hajar Troll tersebut dan mengikatnya dengan menggunakan tumbuhan besar yang merambat di tanah. Berbeda dengan Yura, Troll yang menjadi lawannya bertarung sedikit-demi sedikit mendapatkan goresan luka. Tentu saja pengendali plant sedikit marah karena dia juga memiliki hubungan pada makhluk hidup karena sebagian dari tumbuhan adalah tempat dimana makhluk hidup berdiam diri dan menjadikan tempat berteduh.
"Aku tidak bisa berdiam diri seperti ini" ucap Roby dengan amarahnya.
"Yura! Hentikan ini!" Perintah Pangeran Dilon yang mendapatkan acuhan dari Yura.
Terlihat Yura sangat menikmati pertarungan tersebut, bahkan Yura hampir mirip dengan kelakuan bangsa Dark selagi dia menggunakan elemen Dark. Kelakuan dari kasih sayang Yura kepada makhluk hidup kini menghilang seketika karena hutan kutukan telah mengendalikan dirinya yang hanya dapat mengendalikan Element Dark saja.
Goresan-goresan semakin banyak di tubuh Troll. Sementara Yura tetap melanjutkan pertarungannya itu, tiba sang Troll terhempas ketanah mengeluarkan getaran bumi yang sedemikian rupa. Yura dengan pedangnya itu hendak ingin menusuk Troll namun apa yang terjadi, ada seseorang yang menghalangi dan menghentikan kekejaman itu. Terlihat jelas pemuda tampan dengan tombak es. Wajah yang membingungkan dan sedikit kesal terlihat di raut wajah Yura. Kesalnya Yura membuat sedikit pertarungan antara dia dan Pangeran Dilon sementara yang lain hanya diam dan menyaksikan apa yang menurut mereka benar, namun setidaknya karena mereka bersahabat sesekali Novia, Diah, dan Sesilia mencoba untuk menghentikan pertarungan. Hingga hampir menggores lengan milik Pangeran Dilon jika dia tidak menghindar. Memikirkan bahwa mereka adalah pelindung sekaligus bersahabat, Pangeran Dilon dengan serangnya menangkis serangan dari Yura hingga terhentinya pertarungan dan munculnya perdebatan.
"Apa yang kamu lakukan?" Tanya Pangeran Dilon sambil mendorong Yura dengan keras, hingga termundur beberapa langkah.
"Dilon? Apa yang kamu lakukan?" Yura malah menanya balik karena telah di dorong.
"Apa kamu sadar apa yang kamu lakukan Yura?" Tanya Roby. "Kamu melukai Troll itu" lanjutnya kecewa.
"Apa kamu lupa? Troll-Troll ini dulunya baik, namun ini karena aura dari hutan ini mereka terhipnotis dan berubah menjadi jahat dan ganas, mereka juga sebagian dari pelindung hutan ini" ujar Pangeran Clard.
Gadis emas dengan nafas yang terengah-engah tidak dapat mengeluarkan satu katapun kecuali berdiam diri dengan wajah yang sebelumnya dengan amarahnya kini berubah dengan raut wajah sedih dan di ikuti dengan hilangnya cahaya hitam di sekujur jari tangannya.
"Yura! Apakah ini dirimu? Dirimu yang penuh kasih sayang itu?" Tanya Diah.
"Lihat Troll itu, kini tidak berdaya. Apa yang kamu fikirkan?" Tanya Vera.
"Kasih sayangku telah di renggut sekitar 100 tahun yang lalu" jawab Yura sementara Pangeran Clard memandang wajahnya seperti tersinggung dengan apa yang di katakan Yura. "100 tahun yang lalu di mana aku kehilangan ingatanku dan merenggut perasaanku! 100 tahun yang lalu telah di lupakan oleh mereka yang aku kasihi! Dan 100 tahun yang lalu membuat hubungan kasihku menjauh dariku! 100 tahun yang lalu hari demi hari ku lewati dengan kehidupan palsu!" Ucapnya dengan nada keras.
Emosi Yura mulai keluar dan membuat suasana memanas hingga tersingkirnya masa lalu yang sama-sama merasa sangat suram bahkan lebih buruk dari mimpi buruk. Yura kini mulai meninggi dengan emosinya yang terpendam sejak lama, sementara yang lain hanya membiarkan emosi itu mengalir agar Yura kembali tenang. Namun emosi Yura semakin tidak terkontrol hingga mengatakan hal yang tidak sepantasnya di katakan hingga mereka semua ikut marah.
"Yura! Hentikan bicaramu yang tidak masuk akal itu! Apakah ingatanmu kembali dengan mengorbankan kasih dan akalmu?!" Bentak Pangeran Clard mulai marah.
