
Di World Elements, di mana Yura berada di istana Gosh...
Sudah masuk hari ke-3 Yura yang berada di istana Gosh. Perlahan ilusi dari istana itu mulai menghilang. Yura sedikit takut melihat wujud asli dari istana yang saat ini dia injak.
"Sudah kuduga, istana ini sangat mengerikan" batin Yura mencoba menenangkan diri saat melihat sekeliling seisi kamarnya.
Walaupun dia mencoba untuk menyembunyikannya, tapi keringat dari wajahnya itu membuktikan bahwa dia sangat ketakutan hari ini.
Sementara di istana viore, penyamaran Dian hampir memudar. Mungkin akibat gerhana bulan nanti malam. Kekuatan Yura sudah mulai berjalan. Sebelum ketahuan seisi istana, Dian sudah melarikan diri.
"Clard, di mana kamu? Ibu? Apa mereka tidak mencariku?" batin Yura yang duduk sambil merangkul lututnya dan menenggelamkan wajahnya di tangannya.
...
"Yura?" gumam Pangeran Clard yang merasa bahwa Yura memanggilnya.
"Clard?" panggil Ezra dengan ekspresi khawatir beserta takut.
"Ada apa?" tanya Pangeran Clard kaget melihat ekspresi wajah Ezra.
"Kali ini kita benar-benar di tipu. Yura yang ayahku bawa bersama yang lainnya sebenarnya bukanlah Yura, tapi mata-mata kepercayaan King Zigaz. Sekarang semua rencana kita ada ditangan meraka, cepat atau lambat mungkin mereka akan menyerang kita dengan pasukan iblis" Ezra menjelaskan panjang lebar sambil berjalan menuju ruangan rapat bersama Pangeran Clard.
Tiba di ruangan rapat. Ruangan itu di penuhi rasa takut dan kecemasan di masing-masing wajah mereka, karena takut akan perubahan Yura menjadi setengah iblis jika gerhana bulan nanti.
"Yang Mulia" ucap mereka yang sampai di sana sambil membungkukan tubuhnya sedikit memberi hormat.
"Clard, tidak ada jalan lain. Kita harus menyerang Istana Gosh sekarang dan kembali merebut Yura kembali. Jika Yura masih berada di sana saat gerhana bulan, bukan mereka yang akan mati tapi bangsa kita" ucap Queen Ororo yang mendapatkan anggukan dari Pangeran Clard.
"Queen Pinkki, King Calvin, Queen Claudia, King Glend, Queen Irridesa, King Fitz, dan King Jack, kumpulkan semua pasukan kalian. Kita serang mereka dengan strategi dan rencana kita sekarang" perintah Queen Ororo.
Mereka pun bergerak dengan cepat, mengumpulkan semua pasukan yang berjumlah sekitar 10.000 pasukan. Yang terdiri dari, pasukan elemen Blink, elemen Air, elemen Aqua, elemen Plant, elemen Sunlight, elemen Electric, elemen Fire, pasukan pemanah, pasukan pedang, pasukan berkuda dan pasukan pelindung.
Suara kaki kuda mulai bergemuruh menuju tempat sasaran yang di pimping oleh para kesatria dan masing-masing pasukan di pimpin oleh Raja dan Ratu.
Sesampainya di hutan kegelapan, pasukan Element Sunlight berada di barisan paling depan memusnahkan tanaman-tanaman itu dan pasukan Element Plant mengubahnya menjadi tanaman hijau yang hidup dan berjalan menuju istana Gosh. Sementara elemen Sunlight dan Plant kebali kebarisan belakang.
Karena getaran dari pergerakan pasukan sebanyak 10.000 dan pohon-pohon hidup membuat istana Gosh sedikit bergetar.
"Ada apa ini?" kaget Yura yang melihat seisi kamarnya yang bergetar.
"Yura, kamu tidak apa-apa?" tanya Pangeran Odin yang tiba-tiba muncul.
"Apa yang kamu lakukan Odin? Aku sudah tahu siapa kamu sebenarnya, ilusi istana ini sudah menghilang. Aku tahu kamu tidak menyakitiku melainkan kamu membuatku nyaman berada disini" ucap Yura to the point.
"Apa?" kaget Pangeran Odin. "Kamu sudah mengetahuinya? Tapi aku sangat mencintaimu, aku tidak akan membiarkan siapa pun memisahkan kita" reaksi Pangeran Odin.
"Tapi, kamu bangsa Dark"
"Di tubuhmu, aliran darahmu juga memilikinya Yura" bantah Pangeran Odin.
