World Elements

World Elements
sad



Matahari yang siap untuk membangunkan semua orang pada posisinya di sebelah timur. Satu persatu gorden dari jendala kamar mulai di tarik oleh pelayan dan membuka jendela-jendela yang ada di istana es itu. Semua awak istana sudah siap pada posisinya di tempat latihan dan di iringi Langkah kaki dari Aries, Pangeran Dilon, Veri, Putri Kenny, Pangeran Clard, Vera, Novia, Ezra, Diah, Roby, Sesilia dan Ragil.


Sudah 2 hari 3 malam ke-7 orang itu berada di istana Zenna, namun tidak menemukan tanda-tanda dari sosok Yura yang mereka cari. Pencarian mereka saat ini masih di rahasiakan pada siapapun selain mereka. Hanya kalung pemberian Queen Ororo yang memberi mereka semangat. Hingga mereka mencoba untuk ke istana Jochas bersama Aries, dan yang lainnya.


Semangat api mereka untuk mencari sosok Yura tidak membuat mereka mengenal lelah ataupun keputus asaan. Melainkan semangat yang menggebu-gebu. Sementara Pangeran Clard, dia selalu saja mendapatkan panggilan dari Yura melalui fikirannya. 'Bantu aku Clard, bantu aku...' itulah yang selalu di katakan Yura kepada Pangeran Clard. Entah itu benar atau hanya khayalan semata Pangeran Clard, diapun tidak mengetahuinya, hanya saja dia mencoba untuk mempercayainya bahwa itu semua bukan hanya khayalan semata, melainkan ikatannya terhadap sosok Yura yang sangat kuat melebihi Sahabat-sahabatnya. Tidak lupa akan berkomunikasi kepada Queen Ororo dan King Jack yang berada sangat jauh dari mereka, menyampaikan apa yang telah terjadi di sana.


Di tempat di mana terdapat tanaman bunga yang berjenis-jenis dan penuh warna. Di sana terdapat Pangeran Clard, Novia, Ezra, Diah, Roby, Sesilia, Ragil, Pangeran Dilon dan Vera. Mereka ber-9 kini menjadi Sahabat yang sangat dekat dan menjalin sebuah ikatan yang begitu kuat hingga meningkatnya kekuatan masing-masing milik mereka sendiri saat bergabung.


Pangeran Clard yang sedang berfikir, sesekali dia memainkan cahaya merah miliknya dan membuangnya ke udara. Cahaya itu adalah cayaha kekuatan elementnya. Tanpa sengaja, sekali lagi dia mengeluarkan cahaya merah miliknya dan melemparnya ke sembarang arah hingga mengenai Putri Kenny yang baru saja datang bersama Aries dan juga Very.


Melihat sang kakak terkena serangan yang tanpa sengaja itu di bagian dadanya, Ariespun berteriak histeris sementara Veri dengan cepat menangkapnya dan meletakkannya di pangkuannya. Setetes demi setetes air mata itu jatuh dari mata Aries.


"Clard, tubuhnya panas sekali" ucap Veri yang sedari tadi memegang Putri Kenny di pangkuannya.


"Biarku periksa" Diah bergegas.


Setapak demi Setapak dengan cahaya biru Diah mencoba untuk memeriksa keadaan Putri Kenny. Betapa mengejutkannya bahwa hati milik Putri Kenny saat ini sedikit terbakar bahkan mengalami kerusakan. Setelah mengetahui hal itu, mereka semuapun membawa Putri Kenny dengan cepat ke istana dan segera memberitahukan kepada Ibunya yaitu Queen Gloraris Meldi Sea menggunakan telepati.


"Akkhh.." teriak Aries saat tersentuh oleh Pangeran Clard. Sebuah ingatan masa lalu kembali terlintas namun tidak jelas. Lagi-lagi kepala Aries merasakan sakit yang sama sebelumnya. Novia, Ezra, Diah, Roby, Sesilia dan juga Ragil berpaling dari Putri Kenny untuk melihat Aries yang baru saja teriak. Pangeran Clard mencoba untuk menolong Aries, namun Aries semakin berteriak akibat sentuhan Pangeran Clard yang seperti sengatan listrik. Saat itu Aries merasa sangat tersiksa kepala yang sakit dan tubuh yang seperti di setrum oleh listrik.


