
Suasana istana berada dalam ketegangan, mencoba untuk mempersiapkan mental, pasukan dan seluruh tenaga untuk akhir perang ini.... Yaaaa mungkin ini adalah akhir perang antara kebaikan dan kebatilan karena Yura sebagai elements storm di world elements yang paling sempurna telah bergabung dengan bangsa Dark.
Ratusan ribu prajurit telah siap sedia menuju lokasi peperangan, yang terdiri dari pemanah, ahli pedang, ahli tombak, pasukan berkuda, pasukan elementer, dan masih banyak lagi, bahkan para troll ikut serta dalam perang itu.
Yaaaa karena mereka telah memiliki sayap karena bebasnya mutiara pelangi karena Yura merekapun berangkat dengan menggunakan sayap mereka tak lupa dengan pasukan berkuda mereka tidak perlu menggunakan sayap mereka karena para kuda telah memiliki sayap yang mampu membawa mereka ke langit ke-7...
Ratusan ribu pasukan kebaikan masing-masing dari mereka di pimpin oleh masing-masing para kesatria dan pemimpin pasukan mereka, tak lupa Queen Ororo berada di paling depan untuk menghandle mereka semua dengan para pemimpin pasukan.
Aba-aba keberangkatan mulai dikeluarkan, dengan semangat api mereka berniat untuk memenangkan peperangan dan merebut Yura kembali. Suara kepakan sayap mulai terdengar, para kudapun mulai menyengir dengan sayap terbang secepat kilat. Gerbang tembok istana mulai di buka oleh penjaga gerbang, mereka semuapun keluar dari lokasi dan membentuk formasi perang yang menakjubkan, entah apa yang membuat mereka semua (para prajurit) tercengang hingga membuat pemimpin yang sedang berdiskusi mengalihkan pandangan mereka dan mendapatkan pasukan bangsa Dark yang tidak terlalu jauh dari pasukan mereka, bahkan jumlah mereka lebih banyak dari pasukan kebaikan karena telah di terawang oleh pasukan elements eart. Bukan hanya itu, seluruh pasukan mereka bukan manusia/iblis lemah seperti sebelumnya bahkan pasukan mereka lebih ganas dari sebelumnya. Yaaa mereka memang benar adalah iblis tapi, kali ini mereka berbeda dari pasukan sebelumnya yang nyawanya terbilang ciut oleh para elemeter. Yang lebih mengejutkan lagi pemimpin pasukan mereka adalah Pangeran Odin dan Yura di tengah-tengah antara mereka berdua terdapat iblis yang di tunjuk sebagai panglima perang, entah kemana Putri Olin yang merupakan adik perempuan dari Pangeran Odin, apa mereka telah merencanakan sesuatu? Atau Putri Olin tidak mengikuti perang? Hmmmm hanya mereka yang mengetahuinya.
Yura yang sebelumnya gadis bersurai emas, lembut, baik hati, kini berubah drastis. Surai emasnya berubah menjadi hitam, matanya, kulit putih bersihnya memucat bahkan seperti mayat hidup.
"ja-jadi Yura" gumam Pangeran Clard.
"apakah mereka sudah melakukan ritualnya?" gumam Diah yang tidak percaya akan penampilan Yura yang sangat mengerikan.
Aura negatif telah menyelubungi Yura, kini dia benar-benar telah menjadi monster dan di perdaya oleh bangsa Dark yang telah menghipnotisnya dengan cerita kebohongan.
"aku akan membawamu kembali... Yura" batin Pangeran Clard.
Diantara mereka semua hanya putri Kenny dan para prajurit mermeids yang tidak ikut perang karena mereka di utus Queen Gloraris meldi untuk menjaga perairan dengan trisula milik kerajaan yang kekuatannya dapat dikatakan tidak bisa di tandingi. Alasan Queen Gloraris menyerahkan trisula itu kepada putri Kenny adalah untuk menjaga seluruh perairan karena perairan sangat penting untuk world Elements bahkan Queen Ororo menggabungkan permata kehidupan dengan tubuh putri Kenny.
Putri Kenny kini terlihat lebih sempurna dan berpenampilan berbeda karena efek dari permata kehidupan itu, elementnya bahkan lebih kuat dari sebelumnya.
Didaratan, para tokoh perang membela kebaikan sudah siap dengan serangan yang akan datang. Tanpa mengeluarkan kata-kata Yura hanya menggunakan aba-aba untuk siap tempur dan mereka semuapun (para prajurit iblis) berlari dengan kencang untuk menyantap, menyobek, menindas seluruh pasukan kebaikan. Pangeran Odin bergerak menggunakan kuda iblis kesayangan miliknya, sedangkan Yura menggunakan sayapnya dan membiarkan kuda yang dia tunggangi tadi ikut perang. Kuda itu membesar seletah Yura melayang keuadara lebih besar dan terus membesar 10 kali lipat...
Kuda itu mulai menyengir hingga membuat telinga mereka kesakitan, dan tidak fokus terhadap perang.
"pertahanaaaaaaan!" perintah Queen Ororo yang melihat kuda itu mengangkat kedua kaki depannya dan kembali menghempaskannya. Getaran tanah dirasakan, elements earthpun membuat pertahanan dalam bentuk tebing alhasil pertahanan mereka runtuh dan tanah-tanah di sekitar mereka hancur bagaikan gempa yang melanda. Tanah-tanah di sana menjadi hancur, membuat pasukan Queen Ororo susah untuk bergerak. Dengan bantuan elements air mereka semua pun melayang ke udara dan mengambil tanah lapang yang mulus, telah banyak korban yang gugur akibat getaran tadi, para iblis membabi buta menyerang mereka.