"Lapor pangeran! Terlihat pasukan Viore menuju kemari di perkirakan kurang lebih dari 10.000 pasukan" kata seorang lelaki yang baru saja muncul dengan sihirnya.
"Apa ayah sudah siap dengan pasukannya?" tanya Pangeran Odin santai.
"Belum Pangeran"
"Buat prisai di sekeliling istana, jangan sampai mereka bisa menembus benteng" perintah Pangeran Odin.
Lelaki itupun menghilang dengan meninggalkan asap hitam bekas sihirnya
Tiba-tiba Yura menjerit kesakitan di seluruh tubuhnya, telihat seperti akar hitam di kulitnya. Menandakan bahwa dia telah menyambut kedatangan gerhana bulan di istana Gosh.
Cahaya hitam kini menyelimutinya. Perlahan cahaya hitam itu mulai membesar tanpa sengaja cahaya itu membuat perisai yang sangat tebal. Bahkan Pangeran Odin bisa merasakan betapa kuatnya perisai itu. Begitu juga dengan mereka yang ingin menyerang istana itu, mereka juga merasakan kekuatan yang sangat besar.
"Kita sudah terlambat, hari sudah semakin sore. Sebaiknya kita mempercepat langkah kita" perintah Pangeran Clard yang mempercepat kudanya.
Tiba di depan istana, sudah terlihat sangat jelas bahwa prisai yang tanpa sengaja keluar dari tubuh Yura itu mengelilingi dan melindungi istana Gosh.
Dengan usaha dan sekuat tenaga mereka mencoba menghancurkan prisai itu dengan masing-masing kekuatan mereka. Sementara Yura yang bersama Pangeran Odin masih merasakan sakit yang amat sakit di tubuhnya.
"Odin!" panggil King Zigaz dengan telepati.
"Iya ayah" jawab Pangeran Odin cemas dengan membalas telepati King Zigaz.
"Bawa Yura ke tempat terbuka sekarang, biarkan dia terkena sinar gerhana bulan yang akan terjadi sekitar jam 7 malam nanti" perintah King Zigaz.
Dengan cepat Pangeran Odin menggendong Yura ala bridal dan menghilang menggunakan kekuatannya. Hari sudah semakin gelap, sementara prisai itu belum juga hancur. Teriakan Yura kini terdengar oleh mereka. Wajah cemas kini terlihat di wajah mereka. Begitu juga dengan Pangeran Odin, dia sangat cemas melihat gadis yang sangat dia cintai.
"Jangan! Jangan sentuh dia. Kamu akan mati, saat ini kekuatannya tidak terkontrol" ucap Queen Tara yang melihan Pangeran Odin hendak menyentuh Yura.
"Lihat bulannya hampir sempurna" ucap King Zigaz yang mulai siap dengan semua pasukannya yang tidak kalah jumlah oleh pasukan Viore.
Yura semakin berteriak dan merasakan sakit di seluruh tubuhnya, akar hitam yang menjalar di tubuhnya kini mulai menyelimuti separuh dari tubuhnya. Tubuh Yura semakin menggelegar kesakitan saat sinar gerhana bulan penuh mengenai tubuhnya. Setelah semuanya terjadi, dan gerhana bulan berakhir cahaya putih yang sangat terang menyelimuti tubuhnya.
Kini suasana yang kalut itu menjadi hening yang melihat pasukan iblis mulai berkeluaran membabi buta menyerang mereka. Saat itu sama sekali tidak terlihat tanda-tanda dari Yura, King Zigaz, Queen Tara, Pangeran Odin, dan beberapa orang ahli mereka.
Perang pun terjadi. Para pemanah mulai melepaskan anak panah mereka yang melesat dengan sedikit api. Walaupun anak panah itu tidak meruntuhkan pasukan iblis tapi mereka tetap bertubi-tubi melesatkan anak panah mereka. Para kesatria mulai menerobos masuk ke istana dengan kekuatan kekuatan elemen mereka.
"Yura!" panggil mereka.
"..." hening. Mereka tidak mendapatkan jawaban. Semakin dalam dan semakin dalam mereka berada di belakang istana dan melihatkan lelaki yang membelakangi mereka.
"Kalian sudah datang?" ucap lelaki itu memalingkan badannya.
"King Zigaz?" gumam Pangeran Clard.
"Kalian berada di tempat yang salah" kata seorang wanita yang sedikit jauh berada di samping kanan mereka.
"Queen Tara?" sekali lagi gumam Pangeran Clard.