Semua penghuni di hebohkan Oleh ke-2 kakak beradik angkat ini yang tidak sadarkan diri. Queen Tara, Queen Gloraris, dan Queen Liana sudah berada di istana. Ketakutan mereka terlihat saat mendengarkan penjelasan dari Diah saat sebelumnya menerawang dada Putri Kenny menggunakan kekuatannya.


Aries yang sebelumnya pingsan dan kemudian sadar kembali, langsung beranjak dari tempat tidur untuk melihat keadaan kakaknya itu. Saat berada di dalam kamar, Aries yang membuka pintu mendapatkan tatapan-tatapan sedih dari semuanya dan melihat tubuh Putri Kenny yang mulai menghitam seperti hangus terbakar.


"Kakak?" panggil Aries langsung memeluk Putri Kenny yang terbaring di tempat tidur yang empuk. Setetes demi setetes air mata membasahi pipi. Tangisan mulai terdengar oleh siapa saja yang berada di kamar itu. Saat Aries menangis, tidak ada satu orangpun yang berani menyentuhnya. Pangeran Clard yang penuh penyesalan mulai melangkahkan kakinya menuju Aries dan memegang pundaknya. Arie yang menangispun tersentak kaget menjadi patung.


"Aarrrggghhkk.." teriak Aries yang kesakitan membuat yang lainnya kaget.


"Aries? Apa yang terjadi? Aries?" pangil Pangeran Clard yang terus menerus memegangnya.


Sakit yang tidak tertahankan, itulah yang di rasakan Aries. Tetesan air matanya menjadi es. Melihat itu, mereka semua yang berada di kamar itu kaget dengan mata terbelalak.


"Ibu................." teriaknya yang membuat serangan dari teriakannya itu. Seisi kamar yang indah kini mejadi hancur. Bukan hanya itu, suaranyapun dapat terdengar hingga ke pelosok World Elements. Bayangkan? Sekeras apa dia berteriak. Teriakannya itu membuat mereka/bangsa World Elements terluka, bisa di bilang sangat parah. Hidung yang berdarah, tubuh yang tidak berdaya, itu semua mereka rasakan kecuali Putri Kenny dan Pangeran Clard. Bahkan Aries sendiripun mengalami luka-luka yang cukup parah, hingga memuntahkan dara yang sangat banyak akbat luka dalam.


Purti Kenny baik-baik saja karena Aries yang memegang tangannya dan melindunginya, beserta kalung yang di berikan Aries kepada Putri Kenny sebelumnya. Namun entah mengapa Pangeran dapat lolos tanpa luka sedikitpun di sekujur tubuhnya, padahal dia ikut terhempas ke dinding bahkan beberapa barang berat telah beberapa kali mengenai tubuhnya.


Di kejauhan, di mana istana berwarna putih berada. Di sana juga mendapatkan dampak dari teriakan Aries. Sang Ratu putih dengan element Storm yang baru saja bangkit dari terhempasnya tubuhnya kedinding menjadi cemas akibat melihat seisi istana hancur.


"Yura!? Apa yang terjadi putriku? Apa yang kamu lakukan? Aku mendengar panggilanmu putriku, tapi ibu tidak tahu kamu berada dimana?" Batin Queen Ororo cemas. "Aakkkhhh" rintihnya merasa sakit di bagian lengan kirinya.


Di istana Zenna, dengan keadaan istana yang hancur lebur mereka masih memperjuangkan detak jantung Putri Kenny yang melemah. Sementara Ezra, dia menata kembali istana itu menggunakan element Air dengan rapi dengan bantuan pengawal-pengawal istana.


"Ibu Tara? Dilon? Bukankan kalian keturan Element Ice? Tolong bantu kakakku! Ibu Gloraris? Ibu Liana? Bantu kakakku" tangis Aries yang melupakan segalanya yang terjadi sebelumnya.


"Apa kamu lupa? Kekuatan kami melemah akibat teriakanmu Aries, apa yang terjadi padamu?" Jawab Queen Gloraris.


"Hati Kenny telah rusak. Hanya element ice yang bisa menyejukkan hatinya kembali. Tapi itu mustahil untuk kami membantunya" sambung Queen Tara.


Tetesan air mata Aries kini bertubi-tubi. Lagi-lagi dia menatap sang kakak yang terbaring tidak berdaya.