Pasukan pemanah dan tombak telah siap dengan posisinya dan melesatkan busur-busur dan tombak-tombak kearah iblis. Tubuh iblis itupun di hiasi dengan panah dan tombak yang menembus tumbuhnya namun tidak dihiraukan dan tetap berlari menuju pasukan pembela kebenaran.
Deg... Deg... Deg.... Deg...
Merekapun bercampur aduk menjadi satu, darah tumpah dimana-mana, para elementer saling membantu sama lain agar mereka tidak banyak terbunuh. Bahkan iblis yang dilesatkan bola apipun tidak mati bahkan mereka semakin bergerak cepat. Elements ice membekukan mereka yang hendak menyerang dan menenggelamkannya dengan bantuan elements earth.
5 jam telah berlalu, mereka mulai kelelahan, sementara para iblis masih membabi buta tidak ada habisnya.
Pangeran Clard yang penuh dengan amarah telah banyak menebas kepala para iblis bahkan menyincang tubuh mereka, dia mencari pangeran Odin yang merupakan musuh bebuyutan mereka.
"Odin! Kau akan mati di tanganku" teriaknya penuh amarah yang kini berhadapan dengan Pangeran Odin.
"kita lihat siapa yang akan mati disini" balasnya dengan sombong.
Merekapun bertarung, pedang mereka mulai berbenturan hingga mengeluarkan aliran listrik. Tidak dapat dipungkiri kini pangeran Odin lebih kuat dibandingkan sebelumnya.
Sringgg...
Lengan kanan milik Pangeran Odin tergores hingga terdengar ditelinga Yura. "Odin" batinnya dan terbang menuju Pangeran Odin.
"lawan aku Clard!" kata Yura dengan tantangannya yang mendarat ketanah.
"Yura, seharusnya kamu di pihak kami! Mengapa kamu membela iblis-iblis itu?" tanya Pangeran Clard kecewa.
"hentikan ocehanmu itu, jalanku telah benar" jawabnya dan segera menyerang pangeran Clard menggunakan elemennya.
Pangeran Clard terus menerus menghindar dari serangan tanpa membalasnya, karena walaupun begitu Yura adalah sahabatnya dan dulu dia pernah mencintainya dan sekarang mungkin perasaannya masih sama.
"Yura!" panggil Novia, Diah, Sesilia, Vera, Ezra, Pangeran Dilon, Roby dan Ragil dengan nada tinggi.
"Clard apa kamu baik-baik saja?" tanya Vera mencemaskan keadaan Pangeran Clard dan mendapatkan anggukannya.
"Yura, apa yang kamu lakukan?" tanya Pangeran Dilon.
"kamu tidak perlu bertanya kepada Yura seperti itu karena sudah menjadi istriku" jawab Pangeran Odin sambil merangkul pinggang milik Yura.
Mendengar jawaban Pangeran Odin, Yura sedikit kesal karena Pangeran Odin telah memalsukan kabar pernikahan itu.
"apa? Yura? Kamu?" tanya Novia tidak percaya.
"Yura, katakanlah iya karena jawaban itu akan membuat mereka melemah" bisik Pangeran Odin dengan nafsunya yang menjijikan.
Entah mengapa Yura sangat betah dengan pelukan Pangeran Odin itu.
"sudah cukup! Kembalikan Yura kami" amarah mereka semua sebagai sahabat-sahabatnya dan menyerang Pangeran Odin.
Pertarungan merekapun kembali berlanjut dengan 9 lawan 2, mereka tidak menyangka akan bertarung melawan Yura sahabat mereka sendiri.
Sringggg... Sringgg... Sringgg...
Luka mulai terbentuk di tubuh mereka kecualai Pangeran Clard, Pangeran Dilon, Yura, dan Vera.
Melihat pasukan yang jumlahnya sebelumnya banyak, kini mulai berkurang tapi mereka tidak pantang menyerah. Mayat-mayat kini berserakan dengan penuh sayatan luka, bahkan mayat pasukan iblis juga berserakan di tanah dengan tubuh ada yang terpisah, panah dan tombak menancap tubuh mereka. Namun banyaknya gugur prajurit dari pembela kebenaran maupun pembela kebatilan tidak menghentikan mereka untuk berperang.
Kuda raksasa milik Yura dikerahkan untuk menghancurkan tembok istana agar mereka bisa masuk untuk menerobos kedalam.
"Yura, gunakan kekuatan itu, karena prajurit kita telah banyak gugur" pinta Pangeran Odin yang berusaha menahan serangan para kesatria yang merupakan sahabat dari Yura.
"kekuatan apa yang dia bicarakan?" batin Pangeran Clard yang masih dalam posisi penyerangan.
Tiba-tiba saja Yura mundur membiarkan pangeran Odin bertarung sendirian, sementara dia berdiri tepat dibelakang pangeran Odin. Sahabat-sahabat Yura kebingungan melihat tingkah Yura yang mendadak mundur setelah perkataan Pangeran Odin.
"akan aku mulai" gumam Yura dan melihat matanya kini berubah menjadi hitam pekat hingga tidak memiliki warna selain hitam, diapun melanjutkan aksinya dengan mengangkat kedua tangannya dan kemudian dia sentuh tanah yang dipijak sambil bergumam entah matra apa yang dia baca hingga mengeluarkan kekuatan membuat tanah sedikit bergerak. Begitu mengejutkan mayat yang tadi berserakan di tanah kini kembali bergerak dan hidup atas perintah Yura, bahkan prajurit yang sebelumnya membela kebenaran kini membela mereka para iblis membasmi kebenaran.
"ini tidak mungkin" gumam Queen Ororo yang berada dikejauhan.
"yang mulia, mereka kembali hidup bahkan pasukan mereka bertambah banyak akibat mayat hidup dari prajurit kita" kata Queen Tara tidak percaya.