"Apa kamu mencari gadis yang kini menjadi miliku" kata pemuda di samping kanan mereka yang sedikit jauh dan terlihat dia bersama gadis yang setengah tubuhnya membentuk iblis.
"Fizi? Yura?" gumam Novia, Ezra, Diah, Roby, Sesilia, dan Ragil serempak yang mendapatkan tatapan bingung dari Pangeran Clard.
"Fizi sialan, aku akan membunuhmu!" teriak Ragil yang mulai menggenggam telapak tangannya menahan emosi.
"Ya, aku sudah tahu pasti aku di panggil Fizi oleh kalian. Begitu juga dengan Yura saat melihatku. Aku bukanlah Fizi, tapi Odin" teriaknya sambil menyerang bersama King Zigaz, Queen Tara, dan gadis separuh iblis di sampingnya.
Pertarunganpun dimulai, mereka ber-4 melawan para kesatria yang berjumlah 7 orang. Dalam pertarungan mereka, para kesatria itu mempersempatkan diri mereka untuk menyadarkan Yura.
"Yura apa yang kamu lakukan? Kita adalah sahabat, mereka hanya membuatmu menjadi iblis" ucap Novia. "Akh..." rintihan Novia saat tergores terkena pedang Queen Tara.
Tiba-tiba Yura pergi dari sana menuju di mana semua pasukan berada. Tanpa sadar Yura menghadapi Raja dan Ratu masing-masing dari orang tua para kesatri.
Dengan wujud dan langkah yang ganas, Yura mengalahkan mereka. Tanpa sengaja Yura membunuh mereka semua tanpa kemauan darinya. Peperangan berlangsung selama 5 jam lebih, separuh pasukan Viore mengalami kematian begitu juga dengan pasukan iblis.
Saat melihat Ibunya yaitu Queen Irridesa tergeletak tak bernyawa, Sesilia berlari menuju ibunya. Begitu juga dengan yang lainnya.
"Ibu..." tangis Novia, Diah, dan Sesilia pecah yang masing-masing memangkui kepala ibunya.
Aura dari elemen mereka kini keluar dari tubuh mereka, begitu juga dengan Sesilia. Dia mengeluarkan sinar matahari yang membuat seluruh pasukan iblis hangus terbakar.
"Kalian... Kalian yang menyebabkan ibuku mati, kalian harus bertangung jawaaaab" teriak mereka bertiga.
Dengan ketegaran mereka kembali menyerang sisa-sisa dari bangsa Dark. Saat itu mereka sedang berhadapan dengan Yura yang separuh tubuhnya membentuk iblis.
Melihat kesedihan teman-teman mereka, dan manusia yang berserakan tak bernyawa saat itu Yura berada di ambang kesadaran.
"Teman-teman.... Rrrrrgggg..." rintihnya yang di sambut dengan suara anehnya.
"Yura" Panggil Pangeran Clard.
"Clard... Rrrrrrggg..." kata Yura mulai menyerang Pangeran Clard. "Claaaarrrddd" teriaknya saat menyadari bahwa dia telah menyerang Pangeran Clard.
...
"Tidaaaaaaakkk" teriak Yura terbangun dari mimpinya. "Hosh... Hosh... Hanya mimpi, mimpi buruk yang sangat mengerikan" batin Yura yang di banjiri keringat.
"Yura? Apa yang terjadi?" tanya Pangeran Odin mendengar teriakannya.
"Mimpi buruk" jawab Yura singkat.
"Minum ini" kata Pangeran Odin memberikan segelas air putih.
Yurapun meminum air itu dengan sedikit gemetar dan ketakutan akibat mimpi buruknya.
"Odin!" panggil Yura.
"Hm?" jawab Pangeran Odin mengangkat salah satu alisnya.
"Sebaiknya aku menyembunyikan hal ini. Anggap saja aku belum mengetahui bahwa dia merupakan bangsa Dark" batin Yura yang menatap wajah Pangeran Odin.
"Apa yang kamu pikirkan?" tanyanya.
"Hm? Tidak. Aku hanya memikirkan pernikahan kita nanti malam" jawab Yura berbohong. "Oh ya, aku ingin mengitari istana sendirian tanpa ada pengawal atau siapa pun di samping ku" kata Yura yang di setujui Pangeran Odin.
_____________________________________
Hahaaaaa ternyata hanya mimpi buruk guys.
Mimpi buruknya dimulai dari Chapter XIII ya.... 😁😂
Oh ya, jangan lupa Votment yaaa...