World Elements

World Elements
start adventure



Kembali kedasar laut yang sangat dalam, dimana terdapat istana Piston Sea yang dihuni oleh bangsa mermaid dan di pimpin oleh Queen Gloraris Meldi Sea.


"Ibu Gloraris, Aries pergi dulu dan akan kembali membawa mutiara pelangi untuk membebebaskan apa yang telah hilang!" ucap Aries dengan mata birunya.


"Hati-hati Putriku! Jaga dirimu baik-baik" balas Queen Gloraris. "Putriku, di sana pasti kamu akan bertemu dengan sea monster. Sea monster tidak akan erpengaruh dengan kekuatanmu. Jadi kamu harus melawannya dengan kecerdasan yang kamu miliki. Jangan Coba untuk menghindarinya, karena hal itu akan membuatnya semakin kuat" sambung Queen Gloraris untuk memperingati Putrinya.


"Baik Ibu" balas Aries.


Karena telah di restui oleh ke-3 ibunya, Ariespun mulai menjelajahi lautan yang sangat gelap yang di bantu dengan penerangan cahaya dari auranya dan juga sebuah peta air. Peta air yang berbentuk segi panjang. Disebut peta air karena jika peta itu di naikan keudara atau kedaratan, maka mustahil untuk kita dapat melihat gambaran peta itu. Begitu juga sebaliknya, jika di masukan kedalam air maka seisi laut terlihat, bahkan siapa yang memegang peta itu juga berada didalam sana, di mana kita bergerak maka peta itu akan memperlihatkannya.


Dalam perjalanan yang sangat hampa itu tanpa di temani seorang teman, Aries melihat Sea Monster gurita di peta air yang berenang ke arahnya.


"Oh no" gumamnya dengan memindahkan arah renangnya sambil mengencangkan kepakan ekornya. Semakin cepat dia berenang, semakin cepat monster itu menghampirinya. "Wait? Dimana petanya?" gumam Ariel yang sudah tidak melihat peta di tangan. "Mengapa aku ceroboh sekali" kesalnya sambil memukul pelan kepalanya sendiri.


Saat dia ingin mencari peta itu, tiba-tiba monster yang dia lihat di peta kini berada di hadapannya. Dengan cepat Ariespun memutar balikkan badannya dan berenang secepat mungkin untuk menghindari monster itu.


Berbagai serangan telah Aries lemparkan menggunakan kekuatannya dengan cahaya biru tua, yang menandakan elemen Aqua. Sementara monster itu tidak membuat perlawanan melainkan fokus mengejar Aries.


Dalam renangnya, Aries teringat akan ucapan Queen Gloraris.


"Sea Monster tidak terpengaruh oleh kekuatanmu, karena mereka di ciptakan bangsa mermaid untuk membuat rintangan dari mutiara pelangi"


Karena mengingat apa yang telah di katakan Queen Gloraris, Aries mencoba untuk menjinakan Monster itu tapi tak kunjung berhasil.


"Monster atau kuncing sih yang suka makan ikan? Eh tunggu dulu? Kucing itu apa ya? Mengapa kata itu tidak asing di telingaku?" kata Aries yang mulai berbicara sendiri dan kembali fokus kepada arah jalan yang dia renangi.


Ariel mencoba 1001 cara untuk menghindar dari monster itu, agar dia tidak di telan dan berhasil dalam adventurenya yang pertama kali.


Monster itu, kini berada di ujung ekornya dan mulai membuka lebar mulut besar dan kembali menutupnya karena ingin menggigit ekor putih Aries.


Aries memiliki beberapa anggota tubuh yang unik dari yang lainnya, yaitu rambut, mata dan ekor yang dapat berubah-ubah warna. Hal itu menandakan bahwa dia masih dalam keadaan lemah dan sepenuhnya belum mendapatkan identitasnya. Karena dia berbeda dengan elemen Storm pada umumnya, bisa dikatakan Aries memiliki elemen Storm yang sempurna dari yang lainnya. Seperti ekor dan sayap dengan tanda bulan sabit dan bitang yang menyatu, sepasang sayap di lengan kanan bahkan sisik ikan di bagian betis.


Aries yang sedari tadi merasa lelah berenang ke dasar laut kini mulai naik ke permukaan dan berenang lebih cepat. Hingga sampai kepermukaan dengan kondisi berenang yang sangat cepat akhirnya dia melompat keudara, dalam hitungan detik ekornyapun berubah menjadi sepasang kaki dan terbentuk sepasang sayap putih di bagian pundaknya. Dengan sepasang sayap putih itu, Aries terbang sedikit tinggi menjauh dari air dan juga dari monster itu.


Karena berfikir telah selamat dari monster itu, Ariespun menghembuskan nafas panjang. Tiba-tiba dari arah air muncul tentakel gurita dan melilit hingga menarik kaki Aries sangat kuat ke dalam air. Angin disana sedikit kencang akibat kepakan sayap Ariel, ombak mulai terbentuk daaaaaannn "buuurr" akhirnya Aries masuk ke dalam air.


"Semakin kamu menghindar, akan semakin hebat monster itu" Aries teringat pada ucapan Queen Gloraris. Sementara sepasang kakinya kini kembali menjadi ekor, dan sayap putihnya mengilang. Lilitan tentakel dari gurita kini semakin erat hingga Aries mulai melemparkan beberapa serangan kepada monster itu.


"Aarrgghh" teriak Ariel yang mulai tertarik dan hampir mendekati mulut monster itu.