"Tunggu dulu! Bukankah aku?" batin Aries yang mencoba untuk menyembunyi sakit di dalam tubuhnya. "Aku bisa melakukannya, aku bisa melakukannya" gumamnya yang terdengar semua orang.


"Apa kamu gila? Aries, saat ini kamu ikut lemah. Jangan lakukan ini" bantah Diah yang ter-engah-engah mencoba untuk bangkit dari duduknya.


"Iya Aries, saat ini kondisimu kurang membaik" sambung Pangeran Clard membenarkan perkataan Diah.


"Aries jangan lakukan ini putriku" bujuk Queen Gloraris.


"Apa ibu akan membiarkan putri ibu sendiri? Ha? Aku akan melakukan ini, karena ini adalah tanggung jawabku!" ucap Aries tetap pada pendiriannya.


Dengan posisi yang membelakangi mereka semua, Aries terpaksa melakukan hal yang tidak dia lakukan, dia membuat sebuah kurungan agar Queen Tara dan yang lainnya tidak dapat mencegahnya. Air mata yang terhenti, kini di sambut dengan sudut bibir yang terangkat melihatkan senyuman indahnya.


Pergelangan tangan mulai di putar dan mengeluarkan cahaya biru muda. Hawa dingin sudah mulai dapat di rasa di tangan Aries. Seteleh cahaya dari element ice itu terbentuk, Ariespun mengarahkannya tepat di bagian dada Putri Kenny.


"Aries! Jangan!" teriak mereka serempak yang sedang dalam kurungan transparan.


Aries yang mendengar hal itu, sama sekali tidak memperdulikannya, dia hanya fokus terhadap apa yang di lakukannya saat itu. Setelah sedikit lama mengobati Putri Kenny, akhirnya Aries mendapatkan respon dari pergerakan jari Putri Kenny dan barna tubuh yang kembali normal.


"Akhirnya berhasil" batin Aries.


Ariespun kembali meningkatkan kekuatannya agar Putri Kenny segera sadar. Sementara yang lainnya, hanya terpaksa melihat semua itu. Perlahan tenaga Aries mulai melemah, namun kekuatannya terus di tingkatkan, hal itu membuat luka Aries semakin terasa sakit dan sidikit mengeluarkan darah di bagian hidung.


"Akkhh..." rintih Aries yang terdengar yang lainnya.


"Aries, hentikan! Aku mohon" bujuk Sesilia meneteskan Air matanya.


Dalam hitungan detik kemudian, Putri Kenny mulai membuka kedua matanya, sedangkan Aries dia sudah terlihat semakin lemah hingga memuntahkan darah setelah menarik kekuatannya yang telah selesai mengobati sang kakak tercinta. Sementara yang lainnya di kagetkan kedatangan Ratu Putih di hadapan mereka.


"Queen Ororo?" gumam mereka serempak yang tidak di dengar Aries.


"Kakak" panggil Aries yang mulai melemah.


Dengan secepat kilat, Queen Ororo menangkap Aries yang tubuhnya mulai melemas dan kemudian pingsan. Hal itu membuat ya, seperti sebelumnya hidung Aries kembali mengeluarkan darah.


"Yura, Putriku?" Gumam Queen Ororo sambil menepuk-nepuk pelan pipi Aries yang sedang pingsan di pelukannya. Queen Ororo yang sedikit panik, memetikan jarinya kemudian memutarkan pergelangan tangannya mengeluarkan cahaya abu-abu. Seketika, di sekeliling mereka kembali tertata rapi seperti sebelumnya.


***


Aries yang terbaring tidak berdaya di tempat tidurnya, lebih Tepat lagi Sekarang berada di kamarnya berdua dengan Queen Ororo, wajah yang sangat pucat, membuat Queen Ororo meneteskan air matanya.


"Aku yakin, kamu Putriku Aries. Apa yang terjadi padamu?" Kata Queen Ororo yang berbicara kepada Aries yang tidak sadarkan diri.


Entah apa yang di bacanya sambil mengusap-usap kedua telapak tangannya hingga mengeluarkan cahaya putih. Cahaya putih itu, Queen Ororo arahkan ke tubuh Aries agar rasa sakit di tubuhnya sedikit hilang. Ya bisa di katakan ini adalah ilmu medis.