"Setidaknya aku tidak pernah merusak cinta seseorang!" Balasnya dengan sindiran entah untuk siapa.
"Tidak pernah? Apa kamu tidak sadar dengan apa yang kamu katakan? Kamu telah merusak cinta kami kepada mu!" Ucap Diah yang ikut marah.
"Cinta? Setidaknya cintaku murni tidak semunafik kalian!" Balasnya pedas.
"Hidup? Kalian membuatku hidup? Aku memang hidup, tapi itu karena aku melindungi diriku sendiri di lautan! Bahkan kalian menolong ku hanya mementingkan diri kalian sendiri! Bahkan kalian sempat memisahkan seseorang yang hendak menikah. Apa itu namanya kebaikan? Bahkan itu lebih busuk di bandingkan bangkai" balasnya dengan kata-kata yang sedikit memanaskan telinga.
"Pernikahan? Pernikahan siapa maksudmu?! Apa maksudmu Odin yang ingin menikahimu?" Tanya Novia yang tidak mendapatkan jawaban.
"Apa itu benar Yura? Dasar bodoh! Bisa-bisanya kamu membela dia manusia biadab itu" ucap Roby memanas.
"Apa yang kalian katakan? Odin? Jangan kira aku mendukung dia ya!" Ucap Yura semakin marah.
"Terus apa? Kamu bukan hanya memiliki Element Dark dalam tubuhmu, tapi kamu juga telah memiliki sifat yang sama seperti mereka!" Ucap Pangeran Clard kecewa terhadap Yura.
"Kamu memang sama biadab dengan biadab itu!" Ucap Ezra memaki.
"Hentikan!! Hentikan memakiku yang tidak sesuai dengan fakta!" bentak Yura tidak terima.
Perdebatan mereka kini di manfaatkan troll yang menjadi tahanan Yura sebelumnya, deg deg... Deg deg...
Goresan lukan pun terbentuk hingga mengeluarkan cairan merah yang terasa perih akibat cakaran dari troll yang lemah tak berdaya itu.
Teriakan histerispun mulai menggemah, suasanpun menjadi kalut. Pangeran Clard yang melihat Yura lemah dan tidak berdaya bahkan berdiri saja tidak mampu kini mulai lemas dan terjatuh dipelukan Pangeran Clard yang dengan cepat menangkapnya. Terlihat jelas kekhawatiran Pangeran Clard yang telah lama menghilang.
Troll yang terluka parah tadipun mengamuk dan mengeluarkan suara yang sangat mengerikan. Tak ada pilihan mereka semuapun harus mengorbankan nyawa mereka demi melindungi Yura yang tidak berdaya di pelukan Pangeran Clard.
"sringggggg..." tiba-tiba tubuh troll tadipun terbelah dua dan mengeluarkan banyak darah. Mereka begitu kaget atas bayangan di balik tubuh troll itu yang tidak lain adalah Pangeran Odin.
"Odin?" gumam mereka kaget.
"Clard! Jaga Yura! Odin berada disini" ucap Pangeran Dilon yang telah menjadi saudara angkat Yura.
"jangan terlalu waspada, aku datang bukan untuk menyelamatkan kalian,tetapi untuk menyelamatkan kekasihku yaitu Yura. Aku tidak perlu menarik paksa Yura, nanti dia juga akan datang kepadaku dengan lapang dada. Hahahaaaaaaa" ucapnya menyeringai dan menghilang entah kemana.
"Dasar biadap! Terkutuklah kamu Odin! Kau akan melihat kematianmu di tangan Yura" ucap Pangeran Clard.
"sebaiknya kita bergegas cepat, aku merasa ada udara segar dari arah sana" ucap Ezra yang disambut dengan siumnya Yura dipelukan Pangeran Clard.
"Yura! Kamu baik-baik saja?" cemas mereka yang menghapirinya.
"sebaiknya kita segera keluar dari hutan ini agar lukanya itu bisa disembuhkan" ucap Sesilia.
setelah beberapa jam tertunda akhirnya mereka pergi menuju tempat yang bersumber udara segar tadi. Semakin dalam semakin jauh akhirnya mereka menemukan titik cahaya jauh kedepan. Bukan hanya merasa bahagia, merekapun berlari dengan cepat menuju cahaya itu semakin dekat dan semakin dekat akhirnya suasana gelap dan mengerikan tadi berubah mnjadi sebuah pemandangan yang indah dan sebuah danau yang dipenuhi kerlap-kerlip dan memantulkan cayaha matahari yang indah.