Dalam tarikan monster itu, Aries memutar tubuhnya dengan cepat agar lilitan yang ada di ekornya itu terlepas. Semakin kencang semakin kencang hingga monter itupun ikut terputar dan membuat pusaran air yang sangat besar hingga melepaskan lilitan pada ekor Aries. Setelah terlepas Ariespun keluar dari pusaran air itu dan membuat monster itu menghilang bersamaan dengan pusaran air itu.


"Aw... Sssthhhtt..." rintihnya merasakan perih di bagian pergelangan ekornya. Diapun segera miliriknya dan melihat terdapat luka di pergelangan ekornya akibat lilitan yang sangat kuat itu. Bukan hanya sedikit luka, melainkan pergelangan ekornya mengelupas. Luka itu sangat perih akibat air laut, hingga Aries menangis didalam air.


"Ibu!!!" panggilnya. "Sakit! Tolong aku!"


Jauh dari sana, lebih tepatnya lagi di istana viore.


"Yura? Putriku?" gumam Queen Ororo yang mendengar panggilan Yura. "Putriku? Apa itu kamu nak?" panggil Queen Ororo yang mencoba menyambungkan telepati kepada Yura.


Queen Ororo terus memanggil-manggil Yura, namun usahanya untuk menyambungkan telepati itu gagal sama sekali tidak mendapatkan jawaban.


"Where are ayou My princess?" batin Queen Ororo.


Luka bekas lilitan itu membuat Aries tidak dapat berenang bahkan naik kepermukaan saja tidak bisa. Aries mengambang di dalam air tanpa pergerakan. Hingga pada akhirnya, dia mengeluarkan elemen Air, rambut dan ekor putihnya berubah menjadi warna abu-abu, tangan yang membentuk sebuah lingkaran mengelilingi tubuhnya kini mengeluarkan balon udara dan menyelimuti tubuhnya. Ekor tadipun berubah menjadi sepasang kaki putih dengan luka di pergelangan kakinya.


Balon udara yang menyelimutinya tadi kini mengangkatnya ke permukaan air. Aries dengan elemen aquanya membuat permukaan air itu dapat dia duduki untuk dia beristirahat dan menyembuhkan lukanya.


Sedikit cahaya putih kini mengelilingi kedua telapak tangannya dan mengarahkan keluka di pergelangan kakinya. Rasa yang sedikit sakitpun mulai terasa, dan perlahan menghilang tanpa meninggalkan bekas luka, begitu juga dengan cahaya putih itu.


Aries mengetahui kekuatan medis sejak dia tinggal bersama Queen Tara. Di istana Queen Tara memiliki perpustakaan yang penuh dengan buku-buku yang menyangkut tentang World Elements. Tak ada satupun dari mereka yang berhasil menguasai kekuatan medis kecuali Aries, Dilon, dan Vera. Karena ilmu medis hanya dapat di kuasai elemen storm dan para kesatria.


"Huuuffttt... Untung aja aku sudah di bekali kekuatan medis, rambut? Warna abu-abu lagi" keluhnya.


Kerena luka yang telah hilang, Aries kembali kedasar laut dan mencari peta air yang dia hilangkan entah kemana saat menghadapi sea monster.


Dalam kefokusannya mencari peta, datang seekor lumba-lumba betina yang menghampirinya dengan sesuatu yang melekat ke mulutnya.


"Hey, apa kamu mencari ini?" tanya lumba-lumba itu sambil mengunjukan sebuah kertas yang digigitnya sejak tadi.


"Oh iya, itu peta yang kucari. Terima kasih..."


"Pino, namaku Pino yang mulia" ucap lumba-lumba itu sambil menundukan kepalanya memberi hormat.


"Kau lucu sekali" ucap Aries memeluk Pino. "Panggil aku Aries" sambungnya lembut.


"Wo...ho...." girang lumba-lumba itu sambil memperlihatkan atraksi renangnya. "Apa aku bisa ikut denganmu Aries?"


"Apa kamu yakin? Maksudku ini sangat berbahaya"


"Aku yakin, karena aku bersamamu. Ayolah, kamu sudah menyelamatkanku dari monster gurita itu" bujuk Pino.


"Huuuu, baiklah" pasrah Aries.


Pertualangan Aries kini di temani seekor lumba-lumba betina yang bernama Pino, Pino juga yang menemukan peta air milik Aries. Pino adalah lumba-lumba lucu yang Aries kenal, selama perjalanan dia terus saja membuat suasana menjadi kalut. Keheningan tidak pernah mereka lalui karena tingkah laku Pino. Semua mamalia laut terheran-heran melihat tingkahnya.


"Aries... Aries... Aku tidak tahu harus berkata apa, tapi aku seeeenang sekali bersama pelindung World Elements" seru Pino.


"Aku juga, aku merasa senang karena semasa perjalanan kamu selalu membuat kelucuan" balas Aries.


"Aries? Apa aku boleh mengatakan sesuatu?"


"Ya..."


"Kamu adalah elemen Storm terkuat dan terlengkap yang pernah aku temui, Bukan hanya itu, kamu juga salah satu kesatria yang diramalkan. lihat tanda didahi dan di lenganmu!"


"Ya, semua orang mengatakan itu. Bahkan ada yang mengatakan bahwa aku adalah ratu di segala ratu. Tapi aku tidak menginginkannya, karena jadi penguasa itu terlalu di perhatikan bahkan makan dan minum. Huuuufftt... Itu sangat membosankan"


"Bukankah itu menyenangkan? Bahkan aku sangat ingin kembali kepada Ibuku" gumam Pino.


"Maksudmu? Dimana keluargamu?" tanya Aries pernasaran.


"Ada rahasia besar tentangku!" jawab Pino.


"Ceritakanlah!"